Anda di halaman 1dari 23

OM

SWASTYASTU

INDIKATOR
1.1 Menjelaskan teori atom
Bohr.
1.2 Menganalisis spektrum
atom H berdasarkan
teori atom Bohr.
1.3 Menjelaskan
kelemahan teori atom
Bohr.

1.4 Menjelaskan prinsip


dasar yang melandasi
teori atom kuantum.
1.5 Menjelaskan teori atom
kuantum tentang atom
hidrogen.
1.6 Menjelaskan bilangan
kuantum.
1.7 Melukiskan bentukbentuk orbital.

1.1 Menjelaskan Teori


Atom Bohr

Teori Atom Rutherford


Menurut model atom Rutherford (1911),
atom terdiri dari inti yang bermuatan positif
dengan hampir keseluruhan massa atom ada
pada inti, yang dikelilingi oleh sejumlah
elektron bermuatan negatif, sehingga atom
secara listrik tidak bermuatan atau netral.
Menurut teori arus listrik, bila sebuah
partikel bermuatan listrik (seperti elektron
bermuatan negatif) bergerak mengelilingi
suatu pusat medan, maka partikel tersebut
kan kehilangan energinya berupa radiasi
elektromagnetik. Konsekuensinya, elektron
akan membentuk lintasan spiral akibat dari
gaya tarik menarik Coulomb dan jatuh ke inti
-10
dalam waktu sekitar 10-10
detik. Jadi,
kestabilan atom tidak dapat dijelaskan
dengan model atom Rutherford.

Teori Atom Bohr

Niels Bohr Pada Tahun 1913, Niels Bohr


mencoba memperbaiki teori atom
Rutherford. Bohr melakukan perbaikan
dengan cara menggabungkan teori atom
Rutherford dengan hipotesis Planck
mengenai mekanika kuantum. Teori
atom
Bohr
didasarkan
atas
pengamatannya terhadap spektrum
atom. Bohr menjelaskannya dengan
mengusulkan model atom hidrogen,
yaitu elektron bergerak mengelilingi inti
dalam orbit dengan tingkat energi
tertentu.

Teori Atom Bohr


Bohr mengemukakan empat (4) postulat yang diterapkan untuk menerangkan
atom hidrogen. Keempat postulat tersebut, yaitu :
a. Elektron mengelilingi inti atom pada orbit tertentu. Orbit itu merupakan
lintasan gerak stasioner elektron yang mengelilingi inti dan berjarak
tertentu dari inti. Lintasan yang boleh dipakai oleh elektron diberi nomor
1, 2, 3,.. Bilangan menyatakan lintasan tersebut menyatakan kulit
atom.
b. Selama berada dalam lintasannya, energi elektron tetap sehingga tidak
ada energi yang diserap dan dipancarkan.
c. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan
stasioner lainnya dengan menyerap atau memancarkan energi sesuai
dengan persamaan Planck, yaitu :
d. Lintasan stasioner elektron diperbolehkan memiliki momentum sudut
kelipatan dari

1.2 Menganalisis Spektrum


Atom Hidrogen Berdasarkan
Teori Atom Bohr

Untuk menghasilkan spektrum atom hidrogen, suatu tabung


tipis yang berisi gas hidrogen pada tekanan rendah dengan
elektroda pada tiap-tiap ujungnya dialirkan tegangan tinggi
(seperti 5000 volt), setelah dilewatkan pada prisma atau kisi
difraksi tabung akan menghasilkan spektrum garis dan masingmasing garis berkaitan dengan panjang gelombang tertentu.

Spektrum atom hidrogen sangat simpel, terdiri

dari empat garis pada daerah tampak yaitu


merah, biru-hijau, biru dan violet, dan lainnya
tampak pada daerah inframerah dan ultraviolet.

Balmer memperoleh persamaan empiris tentang


panjang gelombang dari spektrum garis pada
sinar tampak dari atom hidrogen yaitu :

1
1
R 2 2

n
2
1

Dimana R = Tetapan Rydberg (1,097


x 107 m-1)
n = bilangan bulat mulai dari
3,4,5 dst

Berdasarkan data spektrum atom, Bohr menyatakan


bahwa tidak sembarang lintasan (tingkat energi )
yang bisa ditempati oleh elektron. Hanya lintasan
tertentu yang memenuhi postulatnya (postulat Bohr)
yang dibolehkan, yaitu lintasan elektron yang
momentum sudutnya adalah kelipatan dari h/2.

Berdasarkan postulatnya ini, Bohr mencoba menjelaskan


model atom hidrogen secara kualitatif. Antara elektron
yang bermuatan negatif dengan inti yang positif bekerja
gaya coulomb (Fc) yang diimbangi oleh gaya sentrifugal
dari gerakan melingkar elektron (Fs)

Fc = Fs
elektr
on
inti

e2
m.v 2

2
r
r
v2

e2

m.r

(persamaan I)

Postulat Bohr menyatakan:


Momentum sudut = n h/2
I. = n h/2
m.r2 . v/r = n h/2
m.v.r = n h/2
2 2
n
h
2
v
4 2 m 2 r 2

(persamaan II)

Substitusi Persamaan I dan Persamaan II


e2
m.r

n2h2
=
4 2 m 2 r 2

n2h2
r
4 2 m.e 2

r n 2 A, n = 1, 2, 3,
dsb

A disebut dengan jari-jari Bohr yang


harganya 0,529

Energi total atom Hidrogen dihitung sebagai


berikut:
E = Ek + Ep
e2 e2
e2
E

2r r
2r

Substitusi persamaan r ke dalam persamaan energi :


2 2 m.e 4
En
n2h2

Tingkat Energi & Lintasan Elektron


E6

r6

E3
Energi

E2

Jari-jari
Lintasan

r5

r4
r3
r2
E1

r1

Energi diserap : dari tingkat energi rendah ke


tingkat energi yang lebih tinggi
Energi dilepaskan : dari tingkat energi tinggi ke
tingkat energi yang lebih rendah

Diagram Tingkat Energi Transisi


Elektronik Atom Hidrogen
E6

Deret Paschen
(inframerah)

E3
Deret Balmer
(tampak)

E2

Deret Lyman
(Ultraviolet)

E1

H H

Besarnya garis H dan H dari masing-masing deret


spektrum atom Hidrogen dapat ditentukan menggunakan
persamaan :

1
1
1
RH 2 2

n1 n2

Dimana,
Deret Lyman : n1 = 1 dan n2 = 2,3,4 dst
Deret Balmer : n1 = 2 dan n2 = 3,4,5 dst
Deret Paschen : n1 = 3 dan n2 = 4,5,6 dst
Deret Bracket : n1 = 4 dan n2 = 5,6,7
dst
Deret Pfund : n1 = 5 dan n2 = 6,7,8 dst
Deret Sorenson : n1 = 6 dan n2 = 7,8,9
dst

Energi atom seperti Hidrogen adalah :


2 2 mZ 2 e 4
En
n2h2

Persamaan garis spektrum atom seperti


Hidrogen adalah :

1
R

1
1
2 2
n

n
2
1

Dimana R = Z2 . RH

1.3 Menjelaskan
Kelemahan Teori Atom
Bohr

Kelemahan Teori
Atom Bohr
Pada model atom Bohr walaupun dapat menjelaskan
dengan baik spektrum atom Hidrogen, namun model
ini tidak bisa menjelaskan spektrum atom yang
berelektron banyak (mengandung lebih dari satu
elektron). Demikian pula, model atom Bohr sama sekali
tidak bisa menjelaskan bagaimana atom-atom dapat
bergabung
Pada modelmembentuk
atom Bohr, molekul.
dinyatakan bahwa tidak
sembarang lintasan (tingkat energi) yang bisa
ditempati oleh electron. Hanya lintasan tertentu yang
memenuhi postulatnya (postulat Bohr) yang
dibolehkan, yaitu lintasan electron yang momentum
sudutnya adalah kelipatan dari h/2 ().
Melanggar asas ketidakpastian Heisenberg karena
elektron mempunyai jari-jari dan lintasan yang telah
diketahui.

OM
SANTIH, SANTIH, SANTIH
OM