Anda di halaman 1dari 17

REFERAT

PLASENTA PREVIA

Di susun oleh:
Devi Ratna Pratiwi
10542 015510
Pembimbing:
dr. H. Umar Malinta, Sp. OG (K)
ILMU OBSTETRI DAN GENIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
FAKULTAS KEDOKTERAN

PENDAHULUAN
Perdarahan
antepartum
adalah
perdarahan pervaginam pada kehamilan
diatas 28 minggu atau lebih. Perdarahan
antepartum digolongkan sebagai berikut
yaitu perdarahan yang ada hubungannya
dengan kehamilan yaitu plasenta previa,
solusi plasenta, perdarahan pada plasenta
letak rendah, pecahnya sinus marginalis
dan vasa previa
Manuaba I.B.G. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana untuk
Pendidikan Bidan. Jakarta. EGC; 1998. hal. 253-7

ANATOMI
PLASENTA
Plasenta berbentuk
bundar atau hampir
bundar dengan
diameter 15-20 cm
dan tebal lebih
kurang 2,5 cm.
Beratnya rata-rata
500 gram.
Letak plasenta
biasanya umumnya
di depan atau di
belakang dinding
uterus, agak ke atas
ke arah fundus uteri
http://www.scribd.com/doc/86345062/makalah-plasen

DEFINISI
Plasenta previa adalah plasenta yang
ada didepan jalan lahir (prae = di
depan ; vias = jalan).
Jadi yang di maksud adalah plasenta
yang letaknya abnormal yaitu pada
segmen bawah uterus sehingga dapat
menutupi sebagian atau seluruh
pembukaan jalan lahir (Ostium Uteri
Internum).
Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Edisi IV. Jakarta. PT Bina Pustaka Sarwono

KLASIFIKASI
Plasenta
previa
totalis

adalah plasenta yang menutupi seluruh


ostium uteri internum

Plasenta
previa
parsialis

plasenta yang menutupi sebagian ostium


uteri internum
plasenta yang berimplantasi pada segmen
bawah rahim demikian rumah sehingga tepi
bawahnya berada pada jarak lebih kurang 2 cm
dari ostium uteri internum

Plasenta
letak rendah

plasenta yang tepinya berada pada


pinggir ostium uteri internum.

Plasenta
previa
marginalis

Chalik, T. Perdarahan pada Kehamilan Lanjut dan Persalinan. Dalam: Saifuddin, A., Rachimhadhi ,T., dan
Wiknjosastro, G. (Eds). Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Edisi Keempat. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo; 2008: 493-521.

EPIDEMIOLOGI

Plasenta previa lebih banyak pada


kehamilan dengan paritas tinggi dan pada
usia di atas 30 tahun.
Juga lebih sering terjadi pada kehamilan
ganda daripada kehamilan tunggal.

Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Edisi IV. Jakarta. PT Bina Pustaka Sarwono

ETIOLOGI
Multipara, terutama jika jarak antara
kehamilannya pendek.
Mioma uteri
Kuretasi yang berulang
Umur lanjut
Bekas seksio sesarea
Perubahan inflamasi atau atrofi, misalnya
pada wanita perokok atau pemakai kokain.
Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Edisi IV. Jakarta. PT Bina Pustaka Sarwono

Manuaba I.B.G. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana untuk
Pendidikan Bidan. Jakarta. EGC; 1998. hal. 253-7

Bekas persalinan berulang dengan jarak


pendek
Bekas operasi, bekas kuretage atau
plasenta manual
Perubahan endometrium pada mioma
uteri atau polip
Pada keadaan malnutrisi
Pada paritas yang tinggi kejadian
plasenta previa makin besar karena
endometrium belum sempat tumbuh..

Umur muda karena endometrium masih


belum sempurna.
Umur diatas 35 tahun karena tumbuh
endometrium yang kurang subur.

Endometriu
m yang
cacat

Paritas
Umur
penderita

FAKTOR RESIKO

PATOFISIOLOGI

Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Edisi IV. Jakarta. PT Bina Pustaka Sarwono

GAMBARAN
KLINIS

Perdarahan yang tidak disertai nyeri dan tanpa


kontraksi rahim.
ukuran panjang rahim berkurang maka pada
plasenta previa lebih sering disertai kelainan letak
jika perdarahan disebabkan oleh plasenta previa
lateral dan marginal serta robekannya marginal
plasenta letak rendah, robekannya beberapa
sentimeter dari tepi plasenta
infeksi nifas besar karena luka plasenta lebih dekat
pada ostium, dan merupakan porte d' entree yang
mudah tercapai
pasien anemis karena perdarahan sehingga daya
tahannya lemah
Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Edisi IV. Jakarta. PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo; 2009. hal. 495-502
Yoon Y, Placenta previa, Available at http://www.emedicine.com/emerg/topic427.html.

DIAGNOSIS

Diagnosis plasenta previa


ditegakkan
berdasarkan
pada
gejala
klinik,
pemeriksaan khusus, dan
pemeriksaan penunjang
Manuaba I.B.G. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana untuk
Pendidikan Bidan. Jakarta. EGC; 1998. hal. 253-7

PENANGANAN
Penanganan plasenta previa
bergantung kepada :
Keadaan umum pasien, kadar hb.
Jumlah perdarahan yang terjadi.
Umur kehamilan/taksiran BB janin.
Jenis plasenta previa.
Paritas dan kemajuan persalinan
Jeis penanganan :
1. Ekspektif
Aktif
Mochtar, R.2.
Perdarahan
Antepartum (Hamil Tua). Dalam: Lutan, D (Ed). Sinopsis
Obstetri. Edisi 2. Jilid 1. Jakarta: EGC; 1998: 269-287.
Chalik, T. Perdarahan pada Kehamilan Lanjut dan Persalinan. Dalam: Saifuddin, A.,
Rachimhadhi ,T., dan Wiknjosastro, G. (Eds). Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo.
Edisi Keempat. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2008: 493-521.

KOMPLIKASI
Plasenta inkreta
Plasenta perkreta
Perdarahan massiv
Kelainan letak
Kelahiran premature
Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Edisi IV. Jakarta. PT Bina Pustaka Sarwono

PROGNOSIS
Prognosis ibu dan anak pada plasenta
previa dewasa ini lebih baik jika
dibandingkan dengan masa lampau.
Penurunan jumlah ibu hamil dengan
pasritas tinggi dan usia tinggi berkat
sosialisasi program keluarga berencana
menambah penurunan insiden plasenta
previa.
Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Edisi IV. Jakarta. PT Bina Pustaka Sarwono

PERSPEKTIF
ISLAM
QS. Al- Ahqaf (46:15)
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik
kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya
dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah
payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah
tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan
umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya
Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau
yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu
bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh
yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan
(memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya
aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku
termasuk orang-orang yang berserah diri".

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba I.B.G. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana untuk
Pendidikan Bidan. Jakarta. EGC; 1998. hal. 253-7
Sastrawinata S. Obstetri Patologi Ilmu Kesehatan Reproduksi. Edisi II. Jakarta. EGC;
2005. hal. 83-91
Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Edisi IV. Jakarta. PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo; 2009. hal. 495-502
http://www.scribd.com/doc/86345062/makalah-plasenta-previa
Mochtar, R. Perdarahan Antepartum (Hamil Tua). Dalam: Lutan, D (Ed). Sinopsis
Obstetri. Edisi 2. Jilid 1. Jakarta: EGC; 1998: 269-287.
Chalik, T. Perdarahan pada Kehamilan Lanjut dan Persalinan. Dalam: Saifuddin, A.,
Rachimhadhi ,T., dan Wiknjosastro, G. (Eds). Ilmu Kebidanan Sarwono
Prawirohardjo. Edisi Keempat. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2008:
493-521.
Thornburg, L and Queenan, R. Third-Trimester Bleeding. In: Evans, AT. Manual of
Obstetrics. 7th Edition. USA: Lippincott Williams & Wilkins; 2007: 154-158.
Ko, P and Yoon, Y. Placenta Previa. 2009. New York University Medical School.
Available from: http://emedicine.medscape.com/article/796182-overview (Accessed
at 25nd september 2012).
Manuaba I.B.G. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana untuk
Pendidikan Bidan. Jakarta. EGC; 1998. hal. 253-7
Yoon Y, Placenta previa, Available at
http://www.emedicine.com/emerg/topic427.html. Accessed on Februari 15, 2012
Dinata F. Plasenta previa. Available from URL:http//www.google.com/. Accessed on
Februari 15

TERIMA KASIH