Anda di halaman 1dari 49

PRESENTASI

PRESENTASISKENARIO
SKENARIO44
TRAUMA
TRAUMATUMPUL
TUMPULABDOMEN
ABDOMEN

Anggota

1. Faris Azhar
2009730018
2. Rina Mardiana
2009730110
3. Taufiq
2009730052
4. Hatim Alwan
2009730052

MEDICAL SCHOOL OF
MUHAMMADIYAH JAKARTA
UNIVERSITY
PRESENTATION
CLINICAL STAGE OF SURGERY
TUTOR : Dr. Kukuh , SpB
4 MARET 2014

RSIJ CEMPAKA PUTIH

SKENARIO
PENANGANAN

PERTANYAAN

ANALISA KASUS

TINJAUAN
PUSTAKA

SS Laki 30 tahun dibawa polisi Lalu


KK Lintas dengan keterangan: kejadian
EE
kecelakaan beruntun pasien berada di
NN
AA kendaraan di tengah dan pasien yang
RR menyetir kendaraan, pasien keadaan
II
umumnya kesakitan, agak gelisah,
OO masih kompos mentis. Tensi 100/60,
Nadi 112/menit, Nafas 22/menit.

SKENARIO
PENANGANAN

SS
KK
EE
NN
AA
RR
II
OO

PERTANYAAN

ANALISA KASUS

TINJAUAN
PUSTAKA

Pada pemeriksaan terlihat jejas kebiruan di


hipokondrium kiri atas, nyeri tekan seluruh
abdomen

terutama

atas.

Pekak

seluruh

abdomen, bising usus melemah sampai hilang,


Hb

9.5

dan

Leukosit

13.500/mm3.

Foto

Abdomen dikerjakan setelah dipasang infus


dan dipersiapkan dauer kateter. Tampak cairan
bebas di rongga abdomen, dirongga antara
pankreas, hepar, dan lien tampak seperti
cairan bebas, tidak ditemukan udara bebas

Bagaimana penanganan pasien

ini menurut anda


Bagaimana tindakan selanjutnya
Apa yang harus dikerjakan

selanjutnya
Apa yang cedera kira-kira pada

pasien ini

Analisa kasus

SKENARIO
PENANGANAN

AA
NN
AA
LL
II
SS
AA

PERTANYAAN

ANALISA KASUS

TINJAUAN
PUSTAKA

laki 30 tahun, kejadian kecelakaan


beruntunTrauma
pasien berada
di kendaraan di
tumpul
tengah
Abdomen
pasien yang menyetir kendaraan
jejas kebiruan di hipokondrium kiri atas Bisa
terlihat adanya hematoma pada dinding abdomen
atau bekas ban mobil.
nyeri tekan seluruh abdomen terutama atas.
Pekak seluruh abdomen, bising usus melemah
sampai hilang

Trauma

SKENARIO
PENANGANAN

AA
NN
AA
LL
II
SS
AA

PERTANYAAN

ANALISA KASUS

TINJAUAN
PUSTAKA

Status Generalis:
KU: Kesakitan agak gelisah
Kesadaran: CM
Tanda-tanda Vital:
TD: 100/60mmHg Hipotensi
Nadi: 112 kali/menit Takikardi
Pernapasan: 22 kali/menit
Suhu: ?

SKENARIO
PENANGANAN

AA
NN
AA
LL
II
SS
AA

PERTANYAAN

ANALISA KASUS

TINJAUAN
PUSTAKA

Hb 9.5

Perdarahan
intraabdomen

Leukosit
13.500/mm3

Infeksi

Ditemukan
Hematuria
mikrokospis

Peritonitis
Sepsis

Trauma sal.
kemih

SKENARIO

PERTANYAAN

PENANGANAN

ANALISA KASUS

TINJAUAN
PUSTAKA

Tampak cairan bebas di rongga abdomen,

AA
NN
AA
LL
II
SS
AA

dirongga antara pankreas, hepar, dan lien


tampak seperti cairan bebas

Tidak ditemukan udara bebas dirongga

abdomen.

Perdarahan intraabdomen

Apa yang cedera pada kasus ini?

Defance muskular (+),


akibat adanya iritasi
pada peritonium

Terdapat kebocoran
pada organ berongga

Pada perforasi bising


usus melemah
sampailien
menghilang
Cedera

Cedera Gaster
Cedera usus halus
Cedera ginjal

Pasien kecelakaan
Jejas kebiruan di
hipokondrium kiri atas
Nyeri tekan seluruh
abdomen, terutama
kiri atas
Pekak seluruh
abdomen,
bising usus melemah
atau hilang
Hematuri mikroskopis
Gangguan sal. kemih

SKENARIO
PENANGANAN

AA
NN
AA
LL
II
SS
AA

PERTANYAAN

ANALISA KASUS

TINJAUAN
PUSTAKA

Anamnesis dan pemeriksaan fisik


tambahan?

Gangguan BAK (darah)


Distensi abdomen
Defance muskular
Nyeri ketuk abdomen

Bagaimana Tindakan
selanjutnya?

ii. Tindakan selanjutnya

USG
- Bisa terlihat adanya ruptur dari organ atau adanya perdarahan
intraabdomen
IVP:
- IVP dilakukan bila ada persangkaan gangguan ginjal atau saluran
kencing.
ABDOMINAL PARACENTHESIS/ DIAGNOSTIC PERITONEAL LAVAGE
(DPL)
Cara: Mengetahui adanya perubahan intra peritoneal, dimasukkan
100-200 cc NaCl 0,9% ke dalam rongga abdomen ,ditunggu 5-10
menit ,kemudian diaspirasi cairan intra abdominal, dilihat dibawah
mikroskop ,bila dijumpai erytrocit 100.000/ mm3 maka Test (+).

selanjutnya
Dilakukan Explorasi Laparotomy dengan
tujuan : mencari sumber perdarahan dan
sumber Perforasi

Perdarahan : Bisa berasal dari pembuluh


darah organ organ intra abdominal dan
dilakukan penjahitan.
Bila berasal dari Liver bila perdarahan kecil
dijahit, bila agak luas dilakukan Reseksi
partial.
Bila Limpa yang robek pada orang dewasa
limpa dibuang, sedang pada anak-anak
diusahakan dijahit.

perforasi
a. Usus Halus : kalau lubang perforasi kecil dilakukan eksisi
kemudian di jahit.

Bila besar atau banyak tapi berdekatan maka dilakukan


reseksi dan anastomose end to end.
b. Perforasi Colon
- Dilakukan Eksteriorisasi dengan pembuatan Colostomy.
Bila keadaan umum pasien sudah baik maka dapat
dilakukan Relaparotomy untuk menyambung usus yang
robek dan usus dikembalikan ke rongga abdomen.

Bagaimana penanganan pada


kasus ini?

SKENARIO
PENANGANAN

PP
EE
NN
AA
NN
GG
AA
NN
AA
NN

PERTANYAAN

ANALISA KASUS

TINJAUAN
PUSTAKA

Procedure ABC (Airway, Breathing,


Circulation)
Pemeriksaan Darah Lengkap
Pemeriksaan Hb serial setiap jam
perdarahan
Perbaiki sistem Cardiovascular atasi
Shock dengan memasang Infus NaCl 0.9%
atau Ringer Lactat.
Perbaiki atau pertahankan jalan nafas
yang bebas dengan cara pemasangan
NGT untuk mengurangi tekanan intra
abdominal dan untuk mencegah

SKENARIO
PENANGANAN

PP
EE
NN
AA
NN
GG
AA
NN
AA
NN

PERTANYAAN

ANALISA KASUS

TINJAUAN
PUSTAKA

- Bersihkan luka dan luka ditutup


dengan kain kasa steril untuk
mencegah pertambahan kontaminasi.
- Obat-obatan
analgesik
harus
diberikan bila diagnosa sudah dapat
dipastikan
- Bila ada luka, boleh diberikan
suntikan Antibiotik dan pemberian
ATS sebagai profilaksis.

Trauma tumpul

DEFINISI

Trauma adalah cedera fisik dan psikis, kekerasan


yang mengakibatkan cedera (Sjamsuhidayat, 1998).
Trauma adalah cedera/rudapaksa atau kerugian
psikologis atau emosional (Dorland, 2002).
Trauma adalah luka atau cedera fisik lainnya atau
cedera fisiologis akibat gangguan emosional yang
hebat (Brooker, 2001).

DEFINISI TRAUMA ABDOMEN

Trauma abdomen adalah cedera pada abdomen, dapat berupa


trauma tumpul dan tembus serta trauma yang disengaja atau
tidak disengaja (Smeltzer, 2001).
Trauma perut merupakan luka pada isi rongga perut dapat
terjadi dengan atau tanpa tembusnya dinding perut dimana
pada penanganan/penatalaksanaan lebih bersifat kedaruratan
dapat pula dilakukan tindakan laparatomi (FKUI, 1995).
Trauma abdomen didefinisikan sebagai kerusakan terhadap
struktur yang terletak diantara diagfragma dan pevis yang
diakibatkan oleh luka tumpul atau yang menusuk (Ignativicus &
Workman, 2006).

KLASIFIKASI
Trauma
Penetras
i

Luka Tembak
Luka Tusuk

Trauma
NonPenetras
i

Kompres
Hancur akibat kecelakaan
Sabuk pengaman
Ceera akselerasi

Pada dinding abdomen


Kontusio dinding
abdomen
Penyebab: Trauma
Non Penetrasi

Laserasi
Penyebab: Trauma
Penetrasi

Isi abdomen Suddarth &


Brunner
Perforasi organ viseral
intraperitonium
Luka tusuk pada abdomen
Cedera thorak abdomen

etiologi

Kecelakaan
Kendaraan
bermotor

Kecepatan
Deselerasi

Terpukul
setir
Benda
tumpul

etiologi
Jatuh

Kompresi/sabuk
pengaman

Cedera akibat
olah raga

Kekerasan Fisik

Kecelakaan
kendaraan
bermotor

Organ
Organ
Solid

Organ
Hollow

Hati

Lambu
ng

Limpa

Usus

Pankre
as

Kandun
g
Kemih

TUMPUL : Blunt Abdominal Trauma

Dapat menyebabkan terjadinya robekan pada :

a. Alat intraperitoneal
- Padat : Liver, limpa
- Berongga : Usus, kandung empedu
b. Alat-alat RetroPeritoneal :
- Padat : Ginjal
- Berongga : -Duodenum Part 2, Asending Colon, Desending
Colon, Vesica Urinaria

TAJAM
Luka tajam /tembus : menembus dinding
Abdomen
Stab Wound : Vulnus Abdominis
Penetrans
Gun Shot Wound : Luka Tembak.

A. BLUNT ABDOMINAL
TRAUMA
Anamese :
- Trauma pada Abdomen
- Trafic Accident
- Trauma Olah raga

- Harus ada nyeri pada abdomen,


Nyeri bisa menjalar ke bahu, bila ada
iritasi pada diafragma akibat robekan
pada liver atau limpa.

Pemeriksaan Fisik
Status Generalisata:
-

Keadaan umum pasien terlihat kesakitan


,gelisah ,pucat, berkeringat dingin
Tanda Vital : Tek. Darah turun, Nadi cepat,
Pernafasan Thoracal, cepat dan dangkal

Status Lokaliosata : Keadaan Lokal


Abdomen

a. Inspeksi :

- Abdomen distensi : merupakan gejala


buruk, bisa dijumpai pada :
- Liver/limpa Rupture
- Perdarahan Aorta/Vena Cava
- Perforasi Organ Berongga : lambung,usus.
- Trauma pada Organ Retro peritoneal
( Ginjal)

-. Pernafasan Thoracal :
- Karena rasa nyeri yang hebat pada
abdomen.

Bisa terlihat adanya hematoma pada dinding abdomen


atau bekas ban mobil.
b. Palpasi : - Nyeri sangat hebat
- Abdominal Rigidity = tegang otot = dfans
musculare

Ini terjadi akibat adanya iritasi pada Peritoneum


C. Perkusi :
Nyeri ketok pada abdomen terutama bila terjadi peritonitis
atau adanya tanda-tanda perdarahan dalam rongga
abdomen
Pekak hati menghilang bila ada kebocoran pada organ
berongga.

d. Auscultasi :
Suara pertistaltik melemah sampai menghilang
hingga terjadi Ileus Paralitik
e. Pemeriksaan Tambahan
USG
- Bisa terlihat adanya ruptur dari organ atau adanya
perdarahan intraabdomen
Rontgen Foto :
- Plain Abdominal foto yaitu posisi tegak ,telentang
dan miring.
- IVP dilakukan bila ada persangkaan gangguan ginjal
atau saluran kencing.
- Dengan rontgen foto biasanya bisa dilihat adanya :
udara bebas di rongga peritoneum, udara di rongga
retroperitoneal , Foreign Body.

f. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Hb dan leukosit diperiksa setiap 1-2 jam ,
bila Hb turun dan Leukosit naik : Von
Slayny Test (+)
Serum Amylase meningkat pada trauma
dari pankreas.

g. ABDOMINAL PARACENTHESIS/
DIAGNOSTIC PERITONEAL
LAVAGE (DPL)
Mengetahui adanya perubahan intra
peritoneal, dimasukkan 100-200 cc
NaCl 0,9% ke dalam rongga
abdomen ,ditunggu 5-10 menit
,kemudian diaspirasi cairan intra
abdominal, dilihat dibawah
mikroskop ,bila dijumpai erytrocit
100.000/ mm3 maka Test (+).

MANIFESTASI KLINIS
Nyeri
Darah & Cairan
Caiaran atau Udara dibawah
diafragma
Mual & Muntah
Penurunan Kesadaran

Pemeriksaan Diagnostik
1. Radiologik
Memperlihatkan udara bebas dalam rongga
peritoneum, udara bebas retroperineal dekat
duodenum, corpus alineum
Perubahan gambaran usus.

2.
3.
4.
5.

Darah Rutin
Urine Rutin
Diagnostic Peritoneal Lavage (DPL)
Ultrasonografi dan CT Scan

radiologik

Plain Abdominal foto

Posisi tegak ,telentang dan miring


Memperlihatkan udara bebas dalam rongga
peritoneum, udara bebas retroperineal
dekat duodenum, corpus alineum
Perubahan gambaran usus.

CT Scan

Laboratorium
Base Line
Perdarahan

Haemoglobin
Hematokrit

Leukosit > 20.000mm Ruptura


lienalis
Serum Amilase Trauma
Pankreas/Perforasi Usus Halus/ Trauma
Hepar
Hematuri Trauma Saluran Kemih

Urine

Penunjang lain: Diagnostik Peritoneal Lavage (DPL)


Indikasi untuk melakukan DPL adalah
sebagai berikut :
Nyeri abdomen yang tidak bisa
diterangkan sebabnya
Trauma pada bagian bawah dari dada
Hipotensi, hematokrit turun tanpa
alasan yang jelas
Pasien cedera abdominal dengan
gangguan kesadaran (obat, alkohol,
cedera otak)
Pasien cedera abdominal dan cedera
medula spinalis (sumsum tulang
belakang)
Patah tulang pelvis

Kontra indikasi relatif


melakukan DPL adalah
sebagai berikut :
Hamil
Pernah operasi abdominal
Operator tidak
berpengalaman
Bila hasilnya tidak akan
merubah penatalaksanaan

Pemeriksaan khusus:
Abdomonal paracentesis
Merupakan pemeriksaan tambahan yang sangat berguna
untuk menentukan adanya perdarahan dalam rongga
peritoneum. Lebih dari 100.000 eritrosit/mm dalam larutan
NaCl yang keluar dari rongga peritoneum setelah
dimasukkan 100200 ml larutan NaCl 0.9% selama 5 menit,
merupakan indikasi untuk laparotomi.
Pemeriksaan Laparaskopi
Dilaksanakan bila ada akut abdomen untuk mengetahui
langsung sumber penyebabnya.
Rektosigmoidoskopi perdarahan

terapi
Abdominal paracentesis
Menentukan adanya perdarahan dalam rongga
peritonium, merupakan indikasi untuk laparotomi.
Pemeriksaan laparoskopi
Mengetahui secara langsung penyebab abdomen akut.
Pemasangan NGT
Memeriksa cairan yang keluar dari lambung pada
trauma abdomen.
Pemberian antibiotik
Mencegah infeksi.
Laparotomi

Airway

Breathing
WSD (Water Sealed Drainage)
Pemasangan kanul oksigen

Circulation
Perbaiki sistem Cardiovascular atasi Shock dengan memasang Infus NaCl 0.9% atau Ringer
Lactat.

Dissability

Exposure

TERIMA KASIH