Anda di halaman 1dari 13

SEDIMENTASI

MATERIAL ASAL
BATUBARA
Oleh
Muhammad Fadly
(270110130101)
Mata Kuliah Geologi Batubara

Latar
Belakang

Potensi batu bara di Indonesia yang begitu besar


menjanjikan
untuk
terus
dikembangkan.
Tingginya
cadangan batu bara memungkinkan pemanfaatannya
untuk dijadikan energi listrik menggantikan minyak bumi.
Untuk itu, diperlukan pengetahuan yang baik mengenai
batubara
agar
kita
bisa
memanfaatkannya
demi
kesejahteraan masyarakat. Makalah ini akan menjelaskan
mengenai asal usul batubara hingga proses-proses yang
membentuknya.

Sedimentasi

Sedimentasi adalah proses pengendapan material padat dari keadaan


suspensi atau larutan dalam cairan (biasanya udara atau air).
Didefinisikan secara luas juga termasuk simpanan dari es glasial dan
bahan-bahan yang dikumpulkan di bawah dorongan gravitasi sendiri,
seperti dalam deposito talus, atau akumulasi dari puing-puing batuan di
dasar tebing.
Persamaan kecepatan pengendapan dirumuskan pada tahun 1851 oleh
GG Stokes adalah titik awal klasik untuk setiap diskusi tentang proses
sedimentasi

Lingkungan
Pengendapan

Lingkungan pengendapan atau lingkungan sedimen menggambarkan


kombinasi dari proses fisika, kimia, dan biologis yang terkait dengan
pengendapan suatu jenis sedimen dan, oleh karena itu, jenis batuan
yang akan dibentuk setelah lithification, jika sedimen yang terawetkan
di batuan. Dalam kebanyakan kasus lingkungan yang terkait dengan
jenis batuan tertentu atau asosiasi jenis batuan dapat dicocokkan
dengan analog yang ada. Namun, semakin tua umur sedimen, semakin
tidak ditemukan analoginya di sedimen modern.

Jenis Lingkungan
Pengendapan

Kontinental

Aluvial
Aeolian
Fluvial
Lacustrine

Transisi

Delta
Tidal
Lagoonal
Pantai
Danau

Laut

Lingkungan laut air dangkal


Lingkungan laut dalam air
Reef
Lainnya
Evaporite
Dingin sekali
Vulkanik

Pengenalan Batubara

Batubara adalah batuan sedimen organik yang terbentuk dari


akumulasi dan pelestarian bahan tanaman, biasanya dalam lingkungan
rawa. Batubara adalah batuan yang mudah terbakar dan bersama
dengan minyak dan gas alam itu adalah salah satu dari tiga bahan
bakar fosil yang paling penting. Batubara memiliki berbagai kegunaan;
penggunaan yang paling penting adalah untuk pembangkitan listrik

Lingkungan
Pengendapan Batubara

Diessel (1992) mengemukakan terdapat 6 lingkungan pengendapan


utama pembentuk batubara (Tabel 2.1) yaitu gravelly braid plain, sandy
braid plain, alluvial valley and upper delta plain, lower delta plain,
backbarrier strand plain, dan estuary. Tiap lingkungan pengendapan
mempunyai asosiasi dan menghasilkan karakter batubara yang
berbeda.

Lingkungan
Pengendapan Delta

Delta , dalam arti geografis, merupakan daerah deltoid keterbentukan


ditentukan oleh bifurkasi utama sungai dan dihasilkan dari pengendapan
yang relatif cepat dari sedimen sungai yang terbawa ke dalam tubuh air
( standing water). Nil adalah jenis delta. Delta , dalam arti geologi,
didefinisikan sebagai deposit sedimen yang sebagian subaerial dan
dibuat oleh sungai di tempat pintu masuk ke dalam tubuh air permanen
(Barrell, 1912 dan Twenhofel, 1939). Bagian utama dari sedimen delta
disimpan subaqueously dalam tubuh permanen air di mana gelombang
dan arus berperan penting dalam transportasi dan pengendapan.

Lingkungan
Pengendapan Delta

Dalam mengeksplorasi deposito delta untuk hidrokarbon, perlu untuk


mempertimbangkan kemungkinan jenis delta yang mungkin telah ada.
jenis Delta tampaknya sebagian besar ditentukan oleh sifat dan ukuran
area drainase yang mengontrol volume sedimen, dan hidrografi juga
oseanografi dari cekungan pengendapan.

Lingkungan
Pengendapan Rawa
( Swamp)

Rawa adalah jenis lahan basah ditandai dengan tanah rendah yang
umumnya jenuh tertutup sebentar-sebentar atau permanen dengan tubuh
air dangkal, umumnya dengan sejumlah besar hammock atau tonjolanlahan kering, dan tertutup oleh salah satu vegetasi air atau vegetasi yang
mentolerir genangan berkala . Air rawa bisa merupakan air asin ataupun
tawar. Sebuah rawa mungkin memiliki atau tidak memiliki akumulasi
gambut (NRCS 2007), namun secara umum didefinisikan sebagai tidak
memiliki
deposito
gambut
substansial
(NSC
2005).

Tumbuhan Pembentuk
Batubara

Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat sedikit
endapan batu bara dari perioda ini.
Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga. Sedikit
endapan batu bara dari perioda ini.
Pteridofita, umur Devon Atas hingga Karbon Atas. Materi utama pembentuk batu bara
berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji,
berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat.
Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah.
Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung
kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris
adalah penyusun utama batu bara Permian seperti di Australia, India dan Afrika.
Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern, buah yang
menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah dibanding
gimnospermae sehingga, secara umum, kurang dapat terawetkan.

KESIMPULAN

Dapat disimpulkan bahwa dalam memahami Batubara, kita juga


harus memahami proses-proses yang berkaitan dengan sedimentasi
karena pada hakikatnya Batubara merupakan bagian dari batuan
sedimen yang terbentuk secara organik dan berada di lingkungan
pengendapan sedimen tertentu. Untuk itu penguasaan yang baik
terhadap Geologi Struktur dan Stratigrafi sangat penting bagi para
Geologist yang ingin berkecimpung di Dunia Batubara.

TERIMA
KASIH