Anda di halaman 1dari 30

KIMIA KAYU

TOPIK PD KIMIA KAYU


1. U M U M
2. S E L U L O S A
3. H E M I S E L U L O S A
4. L I G N I N
5. Z A T E K S T R A K T I F
6. K I M I A K U L I T K A Y U
7. P E N G G U N A A N K A Y U D I B I D A N G

KIMIA DAN ENERGI

KOMPONENKIMIA KAYU
KAYU DISUSUN OLEH
1. SELULOSA
2. HEMISELULOSA(POLIOSA)
3. LIGNIN
4. KELOMPOK ZAT EKSTRAKTIF

1. PATI, PEKTIN DAN GUM


2. MONOTERPEN, RESIN DAN STERIN
3. LEMAK, LILIN, ALKOHOL TINGKAT TINGGI
4. TANIN DAN FLAVONOIDA
5. FENOL, LIGNAN, STILBEN
6. SENYAWA LAINNYA: GARAM, SILIKA, PROTEIN,
DAN KARBOHIDRAT MOLEKUL KECIL

Contoh data komposisi kimia kayu Keruing


pada buku Atlas Kayu
Kadar

Selulosa
51,4 %
2. Lignin
19,2 %
3. Pentosan
16,8 %
4. Abu
0,9 %
5. Silika
0,6 %
Kelarutan
6. Alkohol-benzena 3,9%
7. Air dingin
0,3%
8. Air panas
3,2%
9. NaOH 1 %
11,7 %
Nilai Kalor
4.840 cal/g
1.

KEGUNAAN KAYU SECARA KIMIA


SUMBER TANIN
SUMBER BALSAM ATAU GONDORUKEM
KULIT KAYU UNTUK KOMPOS, BAHAN OBAT

NYAMUK DLL
BAHAN BAKU PULP UNTUK SELANJUTNYA JADI
KERTAS, TISSU, KARTON, PAPAN SERAT,
RAYON, BENANG DLL
KAYU SUMBER GLUKOSA
KAYU SUMBER LIGNIN DAN SELANJUTNYA
JADI PEREKAT

KOMPOSISI KIMIA KAYU SECARA UMUM


KAYU DAUN LEBAR

KAYU DAUN JARUM

LIGNIN 20-24%
HEMISELULOSA 30-40%
SELULOSA 40-42%
ZAT EKSTRAKTIF 1-10%

LIGNIN 27-33%
HEMISELULOSA 25-30%
SELULOSA 41-43%
ZAT EKSTRAKTIF 1-7%

Perbandingan struktur dinding trakeid,


serabut dan pembuluh dengan sel parenkim

POSISI KOMPONEN DALAM KAYU


SECARA UMUM POSISI KOMPONEN KIMIA

DALAM KAYU ADALAH SBB:


1. LIGNIN PADA LAMELA TENGAH
(PENGHUBUNG ANTAR SEL), DINDING SEL
PRIMER DAN DINDING SEL SEKUNDER.
LAMELA TENGAH HAMPIR SELURUHNYA
TERDIRI DARI LIGNIN
2. SELULOSA PADA DINDING SEL
SEKUNDER(TERUTAMA), DINDING SEL PRIMER
DAN DINDING SEL TERTIER.

POSISI(sambungan)
3. HEMISELULOSA PADA DINDING SEL PRIMER

(TERUTAMA), DINDING SEL SEKUNDER DAN


SEDIKIT PADA LAMELA TENGAH.
SELULOSA, LIGNIN DAN HEMISELULOSA DISEBUT
JUGA PENYUSUN DINDING SEL SERAT
4. ZAT EKSTRAKTIF MERUPAKAN BAHAN KIMIA
BUKAN PENYUSUN DINDING SEL TETAPI
BERTEBARAN DALAM KAYU SEPERTI DALAM
CAIRAN KAYU, PADA LAPISAN ANTARA SEL, PADA
LAMELA TENGAH TERGABUNG DENGAN LIGNIN,
PADA SALURAN TERSENDIRI DLL.

DEFINISI
SELULOSA ADALAH POLIMER RANTAI LURUS DARI

GLUKOSA YANG DISUSUN DARI beta-D-glukosa


MELALUI IKATAN ATOM C 1-4
HEMISELULOSA ADALAH MOLEKUL KARBOHIDRAT
YANG MUDAH DIHIDROLISIS DAN DISUSUN DARI
BERBAGAI MOLEKUL PENTOSA DAN HEKSOSA
LIGNIN ADALAH POLIMER 3 DIMENSI YANG
DISUSUN DARI SENYAWA 4-HIDROKSI
SINAMILALKOHOL
ZAT EKSTRAKTIF ADALAH SENYAWA-SENYAWA
KIMIA YANG DAPAT DIEKSTRAK DARI KAYU

URAIAN UNTUK MASING KOMPONEN


ISOLASI SKALA LAB
TES KUALITATIF
STRUKTUR KIMIA
SUPRA MOLEKUL
SIFAT FISIKA, DAN SIFAT KIMIA FISIKA
SIFAT KIMIA
DERIVAT atau TURUNAN
ISOLASI SECARA TEKNIS
PENGURAIANNYA

SELULOSA
40-43%
PENYUSUN DINDING
SEL

SUSUNAN MOLEKUL SELULOSA DLM KAYU


FOTO SINTESIS> GLUKOSA.>

BERGABUNG SAMPAI 10000 MOLEKUL


MEMBENTUK RANTAI SELULOSA.> SATU
RANTAI DENGAN RANTAI LAINNYA SEJUMLAH 6
ATAU LEBIH BERGABUNG MEMBENTUK
MIKROFIBRIL.
MIKROFIBRIL MERUPAKAN BENTUK BESAR
MOLEKUL SELULOSA YANG MENYUSUN DINDING
SEL
JUMLAH MOLEKUL GLUKOSA DALAM SATU RANTAI
SELULOSA DISEBUT DERAJAD POLIMERISASI(DP)

SUMBER SELULOSA
KAYU DAUN JARUM
KAYU DAUN LEBAR
SERAT KULIT KAYU--- RAMI, JUTE
SERAT BUAH> KAPAS, KAPUK
SERAT BATANG MONOKOTIL.> BAMBU,

TEBU, RUMPUTAN
SERAT DAUN---- NENAS, PISANG
MIKROORGANISME> NATA
(ASETOBACTER XYLINUM)

ISOLASI SECARA LABORATORIUM


1.PEMBEBASAN KAYU DARI ZAT EKSTRAKTIF
DIGUNAKAN PELARUT

ALKOHOL/SIKLOHEKSANA 1:2
2.PENGHILANGAN LIGNIN
DIGUNAKAN LARUTAN NATRIUMKHLORIT DAN
ASAM ASETAT
3. MENGHILANGKAN HEMISELULOSA
DIGUNAKAN LARUTAN SODA API(NaOH)

SIFAT FISIKA DAN KIMIA FISIKA SELULOSA


SELULOSA TIDAK LARUT AIR
DAPAT MENYERAP UAP AIR SAMPAI 25%
DAPAT DIKERINGKAN HINGGA KADAR AIR 7%

SEBAGAI KADAR AIR KESETIMBANGAN


IKATAN KIMIA SELULOSA ADALAH IKATAN
HIDROGEN
LARUTAN ASAM KUAT ATAU BASA KUAT DAPAT
MEMASUKI ANTAR RANTAI SELULOSA TETAPI
JUGA DIIKUTI OLEH REAKSI HIDROLISIS ATAU
PENGURAIAN

SIFAT..(SAMBUNGAN)
SELULOSA DAPAT LARUT DALAM PELARUT

TERTENTU spt. CADOXEN, Cu-EN dan DMSO


Selulosa yang larut dapat diendapkan kembali dalam
struktur kimia yang berubah

SIFAT KIMIA SELULOSA


1. DAPAT DIHIDROLISA DALAM LARUTAN ASAM ATAU BASA

SEHINGGA TERBENTUK GLUKOSA


HIDROLISA DAPAT JUGA DENGAN ENZIM
REAKSI INI DIGUNAKAN DALAM PROSES PEMBUATAN
BIOETANOL
2. GUGUS OH DAPAT DIETERIFIKASI DAN DIESTERIFIKASI.
REAKSI INI DIMANFAATKAN UNTUK MEMBUAT DERIVAT
ATAU TURUNAN SELULOSA spt CMC (karboksimetilselulosa)
UNTUK PENGENTAL SIRUP
3. GUGUS ALDEHIDA DAPAT DIOKSIDASI. REAKSI INI
MENGKIBATKAN LEPASNYA MOLEKUL GLUKOSA PADA
UJUNG RANTAINYA

PRODUK-PRODUK PENTING SELULOSA


METIL SELULOSA SBG EMULGATOR DAN PEREKAT
KARBOKSIMETILSELULOSA(CMC) SBG CAMPURAN

DETERGEN, PENGENTAL, CAMPURAN KOSMETIK


SELULOSA NITRAT SBG BAHAN FILM, SUTRA TIRUAN
DAN BAHAN PELEDAK
SELULOSA ASETAT SBG BAHAN CAT, FILTER ROKOK,
KERTAS ALUFO, BENDA CETAKAN
SELULOSA XANTHOGENAT SBG BENANG KAIN
MIKROKRISTALIN SELULOSA UNTUK BAHAN BAKU
OBAT BERFUNGSI SEBAGAI CAMPURAN PEMBENTUK
TABLET

ISOLASI SELULOSA SKALA INDUSTRI


ISOLASI MENHASILKAN SELULOSA YANG MASIH

MENGANDUNG SEDIKIT LIGNIN DAN SEDIKIT


HEMISELULOSA
DISEBUT PULP KIMIA
SELULOSA MENGALAMI PERUBAHAN SECARA
KIMIA DIBANDING DENGAN BAHAN BAKUNYA
PRINSIPNYA ADALAH MENARIK LIGNIN DARI KAYU
DENGAN LARUTAN BAHAN KIMIA SEHINGGA
LIGNIN TERURAI MENJADI SENYAWA YANG LEBIH
KECIL DAN LARUT

ISOLASI.(samb.)
Ada tiga proses isolasi yang terkenal untuk membuat pulp kimia
1. Proses sulfit
Larutan yang digunakan adalah larutan air yang mengandung

senyawa Na2SO3 atau NaHSO3 pada suhu 140 derjad C, tekanan


tinggi. Lignin berubah menjadi asam lignosulfonat
2. Proses Sulfat atau proses Kraft
Larutan yang digunakan adalah larutan air yang mengandung Na2S
dan NaOH. Lignin terurai menjadi molekul kecil yang kadang
mengandung sulfur dan larut. Suhu pemasakan 160 derjat C.
3. Pemutihan pulp kimia
Menghilang sisa lignin sesudah dua proses diatas. Umumnya
menggunakan senyawa yang mengandung khlor.

PENGURAIAN SELULOSA OLEH


MIKROORGANISME
SELULOSA DAPAT DIURAIKAN OLEH

MIKROORGANISME ANTARALAIN :
1. Jamur putih (Sporotitrichum pulverulentum)
menguraikan selulosa secara bertahap sampai
menjadi glukosa dan kemudian asam glukonat
2. Jamur golongan dekomposer dimana dapat
menguraikan selulosa dan tidak/hanya sedikit
menguraikan lignin contoh Fusarium solani
3. Bakteri spt Clostridium dan Pseudomonas dapat
menguraikan selulosa tapi lebih lambat.

HEMISELULOSA
25-40%
PENYUSUN DINDING SERAT/SEL
UTAMA PADA DINDING SERAT PRIMER

LIGNIN
20-33% DALAM KAYU
KOMPONEN PENYUSUN DINDING SEL/SERAT
BELUM TERMANFAATKAN SECARA
MAKSIMAL

Diagram Analisis Kimia Bahan Berlignoselulosa