Anda di halaman 1dari 31

SPERMATOGENESIS

SEMEN DAN KOMPONENNYA

II. A. Fungsi

Figure 4-6 Interrelationship of the hormones regulating reproduction in the male.

hormon

sumber

fungsi

GnRH

Hypothalam Stimulasi pituitari anterior


us
(sekresi FSH+LH)

LH

Pituitary
anterior

Stimulasi sel leydig


(steriodogenesis)

FSH

Pituitary
anterior

Stimulasi sel sertoli


(spermatogenesis)

Testostero Sel Leydig


n

Stimulasi sel sertoli


(spermatogenesis)
Feedback negatif pada
hypothalamus dan pituitary
anterior (mengontrol GnRH, FSH
LH)

Prolaktin

Regulasi produksi testosteron

Sel Leydig

Horm
on

Sumber

Fungsi

Inhibin Sel Sertoli

Feedback negatif pada


pituitary anterior
(mengontrol pelepasan
FSH)

Aktivin Sel Sertoli

Feedback positif pada


pituitary anterior
(mengontrol pelepasan
FSH)

ABP

Meningkatkan testosteron
dalam tub. Seminiferus dan
epididymis

Sel Sertoli

Spermatogenesis

Terdiri dari:
1. Spermatocytogenesis proliferasi
spermatogonia dan pembelahan
meiosis, dari spermatogonia A
terbentuk spermatid
2. Spermiogenesis perubahan
metamorfose struktural dan
morfologikal kondensasi nukleus,
pembentukkan ekor dan tudung
akrosom
4 fase proses pembentukkan : golgi,
tudung, akrosom, dan maturasi.
reprod2011

Sel-sel dengan cepat dilanjutkan melalui


tahap ini dan menyelesaikan
pembelahan meiosis kedua. Karena
tahap ini singkat ada beberapa
spermatosit sekunder terlihat dalam
beberapa bagian
Meiosis adalah proses dimana jumlah
diploid kromosom hadir dalam
spermatogonia (sel induk) berkurangi
dengan jumlah haploid hadir dalam
spermatozoa matang.

reprod2011

3.

spermiogenesis:
proses metamorfosis dari sel bulat dengan organel
yang khas dengan, sel memanjang yang sangat
khusus
diadaptasi untuk melintasi saluran
reproduksi jantan dan betina untuk mencapai
pembuahan sel telur.
Ini
adalah
metamorfosis
spermatid
bulat
memanjang menjadi spermatozoa. Tidak ada
mitosis atau meiosis terjadi selanjutnya. Selama
spermiogenesis, terbentuk akrosom, terbentuk
flagellar
apaparatus,
dan
sebagian
besar
kelebihan sitoplasma (badan residual) dipisahkan
dan ditinggalkan dalam sel Sertoli. Spermatozoa
yang dilepaskan ke dalam lumen tubulus
seminiferus. Sebagian kecil dari jumlah ekses
sitoplasma
(tetesan
sitoplasma)
tertumpah
kemudian pada epididimis.

reprod2011

10

Spermatogonia (A1/1)
Spermatogonia (A2/2)
Spermatogonia (A3/2)
Spermatogonia (A4/4)

Spermatogonia Intermediate (8) Sp. In (B/16)

Spermatosit primer (16)

Spermatosit sekunder (32)

Spermatid (64)

Spermatozoa

dorman (8)

Figure 2
Sketches show abnormalities of sperm cells and penis (from
Nebraska Guide G80-536)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Plasma membrane
Outer acrosomal membrane
Acrosome
Inner acrosomal membrane
Nucleus
Proximal centriole
Rest of the distal centriole
Thick outer longitudinal fibers
Mitochondrion
Axoneme
Anulus
Ring fibers

A
B
C
D
E

Head
Neck
Mid piece
Principal piece
Endpiece

SEMEN DAN KOMPONENNYA


I.
-

SEMEN
Semen = spermatozoa + plasma semen
Konsentrasi spermatozoa dalam satu ejakulat
sapi
= 1200 juta/ml (vol. 4-6 ml)
kuda
= 150 juta/ml (vol. 75-150 ml)
babi
= 200 juta/ml (vol.125 ml)
domba
= 2000 juta/ml (vol. 1,5 ml)
manusia
= 100 juta/ml (vol.3 ml)
Sperma motil rata-rata = 60-70%
Kromosom X : Y = 50 : 50

II. Morfologi sperma


- Ukuran panjang : sapi, kuda, dan babi = 50
u
Domba = 60 u
- Kepala = 1/8 panjang
Pipih lebar 4 u, tebal 0,5 u
- Komponen :
kepala : nukelus DNA
postnuclear cap posterior
akrosom anterior
membran plasma

- Ekor :

middle piece 8-10 u


proximal centriole
selubung mitokondria
filamen axial
main piece 40-50 u
anulus
filamen axial
end piece 3 u
filamen axial

Morfologi abnormal :
- Sperma abnormal : 8-10% dalam
setiap ejakulat
- Jika > 25% fertilitas terganggu
- Tipe abnormalitas
primer abnormal kepala
sekunder droplet sitoplasmik
tertier abnormal ekor
- Stress meningkatkan abnormalitas
kepala paling sering droplet
sitoplasmik

III. Plasma semen


- Bagian semen yang berupa cairan
- Sebagian besar dihasilkan oleh
kelenjar assesoris
sebagian kecil berasal dari epididimis
dan vas deferens
- Berfungsi sebagai buffer dan sumber
nutrisi yang memelihara fertilitas
spermatozoa
- pH sapi dan domba = agak asam
babi dan kuda = agak basa

- Tekanan osmosis seperti pada darah


- Komponen :
garam inorganik : Na, Cl, Ca, Mg, K
utk viabilitas spermatozoa
integritas membran
mempertahankan tekanan osmosis
buffer : bikarbonat dihasilkan oleh
vesikula seminalis

- Sumber energi :
Fruktosa, sorbitol, gliserilfosfollinkolin (GPC)
Fruktosa
dihasilkan oleh vesikula seminalis berguna
dalam kondisi anaerobik (saluran dan aerobik
(sal. ) kandungannya tinggi pada semen sapi
dan domba rendah pada semen kuda dan babi
Sorbitol dihasilkan oleh ves. Seminalis hanya
untuk aerobik
GPC dihasilkan oleh epididimis hanya untuk
aerobik memerlukan enzim dari

Senyawa organik lain


inositol dan asam sitrat tinggi
ergotionin tinggi pada babi dan
kuda
lainnya : protein, enzim,
prostaglandin

IV. Metabolisme Energi oleh


Spermatozoa
Metabolisme energi :
mitokondria mengubah fruktosa,
sorbitol dan GPC menjadi energi
(ATP) utk menggerakkan ekor
cadangan energi lemak
(plasmalogen)
kondisi anaerobik perlu 2 ATP
kondisi aerobik perlu 38 ATP

- Faktor yang berpengaruh terhadap


tingkat metabolisme
temperatur panas : metabolisme
daya hidup turun
dingin : metabolisme
daya hidup
cold shock
freezing : membran rusak
pH atau akan menurunkan
aktifitas
metabolik dan fertilitas
spermatozoa
pengencer harus diberi
buffer

tekanan osmosis harus isotonis


konsentrasi spermatozoa
terlalu padat akan aktivitas metabolik
hormon testosteron tinggi akan
metabolisme
cairan dari betina mungkin
mengandung hormon yang me
motilitas

Gas Co2 < 5-10% stimulasi


metabolisme
aerobik
O2 >> metabolisme
N, H dan He metabolisme aerob
Cahaya depres th. Metab., motilitas
dan fertilitas pada aerobik
jangan dikenai cahaya
langsung
Anti bakteri me fertilitas
menghemat sumber energi