Anda di halaman 1dari 44

REAKTOR GELEMBUNG TIGA

FASA
(SLURRY BUBBLE COLUMN
REACTOR)
Kelompok 2:
Ervandy Haryoprawironoto
Muhamad Madani
Rayhan Hafidz I.
Rioneli Ghaudenson
Seva Juneva
Kelas TRK 2 01 (Pagi)

PENGENALAN REAKTOR
GELEMBUNG TIGA FASA
(INTRODUCTION OF SLURRY
BUBBLE COLUMN REACTOR)

REAKTOR GELEMBUNG TIGA FASA


Pada dasarnya reaktor gelembung adalah reaktor 2
fasa, cairan dan gas. Gas didispersikan melalui
sparger dari bagian bawah reaktor melalui fl uida cair
pada vassel.
Selanjutnya gelembung bergerak melalui
suspensi yaitu campuran liquid dan solid
.
Reaktor ini dinamakan reaktor
gelembung tiga fasa atau slurry bubble
colomn reaktor (SBC)

A P LI KA SI U M UM
RE A KT OR G E LE M B UN G T I G A FA S A

1.

Oksidasi

2.

Klorinasi

3.

Alkilasi

4.

Polimerisasi

5.

Hidrogenasi

6.

Proses Fischer-Tropsch

7.

Fermentasi dan Bioreaktor

APLIKASI REAKTOR GELEMBUNG TIGA FAS A SEBAGAI BIOREAKTOR

Aplikasi penting dari reaktor gelembung adalah sebagai bioreaktor

K E U NT U N G A N P E N G G UN A A N
RE A KT OR G E LE M B UN G T I G A FA S A

1.

Karakteristik Transfer Panas dan Massa yang lebih baik

2.

Kemampuan Penambahan dan Pengurangan Katalasi yang


lebih bebas

3.

Tidak Membutuhkan Proses Pemisahan Fasa Liquid dan Solid

4.

Meningkatkan Konversi dan Selektivitas

5.

Lebih Mudah dalam Proses Scale Up

6.

Cocok Digunakan Untuk Reaksi-Reaksi Eksotermis

7.

Menghilangkan Kemungkinan Terjadinya Hotspot

PARAMETER-PARAMETER DALAM PERANCANGAN


REAKTOR KOLOM GELEMBUNG
1.

Luas Antarmuka Gas-Cair Tertentu

2.

Koefisien Dispersi Padatan Aksial

3.

Diameter Gelembung Rata-Rata Sauter

4.

Koefisien Dispersi Aksial dari Gas dan Cair

5.
6.

Koefisien Perpindahan Panas Menyeluruh


Koefisien Perpindahan Massa Untuk Semua
Spesi

MEKANISME REAKTOR KOLOM GELEMBUNG


Reaktor Berisi Air dan Gelembung Gas
Dimasukkan Dari Bawah Reaktor
Adanya Gaya Apung Menyebabkan Gelembung
Naik ke Bagian Atas Reaktor
Terjadi Penginduksian Cairan yang Bergerak
Secara Bebas oleh Gelembung
Saat Gelembung Naik ke Atas melalui Air, Gas
Akan Terlarut dari Gelembung ke Dalam Cairan
Agar Pertukaran Gas dengan Cairan Menjadi
Optimal maka Aliran yang Masuk Bersifat
Turbulen

FASA-FASA PADA REAKTOR GELEMBUNG TIGA FASA

FASA GAS
Fasa Gas yang didispersikan ke reaktor adalah reaktan dari reaksi kimia
yang dilangsungkan.
Dapat mengandung lebih dari satu reaktan.
Laju Alir Superfisial Gas < Laju Alir Superfisial Cairan.

FASA CAIR
Fasa Cair adalah fluida yang dapat berupa reaktan, produk, atau inert
dari reaksi yang dilangsungkan.

FASA PADAT
Fasa padat merupakan katalis yang dapat berukuran 5-150 m.
Mengisi sekitar 50% dari volume slurry.

APLIKASI REAKTOR GELEMBUNG


TIGA FASA
(SLURRY BUBBLE COLUMN
REACTOR APPLICATION)

APLIKASI

Reaktor gelembung paling banyak diaplikasikan dalam


proses reaksi oksidasi, klorinasi, alkilasi, polimerisasi,
hidrogenasi, pembuatan syn-fuel, serta proses biokimia

PROSES FISCHER-TROPSCH
Proses Fischer-Tropsch merupakan reaksi berkatalis untuk membentuk
synthetic fuel yang berasal dari synthetic gas. Tiga fasa yang berkontak
dalam reaktor adalah :
1.

Fasa Gas

: Berupa syn-gas yang merupakan campuran CO dan H 2

2.
3.

Fasa Cair
: Berupa produk reaksi ( synthetic fuel) yang berfasa cair
Fasa Padat : Berupa katalis (Fe, Co, Ni, atau Ru)

Typical FT Reactors
Gas phase in
heat exchange

Fixed Bed

Circulating Bed

liquid phase in
heat exchange

Slurry Bed

Typical flow regime of slurry reactor

Source: Krishna

PROSES FERMENTASI
Proses Fermentasi adalah reaksi kimia yang banyak diterapkan di industri
biokimia dan farmasi. Tiga fasa yang saling berkontak di dalam reaktor
gelembung ini adalah:
1.
2.

Fasa Gas
Fasa Cair

: Berupa umpan gas oksigen


: Berupa pelarut inert yaitu H 2 O

3.

Fasa Padat : Berupa sel, di mana sel akan bereaksi dengan umpan
oksigen dan terjadi reaksi fermentasi

PROSES HIDROFORMILASI

1.
2.
3.

Fasa Gas
Fasa Cair
Fasa Padat

: Berupa umpan gas CO 2 /H 2


: Berupa umpan propena
: Berupa katalis rhodium

PROSES OKSIDASI WAX MONTANA

1.
2.
3.

Fasa Gas
: Berupa umpan udara
Fasa Cair : Berupa umpan asam kromat
Fasa Padat
: Berupa umpan lilin montana

PROFIL KELENGKAPAN REAKTOR GELEMBUNG 3


FASA
Pada reaktor ini biasanya gas
dilewatkan ke kolom yang berisi
campuran gas dan liquid dalam bentuk
gelembung
Fasa padat yang digunakan biasanya
berukuran 5-150 m, dengan fraksi
padatan 50% volume
Fasa gas mengandung satu atau lebih
reaktan, fasa cair biasanya
mengandung produk

PROFIL KELENGKAPAN REAKTOR GELEMBUNG 3


FASA
Pada bagian bawah reaktor terdapat
gas distributor atau gas sparger yang
berfungsi membentuk gelembung dan
menyebarkan gas agar merata dalam
reaktor
Katalis padat bisa dimasukkan dengan
2 cara :
Dicampurkan dengan fasa liquid (slurry)
Menjadikan katalis diam (bed)

SLURRY REACTOR
Kontak antara fasa gas dan
slurry dilakukan dengan
mengalirkan gas ke dalam
sparger
Prosesnya kontinu
Produk dihasilkan akan dibawa
slurry dan dapat dipisahkan
karena perbedaan densitas
Produk reaksi dengan densitas
lebih rendah akan keluar di
bagian atas sementara slurry
kembali turun

FIXED CATALYST
Fasa padat diposisikan diam di
dalam reaktor
Dapat dilakukan dengan
meletakkan katalis di atas traytray yang dipasang dalam
reaktor atau pada dinding
reaktor
Namun konversinya rendah
karena kontak antarfasa tidak
terjadi cukup lama

MODIFIKASI REAKTOR

Dalam pengembangannya, banyak orang melakukan modifi kasi bentuk


reaktor untuk mendapatkan konversi yang maksimum seperti
perubahan geometri reaktor, penambahan cooler, dan lain-lain

DESAIN & KARAKTERISTIK


REAKTOR GELEMBUNG TIGA FASA
(SLURRY BUBBLE COLUMN
REACTOR DESIGN AND
CHARACTERISTICS)

1 . DESAIN DAN SCALE UP

Diameter
reaktor yang
cukup besar

Tinggi
reaktor yang
cukup

dalam reaktor ini


terjadi aliran gas yang
memiliki laju alir yang
cukup besar

menghasilkan
konversi yang
besar

jika tinggi dan


diameter reaktor
terlalu besar, hal ini
akan menyulitkan
dalam proses operasi
reaktor
Reaktor gelembung
di industri
umumnya memiliki
rasio panjang
terhadap diameter
sebesar 5

1 . DESAIN DAN SCALE UP


model operasi reactor gelembung
Aliran gas dan
suspense terjadi secara
searah menaiki kolom.
Suspensi yang
meninggalkan kolom
akan di-recycle menuju
tangki umpan (feed
tank).
Laju superfisial cairan
dijaga selalu lebih
rendah daripada laju
superfisial gas.

Semibatch

Kontinu

suspensi tidak dialirkan


(tidak ada aliran
cairan)
hanya aliran gas yang
menaiki kolom.

1 . DESAIN DAN SCALE UP


Tiga fenomena utama yang
mempengaruhi desain dan scale-up
reactor gelembung
Karakteristik
transfer panas
dan massa

Karakteristik
pencampuran

Karakteristik
sistem kinetika
kimia

Parameter hidrodinamik yang diperlukan dalam


desain reaktor gelembung
luas kontak gas-cairan spesifik
koefisien dispersi aksial padatan
diameter gelembung sauter ratarata
koefisien dispersi aksial gas dan
cairan
koefisien panas keseluruhan antara
slurry dan transfer panas internal,
koefisien transfer massa semua
spesi, gas holdup, sifat fisikokimia
media cairan.

2 . DINAMIKA FLUIDA & ANALISIS ZONA


Laju alir superfisial gas akan menentukan pola kontak reaktan di dalam reaktor, yang
ditandai dengan terbentuknya zona aliran slurry secara khusus.

Gambar 3.1 Skema rezim aliran yang mungkin


pada kolom gelembung
Sumber: BouaifiM, et al. comparative study of gas
holdup, bubble size, interfacial area and mass
transfer coefficients in stirred gasliquid reactors
and bubble columns. Chem Eng Process
2001;40:97111.

2 . DINAMIKA FLUIDA & ANALISIS ZONA


tiga zona aliran yang terbentuk di dalam reaktor

ZONA HOMOGEN

ZONA HETEROGEN

ZONA SLUG

2 . DINAMIKA FLUIDA & ANALISIS ZONA

Rezim homogen, atau dikenal juga dengan zona bubbly


flow, terjadi saat laju alir superfisial gas rendah sampai
sedang, yaitu di bawah 5 cm/s.
Ciri

khas

dari

zona

gelembung-gelembung

ZONA HOMOGEN

ini

adalah

kecil

adanya

secara

pergerakan

vertikal,

dengan

adanya sedikit osilasi transversal dan aksial.


Ukuran dari gelembung yang terbentuk umumnya cukup
kecil, tapi tergantung pada sifat distribusi fasa gas dan sifat
fisika fasa cair yang dipilih.

2 . DINAMIKA FLUIDA & ANALISIS ZONA


Zona heterogen, atau dikenal juga dengan zona

ZONA HETEROGEN

churn-turbulent, terjadi saat laju alir superfisial


gas tinggi, yaitu lebih dari 5 cm/s.
Ciri

khas

dari

zona

ini

adalah

munculnya

gangguan pada zona homogen karena adanya


turbulensi aliran fasa gas dan fasa cair.
Ukuran dari gelembung yang terbentuk di dalam
reaktor tidak lagi homogen, tapi berbeda-beda.

2 . DINAMIKA FLUIDA & ANALISIS ZONA

Zona slug sejauh ini hanya diobservasi terjadi pada


reaktor

yang

berdiameter

kecil,

yaitu

skala

laboratorium, dengan laju alir superfisial gas yang


sangat tinggi.
Sesuai

dengan

namanya,

gelembung

yang

terbentuk di dalam reaktor berukuran cukup besar.


Gelembung
distabilkan

berukuran
oleh

terbentuk slug.

besar

dinding

ini

reaktor,

kemudian
sehingga

ZONA SLUG

2 . DINAMIKA FLUIDA & ANALISIS ZONA

Gambar 3.2 Peta Rezim Aliran untuk Kolom Gelembung


Sumber: Deckwer WD, et al. Hydrodynamic properties of the FisherTropsch slurry process. Ind Eng Chem Process Des Dev
1980;19:699708.

3 . GAS HOLDUP

Gas holdup merupakan parameter karakteristik


fenomena transpor gelembung dalam sistem reaktor.
Gas holdup dinyatakan sebagai fraksi volume fasa gas
yang ditempati oleh gelembung gas.

3 . GAS HOLDUP
Kecepatan Gas Superfisial
Kecepatan gas superfisial merupakan kecepatan rata-rata gas yang
disemprot ke dalam kolom yang secara sederhana dinyatakan sebagai laju
alir volumetrik dibagi dengan cross-sectional area kolom. Gas holdup padan
kolom gelembung bergantung besar pada kecepatan gas superfisial di
mana gas holdup diketahui meningkat dengan mengingkatnya kecepatan
gas superfisial. Selain itu ditemukan juga bahwa kecepatan gas superfisial
mempunyai pengaruh yang besar pada profil holdup radial pada konsentrasi
foaming agent yang tinggi.

3 . GAS HOLDUP
Properti Fasa Liquid
Properti fasa liquid mempunyai pengaruh pada pembentukan gelembung
dan/atau kecenderungan penggabungan dan karenanya merupakan faktor
penting yang mempengaruhi gas holdup. Peningkatan viskositas liquid
menghasilkan gelembung yang lebih besar dan karenanya meningkatakan
kecepatan naik gelembung dan menurunkan gas holdup.

3 . GAS HOLDUP

Tabel 3.1 Korelasi Gas Holdup untuk Kolom


Gelembung

4 . KARAKTERISTIK GELEMBUNG

Kecepatan Naik Gelembung

mempengaruhi
hidrodinamik kolom, termasuk
koefisien perpindahan massa dan
panas dari kolom reaktor tersebut.

dynamic gas disengagement


(DGD)

mengetahui karakteristik dan struktur serta


kecepatan naik gelembung

4 . KARAKTERISTIK GELEMBUNG

Ukuran rata-rata
gelembung dalam
reaktor gelembung
dipengaruhi oleh laju
gas, sifat fluida,
distribusi gas,
tekanan operasi dan
diameter kolom

Ukuran
gelembung
meningkat
seiring
dengan
meningkatnya laju superfisial
gas,
konsentrasi
padatan
(hingga
nilai
tertentu),
viskositas liquid, dan tegangan
permukaan. Ukuran gelembung
rata-rata
akan
berkurang
dengan
meningkatnya
konsentrasi agen foaming.

Laju naik gelembung gas tunggal dipengaruhi


oleh ukuran gelembung tersebut sehingga
ukuran dan laju naik gelembung saling
mempengaruhi satu sama lain

5 . KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA


Laju transfer massa keseluruhan per satuan volume dispersi
dalam kolom gelembung dipengaruhi oleh koefisien transfer
massa sisi-liquid k1a dengan mengasumsikan bahwa hambatan
pada sisi gas diabaikan. Dalam reaktor kolom gelembung, k1a
dipengaruhi oleh variasi luas permukaan kontak
Koefisien transfer massa volumetrik (k1a) meningkat dengan penambahan
laju gas, densitas gas, dan tekanan. Sementara itu, koefisien transfer massa
volumetric akan berkurang dengan penambahan konsentrasi padatan dan
viskositas

liquid.

Pada

gelembung

kecil,

kerbedaan

surfaktan

akan

meningkatkan k1a. Untuk memperoleh transfer massa yang efektif, keberadaan


gelembung yang besar harus dihindari (dicegah) dalam kolom reaktor

5 . KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA


Tabel 3.2 Korelasi Koefisien Perpindahan Massa untuk Kolom
Gelembung Gas-liquid

6 . KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS

keunggulan reaktor
gelembung 3 fasa
laju perpindahan panas dalam
reaktor ini 100 kali lebih besar
daripada aliran fasa tunggal

Pengukuran perpindahan
panas pada sistem dua dan
tiga fasa dapat dibagi

menjadi:
Perkiraan koefisien
transfer panas bed
menuju dinding kolom

Perkiraan koefisien transfer


panas obyek tenggelam
menuju bed

6 . KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS


Koefisien transfer panas meningkat dengan
kenaikan suhu, laju superfisial gas, dan ukuran
partikel. Sebaliknya, koefisien transfer panas
akan menurun dengan dengan kenaikan liquid
viskositas dan densitas partikel.

Koefisien transfer panas pada bagian tengah


kolom lebih tinggi dibandingkan pada
bagian dekat dinding kolom.
Hal ini disebabkan karena gelembung besar
berkumpul pada bagian tengah kolom dan
gelembung

Peningkatan koefisien transfer panas dengan kenaikan


konsentrasi padatan diiringi dengan peningkatan
viskositas slurry yang menghasilkan ukuran gelembung
yang lebih besar dan kecepatan naik gelembung yang
lebih besar serta laju transfer panas yang lebih besar.

besar

lebih

efektif

dalam

mendukung transfer panas pada sistem.

6 . KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS


Tabel 3.3 Korelasi Perpindahan Panas untuk Kolom Gelembung dan Slurry

Terima Kasih