Anda di halaman 1dari 10

KONSEP DASAR

PEMASANGAN
KATETER

ANDI MUKARRAMAH S.ST

TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


Tujuan instruksional umum
Setelahmengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat mengetahui tentang konsep dasar pemasangan kateter
Tujuan instruksional khusus
Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa dapat :
a. Menjelaskan definisi pemasangan kateter
b. Menjelaskan tujuan tindakan
c. Menjelaskan indikasi, kontraindikasi dan komplikasi keteterisasi
d. Menjelaskan kompetensi dasar yang harus dimiliki
e. Menjelaskan anatomi daerah tindakan
f.

Menjelaskan prosedur tindakan

g. Menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan

DEFINISI PEMASANGAN
KATETER
Kateter merupakan suatu
selang untuk memasukkan dan
mengeluarkan cairan. Kateterisasi
urinarius adalah memasukkan
kateter melalui utetra ke dalam
kandung kemih dengan tujuan
untuk mengeluarkan urin.

TUJUAN TINDAKAN
PEMASANGAN KATETER

Menghilangkan distensi kandung


kemih
Mendapatkan spesimen urine
Mengkaji jumlah residu urine, jika
kandung kemih tidak mampu
sepenuhnya dikosongkan

INDIKASI, KONTRAINDIKASI DAN


KOMPLIKASI PEMASANGAN KATETER
INDIKASI :
Inkontinensia urin
Retensi urin
Mengukur jumlah produksi urin
Memperoleh bahan urin steril
Kontraindikasi
Hematuria
Komplikasi:
Trauma
Infeksi
Bola pecah atau tidak dapat kempis
Alergi

TIPE,UKURAN DAN JENIS


KATETER
Tipe:

Ukuran kateter

Wanita Dewasa no 14/16


Laki-laki dewasa no 18/20

Anak-anak no 8/10

ANATOMI DAERAH TINDAKAN

PROSEDUR TINDAKAN
Kaji status klien
Siapkan alat dan bahan
Jelaskan prosedur
Jaga privasi klien
Cuci tangan
Atur posisi klien
Pasang sarung tangan
Lakukan vulva hygiene
Buka set kateter dan berikan jelly di
ujung kateter
Masukkan kateter sampai urin
mengalir
Isi balon
Lepas sarung tangan steril
Plester kateter
Cuci tangan

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


Bila pemasangan dilakukan tidak
hati-hati bisa menyebabkan luka
dan
perdarahan
uretra
yang
berakhir dengan striktur uretra
seumur hidup
Balon yang dikembangkan sebelum
memasuki buli-buli juga dapat
menimbulkan luka pada uretra.
Karenanya, balon dikembangkan
bila yakin balon akan mengembang
dalam buli-buli dengan mendorong
kateter sampai ke pangkalnya