Anda di halaman 1dari 24

Laporan Kasus:

OLIGOHIDROAMNION
Dokter Pembimbing : dr.Effendi spOG
OLEH : AGUSTINA LESTARI (130112130618)

IDENTITAS PASIEN

Nama
T TL

: Ny. N
: 06/09/1986

Umur
:
Agama
:
Alamat
:
Pendidikan
Pekerjaan :

29 tahun
Islam
Ciater Subang
: SMA
IRT

Tanggal Masuk

Nama suami : Tn. D

Umur
: 31 th
Pendidikan
: S1
Pekerjaan
: Pegawai
Swasta
Alamat
: Ciater Subang

: 15 Juni 2014

1/1/17

Anamnesis
Keluhan Utama
Mulas-mulas
Riwayat Penyakit Sekarang
Ibu merasa hamil 9 bulan, merasakan mulas sejak 1 minggu SMRS.
Mulas masih dirasakan jarang. Keluar cairan dari jalan lahir diakui.
Cairan bening dan tidak berbau. Pasien mengatakan pada saat
datang kontrol kehamilan ke spOG dikatakan bahwa air
ketubannya sedikit. Mual dan muntah tidak begitu sering
dirasakan saat kehamilan.
1/1/17

Riwayat Obstetri

1. Bidan, spontan, aterm, 3000 gram, , 3th hidup


2. Hamil ini

Keterangan Tambahan

Menikah: , 24 tahun, SMA, IRT


, 26 tahun, S1, Karyawan swasta

Menstruasi

HPHT

TP : 17/06/15

PNC

KB

: 10/09/14
: bidan & spoOG, >8X

:-

FK UMJ - RSUD CIANJUR

1/1/17

Pemeriksaan Fisik

Kesadaran
: Composmentis
Tanda- tanda Vital : T : 110/80 mmHg
N : 72 kali/menit
P
: 18 kali/menit
S : 36,2 0C
Berat Badan
: 56kg
Tinggi Badan
: 155cm
1/1/17

Status Generalis

Kepala

: Normocephal

Mata

: Konjungtiva anemis (-/-),Sklera Ikterik (-/-)

Hidung

: Secret (-/-)

Mulut

: Sianosis (-),Mukosa bibir lembab,Faring hiperemis(-),Mukosa bibir


lembab

Leher

: Pembesaran KGB (-/-),Pembesaran Tiroid (-/-)

1/1/17

Thorax
Inspeksi
Pergerakan dinding dada simetris, ictus cordis tidak terlihat
Palpasi vocal fremitus normal, ictus cordis teraba di ICS 5 sinistra
Perkusi sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi Pulmo
: vesicular +/+, wheezing-/- , ronkhi -/ Cor

: Bunyi jantung 1 dan 2 murni, gallop (-),

murmur (-)
Abdomen: linea nigra (-), striae gravidarum (-), BU (+) normal.
Ekstremitas : CRT < 2dt
Atas
: hangat +/+ , edema -/Bawah : hangat +/+ , edema +/+
1/1/17

Status Obstetri

Inspeksi

: Striae (-)

Palpasi : TFU

: 32 cm

Leopold I

: Teraba bagian bokong

Leopold II

: Teraba bagian punggung sebelah kanan

Leopold III : Teraba bagian kepala

Leopold IV : Konvergen 4/5

Pemeriksaan dalam : tidak dilakukan

His

: 1x10x10

DJJ

: 152 x/menit

Genitalia

: Lendir (-), darah(-)

1/1/17

Hasil Laboratorium 29 April 2014


Pemeriksaan

Hasil

Satuan

Nilai Rujukan

Massa perdarahan

130

Menit

13

Massa pembekuan

400

Menit

26

Hemoglobin
Leukosit

11.6
9.600

g/dl
Sel/mm

Hematokrit

33.4

Trombosit

408

Ribu/mm

FK UMJ - RSUD CIANJUR

L = 13.8 - 17.0
P = 11.3 - 15.5
L = 4.5 10.8
P = 4.3 10.4
L = 42.0 50.0
P = 36.0 46.0
L = 185 402
P = 132 440

1/1/17

10

Ibu
: G1P0A0 gravida 40-41 minggu dengan
oligohidroamnion
Diagnosis Janin : Janin tunggal hidup intrauterin

Observasi keadaan umum, tanda-tanda vital, DJJ dan his


Rencana terminasi
Rencana Drip oxytocin 5U dalam D5% 500cc 20gtt/menit

tindakan

1/1/17

11

Laporan Persalinan

Bayi lahir tanggal 16 Juni 2015, jam 10.00, bayi laki-laki dengan berat 2800 gram dan
panjang 51 cm, lingkar kepala 31 cm, apgar score 9-10, lahir hidup.

Lahir spontan pervaginam

Kala I : 1 jam, Kala II : 5 menit, Kala III : 5 menit

Placenta lahir lengkap, berat 500 gr,tidak ada kelainan plasenta

Perdarahan kala III dan kala IV 200 CC

Keadaan Ibu Post partum

KU baik, takanan darah 120/80, nadi 90 x/menit, pernafasan 20 x/menit, suhu 36,2
C, TFU 2 jari dibawah umbilicus, kontraksi baik, perdarahan normal

1/1/17

12

FOLLOW UP
FK UMJ - RSUD CIANJUR

1/1/17

13

TINJAUAN
PUSTAKA

1/1/17

14

Oligohidroamnion

Oligohidramnion adalah suatu keadaan dimana


air ketuban kurang dari normal, yaitu kurang
dari 500 cc atau setengah liter.

1/1/17

15

Epidemiologi

Sekitar 8% wanita hamil memiliki cairan ketuban yang terlalu sedikit.


Oligohidroamnion dapat terjadi kapan saja selama kehamilan, tetapi
pada umumnya sering terjadi pada trimester akhir masa kehamilan.
Sekitar 12% wanita yang masa kehamilannya melampaui batas waktu
perkiraan

lahir

(usia

kehamilan

42

minggu)

mengalami

oligohidroamnion karena jumlah cairan ketuban yang berkurang hampir


setengah dari jumlah normal pada masa kehamilan. Di Amerika Serikat,
oligohidroamnion merupakan komplikasi pada 0.5 5.5% kehamilan.
Severe oligohidroamnion terjadi pada 0.7% kehamilan.
1/1/17

16

Etiologi

Penyebab pasti oligohidroamnion belum diketahui sepenuhnya. Penyebab


oligohidramnion yang telah diketahui adalah cacat bawaan janin dan
bocornya kantung/ membran cairan ketuban yang mengelilingi janin dalam
rahim.

Sekitar 7% bayi yang mengalami oligohidramnion mengalami cacat


bawaan, seperti gangguan ginjal dan saluran kemih karena jumlah urin
yang diproduksi janin berkurang.

Masalah lain yang juga berhubungan dengan oligohidramnion adalah


tekanan darah tinggi, diabetes, SLE, dan masalah karena pengobatan yang
dilakukan untuk menangani tekanan darah tinggi

1/1/17

17

Patofisiologi

1/1/17

18

Faktor risiko
Wanita dengan kondisi-kondisi di bawah ini memiliki insiden
oligohidramnion yang tinggi:

1. Anomali kongenital ( misalnya : agenosis ginjal, sindrom


potter ).

2. Retardasi pertumbuhan intra uterin.

3. Ketuban pecah dini ( 24-26 minggu ).


1/1/17

19

Diagnosis

Kecurigaan terjadinya oligohidramnion adalah bila tinggi


fundus uteri lebih rendah dari yang diharapkan
Pemeriksaan Ultrasonografi ditemukan:
Jumlah cairan amnion < 300 ml
Ukuran kantung amnion vertikal 2 cm tidak ada
AFI < 95 persentile untuk usia kehamilan tertentu
Pada kehamilan aterm AFI < 5 cm

1/1/17

20

Penatalaksanaan

Ibu hamil direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan


USG setiap minggu bahkan lebih sering untuk mengamati
apakah jumlah cairan ketuban terus berkurang atau tidak.
Jika indikasi berkurangnya cairan ketuban tersebut terus
menerus

berlangsung,

disarankan

supaya

persalinan

dilakukan lebih awal dengan bantuan induksi untuk


mencegah komplikasi selama persalinan dan kelahiran
1/1/17

21

Komplikasi
Sindrom POTTER
Pulmonary hypoplasia , Oligohydrominios , Twisted skin
(wrinkly skin) , Twisted face (Potter facies) , Extremities
defects , Renal agenesis (bilateral)
Gejala sindrom Potter berupa:
Wajah

Potter (kedua mata terpisah jauh, terdapat

lipatan epikantus, pangkalhidung yang lebar, telinga


yang rendah dan dagu yang tertarik ke belakang).
Urine

tidak terproduksi

Gawat pernafasan

1/1/17

22

Prognosis

Prognosis oligohidramnion tidak begitu baik terutama bagi


janin. Hanya separuh janin yang dapat bertahan hidup. Sering
terjadi persalinan prematur dan kematian neonatus

1/1/17

23

Daftar Pustaka

Leveno J, Kenneth et all. Oligohidramnion; dalam buku Panduan Ringkas Obstetri


Williams. Edisi ke-21. Jakarta: EGC; 2009

Wiknjosastro, Hanifa. Penyakit serta kelainan plasenta dan selaput janin; dalam buku:
Ilmu Kebidanan. Edisi ketiga. Jakarta: YBP-SP; 2002

Sadler, TW. Selaput Janin dan Plasenta; dalam buku: Embriologi Kedokteran LANGMAN.
Edisi ke-7. Jakarta: EGC; 2000.

Rustam, mochtar.1998. Sinopsis Obstetri; obstetri fisiologi, obstetri patologi edisi ke 2.


Jakarta:EGC

Chamberlain G, editor. Obstetrics by ten teacher. 16 Th ed. New York:Oxford University


Press;1995.Gilbert WM. Amniotic fluid dynamics.NeoReviews 2006

Wiknjosastro, Hanifa. Plasenta dan Likuor Amnii; dalam buku: Ilmu Kebidanan. Edisi
ketiga. Jakarta: YBP-SP; 2002.

1/1/17

24

TERIMA KASIH...