Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH ASKEP GADAR MEDIK &

KELOMPOK KHUSUS
SYOK ANAFILAKSIS
DI SUSUN OLEH : KELOMPOK V
I WAYAN ADI ASTIKE
RIA MAHARANI
HAMIS
FENY RAHAYUNINGRUM
NANIK SURYANI
LINA SURYANI

DEFINISI :
ANAFILAKSIS
ADALAH SUATU ALERGI YANG
BERSIFAT AKUT, MENYELURUH DAN
BISA MENJADI BERAT.

TIPE-TIPE REAKSI ANAFILAKSIS

1. Reaksi local Reaksi anafilaksis local


biasanya meliputi urtikaria serta
angioedema pada tempat kontak dengan
antigen dan dapat merupakan reaksi yang
berat tetapi jarang fatal.
2. Reaksi sistemik Reaksi sistemik terjadi
dalam tempo kurang lebih 30 menit sesudah
kontak dalam system organ berikut ini:
kardiovaskuler, respiratorius,
gastrointestinal, dan integument.

EPIDEMIOLOGI

Angka kejadiannya
meningkat pada individu
dengan status sosioekonomi
baik. Insiden tertinggi terjadi
pada anak-anak dan remaja.
Sampai usia 15 tahun,
predileksinya adalah pada
laki-laki, namun setelah usia
15 tahun, predileksinya pada
wanita. Terdapat
kecenderungan perbedaan

ETIOLOGI

Obat
Molekul besar : hormone insulin, ACTH, estrogen, relaksin,
kortison
Antibiotik : penisilin, streptomisin, klorampenikol, sulfonamide,
kanamisin, dll.
Kemoterapeutik : siklosporin, metotreksat, melfalan,
klorambusil, dll.
Vaksin : difteri, morbili, parotitis, influenza, pertusis, rabies,
tetanus, tipoid.
Makanan
Ikan : cakalang, lemuru, salmon, sardine, lele, layang.
Udang : kepiting, cumi-cumi, kerang, teripang.
Kacang tanah, kacang kedelai, kacang mete, ercis, coklat.
Susu, telur, jamur, daging tupai, daging sapi, daging kelinci,
daging ayam, daging rusa.
Buah : nanas, mangga, nangka, apel, rambutan, langsap,
durian, strawberi, salak, jeruk, pisang, jagung.
Bumbu atau rempah : lada, pala, seledri, cengkeh, adas,
asam,lombok, jahe, bawang, ragi, vanili, kayu manis.
Bisa/cairan binatang :

ZAT ZAT YANG MENIMBULKAN REAKSI ANAFILAKSIS

1. Mediator IgE Protein (kelapa,ikan,kerangkerangan,telur),Antiserum ( tetanus,dan antitoksin


dipteri ). Hormon, enzim ( insulin, vasopressin,
paratohormone ,ACTH dan TSH ) Enzim (Tripsin,
kimotripsin, penisilinase, streptokinase). Bisa
binatang atau Sengatan lebah penyengat, lebah
madu, semut api Ekstrak allergen Vaksin
(Antilimsofitik Gamma Globulin). Bahan-bahan
tumbuhan (Alang-alang, rumput, pohon). Bahanbahan bukan tumbuhan (Kutu, bulu anjing dan
kucing, dan hewan uji coba laboratorium. Makanan
(Susu, telur, ikan laut, kacang,padi-padian, biji-bijian,
gelatin pada kapsul). Polisakarida Dekstran dan
ferum dekstran.
2. Golongan protamin dan antibiotikaGolongan
Penisilin, amfotericin B, nitrofurantoin, golongan
kuinolon .
3. Vitamin Thiamin, asam folat.
4. Agen untuk diagnostic Sodium dehidrokolat,
sulfobromophthalein.
5. Bahan kimia yang berhubungan dengan pekerjaan

PATOGENESIS

Syok anafilaktik terjadi setelah


pajanan antigen terhadap sistem
imun yang menghasilkan dreganulasi
sel mast dan pelepasan mediator.
Aktivasi sel mast dapat terjadi baik
oleh jalur yang dimediasi
imunoglobulin E (IgE) (anafilaktik)
maupun yang tidak dimediasi IgE
(anafilaktoid )

GAMBARAN KLINIS
1)Reaksi sistemik ringan
Gejala awal reaksi
sistemik ringan adalah
rasa gatal dan panas di
bagian perifer tubuh,
biasanya disertai
perasaan penuh dalam
mulut dan tenggorokan.

GAMBARAN KLINIS

2. Reaksi sistemik sedang


Reaksi sistemik sedang mencakup
semua gejala dan tanda yang
ditemukan pada reaksi sistemik
ringan ditambah dengan
bronkospasme dan atau edema
jalan napas, dispnu, batuk dan
mengi.

GAMBARAN KLINIS

3. Reaksi sistemik berat


Masa awitan biasanya pendek,
timbul mendadak dengan tanda
dan gejala seperti reaksi sistemik
ringan dan reaksi sistemik
sedang, kemudian dengan cepat
dalam beberapa menit (terkadang
tanpa gejala permulaan) timbul
bronkospasme hebat dan edema
laring disertai serak, stridor,
dispnu berat, sianosis, dan
kadangkala terjadi henti napas

PENCEGAHAN :
1) Anamnesis teliti mengenai alergi obat.
2) Penderita menunggu 30 menit sesudah pemberian obat.
3) Penggunaan antibiotik atau obat lain harus atas indikasi.
4) Bacalah label obat dengan teliti.
5) Kalau diperlukan anti serum, pergunakanlah preparat
serum.
6) Lakukanlah tes kulit atau tes konjungtiva
7) Bila alergi terhadap obat, harus mempunyai catatan
mengenai macam/jenis obat tersebut.
8) Hindari alergen penyebab reaksi alergi. Untuk mencegah
anafilaksis akibat alergi obat, kadang sebelum obat
penyebab alergi diberikan, terlebih dahulu diberikan
kortikosteroid, antihistamin atau epinefrin

Penatalaksanaan :
Terapi spesifik tergantung dari
beratnya reaksi

ASUHAN KEGAWATDARURATAN DENGAN SYOK ANAFILAKTIK

A. Pengkajian
1. Primary Survey
a.Airway
1 ) Adanya rasa tercekik di daerah leher, suara serak sebab edema pada
laring. Hidung terasa gatal, bersin hingga tersumbat. serta adanya
batuk, dan bunyi mengi. Ditemukan edema pada lidah.
2) Diagnosa
Ketidakefektifan bersihan jalan napas b/d obstruksi pada jalan napas
3) Intervensi
Kaji frekuensi kedalaman upaya bernapas.
Buka jalan napas dengan headtill dan chinlift.
Lakukan suction.
Broncholitic, pemasangan entotracheal tube.

2. Breathing
1) Pengkajian
Pada pasien syok anafilaktik ditemukan
adanya batuk dan
sesak napas akibat
spasme pada bronkus, bunyi stridor pada
auskultasi paru.
2) Diagnosa
Ketidakefektifan pola napas b/d spasme otot
bronkus.
3) Intervensi
Kaji frekuensi napas
Berikan posisi semifowler
Berikan tambahan oksigen atau ventilasi
manual sesuai kebutuhan
Pemberian bronkodilator

c. Circulation
1) Pengkajian
Terjadi hipotensi sampai syok, aritmia. Kelainan EKG :
gelombang T datar, terbalik, atau tanda-tanda infark
miokard. Gelisah, pusing
2) Diagnosa
Ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral b/d penurunan
curah jantung dan vasodilatasi arteri
3) Intervensi :
Kaji kulit pucat, dingin atau lembab,catat kekuatan nadi.
Pertahankan kepatenan kardiovaskular. Berikan cairan
IV.
Pemberian epinefrin

d. Disability
1) Pengkajian
Pada pasien syok anafilaktik, akan
mengalamai penurunan kesadaran.
Diakibatkan transport oksigen ke otak
yg tidak mencukupi ( menurunnya
curah jantung hipotensi) yang
akhirnya darah akan sulit mencapai
jaringan otak. Pasien dengan syok
anafilaktik biasanya terjadi gelisah dan
kejang.

e. Exposure
Kaji kelainan kulit seperti
urtikaria dibagian
ekstremitas.

2. Secondary Survey
Catat adanya drainase dari mata dan hidung
Inspeksi lidah dan mukosa oral
Kaji mengenai mual muntah pada saluran GI
Kaji peristaltik saluran GI
Pemeriksaan diagnostic eosinofil.
Pemeriksaan fisik

KESIMPULAN ;
Syok anafilaktik adalah syok yang terjadi secara akut yang
disebabkan oleh reasi alergi yang diperantai oleh IgE
menyebabkan vasodilatasi sistemik dan peningkatan
permeabilitas vascular. Hal ini dapat disebabkan oleh reaksi
obat, makanan, serta gigitan serangga. Penatalaksaan dari
syok anafilaktik mengacu pemfokusan pada sistem
pernapasan dan sistem kardiovaskuler. Reaksi ini
menyebabkan vasodilatasi pada pembuluh darah, spasme
pada bronkus, edema pada laring, dan mengenai hampir
diseluruh sistem. Hal inilah yang menyebabkan syok
anfilaktik masuk dalam tindakan kegawat daruratan yang
harus cepat ditangani.

TERIMA KASIH