Anda di halaman 1dari 20

HIPERALDOSTERON

PRIMER

Anatomi Kelenjar Adrenal


Pendarahan
Arteri phrenica infreior,
Aorta dan Arteri Renalis.
Sebuah vena keluar dari
hilus vena cava inferior
pada sisi kanan dan vena
renalis pada sisi kiri.

Limfe dialirkan kedalam nodi aortici


laterales.
Serabut preganglionik simpatik berasal dari
nervus splanichus mensarafi glandula
suprarenalis.

Anatomi Kelenjar Adrenal


Pendarahan
Arteri phrenica infreior,
Aorta dan Arteri Renalis.
Sebuah vena keluar dari
hilus vena cava inferior
pada sisi kanan dan vena
renalis pada sisi kiri.

Limfe dialirkan kedalam nodi aortici


laterales.
Serabut preganglionik simpatik berasal dari
nervus splanichus mensarafi glandula
suprarenalis.

Fisiologi
Terdapat 2 kelenjar adrenal Setiap kelenjar adrenal terdiri dari
dua organ endokrin
1. Korteks adrenal
Terdiri 3 lapisan atau zona :
i. zona glomerulosa (lapisan terluar) menghasilkan Aldosteron
ii. zona fasikulata (lapisan tengah dan terbesar) menghasilkan
Glukokortikoid
iii. zona retikularis (lapisan paling dalam) menghasilkan Hormon seks

2. Medulla menghasilkan Epinefrin dan Norepinefrin

Fisiologi

PENGATURAN SEKRESI
HORMON ALDOSTERON

Fisiologi

PENGATURAN SEKRESI
HORMON ALDOSTERON

Hiperaldosteron primer

Definisi
Hiperaldosteron primer (sindrom Conn) adalah gangguan
yang ditandai dengan aldosteron berlebih dengan aktivitas
renin ditekan yang menyebabkan hipertensi dan biasanya
hipokalemia

Etiologi
Penyebab hiperaldosteronisme primer:
APA - aldosteron tinggi, PRA rendah
IHA - Respon dengan postur (hiperplasia adrenal bilateral)
Hiperplasia adrenal primer Respon dengan postur
(penyakit unilateral)
FH-I (GRA) - penekanan kadar aldosterone yang
berkepanjangan (<4 ng / dL) dengan dexamethasone
FH-II / FH-III - Familial (mungkin autosomal dominan)

Lanjutan
Penyebab kondisi aldosteron yang berlebih meliputi berikut
ini:
Hiperplasia adrenal kongenital
Resistensi glukokortikoid primer
Peningkatan jumlah deoksikortikosteron
Sindrom kelebihan mineralokortikoid
Sindrom Liddle
Mutasi reseptor mineralokortikoid
Licorice ingestion
Carbenoxolone

Epidemiologi
Hanya 1% yang menginfeksi dari pasien dengan hipertensi.
Penyakit ini memiliki rasio 5 hingga 20% terjadi, dalam
Diabetes tipe 2 dan hipertensi yang resisten.
Tahun 1994, Gordon et al melaporkan bahwa terdapat 199
pasien dengan hipertensi memiliki prevalensi 8,9% hingga
12% untuk hiperaldosteron primer.
Studi lebih lanjut di Italia oleh Rossi et al. Ditemukan dalam
1125 pasien hipertensi terdapat 126 pasien teridentifikasi
hiperaldosteron primer

Patofisiologi

Hiperplasia atau adenoma


adrenal

HIPERALDOSTERON

Reabsorpsi
Na+

Ekskresi kalium

Reabsorpsi air

Retensi Na+
dan H20

Hipokalemi

Ekskresi H+

Hipervolemi
Hipertensi

Kadar renin
plasma

Alkalosis
metabolik

Manifestasi Klinis
Dapat timbul gejala yang berhubungan dengan hipokalemia,
seperti kelemahan otot, kram.
Gejala lain yang tidak spesifik, seperti sakit kepala, kelelahan,
palpitasi dan poliuria.
Kebanyakan pasien mengalami hipertensi, dapat ringan sampai
berat, tetapi dapat juga normal.
Tanda tanda kerusakan organ, seperti retinopati, proteinuria,
dan hipertrofi ventrikel kiri, berhubungan dengan keparahan
dan lamanya hipertensi.

Diagnosis

Diagnosis

Tes seleksi:
PAC: Rasio PRA

Tes konfirmasi:
Uji Captopril Suppression
Test Urinari Ekskresi aldosteron 24 Jam
Uji Saline Suppression

Tatalaksana
Tujuan terapi adalah menormalkan tekanan darah, serum kalium dan kadar
aldosteron.

Pada hiperplasi kelenjar aldosteron tujuan tersebut dicapai


dengan pemberian obat antagonis aldosteron.
Spironolakton 12,5-25 mg
Eplerenon dengan dosis 2 kali 25 mg per hari
Amiloride hingga dosis 15 mg dua kali sehari bila tidak
toleran dengan spironolakton

Pada adenoma adrenal (pembesaran unilateral) dengan


melakukan adrenalektomi secara bedah konvensional atau
pengangkatan dengan tekknik laparoskopi

Pencegahan dan Edukasi

Mempertahankan diet yang sehat


Menjaga berat badan sesuai BMI
Olahraga
Jangan merokok, batasi penggunaan minuman yang
mengandung kafein atau alcohol
Minumlah obat hipertensi yang telah diberikan dokter dengan
teratur
Menghindari makanan yang tinggi garam
Informasikan tentang obat-obatan yang bisa mencetuskan
hiperkalemia dan hipotensi,

Prognosis
Adrenalektomi adalah pilihan yang baik dari pengobatan,
tanpa kesulitan yang berarti.
Dari laporan peneliti lainnya, sekitar 40-60% dari pasien
masih diperlukan obat anti hipertensi setelah adrenalektomi.
Normalisasi tekanan darah tergantung pada klasifikasi
adenoma, respon terhadap anti aldosteron sebelum
adrenalectomy, usia kurang dari 44 tahun, dan pressure
darah tinggi kurang dari 5 tahun.

DAFTAR PUSTAKA
1. Snell, R.S, 2006. Anatomi Klinik. Edisi 6. Jakarta: EGC
2. Guyton, Arthur C dan John E. Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC
3. Sherwood, Lauralee. 2011. Fisiologi Manusia. Jakarta: EGC
4. Kumar, Robbins. 2007. Basic Pathology. Elsevier
5. R. K. Lingam, S. A. Sohaib, I. Vlahos, A. G. Rockall, A. M. Isidori, J. P. Monson, A. Grossman and R. H. Reznek . (2003). CT of
Primary Hyperaldosteronism (Conn's Syndrome): The Value of Measuring the Adrenal Gland. American Journal of Roentgenology.
Vol 181. 843-849.
6. Chrousos, George P. 2016. Hyperaldosteronism. (Online). http
://emedicine.medscape.com/article/920713overview?pa=M8c1Sk1qyFKmi4q7KZ0ELdmJ7ozC%2BJ%2BibqMhHpcsgIkS6tEGn1PRfrcf%2BZthu2yQca
jyl%2BHvmlCTZmaDSUiffw%3D%3D#a4
diakses pada tanggal 22 November 2016.
7. Fagugli, Ricardo Maria., Taglioni, C; Changes in the Percieved Epidemiology of PrimaryHiperaldosteronism. International Journal of Hypertension. 2011.

8. Asdie Ahmad H. 2000. Harrison Prinsip Prinsip Ilmu Penyakit dalam Ed 13. Jakarta: EGC.
9. The American Association of Endocrine Surgeons. 2013. Primary hyperaldosteronism (Conn's syndrome or aldosterone-producing
adrenal tumor). http://endocrinediseases.org/adrenal/hyperaldosteronism_diagnosis.shtml diakses pada: 22 November 2016.

10. Setiyohadi, Bambang., dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi IV. Jakarta : Pusat Penerbitan Pepartemen Ilmu
Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal : 610-611
11. Chrousos, P George. 2016. Hyperaldosteronism. (Online). Emedicine.medspace.com/article/920713-overview#a3, diakses pada 22
November 2016.
12. Siregar, Parlindungan, April 2012, Sixteen Years Experiences in Six Cases of Conn Syndrome in Jakarta. Translation Jouurnal.
Volume 44, Number 22, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22745147, diakses pada 21 November 2016.

TERIMA KASIH