Anda di halaman 1dari 25

INTUSUSEPSI

Andi Anindya Rohmah


Amyra Sharina Amran
Nurkholis Bramantyo
Yohanes Caesar Evan
Nur Ulfa Ramadani
Clarisha Intan

Pembimbing: dr. Y. Chandra Adipurwadi, Sp.BA

IDENTITAS PASIEN
Nama
: An. HC
Tanggal Lahir: 04 April 2016
Umur
: 8 Bulan
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Status
: belum menikah
Alamat : Perum Dirgantara Asri
No. RM : 01-79-xx
Tanggal masuk
: 22 Desember 2016

KELUHAN UTAMA

BAB darah rujukan


RSUD Prambanan

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Alloanamnesis (Ibu pasien)
3HSMRS OS mendadak nyeri perut hilang timbul, mual (+), muntah (+), kembung (+), demam

(-)
2HMRS OS rewel, BAB lendir darah 3x, nyeri perut (+) terutama saat BAB, kembung (+),

demam (-) muntah (-) langsung dibawa ke RS


1HMRS BAB darah menetap, muntah berwarna hijau (+), kembung (+) demam (-) dilakukan

USG abdomen dengan hasil invaginasi colicocolica


HMRS OS rewel, BAB darah (+) lemah (-) demam (-),

Riwayat Penyakit Dahulu : tidak ada yang relevan


Riwayat penyakit keluarga: tidak ada yang relevan
Riwayat makan

: Uul diisi ya
Status imunisasi : lengkap sesuai jadwal

REVIEW ANAMNESIS SISTEM


Umum : rewel, tampak
Kulit

lemah

: Tidak ada keluhan

Kepala & Leher : Tidak ada keluhan


Mata

: Tidak ada keluhan

Telinga : Tidak ada keluhan


Hidung : Tidak ada keluhan
Pernapasan : Tidak ada keluhan
Jantung: Tidak ada keluhan
Vaskuler

: Tidak ada keluhan

Abdomen : nyeri perut, BAB lendir darah


Saluran Kemih : Tidak ada keluhan
Genital : Tidak ada keluhan
Hematologi : Tidak ada keluhan
Endokrin

: Tidak ada keluhan

Muskuloskeletal : Tidak ada keluhan


Sistem Saraf : Tidak ada keluhan
Ekstremitas

: Tidak ada keluhan

PEMERIKSAAN FISIK
Kesan umum: CM, tampak lemah, menangis kuat
Berat badan : 7,8 kg
Vital sign
Tekanan Darah

: 109/63 lengan kanan, posisi tidur, manset

anak
Nadi
: 112x/menit, regular, kuat angkat
Respirasi
: 31x/menit, reguler,abdominothoracal
Suhu
: 36,6 oC

Pemeriksaan Fisik Sistema


Umum
Kulit

: rewel, tampak letargis

: Tidak ada kelainan

Abdomen

: nyeri perut, BAB lendir

darah

Kepala & Leher : Frontanella cekung

Saluran Kemih : Tidak ada kelainan

Mata : cowong

Genital

Telinga

: Tidak ada kelainan

Hematologi

Hidung

: Tidak ada kelainan

Endokrin : Tidak ada kelainan

: Tidak ada kelainan


: Tidak ada kelainan

Pernapasan : Tidak ada kelainan

Muskuloskeletal : Tidak ada kelainan

Jantung

Sistem Saraf

: Tidak ada kelainan

Vaskuler : Tidak ada kelainan

Ekstremitas

: Tidak ada kelainan


: Tidak ada kelainan

Status Lokalis Abdomen


Inspeksi

: distensi, darn contour (-), darn

steifung (-)
Auskultasi
: bising usus lemah
Perkusi
: timpani (+)
Palpasi
: supel, teraba massa di daerah LLQ
berbentuk sosis kenyal, memanjang ukuran 5 cm, nyeri
tekan (-)

massa

Culuk dubur
Tonus otot spinkter ani : normal
Mukosa licin
Ampulla kollaps (+)
Pseudoportio (+)
Sarung tangan lendir darah (+)
Feces (-)

Diagnosis kerja
Ileus obstruktif et causa susp. Intususepsi
Anemia Normochromic, normocytic
Hipokalemi

Lab darah
Hb: 8,9
HMT : 28,7
AL

: 13,4
AT
: 377x10
Neutrofil
: 63,8 %
Na:132,4
K :2,99
Cl :89
Ca: 2,24

Albumin: 3,45
BUN: 1,1
Cre: 0,22
GDS: 95
PPT: 15,9/12,4
APTT: 38,3/30,9
INR: 1,18

Xray Abdomen 3 Posisi

Plan
Puasa
Dekompresi NGT No 12
Koreksi Kalium
Koreksi Hb
Injeksi premed Cefotaxime 400mg/12jam
Pasang DC No 6
Injeksi Metronidazol 80mg/8jam
Pro-Laparotomi eksplorasi emergensi, Milking Procedure

sampai dengan reseksi anastomosis dan pembuatan stoma.

Overview
Intususepsi atau invaginasi sering ditemukan pada anak

dan agak jarang pada dewasa


Pada anak sifatnya idiopatik
Sering ditemukan pada usia 2-12 bulan
Intususepsi pada umumnya berupa ileocecal
Intususepsi orang dewasa jarang idiopatik, ujungnya
biasanya polip atau tumor lain usus
Sjamsuhihajat, 2010

DIAGNOSIS

Anamnesis
Trias: nyeri perut mendadak pada anak yang sehat

sebelumnya, muntah bilous, BAB lendir darah (Red


currant jelly)
Anak gelisah saat serangan kolik
Diare pada awal penyakit

Physical Exam
Teraba massa berbentuk sosis di abdomen
Dance sign (kekosongan pada daerah RLQ)
Pada colok dubur ditemukan pseudo portio

Supporting exam
Barium enema -> diagnostik dan bisa juga sekaligus

terapetik
USG -> Donut sign, sandwich sign

Differential diagnosis
Milk allergy
Incarcerated hernia
Internal hernia
Other, rare causes of intestinal obstruction
Adhesive band
Volvulus
Meckel diverticulum
Any process causing abdominal pain or GI bleeding

Treatment
Reposisi hidrostatik dengan

barium enema
Reposisi pneumostatik
Reposisi operatif ->laparotomi
Milking Procedure

Komplikasi
Perforasi : dinding usus ischemic nekrosis perforasi
Peritonitis : akibat perforasi infeksi
Sepsis

References
Sjamsuhidajat & De Jong, 2010, Buku Ajar Ilmu Bedah, 3

edn, Jakarta: EGC


Swartz Principles of Surgery 10th edn