Anda di halaman 1dari 18

ASPEK-ASPEK

PENGUJIAN KOROSI
1.PATRISIUS MARTINUS (K2513096)
2. RISKY PRATAMA IDRIS (K2513097)
3. RUDI.D .YAWAN (K2513098)

ASPEK-ASPEK PENGUJIAN KOROSI


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Sasaran
Klasifikasi
Tujuan
Pengadaan benda uji
Pembuatan benda uji
Preparasi benda uji
Identifikasi benda uji
Lama waktu pengujian
Ekspose benda uji
Perhitungan dan kesimpula

SASARAN
Pemilihan material konstruksi logam atau material untuk
penanggulangan korosi secara cermat dan tepat
dimaksudkan untuk menghemat biaya pemeliharaan dan
meningkatkan umur pelayanan konstruksi logam.
Disamping itu juga untuk menghindari kerugian materi
melalui penghentian sementara produktifitas atau
kerusakan pradini karena proses korosi dari material
konstruksi logam tersebut.

KLASIFIKASI
Pengujian Laboratorium
2. Pengujian Pilot Plant
3. Pengujian Pelayanan Pabrik yang Sebenarnya
4. Pengujian Lapangan
1.

1. Pengujian Laboratorium
Yaitu Pengujian laboratorium dilakukan dengan
menggunakan zat-zat kimia murni, yang terbaik dengan
lingkungan atau larutan dari pabrik yang sebenarnya dan
waktu pengujiannya relatip singkat. Kondisi pengujian
dapat disimulasikan dan dikontrol dengan teliti sesuai
dengan aplikasinya. Setiap pengujian harus reproducible
dalam pengujian-pengujian ulang dengan waktu yang
tetap.

Pengujian laboratorium bertujuan untuk menilai sifat-sifat


korosi logam dan akan memberikan indikasi dini apa yang
akan terjadi sebenarnya dalam praktek. Waktu yang
diperlukan untuk suatu indikasi tergantung tujuan dan sifat
pengujian.

2. Pengujian Pilot Plant


Pengujian ini dilakukan dalam pabrik skala kecil yang pada
dasarnya duplikasi dari operasi skala besar. Bahan baku ,
konsentrasi larutan, temperatur, kecepatan yang
sebenarnya dan volume cairan untuk kontak dengan area /
logam dilibatkan.
Pengujian pilot plant memerlukan waktu yang cukup lama
untuk menjamin hasil yang baik. Benda-benda uji dapat
diekspos dalam pilot plant dan peralatan-peralatan itu
sendiri dapat dipelajari dari segi korosi

3. Pengujian Pabrik
Pengujian pabrik dilakukan melalui pengeksposan benda
uji atau pemantauan konstruksi / peralatan pada pabrik
yang sedang operasi. Pengujian ini adalah penting untuk
mengevaluasi material yang lebih baik dan lebih ekonomis
atau dalam menyelidiki perilaku korosi dari material yang
ada selama kondisi proses dan akan memberikan dasar
yang logis untuk pembangunan pabrik produksi yang
selanjutnya

Pengujian pabrik akan memberikan informasi yang lebih


dekat pada penggunaan akahir yang sebenarnya dan
waktu yang diperlukan untuk mencapai sasarannya relatip
cukup lama.

Tujuan Pengujian
Pengujian korosi juga dapat dibagi menurut tujuannya,
tujuan tujuan ini tergantung pada masing-masing ruang
lingkup kerjanya yang meliputi :
1.Penelitian Dasar
2.Pengembangan Bahan atau Produk
3.Pemilihan Material
4.Kontrol Kualitas
5.Pemeliharaan
6.Analisa Kerusakan

1. Penelitian Dasar
Sasaran dari penelitian dasar tidak perlu terikat pada suatu
produk atau penggunaan khusus. Pengujian- pengujian
pada penelitian dasar kebanyakan dilakukan dalam suatu
laboratorium dengan menggunakan benda- benda uji kecil
dan teknik khusus yang disesuaikan penelitian.

2.Pengembangan Bahan atau Produk


Dikarenakan ada banyak persaingan dari produk tertentu
serta aplikasinya, maka setiap produsen terus mencoba
melakukan penelitian untuk menemukan atau memodifikasi
produk- produk baru yang lebih spesifik dapat berprestasi
baik dengan harga yang lebih murah, efisien, awet dan
aman dari pada produk- produk yang sekarang digunakan.
Informasi yang diperoleh dapat membantu dalam pemilihan
material akan di uji untuk aplikasi spesifik

3. Pemilihan Material
Langkah peretama yang perlu diperhatikan sebelum
mendisain konstruksi jembatan, pabrik, automobil dan
sebagainya, kita harus dapat mentukan material- material
mana yang sebaikya digunakan dari sekian banyak jenis
material yang ada. Oleh karena itu pemilihan maerial
merupakan faktor yang sangat menentukan dalam
keberhasilan suatu konstruksi cara yang terbaik dalam
pemilihan material disamping berpedoman pada spesifikasi
dari produsen, kita perlu jugamelakukan evaluasi dari
spesifikasinya melalui pengujuan- pengujian, sehingga kita
dapat mrnentukan material secara tepat yang diinginkan

Oleh karena itu pemilihan maerial merupakan faktor yang


sangat menentukan dalam keberhasilan suatu konstruksi
cara yang terbaik dalam pemilihan material disamping
berpedoman pada spesifikasi dari produsen, kita perlu
jugamelakukan evaluasi dari spesifikasinya melalui
pengujuan- pengujian, sehingga kita dapat mrnentukan
material secara tepat yang diinginkan

4. Kontrol Kualitas
Pengujian korosi untuk kualitas merupakan cara untuk
menyakinkan kita bahwa material yang dibuat/ dibeli /
dipilih benar-benar memiliki kualitas yang sama dan
memenuhi spesifikasi. Pengujian kontrol kualitas dilakukan
dalam laboratorium dan waktunya harus relatif cepat untuk
menghindari penundaan pengiriman / pelaksanaan.

5. Pemeliharaan
Pengujian korosi adalah penting dalam pemeliharaaan
konstruksi dan peralataan yang sedang / masih dalam
operasi. Pengujian secara periodic dalam pemeliharaan
bisa menentukan apakah konstruksi peralatan masih
memenuhi persyaratan disain dan pengujiannya dapat
dilakukan di laboratorium melalui pemotongan spesimen
atau dilapangan melalui pengeksposan benda uji /
pemantauan konstruksi atau peralatan tersebut pada
kondisi operasi

6. Analisa Kerusakan
Analisa kerusakan juga merupakan bagian dari pengujian
korosi. Kerusakan-kerusakan yang terjadi apakah
disebabkan darri kesalahan-kesalahan seperti desain,
aplikasi, kondisi operasi, lingkungan atau juga disebabkan
metoda dan material yang kurang sesuai dengan
fungsinya.

SEKIAN DAN TERIMAKASIH