Anda di halaman 1dari 15

Prasarana Jalan

(Jaringan Transportasi
dan Pembangunan
By:
KELAS Trans)
C
Jalan
Achmad Rusydi
Zahua Mahira R.H

I
S
A
RT

O
JAL
P
S
N
AN
A
R
REL
T

IN
R
JA

AN
GUDA

RA
AIR

Simpul
merupakan titik
titik
tertentu
yang
terdapat
dalam
suatu
ruang
yang
membatasi
keberadaan
jaringan

PENGERTIAN JARINGAN
TRANSPORTASI
Deo (1990)
Jaringan
sebagai
sesuatu yang
terdiri dari
dua elemen
yaitu simpul
dan ruas

Ruas
atau
lintasan
merupakan
sebuah
garis
yang
menghubungka
n
dua
titik
simpul
(yaitu
titik
simpul
asal dan titik
simpul tujuan)

Contoh Jaringan dalam


bentuk grafis

Simpul
(node)
dapat
mencerminkan
persimpangan, kota dan
1
fasilitas-fasilitas
tetap
2
lainnya seperti terminal
3
6
kereta (stasiun), pelabuhan
dan
Ruasbandar
(link)udara
mencerminkan
ruas
jalan
antar
Busur (satu
persimpangan
atau
ruas
Ruas (dua
arah)
jalan antar kota, jalan rel
arah)
antar kota maupun antar
stasiun, alur penerbangan
5
4
antara bandara yang satu
dengan
bandara
lainnya
serta
pelabuhan
yang
Untuk mengefesienkan pergerakan yang
terjadi
di dalam laut
jaringan
dengan
pelabuhan
laut
transportasi maka, sistem jaringansatu
perlu
didesain
secara
lainnya.
terhirarki sesuai dengan besarnya arus
lalu-lintas yang melalui

Klasifikasi
berdasarkan
fungsi
Jalan Arteri

Jalan Lokal

Jalan umum yang berfungsi untuk melayani


angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak
jauh

Jalan umum yang digunakan untuk melayani


angkutan setempat denan ciri perjalanan
dekat

Jalan Kolektor

Jalan Lingkungan

Jalan yang digunakan untuk melayani


angkuatan pengumpul/pembagi dengan ciri
perjalanan jarak sedang

Jalan umum yang digunakan untuk melayani


angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan
jarak dekat, dan kecepatan rata-rata rendah.

Hierarki Jalan
Jalan Primer
Jaringan jalan yang menghubungkan secara
menerus pusat kegiatan nasional, pusat
kegiatan wilayah, pusat kegiatan lokal dan
pusat kegiatan di bawahnya sampai ke persil
dalam satu satuan wilayah pengembangan

Jalan Arteri Primer


Jalan yang secara efisien menghubungkan
antar pusat kegiatan nasional atau antara
pusat kegiatan nasional dengan pusat
kegiatan wilayah

Jalan Kolektor Primer


Jalan yang secara efisien menghubungkan
antar pusat kegiatan nasional atau antara
pusat kegiatan nasional dengan pusat
kegiatan wilayah

Jalan Kolektor Primer


Jalan yang secara efisien menghubungkan
antar pusat kegiatan wilayah atau
menghubungkan antara pusat kegiatan
wilayah dengan pusat kegiatan lokal

Jalan Lokal Primer


Jaringan jalan yang menghubungkan pusat
kegiatan nasional dengan persil atau pusat
kegiatan wilayah dnegan persil atau pusat
kegiatan lokal dengan puusat kegiatan lokal

Hierarki Jalan
Jalan Sekunder

Jalan Kolektor Sekunder

Jaringan jalan yang menghubungkan


kawasan-kawasan yang mempunyai fungsi
primer, sekunder kesatu, sekunder kedua
sampai ke perumahan

Jalan yang menghubungkan kawasan


sekunder kedua dengan kawasan sekunder
kedua

Jalan Arteri sekunder

Jalan Lokal sekunder

Jalan yang menghubungkan kawasan primer


dengan kawasan sekunder kesatu

jalan yang menghubungkan kawasan


sekunder kesatu dengan perumahan

Klasifikasi berdasarkan
administrasi
pemerintahan

Jalan Kabupaten
Jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer
yang tidak termasuk jalan yang
menghubungkan ibukota kabupaten dengan
ibokota kecamatan, antaribukota kecamatan,

Jalan Nasional
jalan arteri atau kolektor yang
menghubungkan antar ibukota provinsi dan
jalan strategis nasional dan jalan tol.

Jalan kota
Jalan umum dalam sistem jaringan sekunder
yang menghubungkan antarpusat pelayanan
dalam kota, menghubungkan pusat pelayanan
dengan persil

Jalan Provinsi
Jalan kolektor yang menghubungkan ibukota
provinsi dengan ibukota kabupaten atau kota,
antar kabupaten dan jalan strategis provinsi

Jalan desa
Jalan umum yang menghubungkan kawasan
dan atau antar pemukiman di dalam desa
serta jalan lingkungan.

Klasifikasi berdasarkan
beban muatan sumbu

Jalan Kelas I, yaitu jalan arteri yang dapat


dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan
dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500
milimeter, ukuran panjang tidak melebihi
18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat
yang diizinkan lebih besar dari 10 ton

Jalan Kelas II, yaitu jalan arteri yang dapat


dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan
dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500
milimeter, ukuran panjang tidak melebihi
18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat
yang diizinkan 10 ton.

Jalan Kelas III A, yaitu jalan arteri atau


kolektor yang dapat dilalui kendaraan
bermotor termasuk muatan dengan ukuran
lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran
panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan
muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton
Jalan Kelas III B, yaitu jalan kolektor yang
dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk
muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi
2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi
12.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat
yang diizinkan 8 ton
Jalan Kelas III C, yaitu jalan lokal dan jalan
lingkungan yang dapat dilalui kendaraan
bermotor termasuk muatan dengan ukuran
lebar tidak melebihi 2.100 milimeter, ukuran
panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, dan
muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton

RUMAJA (Ruang Manfaat Jalan)


Merupakan ruas sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi dan kedalaman
ruang bebas tertentu yang ditetapkan oleh Pembina Jalan dan diperuntukkan bagi
median, perkerasan jalan, pemisahan jalur, bahu jalan, saluran tepi jalan, trotoar,
lereng, ambang pengaman timbunan dan galian gorong-gorong perlengkapan jalan
dan bangunan pelengkap lainnya.

RUMIJA (Ruang Milik Jalan)


Merupakan ruas sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu yang
dikuasai oleh Pembina Jalan guna peruntukkan daerah manfaat jalan dan
perlebaran jalan maupun menambahkan jalur lalu lintas dikemudian hari serta
kebutuhan ruangan untuk pengamanan jalan.

RUWASJA (Ruang Pengawasan Jalan)


Merupakan ruas disepanjang jalan di luar Daerah Milik Jalan yang ditentukan
berdasarkan kebutuhan terhadap pandangan pengemudi, ditetapkan oleh
Pembina Jalan.

Infrastruktur transportasi menjadi hal utama dalam


menopang kegiatan perekonomian negara, karena itu
infrastruktur transportasi menjadi sangat penting untuk
Indonesia. Salah satunya adalah infrastruktur dalam
pembangunan dan pengembangan jalan tol. Proyek
infrastruktur prioritas pemerintah hingga 2019 mendatang
salah satunya adalah pembangunan Jalan Tol Trans
Sumatera.

Dengan adanya jalan tol, selain membuat perjalanan menjadi


lebih cepat, daerah juga akan lebih maju terutama dalam bidang
ekonomi. Pada Pembangunan jalan tol trans Sumatera masuk dalam
tipe pertama yaitu Tipe Ideal karena adanya pembangunan tol ini
merupakan tipe pembangunan yang bisa merencanakan perubahan
dan pertumbuhan.

Sistem Kegiatan

Sistem Jaringan

Sistem Pergerakan

Sistem Kelembagaan

TERIMA
KASIH