Anda di halaman 1dari 20

Dinamika Perilaku

Nelayan ; Dampak
Pengelolaan
Silvia Salas dan Daniel Gaertner

Oleh :
EDDY HAMKA
C 452100051

PROGRAM PASCASARJANA
SISTEM DAN PEMODELAN PERIKANAN TANGKAP
DEPARTEMEN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2011

Pendahuluan
Dalam

perikanan, masing-masing nelayan


memiliki preferensi yang berbeda dalam
memanfaatkan sumberdaya.
Pembatasan oleh pasar atau faktor
lingkungan dapat juga mempengaruhi cara
nelayan mengeksploitasi sebuah sumberdaya.
Hilborn (1985) menunjukkan bahwa
kehancuran banyak pengelolaan perikanan
dapat dijelaskan sebagai akibat dari
kesalahpahaman terhadap perilaku nelayan
bukan karena kurangnya pengetahuan
terhadap sumberdaya perikanan.

Pemahaman

tentang dinamika
upaya penangkapan dapat
membantu untuk
menggambarkan upaya
penangkapan agar lebih efektif,
memberikan informasi mengenai
fleksibilitas nelayan dalam
beradaptasi dengan situasi baru
dan dapat membantu dalam
proses pelaksanaan sebuah
kebijakan

Sistem Perikanan, Persepsi


Nelayan, Strategi dan Taktik
A. Sistem perikanan dan aspek manusia
1. Sistem perikanan terdiri dari 3 komponen utama (manusia,
sumberdaya alam, dan pengelolaan).
2. Manusia (nelayan) merupakan komponen aktif dalam suatu
sistem perikanan, mereka merespons perubahan lingkungan
dan melakukan proses adaptasi sebaik mungkin.
3. Pengelola perikanan harus melihat dampak secara
menyeluruh dari perubahan kebijakan
4. Memahami bagaimana manusia bertindak dalam sistem
perikanan membantu untuk memahami bagaimana sistem
bekerja.
5. Untuk merencanakan dengan benar dan menetapkan tujuan
pengelolaan maka diperlukan pemahaman yang menyeluruh
tentang sumber daya pesisir, dan pengaturan kelembagaan,
budaya dan nilai-nilai sosial ekonomi perikanan dan
keseluruhan lingkungan di mana nelayan beroperasi.

B.

Konsep dari strategi dan taktik


penangkapan ikan

1. Strategi dan taktik dalam perikanan, melibatkan


pemilihan metode penangkapan tertentu, daerah
penangkapan ikan, target spesies dan proses
pengorganisasian.
2. Proses adaptasi nelayan menghadapi berbagai
jenis keterbatasan dan rangsangan
3. Taktik adalah tindakan individual yang dirancang
untuk mengatasi secara langsung sebuah
tantangan
4. Strategi merupakan perencanaan waktu tindakan
untuk mencapai tujuan tertentu.
5. Proses pengambilan keputusan yang
mempertimbangkan semua faktor termasuk dalam
strategi.

C. Apakah strategi dan taktik


penangkapan ikan selalu berkaitan
dengan maksimalisasi
keuntungan?
1. Alasan ekonomi menentukan taktik dan
strategi nelayan masih controversial.
2. konsep maksimisasi keuntungan lebih
berlaku untuk nelayan industri
daripada nelayan skala kecil
3. Sehingga pengaruh rangsangan lain
terhadap perilaku nelayan harus
dipertimbangkan ketika mengevaluasi
dinamika perikanan tangkap

Beberapa Contoh Bentuk Strategi


dan Taktik Penangkapan Ikan.
Spesialis

dan Generalis (berdasarkan


unit penangkapan).
1. Biasanya Nelayan skala kecil mewakili
Generalis
Specialist
2. Karakteristik
Nelayan (Industri) Generalist
mewakili Specialis
Waktu Pengoperasian

Pendek

Panjang

Fleksibilitas

Tinggi

Rendah

Teknologi

Tidak khusus

Lebih khusus

Aktivitas

Bergerak secara luas Terbatas

Biaya tetap

Rendah

Biaya Operasi
Tidak tetap
Modal usaha (termasuk u/ Rendah
berganti kegiatan)

Tinggi
Tidak tetap
Tinggi

Terkadang

sulit memberikan
batasan yang jelas antara
nelayan Generalis dan
Spesialis.
Untuk itu diperlukan pemahaman
tentang strategi nelayan yang
terkait dengan konteks tertentu
dapat membantu dalam
menentukan kebijakan
pengelolaan yang kemungkinan
memberikan keberhasilan yang
lebih tinggi.

Kerjasama
1.

2.
3.
4.

5.

antara Kelompok

Mekanisme kerjasama merupakan salah cara


menghadapi perubahan kondisi penangkapan,
mengurangi resiko individu atau
meminimalkan konflik saat melakukan
penangkapan ikan.
Bentuk Kerjasama berupa pertukaran informasi
antara kelompok nelayan.
Memiliki manfaat yang lebih baik dibandingkan
dengan menangkap secara sendiri.
Faktor kurangnya informasi dan rasa
kebebasan menjadi faktor pembatas dalam
terlaksananya kerjasama
Kekerabatan dan hubungan persahabatan
tampaknya menjadi penting dalam
menentukan aliansi kerjasama antar nelayan

Norma-norma sosial dan


hubungan antara kelompok
nelayan menentukan bentuk
aturan dari kerjasama dan
interaksi yang terjadi.
5. Kerjasama bisa berubah dari
waktu ke waktu.
6. Kesepakatan ini akan bertahan
atau hancur tergantung pada
jika kerjasama tersebut masih
memberikan keuntungan bagi
mereka.
4.

Perubahan

taktik mempengaruhi efisiensi


penangkapan ikan

1.

2.

3.
4.

Efisiensi penangkapan dapat didefinisikan sebagai


proses dari input-output yang diartikan menurut
tujuan, prioritas dan batasan dalam sistem.
Perubahan strategi dan taktik tergantung pada
faktor-faktor seperti teknologi, pengalaman
nelayan, intensitas penangkapan ikan, skala
pengamatan baik spasial dan temporal.
Bentuk perubahan taktik seperti rumpon, terumbu
karang buatan.
Beberapa nelayan lebih memilih daerah
penangkapan dekat dengan pesisir dan
menggunakan metode penangkapan ikan yang
memerlukan biaya operasi yang lebih rendah.

Mengidentifikasi Dan Mengevaluasi Taktik dan


Strategi Penangkapan Ikan

1.

2.

3.

Tipologi taktik dan strategi


Penangkapan ikan
Tipologi adalah metode praktis untuk
mempelajari tindakan nelayan, terutama
ketika berhadapan dengan kumpulan data
yang besar atau merupakan sebuah
strategi statistik
Metode statistik yang dapat digunakan
untuk analisis ini termasuk model linier
umum, segmentasi dan analisis multivariat .
Pendekatan lain yaitu teori mencari makan
optimum (optimal foraging)

Pengambilan

Keputusan
1. Salah satu faktor yang harus diperhatikan
dalam mengidentifikasi strategi dan taktik
penangkapan ikan oleh nelayan dengan
melihat faktor-faktor yang mempengaruhi
pengambilan keputusan.
2. Pendekatan yang bisa digunakan yaitu
Model Probability, Pemograman Model
Dinamis, Model Simulasi Monte Carlo dan
Rangkaian Markov.
3. penelitian etnograf dan partisipatif harus
dipertimbangkan karena mereka dapat
memberikan informasi mendalam mengenai
'persepsi nelayan, dan membantu dalam
memahami sosial, ekonomi dan pola
budaya nelayan (masyarakat).


1.

2.
3.

Aplikasi dalam penilaian dan


manajemen perikanan
Mengingat kompleksitas suatu sistem
perikanan, maka model simulasi dapat
dibangun menggabungkan dinamika
populasi ikan dan dinamika usaha
penangkapan ikan. Yew dan Heaps
(1996)
Pengolah dan Pedangang bisa menjadi
penentu ukuran ikan yang ditangkap.
Sehingga diperlukan pemahaman
terhadap perubahan strategi dan taktik
penangkapan ikan sangat diperlukan.

Memahami Dinamika
Penangkapan Ikan
1.

2.

3.

Konsep Opportunity Cost memainkan


peran penting dalam setiap keputusan
nelayan.
Nelayan akan memberikanan respon
adaptif mereka secara fleksibel untuk
meningkatkan, atau setidaknya
mempertahankan pendapatan
mereka.
Aktivitas penangkapan bukan hanya
sekedar kegiatan saja tapi sudah
mejadi cara hidup nelayan.

Mengetahui pilihan-pilihan
nelayan dapat meningkatkan
peluang untuk meningkatkan
pengelolaan dan menjamin
keberlanjutan program dan
proyek.
5. Sehingga Masyarakat (nelayan)
harus diposisikan sebagai subjek
aktif.
4.

Implikasi bagi Manajenemen Perikanan


Pendekatan

secara tradisional pengelolaan


perikanan memiliki penekanan pada dinamika
populasi ikan dan perlindungan lingkungan.
Ini menyajikan masalah ketika usaha penangkapan
perlu didefinisikan, diukur dan dikendalikan.
Tantangan dalam kondisi ini adalah kemampuan
mengidentifikasi elemen apa saja yang
dimasukkan dalam proses evaluasi, bagaimana
upaya penangkapan harus dievaluasi dan
bagaimana pengelola dapat menyesuaikan usaha
penangkapan untuk menghasilkan hasil yang
diinginkan tanpa terlalu sangat mempengaruhi
penggunaan sumberdaya

4.

5.

6.

7.

Jika respon nelayan tidak termasuk


dan faktor yang melekat dalam
perikanan maka prediksi perubahan
upaya penangkapan bisa salah.
Salah satu dampak positifnya adalah
dapat dapat menggurangi konflik
antara nelayan.
Salah satu bentuknya : Model
kebijakan Co-manajemen untuk
perikanan skala kecil
Diperlukan juga payung hukum,
legitimasi dan akuntabilitas organisasi
lokal, dan pengaturan kelembagaan

KESIMPULAN
Tujuan

jangka panjang pembagunan perikanan tidak akan tercapai


dengan model open access atau hanya menggunakan data
sumberdaya alam saja.

Pengelolaan

perikanan harus membuat 'portofolio' pendekatan untuk


memberikan solusi multidimensi terhadap keragaraman masalah.

Analisis

semacam ini memerlukan studi interdisipliner dan terpadu


menggunakan beberapa sumber informasi dan metodologi yang
inovatif dan pengakuan kemungkinan kontribusi nelayan dalam
bentuk pengetahuan dan partisipasi untuk melakukan penilaian dan
pengelolaan perikanan

Paling

penting dari semua adalah menyadari akan kebutuhan


nelayan untuk perubahan peraturan kelembagaan yang
memungkinkan partisipasi yang lebih aktif oleh pengguna sumber
daya ikan.

SEKIAN

TERIMA KASIH