Anda di halaman 1dari 19

PRODUKSI, SIRKULASI, DAN

KORELASI KLINIS LIQUOR CEREBROSPINALIS (LCS)

Oleh :
Neni Setiyowati 200110310011
Pembimbing :
Dr. Intan rahayu, Sp.S

PENDAHULUAN

Cairan

serebrospinal

choroideus

ventriculi

terutama
lateralis,

dihasilkan
tertius,

di

dan

plexus
quartus;

sebagian kecil dari sel ependima yang melapisi ventrikel.

Perubahan cairan serebrospinal merupakan proses dasar


patologi kelainan klinik.

Pemeriksaan cairan serebrospinal membantu mendiagnosa


penyakit-penyakit

neurologi.

Juga

pengobatan dan perjalanan penyakit

untuk

mengevaluasi

TINJAUAN PUSTAKA
A. Sistem Ventrikular
Ventrikel : empat rongga berisi cairan di dalam otak, yaitu : ventriculus
lateralis, tertius, dan quartus.
Ventriculus Lateralis

Terdapat dua buah ventriculus lateralis, masing-masing di tiap


hemispherium cerebri.

Dibagi menjadi corpus ventriculi (menempati lobus parietalis), dari


korpus ini membentang cornu anterius ke lobus frontalis, cornu
posterius ke
temporalis.

lobus occipitalis, dan cornu inferius ke lobus

Plexus Choroideus Ventriculi Lateralis

Plexus choroideus

menonjol ke dalam ventrikel pada

aspek medialnya dan merupakan daerah tepi vaskular


yang terdiri dari piamater yang diliputi oleh lapisan
ependimal cavitas ventriculi.

Fungsi plexus choroideus adalah menghasilkan cairan


serebrospinal.

Ventriculus Tertius
Ventriculus tertius adalah celah sempit di antara kedua
thalamus. Di anterior, ventrikel ini berhubungan
dengan
ventriculus
lateralis
melalui
foramina
interventriculare (Monro), sedangkan di posterior,
dengan ventriculus quartus melalui aqueductus serebri
(Sylvii).
Aqueductus Cerebri
Aqueductus cerebri (aqueductus Sylvii), merupakan
saluran sempit berukuran panjang sekitar 1,8 cm,
yang
menghubungkan
ventriculus
tertius
dan
ventriculi quartus.

Ventriculus Quartus
Ventriculus quarus merupakan rongga berbentuk
tenda yang berisi cairan serebospinal.Ventrikel ini
terletak di anterior cerebellum dan di posterior pons,
serta setengah bagian atas medulla oblongata.

B. Cairan Serebrospinal

Cairan serebrospinal ditemukan di dalam ventrikel otak


serta di spatium subarachnoideum di sekeliling otak dan
medulla spinalis.

Tabel 1. Karakteristik Fisik dan Komposisi Cairan Serebrospinal


Penampilan
Jernih dan tidak berwarna
Volume
150 ml
Kecepatan Produksi
0,5 ml/menit
Tekanan (pungsi lumbal dengan 60-150 mmH2O
pasien dalam posisi berbaring ke
lateral)
Komposisi

Protein

15-45 mg/100 ml

Glukosa

50-85 mg/100 ml

Klorida

720-750 mg/100 ml

Fungsi Cairan
Serebrospinal
Fungsi Cairan Serebrospinal
1. Sebagai bantalan & pelindung SSP dari trauma
2. Memberi daya apung mekanik & menyangga otak
3. Tempat penampungan & membantu regulasi isi
cranium
4. Memberi nutrisi SSP
5. Mengangkut zat-zat metabolit dari SSP
6. Lintasan sekret glandula pinealis untuk mencapai
glandula pituitaria

Produksi Cairan Serebrospinal

dihasilkan di plexus choroideus ventriculi lateralis, tertius,


dan quartus; sebagian kecil dari sel ependima yang
melapisi ventrikel dan dari jaringan otak melalui ruang
perivaskular.

Plexus

choroideus

secara

aktif

menyekresi

cairan

serebrospinal, dan pada saat yang sama, plexus ini


mengangkut zat-zat metabolit susunan saraf pusat secara
aktif dan dari cairan serebrospinal ke dalam darah.

diproduksi terus menerus dengan kecepatan 0,5 ml /menit


dan volume total sekitar 150 ml; dicapai sekitar 5 jam.
diproduksi terus menerus walaupun mekanisme reabsorbsi
terhambat.

Sirkulasi cairan
Serebrospinal

Plexus choroideus
For.
monro
ventrikel 3rd
Aquaductus slylvii
Ventrikel 4 th

For. luschka

For. magendie

Cisterna magna
Vili arachnoidalis
Superior sagitali sinus

Absorbsi

Tempat utama untuk absorbsi cairan serebrospinal adalah


villi arachnoidea yang menonjol ke dalam sinus durae
matris,

terutama

sinus

sagittalis

superior.

Villi

arachnoidea cenderung berkelompok untuk membentuk


elevasi yang dikenal sebagai granulationes arachnoidea.

Sebagian cairan serebrospinal diabsorbsi langsung ke


vena di spatium subarachnoideum dan sebagian lagi
mungkin keluar melalui pembuluh limfe perineural dari
saraf kranial dan spinalis.

Korelasi Klinis
1.

Peningkatan Tekanan Cairan Serebrospinal dan


Papiledema
Peningkatan cairan serebrospinal yang disebabkan
tumor intracranial akan menekan dinding vena
retina yang tipis, yaitu saat vena berjalan di daerah
pelebaran spatium subarachnoideum untuk masuk
ke dalam nervus opticus. Keadaan ini menimbulkan
bendungan vena retina, discus opticus menonjol ke
depan, dan timbul edema discus.
Konsisi terakhir ini disebut papilledema.

2. Hidrosefalus

Hidrosefalus

peningkatan

volume

cairan

serebrospinal di tengkorak yang abnormal

dua

variasi

hidrosefalus:

komunikans

dan

nonkomunikans.
Pada

hidrosefalus

nonkomunikans,

peningkatan

tekanan LCS akibat sumbatan pada suatu tempat di


antara tempat produksinya di plexus choroideus dan
tempat pengeluarannya melaui foramina di atap
ventriculus quartus.

Pada

hidrosefalus

komunikans,

tidak

terdapat

sumbatan; cairan serebrospinal bebas mencapai


spatium subarachnoideum dan terjadi peningkatan
tekanan.

Penyebab Hidrosefalus
-Produksi Cairan Serebrospinal yang Berlebihan

-Bendungan Sirkulasi Cairan Serebrospinal


-Berkurangnya Absorbsi Cairan Serebrospinal

3. Tekanan Cairan Serebrospinal dan Komposisinya


pada Penyakit

Peningkatan

tekanan

biasanya

disebabkan

meningitis atau peningkatan volume otak akibat


edema, pembentukan tumor, abses cerebri, atau
adanya hematoma.

Cairan
leukosit

keruh
PMN

biasanya
/kadar

menunjukkan
protein

yang

adanya
tinggi.

Peningkatan leukosit menandakan peradangan


meningen atau ensenfalitis.

Peningkatan kadar protein terjadi pada meningitis


tuberculosis dan polimielitis.

Adanya darah di LCS terjadi akibat kontaminasi


oleh tertusuknya gena vertebralis oleh jarum
pungsi lumbal. Warna merah merata terdapat pada
perdarahan subaraknoid. Warna kuning atau
xantokromia disebabkan adanya oksihemoglobin di
dalam cairan beberapa jam setelah perdarahan
subaraknoid.

Lekosit
meningkat
pada
infeksi
bakteri
(ribuan/mm3). Sedikit peningkatan limfosit dapat
terjadi pada tumor cerebri, infark cerebri, dan
multiple sclerosis.

Kadar glukosa cairan serebrospinal dapat sangat


menurun pada meningitis bakteria akut, tetapi
tetap tinggal normal pada infeksi virus.

4. Blokade Spatium Subarachnoideum di dalam Canalis


Vertebralis

Sumbatan spatium subarachnoideum di dalam


canalis vertebralis dapat disebabkan oleh tumor
medulla spinalis atau meningen.
Pungsi lumbal sangat membantu menegakkan
diagnosis. Tekanan cairan serebrospinal yang
normal pada saat pasien berbaring miring pada
salah satu sisi dan bernafas melalui mulut
adalah antara 60 dan 150 mmH2O.

Jika tumor menempati seluruh canalis vertebralis


di daerah cauda equine, tidak ada cairan
serebrospinal yang mengalir keluar melalui
jarum pungsi lumbal.

DAFTAR PUSTAKA

Boron, W. F., and Boulpaep, E.L. Medical Physiology.


Philadelphia: Saunders, 2013.

Nestler, E. J., Hyman, S. E., and Malenka, R. c. Molecular


Neuropharmacology.
A
Foundation
for
Clinical
Neurosciences. Newyork: McGraw-Hill, 2012.

Paulson, O. B. Blood-brain barrier: brain metabolism and


cerebral blood flow. Eur. Neuropharmacology. 12:495,
2012.

Woolburg. H., and lippoldt, A. Tight junctions of the blood


brain barrier: Development, composition and regulation.
Vascul. Pharmacol. 38:323, 2012.