Anda di halaman 1dari 18

MALPRAKTET

ANGGOTA KELOMPOK

BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
TINAJUAN PUSTAKA

Mal

kelalaian atau kegagalan seorang dokter untuk


mempergunakan tingkat keterampilan dan ilmu
pengetahuan yang lazim dipergunakan dalam mengobati
pasien atau orang cedera menurut ukuran dilingkungan
yang sama

Apapun definisi malpraktek


medik

Dokter kurang menguasai ilmu pengetahuan kedokteran


dan keterampilan yang sudah berlaku umum dikalangan
profesi kedokteran.
Dokter memberikan pelayanan medik dibawah standar
(tidak lege artis)
Dokter melakukan kelalaian berat atau kurang hati-hati,
yang dapat mencakup :
Tidak melakukan sesuatu tindakan yang seharusnya
dilakukan, atau
Melakukan sesuatu tindakan yang seharusnya tidak
dilakukan
Melakukan tindakan medik yang bertentangan dengan
hukum

Eti k

Yuridis

Administratif
Malpraktek

perdata

- Kesengajaan
- Kecerobohan
- Kealpaan

Pidana

Euthanasia

Unsur Malpraktek
Unsur kesengajaan

Penahanan pasien
Buka rahasia kedokteran tanpa hak
Aborsi illegal
Euthanasia
Keterangan palsu
Praktik tanpa ijin/tanpa kompetensi
Sengaja tidak mematuhi standar

Unsur malpraktek
Unsur kurang keahlian

Unsur kelalaian

Duty

Direct causal relationship


Damage
Dereliction of the duty

Usaha-usaha Menghindari
Malpraktek
Semua tindakan sesuai indikasi medis
Bekerja sesuai standar profesi
Membuat informed consent
Mencatat semua tindakan yang dilakukan
Apabila ragu-ragu konsultasikan dengan
konsulen
Memperlakukan pasien secara manusiawi
Menjalin komunikasi yang baik dengan
pasien, keluarga, dan masyarakat sekitar

Sanksi Malpraktek
Pidana

Pasal 267 KUHP (surat keterangan palsu)


Pasal 268 KUHP
Perdata

Pasal 1338 KUH Perdata (wan prestasi )

Pasal 1366 KUH Perdata (Kelalaian)


Pasal 1365 KUH Perdata
Undang undang

peraktiki kedokteran

Penyelesaian Kasus Malpratek


Di Indonesia, penyelesaian kasus malpraktik medik
mengacu pada Pasal 66 Undang-Undang No.29 Tahun 2004
Tentang Praktik Kedokteran.
Pasal 66:

, pasien atau keluarga pasien yang merasa dirugikan akibat


praktik kedokteran yang mereka anggap tidak tepat dapat
mengadukan kasusnya melalui MKDKI, yang merupakan jalur
non-litigasi. Selain melalui jalur non-litigasi, pasien/ keluarga
pasien yang menduga telah terjadi malpraktik atas diri
pasien tidak tertutup kemungkinan untuk sekaligus
menempuh jalur litigasi, yaitu melalui jalur perdata atau
pidana

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Malpraktek adalah praktek kedokteran yang salah atau


tidak sesuai dengan standar profesi atau standar prosedur
operasional
. Kelalaian dalam praktek medik jika memenuhi beberapa
unsur (1) duty atau kewajiban tenaga medis untuk
melakukan sesuatu tindakan atau untuk tidak melakukan
suatu tindakan tertentu terhadap pasien tertentu pada
situasi dan kondisi yang sama, (2) dereliction of the duty
atau penyimpangan kewajiban tersebut, (3) damage atau
kerugian yaitu segala sesuatu yang dirasakan oleh pasien
sebagai kerugian akibat dari pelayanan kesehatan /
kedokteran yang diberikan oleh pemberi layanan, (4)
direct causal relationship atau hubungan sebab akibat
yang nyata

unsur pelanggaran displin yaitu pelanggaran


meliputi negligence, malfeasance, misfeasance,
lack of skill.
upaya-upaya menghindari malpraktek seperti
semua tindakan sesuai indikasi medis, bertindak
secara hati-hati dan teliti, bekerja sesuai standar
profesi, membuat informed consent, mencatat
semua tindakan yang dilakukan (rekam medik),
apabila ragu-ragu konsultasikan dengan senior,
memperlakukan pasien secara manusiawi,
menjalin komunikasi yang baik dengan pasien,
keluarga, dan masyarakat sekitar.