Anda di halaman 1dari 29

Kelompok 5

Claudia Lorenzia Core


Ni Ketut Sukmayanti
Made Putri Ariasih
Ni Putu Ayu Widyastuti
Made Ayu Desy Geriadi
Ayu Larasati
Maria Yasinta Palma C

1590661019
1590661026
1590661027
1590661032
1590661033
1590661034
1590661036

Menurut BSN regulasi di Indonesia diartikan sebagai


sumber hukum formil berupa peraturan perundangundangan yang memiliki beberapa unsur, yaitu
merupakan suatu keputusan yang tertulis, dibentuk oleh
lembaga negara atau pejabat yang berwenang, dan
mengikat umum.

JENIS REGULASI EKONOMI


Regulasi Ekonomi terdiri dari dua jenis, antara
lain:
1) Structural Regulation
Digunakan untuk mengatur struktur
pasar.
2)Conduct Regulation
Digunakan untuk mengatur perilaku
didalam pasar.

1) Pemberian Lisensi
Pemberian lisensi biasanya diterima untuk memastikan sebuah tingkat
kemampuan yang minimum dan untuk melindungi masyarkat dari penipuan dan
bahaya.
2) Paten
Paten adalah hak yang diberikan oleh pemerintah federal kepada seorang
penemu untuk menggunakan secara eksklusif penemuannya selama 17 tahun.
3) Pembatasan Pada Persaingan Harga
Terdapat banyak pembatasan persaingan harga yang merupakan akibat
langsung dari tindakan pemerintah. Termasuk di didalamnya harga dasar bagi
hasil-hasil pertanian yang ditetapkan pemerintah, tingkat tarif angkutan truk dan
penerbangan sebelumnya deregulasi, tarif pelayaran samudera dan banyak
lainnya.
4) Peran Pemerintah Melakukan Tindakan Secara Langsung Pada Sektor
Perekonomian.
Pemerintah banyak melakukan tindakan lainnya yang secara langsung
mendukung sektor perekonomian tertentu, khususnya pertanian, transportasi,
dan energi dengan memberikan subsidi dan perlakuan pajak langsung.

REGULASI PERLINDUNGAN
KONSUMEN
Ketidakberdayaan konsumen dalam
menghadapi pelaku usaha ini jelas
sangat merugikan kepentingan
masyarakat.
Pada umumnya para pelaku usaha
berlindung di balikStandard
ContractatauPerjanjian Bakuyang telah
ditandatangani oleh kedua belah pihak
(antara pelaku usaha dan konsumen),
ataupun melalui berbagai informasi

Lahirnya UU tentang Perlindungan


Konsumen
Pada tanggal 20 April 1999 Pemerintah Indonesia telah mengesahkan
Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Undang-undang Perlindungan Konsumen ini diharapkan dapat mendidik
masyarakat Indonesia untuk lebih menyadari akan segala hak-hak dan
kewajiban-kewajibannya yang dimiliki terhadap pelaku usaha.

Lahirnya UU tentang
Perlindungan Konsumen
Adanya UUPK yang mengatur perlindungan konsumen tidak
dimaksudkan untuk mematikan usaha para pelaku usaha. UUPK
justru bisa mendorong iklim usaha yang sehat serta mendorong
lahirnya perusahaan yang tangguh dalam menghadapi persaingan
yang ada dengan menyediakan barang/jasa yang berkualitas.

Asas dan Tujuan


Perlindungan Konsumen
Upaya perlindungan konsumen di tanah air didasarkan pada
sejumlah asas dan tujuan yang telah diyakini bisa
memberikan arahan dalam implementasinya di tingkatan
praktis. Dengan adanya asas dan tujuan yang jelas, hukum
perlindungan konsumen memiliki dasar pijakan yang benarbenar kuat.
Asas Perlindungan Konsumen
Asas Manfaat
Asas Keadilan
Asas Keseimbangan
Asas Keamanan dan Keselamatan Konsumen
Asas Kepastian Hukum

Tujuan Perlindungan Konsumen

Meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kemandirian konsumen


untuk melindungi diri;
Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara
menghindarkannya dari akses negatif pemakaian barang/jasa;
Meningkatkan
pemberdayaan
konsumen
dalam
memilih,
menentukan, dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen;
Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung
unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses
untuk mendapatkan informasi;
Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya
perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur dan
bertanggungjawab dalam berusaha;
Meningkatkan kualitas barang/jasa yang menjamin kelangsungan
usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan,
keamanan, dan keselamatan konsumen.

Regulasi Perlindungan
Pekerja

Secara yuridis Pasal 5 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003


tentang Ketenagakerjaan memberikan perlindungan bahwa
setiap tenaga kerja berhak dan mempunyai kesempatan yang
sama untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak
tanpa membedakan jenis kelamin, suku, ras, agama, dan aliran
politik sesuai dengan minat dan kemampuan tenaga kerja yang
bersangkutan, termasuk perlakuan yang sama terhadap para
penyandang cacat.

Sedangkan Pasal 6 mewajibkan kepada pengusaha untuk


memberikan
hak
dan
kewajiban
pekerja/buruh
tanpa
membedakan jenis kelamin, suku, ras, agama, warna kulit, dan
aliran politik

Adapun syarat-syarat keselamatan kerja


antara lain :
Mencegah dan mengurangi kecelakaan
Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran
Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan
Memberikan kesempatan atau jalan penyelamatan diri waktu
kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya
Memberikan pertolongan pada kecelakaan
Memberi alat-alat perlindungan diri pada pekerja
Memperoleh penerangan yang cukp dan sesuai
Menyelanggarakan suhu dan lembab udara yang baik
Memeliharaan kebersihan, kesehatan dan ketertiban

Perlindungan tenaga kerja dapat diklasifikasikan menjadi tiga


macam (Asikin, 2002:76)
PerlindunganSecaraEkonomisatau Jaminan Sosial
PerlindunganSocialatau Kesehatan Kerja
PerlindunganTeknisatau Keselamatan Kerja

Selain perlindungan tenaga kerja di atas, terdapatnormaperlindungan


lain terhadap pekerja yaitu:
Norma Keselamatan Kerja, meliputi keselamatan kerja yang
berkaitan dengan mesin, alat-alat kerja bahan dan proses pengerjaan,
keadaan tempat kerja, lingkungan serta cara melakukan pekerjaan.
Norma kesehatan kerja dan kesehatan perusahaan,yang
meliputi pemeliharaan dan peningkatan keselamatan pekerja,
penyediaan perawatan medis bagi pekerja, dan penetapan standar
kesehatan kerja.
Norma kerja, berupa perlindungan hak tenaga kerja secara umum
baik sistem pengupahan, cuti, kesusilaan, dan religius dalam rangka
memelihara kinerja pekerja.
Norma kecelakaan kerja, berupa pemberian ganti rugi perawatan
atau rehabilitasi akibat kecelakaan kerja dan/atau menderita penyakit
akibat pekerjaan, dalam hal ini ahli waris berhak untuk menerima ganti
rugi.

Regulasi Pemerintah tentang


Lingkungan

Adapun makna yang dapat terkandung dan diamanatkan dalam UndangUndang Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan hidup (UUPPLH) adalah upaya penegakan hukum
yang terdiri dari :
Penegakan hukum secara administrasi
Penegakan hukum secara perdata
Penegakan hukum secara pidana
Pada pasal 14 UU 32/2009 tentang PPLH telah menjelaskan bahwa Amdal,
UKL-UPL dan perizinan merupakan salah satu instrumen pencegahan
terhadap pencemaran lingkungan hidup dari 13 instrument yang ada di UU
32/2009 (UUPPLH) dalam upaya pencegahan pencemaran dan kerusakan
lingkungan, dan Ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 36 UU PPLH,
telah menetapkan bahwa setiap usaha dan/atau kegiatan yang wajib
memiliki Amdal atau UKL-UPL wajib memiliki Izin Lingkungan.

UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH merupakan atau dijadikan


payung hukum bagi peraturan-peraturan lingkungan hidup yang
sudah ada atau yang akan ada dalam upaya perlindungan dan
pengelolaan lingungan hidup, maka undang-undang sektoral bidang
lingkungan hidup yang diantaranya kehutanan, perkebunan, dan
pertambangan, pariwisata harus memenuhi beberapa kondisi yang
antara lain :
UU tersebut harus tunduk terhadap UU Nomor 32 Tahun 2009
tentang PPLH,
pelaksanaan UU sektoral bidang lingkungan hidup tidak boleh
bertentangan degan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH,
Segala penegakan hukum yang berkaitan dengan lingkungan hidup
harus berpedoman kepada UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH

Pengertian Eksternalitas
Produksi dan konsumsi beberapa produk bisa menimbulkan
efek samping yang merugikan atau yang
menguntungkannya, yang disebabkan oleh perusahaan
atau orang yang tidak secara langsung terlibat dalam
produksi tersebut.

Eksternalitas dalam produksi dan


konsumsi
Disekonomis eksternal produksi (external
diseconomies of production) adalah biaya
yang belum terkompensasi yang menimpa
beberapa perusahaan akibat perluasan ouput
oleh perusahaan lain.
Ekonomis Eksternal produksi (eksternal
economies of production) adalah manfat yang
belum terkompensasi yang diterima sebagian
perusahaan karena meningkatnya output
perusahaan lain.

Eksternalitas dalam produksi dan


konsumsi
Disekonomis eksternal konsumsi ( external diseconomies of
consumption) adalah biaya yang belum terkompensasi yang
menimpa sebagian individu akibat pengeluaran konsumsi
individu lain.
Ekonomis eksternal konsumsi (external economies of
consumption) adalah manfaat yang belum terkompensasi yang
dinikmati oleh sebagian individu akibat meningkatnya konsumsi
individu lain atas suatu produk.

Jika biaya (atau manfaat) pribadi atau social tidak


sesuai ( yaitu, pada terjadinya eksternalitas), maka
barang atau jasa akan dihasilkan atau dikonsumsi
terlalu banyak atau terlalu sedikit, dari sudut pandang
masyarakat. Lebih khusus lagi, jika biaya sosial lebih
tinggi dari biaya pribadi, suatu produk dihasilkan terlau
banyak, sebaliknya jika manfaat social lebih besar dari
manfaat pribadi, produk tersebut dikonsumsi terlau
sedikit. Hal ini ditunjukkan oleh Figur 12-1.

Biaya dan Manfaat Pribadi dan Sosial


dari Produksi dan konsumsi

JENIS-JENIS EKSTERNALITAS DAN


FAKTOR PENYEBABNYA
Menurut Salvatore (2012), Eksternalitas adalah kerugian atau
keuntungan yang diderita atau dinikmati pelaku ekonomi
karena tindakan pelaku ekonomi lain yang tidak tercermin
dalam harga pasar. Eksternalitas juga diartikan sebagai biaya
yang harus ditanggung atau manfaat tidak langsung yang
diberikan dari suatu pihak akibat aktivitas ekonomi.
Eksternalitas sering disinggung ketika muncul dampak negatif
dari suatu aktivitas ekonomi.

Jenis-Jenis Eksternalitas
Dilihat dari Dampaknya
Eksternalisasi

Jenis-Jenis Eksternalitas dari


Interaksi Ekonomi

Faktor Penyebab
Eksternalitas

Eksternalitas timbul pada dasarnya karena


aktivitas manusia yang tidak mengikuti prinsipprinsip ekonomi yang berwawasan lingkungan.
Dalam pandangan ekonomi, eksternalitas dan
ketidakefisienan timbul karena salah satu atau
lebih dari prinsip-prinsip alokasi sumber daya
yang efisien tidak terpenuhi.

Faktor Penyebab
Eksternalitas

REGULASI / LARANGAN
PEMERINTAH

PAJAK / PEMBERIAN
SUBSIDI

dengan
melarang
Contohnya,
penggunaan mobil, emisi mobil
dapat
dihilangkan.
Namun
pelarangan
tersebut
juga
menghilangkan
manfaat
yang
muncul
dari kegiatan yang
menimbulkan
eksternalitas
tersebut.

Jenis pajak lain yang dikenakan


untuk
mengatasi
eksternalitas
negatif atau disekonomis eksternal
(dan meningkatkan pendapatan
untuk
memberikan
pelayanan
pemerintah) adalah pajak minuman
keras, rokok dan bensin. Subsidi
lain
yang
diberikan
untuk
mengoreksi eksternalitas positif
atau ekonomis eksternal adalah
pemotongan pajak investasi untuk
meningkatkan investasi, tunjangan
penyusutan
untuk
menunjang
pembangunan sumber daya alam,
dan bantuan untuk pendidikan.

Maka dari itu lebih baik jika regulasi


mengizinkan
kegiatan
yang
menimbulkan
eksternalitas
dilakukan sampai di titik dimana
manfaat
sosial
marjinal
dari
kegiatan tersebut sama dengan
biaya sosial marjinalnya.

PEMBAYARAN SUKARELA

MERGER

sebuah
perusahaan
Ketika
mengotori udara dan menghasilkan
bau yang tidak sedap, penduduk di
daerah tersebut bisa bergabung
dan
memberikan
kontribusi
terhadap biaya yang dikeluarkan
oleh
perusahaan
untuk
mengadakan alat-alat anti polusi,
atau
perusahaan
dapat
memberikan kontribusi pada biaya
relokasi pemukiman penduduk.

Ketika limbah parbrik kertas yang


dibuang
kedalam
sungai
menimbulkan
disekonomis
eksternal bagi pabrik penyulingan
minuman maka biaya tambahan
untuk memurnikan air tersebut
akan diperhitungkan oleh kedua
perusahaan
dalam
keputusan
produksi mereka (pabrik kertas dan
bir)

PENJUALAN IZIN POLUSI


Pemerintah menentukan jumlah Dengan demikian biaya polusi
polusi yang dianggapnya optimal
diinternalisasikan
(artinya,
secara sosial (berdasarkan manfaat
dianggap sebagai bagian biaya
yang dihasilkan dari kegiatan yang
produksi biasa) oleh perusahaan,
menghasilkan
polusi
itu)
dan
dan jumlah polusi yang diizinkan
melarang lisensi beagi perusahaanakan dimanfaatkan dalam aktivitas
perusahaan untuk menghasilkan
yang paling berharga.
polusi
sampai
pada
tingkat
tertentu.