Anda di halaman 1dari 26

Desain Penelitian Kuantitatif

Disusun Oleh:
Nurazizah Fitriyani Nahri (130621011)
Metodologi Penelitian
Pendidikan Kimia UMC

Pengertian Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan pedoman dalam melakukan proses


penelitian diantaranya dalam menentukan instrumen pengambilan
data, penentuan sampel, pengumpulan data serta analisa data.
Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan
dapatmelakukan penelitian dengan baik karena tidak memiliki
pedoman penelitian yang jelas.

Desain penelitian merupakan penggambaran


secara jelastentang hubungan antara variabel,
pengumpulan data, dan analisis data, sehingga
dengan desain yang baik peneliti maupun orang
lain yang berkepentingan mempunyai
gambaran tentang bagaimana keterkaitan antar
variabel, bagaimana mengukurnya, dst.
(Sukardi, 2004 : 184)

Pengertian Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif, menurut Robert Donmoyer (dalam Given,


2008:713), adalah pendekatan-pendekatan terhadap kajian empiris
untuk mengumpulkan, menganalisa, dan menampilkan data dalam
bentuk numerik daripada naratif.
Kasiram (2008:149) dalam bukunya Metodologi Penelitian Kualitatif
dan Kuantitatif, mendifinisikan penelitian kuantitatif adalah suatu
proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa
angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang
ingin diketahui.

Desain Penelitian Kuantitatif


Manakah yang termasuk desain penelitian kuantitatif?

Desain Penelitian Kuantitatif


1. Desain Penelitian Korelasional

Penelitian ini dialakukan untuk melihat hubungan diantara dua


variable.
Korelasi tidak menjamin adanya kausaliti (hubungan sebab akibat),
tetapi kausaliti menjamin adanya korelasi.
Bila variabel yang diteliti lebih dari dua, maka dua atau lebih
variabel sebagai variabel bebas atau prediktor dan satu variable
sebagai variabel terikat atau kriterium.

Contoh Desain Penelitian Korelasional:

Tingkat pertumbuhan bayi di jakarta dengan tingginya curah hujan


di Bogor.
Semakin tinggi curah hujan semakin tinggi tingkat kelahiran bayi.
Lihat korelasinya bermakna atau tidak.
Kita harus kritis waktu melihat korelasi bermakna atau tidak, bila
tidak maka korelasi tersebut akan gugur.

2. Desain Penelitian Kausal Komparatif


Causal Comparative Research disebut juga dengan penelitian sebab akibat.
Penelitian kausal bisa dimasukkan dalam penelitian eksperimen dan bentuk
lain misalnya dalam bentuk komperatif riset.
Indipendent variable pada penelitian komperatif tidak bisa dimanipulasi dan
tidak bisa diberikan perlakuan (treatment).
Penelitian komperatif lebih terfokus pada dampak yang terjadi dengan
mencari penyebab dari dampak tersebut dan melihat perbedaan yang terjadi
diantara dua grup atau lebih serta penjelasan terhadap perbedaan diantara
kedua kelompok/grup.
Misalnya kenapa perusahaan IT multinasional lebih inovatif
daripada perusahaan IT lokal?

Desain penelitian kausal-komparatif dapat dibedakan menjadi dua,


yaitu desain penelitian kohort dan desain penelitian kasus kontrol
(Nursalam, 2003 : 86).
Desain penelitian kohort
Pendekatan yang dipakai pada desain penelitian kohort adalah
pendekatan waktu secara longitudinal atau time period approach.
Sehingga penelitian ini disebut juga penelitian prospektif. Secara
skematis desain penelitian kohort dapat digambarkan seperti berikut

Desain penelitian kasus kontrol


Desain penelitian kasus kontrol merupakan kebalikan dari desain
penelitian kohort, dimana peneliti melakukanpengukuran pada
variabel terikat terlebih dahulu. Sedangkan variable bebas diteliti
secara retrospektif untuk menentukan ada tidaknya pengaruh pada
variable terikat. Desain penelitian kasus control secara skematis
dapat digambarkan sebagai berikut.

3. Desain Penelitian Tindakan

Penelitian tindakan atau action research merupakan penelitian yang


bertujuan mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau
cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan
penerapan langsung di dunia kerja atau dunia actual yang lain
(Sumadi Suryabrata, 2000 : 35).
Penelitian tindakan mempunyai ciri-ciri :
1) praktis dan langsung relevan
untuk situasi actual dalam dunia
kerja
, 2) menyediakan kerangka kerja yang
teratur untuk pemecahan masalah dan
perkembangan-perkembangan baru,

3) fleksibel dan adaptatif

4) memiliki kekurangan dalam


hal ketertiban ilmiah

Secara skematis desain penelitian tindakan dapat


divisualisasikan sebagai berikut:

4. Desain Penelitian Survei

Penelitian survei termasuk ke dalam penelitian kuantitatif untuk meneliti


perilaku suatu individu atau kelompok.
Pada umumnya penelitian survei menggunakan kuesioner sebagai alat
pengambil data.
Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu
populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang
pokok.
Jumlah populasi yang cukup besar jika penelitinya menginginkan hasil yang
mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Metode survei ini sangat popular dan banyak digunakan dalam penelitian
sosial dan bisnis karena cepat dan mudah untuk dilaksanakan.

5. Desain Penelitian Eksperimen


Untuk menggambarkan riset eksperimental bisa dilakukan pada dua
kelompok dimana kelompok satu disebut kontrol tanpa diberi perlakukan
apapun sedangkan pada kelompok kedua diberikan perlakuan (treatment).
Diasumsikan kedua kelompok ini sama.
Contoh
Penelitian eksperimental yang dilakukan pada dua petak sawah. Pada
petakan sawah pertama tidak diberikan pupuk dan pada petak sawah kedua
diberikan pupuk.
Apakah ada pengaruh peningkatan hasil belajar mahasiswa yang
menggunakan e-learning dengan yang tidak menggunakan elearning.

Ditinjau berdasarkan tingkat pengendalian variable, desain


penelitian eksperimental dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
Desain penelitian pra-eksperimental
Desain penelitian pra-eksperimental ada tiga jenis yaitu 1) one-shot
case study, 2) one-group pre-post tes design, dan 3)static group
design (Suryabrata, 2000 : 55; Nursalam, 2003 : 87).
1. One-shot case study
Prosedur desain penelitian one-shot case study adalah sebagai
berikut. Sekolompok subjek dikenai perlakuan tertentu (sebagai
variable bebas) kemudian dilakukan pengukuran terhadap variable
bebas. Desain penelitian ini secara visual dapat digambarkan
sebagai berikut:

2. One group pretest-posttes design


Prosedur desain penelitian ini adalah: a) dilakukan pengukuran
variable tergantung dari satu kelompok subjek (pretest), b)subjek
diberi perlakuan untuk jangka waktu tertentu (exposure), c) dilakukan
pengukuran ke-2 (posttest) terhadap variable bebas, dan d) hasil
pengukuran prestest dibandingan dengan hasil pengukuran posttes.
Prosedur one group pretest-posttes design dapat digambarkan
sebagai berikut.

3. Static Group Comparison


Desain ketiga adalah static group comparisonyang merupakan
modifikasi dari desain kedua. Dalam desain ini terdapat dua
kelompok yang dipilih sebagai objek penelitian. Kelompok pertama
mendapatkan perlakuan sedang kelompok kedua tidak mendapat
perlakuan. Kelompok kedua ini berfungsi sebagai kelompok
pembanding / pengontrol. Desainnya adalah sebagai berikut:

Desain penelitian eksperimen semu (quasy-experiment)


Desain penelitian eksperimen semu berupaya mengungkap
hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol
dan kelompok ekperimen tetapi pemilihan kedua kelompok
tersebut tidak dilakukan secara acak (Nursalam, 2003 : 89). Kedua
kelompok tersebut ada secara alami. Desain penelitian jenis ini
dapat digambarkan sebagai berikut.

Desain eksperimen sungguhan (true-experiment)


Desain ini memiliki karakteristik dilibatkannya kelompok control dan
kelompok eksperimen yang ditentukan secara aca Ada tiga jenis
desain penelitian yang termasuk desain eksperimental sungguhan ,
yaitu : 1) pasca-tes dengan kelompok eksperimen dan control yang
diacak, 2) pra-tes dan pasca-tes dengan kelompok eksperimen dan
kontrol yang diacak, dan 3) gabungan desain pertama dan kedua
(Nursalam, 2003 : 90-91).

1.) Pasca-tes dengan pemilihan kelompok secara acak


Pada rancangan ini kelompok eksperimen diberi perlakuan
sedangkan kelompok control tidak. Pengukuran hanya diberikan
satu kali yaitu setelah perlakuan diberikan kepada kelompok
eksperimen. Desaian ini dapat digambarkan sebagai berikut.

Pra dan pasca tes dengan pemilihan kelompok secara acak


Dalam rancangan ini ada dua kelompok yang dipilih secara acak.
Kelompok pertama diberi perlakuan (kel. Ekperimen) dan kelopok
kedua tidak diberi perlakuan (kel. Control). Observasi atau
pengkukuran dilakukan untuk kedua kelompok baik sebelum
maupun sesudah pemberian perlakuan. Desain ini dapat
digambarkan berikut ini:

(3) Desain Solomon


Desain yang merupakan penggabungan dari desain 1) dan desain
2) disebut desain Solomon atau Randomized Solomon Four-Group
Design. Ada empat kelompok yang dilibatkan dalam penelitian ini:
dua kelompok control dan dua kelompok eksperimen. Pada satu
pasangan kelompok eskperimen dan kontrol diawali dengan prates,
sedangkan pada pasangan yang lain tidak. Gambar dari desain
Solomon adalah sebagai berikut.

Metodologi Penelitian

Metode adalah bagian dari metodologi (metode, teknik, prosedur,


dan berbagai macam alat (tools), dengan tahap-tahap terntentu
dalam suatu penelitian disebut dengan metodologi.
Metode penelitian bisa juga disebut dengan desain penelitian, cara
mengkategorisasikan penelitian bisa dilakukan dengan melihat
metode penelitian ataupun dengan melihat riset desainnya atau ada
juga yang membaginya berdasarkan dikotonomi penelitian dasar
dan penelitian aplikatif.
Metode penelitian dan metodologi penelitian, keduanya berbeda
namun saling terkait satu sama lainnya.
Metode penelitian merupakan suatu teknik atau prosedur untuk
mengumpulkan dan menganalisa data.

Contoh metode penelitian adalah sebagai berikut:


Variabel penelitian
Model yang digunakan
Rancangan penelitian
Teknik pengumpulan data
Analisa data
Cara penafsiran dan pengumpulan hasil penelitian
Metode yang dipergunakan dalam penelitian kuantitatif,
khusunya kuantitatif analitik adalah metode dedutif. Dalam
metoda ini teori ilmiah yang telah diterima kebenarannya
dijadikan acuan dalam mencari kebenaran selanjutnya.

Langkah-Langkah Penelitian

Kesimpulan
Desain penelitian merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan
penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau
penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian.
Penelitian kuantitatif adalah penelitian atau suatu riset yang
menggunakan data dalam bentuk angka atau numeric untuk
menganalisis suatu permasalahan dalam penelitian tersebut.
Desain Penelitian Kuantitatif
Desain penelitian eksperimental, desain penelitian korelational,
desain penelitian kausal komparatif, desain Penelitian tindakan dan
desain penelitian survei.
Metode yang dipergunakan dalam penelitian kuantitatif, khusunya
kuantitatif analitik adalah metode dedutif. Dalam metoda ini teori
ilmiah yang telah diterima kebenarannya dijadikan acuan dalam
mencari kebenaran selanjutnya.

Terimakasih atas perhatiannya