Anda di halaman 1dari 23

PENTINGNYA PENERAPAN DAN PENETAPAN HUKUM

DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU BAGI


PENDESAIN

Rumusan Masalah
1.Bagaimana penerapan hukum
tentang desain tata letak sirkuit
terpadu?
2.Apa pentingnya penetapan
perlindungan hukum tentang desain
tata letak sirkuit terpadu?
3.Apa penyebab terjadinya
pelanggaran hak desain tata letak
sirkuit terpadu?

Landasan Teori
A. Pengertian DTLST

E. Permohonan

Pendaftaran DTLST

B. Ruang Lingkup DTLST

F. Pengalihan Hak dan


Lisensi

C. Jangka Waktu
Perlindungan DTLST

G. Pembatalan
Pendaftaran DTLST

D. Hak DTLST

I. Akibat Pembatalan
Pendaftaran DTLST
J. Penyelesaian Sengketa
DTLST

PENGERTIAN DESAIN TATA LETAK SIRKUIT


TERPADU

Pasal 1 ayat (1 ) dan (2) Undang-Undang No. 32 Tahun 2000


tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu tentang ini dapat
dipahami dua hal yaitu Sirkuit Terpadu dan Desain Tata Letak.
Sirkuit terpadu yaitu bentuk jadi atau setengah jadi yang
didalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu
dari elemen tersebut adalah elemen aktif yang sebagian atau
seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu didalam
sebuah bahan semi konduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan
fungsi elektronik.

Lanjutan ....
Desain Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan
peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen,
sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut
adalah elemen aktif serta sebagaian atau semua
interkoneksi dalam suatu sirkuit terpadu dan
peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk
persiapan pembuatan sirkuit terpadu
Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu adalah hal
eksklusif yang diberikan oleh negara kepada
Pendesain atas hasil kreasinya, untuk selama waktu
tertentu melaksanakan sendiri, atau memberikan
persetujuannya
kepada
pihak
lain
untuk

Contoh Desain Tata Letak Sirkuit


Terpadu

Ruang Lingkup DTLST

Subyek DTLST
Subyek DTLST yaitu pendesain. Pendesain adalah seorang
atau beberapa orang yang menghasilkan Desain Tata
Letak Sirkuit Terpadu.
Obyek DTLST
Yaitu hasil karya pendesain yang orisinil. Yang dimaksud
dengan orisinal adalah apabila desain tersebut
merupakan hasil karya pendesain itu sendiri dan bukan
merupakan tiruan dari hasil karya pendesain lain

Jangka Waktu Perlindungan DTLST


Jangka waktu perlindungan DTLST diatur di dalam pasal
4, yaitu :
Perlindungan terhadap hak Desain Tata Letak Sirkuit
Terpadu diberikan kepada pemegang hak sejak pertama
kali desain tersebut dieksploitasi secara komersial
dimanapun, atau sejak tanggal penerimaan.
Dalam hal Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu telah
dieksploitasi
secara
komersial,
permohonan
harus
diajukan paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak
pertama kali dieksploitasi.
Perlindungan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1
(satu) diberikan selama 10 (sepuluh) tahun.
Tanggal mulai berlakunya jangka waktu perlindungan
sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 (satu) dicatat dalam
daftar umum Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan

Hak DTLST
Hak Eksklusif Dan Hak Moral
Hak eksklusif :
1. melarang orang lain tanpa persetujuannya membuat, memakai,
menjual, mengimport, mengeksport, dan atau
2. mengedarkan barang yang didalamnya terdapat seluruh atau
sebagian desain yang telah diberi Hak Desain Tata Letak
Sirkuit Terpadu,
3. kecuali untuk kepentingan penelitian dan pendidikan sepanjang
tidak merugikan kepentingan pemegang Hak Desain Tata Letak
Sirkuit Terpadu tersebut.
Hak moral :
hak pencantuman nama pendesain dalam sertifikat, Daftar Umum,
Berita Resmi DTLST, sekalipun hak ekonominya sudah dialihkan
seluruh atau sebagian kepada pihak lain.

P ERM O HO NA N P ENDA FTA R A A N DES A IN TATA L ETA K S I RKUI T


TERPA D U

Permohonan pendaftaran desain tata letak sirkuit terpadu


diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia ke Direktorat
Jendral dengan membayar biaya sebagaimana diatur dalam
undang-undang
Permohonan tersebut ditandatangani oleh pemohon atau
kuasanya. Permohonan harus memuat :
a. Tanggal, bulan, dan tahun surat permohonan
b. Nama, alamat lengkap, dan kewarganegaraan pendesain
c. Nama, alamat lengkap, dan kewarganegaraan pemohon
d. Nama dan alamat lengkap kuasa apabila permohonan
diajukan
melalui kuasa, dan
e. Tanggal pertama kali dieksploitasi secara komersial apabila
sudah pernah dieksploitasi sebelum permohonan diajukan.

Permohonan tersebut juga harus dilampiri dengan :


a. Salinan gambar atau foto uraian dari Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
yang dimohonkan pendaftaran
b. Surat kuasa khusus, dalam hal permohonan diajukan melalui kuasa
c. Surat pernyataan bahwa Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu yang
dimohonkan pendaftaraannya adalah miliknya
d. Surat keterangan yang menjelaskan mengenai tanggal sebagaimana
dimaksud dalam ayat (3) huruf e.
Dalam hal permohonan diajukan oleh bukan pendesain, permohonan harus
disertai pernyataan yang dilengkapi dengan bukti yang cukup bahwa pemohon
berhak atas Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu yang bersangkutan.
Pemohon yang bertempat tinggal diluar wilayah Negara Republik Indonesia,
harus mengajukan permohonan melalui kuasa.

PENGALIHAN HAK DAN LISENSI


Pengalihan hak
a. Pewarisan
b. Hibah
c. Wasiat
d. Perjanjian tertulis, atau
e. Sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturanperaturan undangan.
Pengalihan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
disertai dengan dokumen tentang pengalihan
hak.Pengalihan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
Pengalihan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
diumumkan dalam Berita Resmi Desain Tata Letak

Lisensi
Pemegang hak berhak memberikan lisensi kepada pihak lain
berdasarkan perjanjian lisensi untuk membuat, memakai, menjual,
mengimpor, mengekspor dan/atau mengedarkan barang yang
didalamnya terdapat seluruh atau sebagian desain yang telah
diberi Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, kecuali jika
diperjanjikan lain.
Perjanjian lisensi wajib dicatat dalam Daftar Umum Desain Tata
Letak Sirkuit Terpadu pada Direktorat Jendral dengan dikenai
biaya sebagaimana diatur dalam undang-undang ini. Yang wajib
dicatatkan adalah perjanjian lisensi itu sendiri dalam bentuk yang
disepakati oleh para pihak, termasuk isi perjanjian lisensi
tersebut, sebagaimana dimaksud dalam ketentuan undang-undang

Pembatalan Pendaftaran Desain Tata Letak


Sirkuit Terpadu
Pembatalan pendaftaran berdasarkan permintaan pemegang hak.
Desain Tata Letak Sirkut Terpadu terdaftar dapat dibatalkan oleh
Direktorat Jendral atas permintaan tertulis yang diajukan pemegang
hak.
Pembatalan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu tidak dapat
dilakukan apabila peneriman lisensi Desain Tata Letak Sirkuit
Terpadu yang tercatat dalam Daftar Umum Desain Tata Letak Sirkuit
yang tercatat dalam Daftar Desain Tata Letak sirkuit Terpadu.Tidak
memberikan persetujuan secara tertulis, yang dilampirkan pada
permintaan pembatalan pendaftaran tersebut.
Keputusan pembatalan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
diberitahukan secara tertulis oleh Direktorat Jendral kepada :
a) Pemegang hak
b) Penerima lisensi jika telah dilisensikan sesuai dengan catatan
dalam Daftar Umum
Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu

Pembatalan pendaftaran dan gugatan perdata


Gugatan pembatalan pendaftaran Desain Tata Letak Sirkuit
Terpadu dapat diajukan oleh pihak yang berkepentingan dengan
alasan kepada Pengadilan Niaga. Putusan Pengadilan Niaga
tentang pembatalan pendaftaran Hak Desain Tata Letak Sirkuit
Terpadu disampaikan kepada Direktorat Jendral paling lama 14
hari setelah tanggal putusan diucapkan.Gugatan pembatalan
pendaftaran Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu diajukan kepada
Ketua Pengadilan Niaga dalam wilayah hukum tempat tinggal
atau domisili tergugat.
Dalam hal tergugat bertembat tinggal diluar wilayah Indonesia,
gugatan tersebut diajukan kepada Ketua Pengadilan Niaga
Jakarta Pusat. Panitera mendaftarkan gugatan pembatalan pada
tanggal gugatan yang bersangkutan diajukan dan kepada
penggugat diberikan tanda terima tertulis yang ditandatangani

Ak ibat pembat ala n pendaft ara n


Pembat alan penda fta ran Desain Tat a Let ak Sirkuit Terpadu m en ghapuska n segala
ak ib at hukum yang ber ka it an den gan Ha k Desain Ta ta Let ak Sirkuit Terpadu da n
hak -hak lain ya ng berasa l da ri Desain Ta ta Let ak Sirkuit Terpadu. Da lam hal
pend aftaran Desain Ta ta Leta k Sirkuit Terpadu dibat alkan berdas arkan gug ata n
tersebut , penerim a lis ensi t et ap berha k m ela ksa naka n lisensinya s am pai denga n
berakh irn ya jangka w a kt u yang dit etapkan dalam per janjia n lisensi. Penerim a
lisensi tersebut t idak lagi w ajib m eneruskan pem ba ya ran roya lt y ya ng seha rusnya
masih w ajib dila ku ka nnya kepa da pem egang ha k yang hak nya diba t alka n, t et api
w ajib m engalihka n pem ba yaran royalti unt uk sisa ja ngka w ak tu lisensi ya ng
dim ilikinya kepada pem egang hak yan g sebena rnya.
Pada saat dibat alka n, ada orang lain ya ng bena r-bena r berha k at as Desa in Tat a
Letak Sirkuit Terpadu yang bersan gkut an. Keada an seper ti itu dapat t erjadi
apabila t erdapat dua pem egang Desain Tat a Leta k Sirkuit Terpadu, t et api sala h
sat u diant aranya kem udia n seca ra hu kum d inyat aka n seba gai piha k ya ng
berhak .S eir ing dengan kejela san ya ng dia t ur dalam ketentua n yang b erla ku,
pem bayarana royalti selanjut nya ha rus dilakukan o leh p enerim a lisensi Desa in
Tat a Letak Sirkuit Terpadu kepada pem egang Desain Tat a Leta k Sirkuit Terpa du
yang benar-bena r berhak .

PENYELESAIAN SENGKETA DALAM DESAIN


TATA LETAK SIRKUIT TERPADU
1. Pengadilan Arbitrase
Yang dimaksud dengan arbitrase atau alternatif penyelesaian sengketa
adalah
negosiasi, mediasi, konsiliasi, dan cara lain yang dipilih oleh para
pihak sesuai
dengan UU yang berlaku. Tata cara gugatan tersebut
mengikuti aturan dalam
pasal 31 dan pasal 33 UU No. 32 tahun 2000
2. Tuntutan Pidana
Ancaman sanksi hukuman pidana pelanggaran DTLST
Sanksi pelanggaran DTLST tertera pada pasal 42 UU No. 31 tahun 2000

PEMBAHASAN MASALAH

Bagaimana penerapan hukum tentang


desain tata letak sirkuit terpadu?
Perlindungan hukum Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu menganut asas
orsinalitas. Suatu Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dapat dianggap orisinil
apabila merupakan hasil upaya intelektual pendesain dan tidak
merupakan suatu hal yang sudah bersifat umum bagi para pendesain.
Perkembangan teknologi yang berkaitan Sirkuit Terpadu berlangsung
sangat cepat. Oleh karena itu, jangka waktu perlindungan hak atas Desain
Tata Letak Sirkuit Terpadu hanya diberikan untuk masa 10 tahun, yang
dihitung sejak tanggal penerimaan atau sejak tanggal Desain Tata Letak
Sirkuit Terpadu tersebut pertama kali diekploitasi secara komersial dan
tidak dapat diperpanjang.

Apa pentingnya penetapan perlindungan hukum


tentang desain tata letak sirkuit terpadu ?
Sekarang ini perkembangan teknologi berkembang dengan sangat pesat.
Banyak orang yang dapat membuat berbagai teknologi dalam bidang
informasi, industri, ekonomi maupun sosial.
Sehingga perlindungan terhadap hak pendesain desain tata letak sirkuit
terpadu sangat diperlukan, karena jika hak tersebut tidak dilindungi
kemungkinan akan ada pihak yang dengan sengaja membuat, memakai,
menjual, mengimport, mengeksport, dan atau mengedarkan barang yang
didalamnya terdapat seluruh atau sebagian desain yang telah diberi Hak
Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.
Apabila perlindungan hak desain tata letak sirkuit terpadu tidak
diterapkan maka akan menjadikan suatu desain tata letak sirkuit terpadu
bersifat umum dan tidak mendapatkan hak-hak istimewa.

Apa penyebab terjadinya pelanggaran


hak desain tata letak sirkuit terpadu?
Penyebab Terjadinya Pelanggaran DTLST :
Kurang dipahami dan di kenal oleh masyarakat
karena merupakan aturan baru
Masyarakat umum belum merasakan manfaat dan
kegunaan perlindungan DTLST
Kurangnya sosialisasi dari pemerintah tentang
Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
Terbatasnya fasilitas untuk penanganan DTLST
Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk
menghargai hak DTLST

PELANGGARAN DAN SANKSI


Pemakaian desain tata letak sirkuit terpadu untuk kepentingan
penelitian dan pendidikan sepanjang tidak merugikan kepentingan yang
wajar dari pemegang desain tata letak sirkuit terpadu tidak dianggap
sebagai pelanggaran.
Bagi mereka yang melanggar desain tata letak sirkuit terpadu yang
telah terdaftar dapat diancam hukuman pidana penjara paling lama 3
tahun dan atau denda paling banyak Rp. 300.000.000,seluruh pegawai Direktorat3 Jendral atau orang yang karena tugasnya
bekerja untuk dan/atau atas nama Direktorat Jendral tidak menjaga
kerahasian permohonan sampai dengan diumumkannya permohonan
yang bersangkutan dikenai pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun
dan/atau denda paling banyak Rp. 45.000.000,00

KESIMPULAN
Perlindungan hukum Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu menganut
asas orsinalitas. Suatu Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dapat
dianggap orisinil apabila merupakan hasil upaya intelektual
pendesain dan tidak merupakan suatu hal yang sudah bersifat
umum bagi para pendesain.
Yang berhak memperoleh Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
adalah Pendesain atau yang menerima hak tersebut dari pendesain.
Dalam hal pendesain terdiri atas beberapa orang secara bersama,
Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu diberikan kepada mereka
secara bersama, kecuali jika diperjanjikan lain.