Anda di halaman 1dari 34

Pengelolaan Limbah Praktik Dokter Gigi

yang Berdampak terhadap Lingkungan


Berbasis Green Dentistry
Oleh : drg. Ali Taqwim
alitaqwim@gmail.com

Pemberian
pelayanan
(praktik
kedokteran) kesehatan gigi dan mulut
menggunakan teknologi dan bahan yang
memelihara
kesehatan
lingkungan
melalui
inovasi
teknologi
yang
meningkatkan efisiensi dan efektivitas
serta mengurangi jumlah limbah dan
polusi terhadap lingkungan.

What is

Green
Dentistry ?
Sebuah konsep praktik
dokter gigi masa depan yang
ramah lingkungan

PRAKTIK
KEDOKTERAN
Praktik
kedokteran adalah rangkaian kegiatan
yang dilakukan oleh dokter dan dokter gigi
terhadap pasien dalam melaksanakan upaya
kesehatan (pasal 1 UU No. 29 Tahun 2004
tentang Praktik Kedokteran)

Praktik kedokteran diselenggarakan berdasarkan pada kesepakatan antara


dokter atau dokter gigi dengan pasien dalam upaya untuk pemeliharaan
kesehatan, pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan
penyakit dan pemulihan kesehatan (pasal 39 UU Nomor 29 Tahun 2004).

Dalam mencapai kondisi masyarakat yang sehat


diperlukan lingkungan yang baik pula. Dalam hal ini
sarana kesehatan (RS/klinik) harus pula memperhatikan
keterkaitan tersebut.
Di era sekarang, tempat praktik dokter/ dokter gigi yang
aman terhadap lingkungan merupakan suatu hal yang
harus disiapkan oleh setiap dokter/ dokter gigi.

Praktik dokter gigi dapat berpotensi sebagai


asal limbah yang membahayakan bagi dokter
gigi, pasien dan lingkungan sekitarnya.

Limbah Medis
Limbah medis menurut World Health Organization (WHO) :
Limbah Medis mencakup semua limbah yang dihasilkan oleh
lembaga kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium. Selain itu,
termasuk limbah yang berasal dari sumber kecil atau tersebar
seperti hasil limbah pelayanan kesehatan yang dilakukan di rumah
(dialisis, suntikan insulin, dll).
Limbah medis menurut
Agency (US-EPA) :

US

Environmental

Protection

Limbah Medis adalah limbah yang dihasilkan dari fasilitas medis:


rumah sakit, klinik, praktek dokter/dokter gigi, bank darah, rumah
sakit/klinik khusus hewan, lembaga riset medis dan laboratorium
medis. Material yang ditimbulkan dari hasil kegiatan diagnosa
pasien, pengobatan atau pemberian imunisasi kepada manusia atau
hewan.

LIMBAH INFEKSIUS

Limbah infeksius adalah


menyebarkan wabah infeksi.

Biohazard adalah substansi biologis yang mengandung


bahaya yang dapat mengancam makhluk hidup terutama
manusia. Termasuk di dalamnya antara lain limbah medis,
contoh mikroorganisme, virus atau racun yang berasal dari
sumber biologis yang berefek pada manusia, serta substansi
yang berbahaya bagi hewan

Agen/ materi limbah infeksius dari klinik gigi antara lain ;

1.
2.
3.
4.

Bulk blood or blood products


Pathology waste (teeth and other tissues)
Sharps
Saliva

limbah

medis

yang

dapat

Material Kedokteran
Gigi

Bahan-bahan dan obat yang ada di praktik dokter gigi :


1.Bahan tumpat (tambal) : Amalgam-mercury,compesite resin;
glass ionomer; logam mulia Au, Ag, Pd, dan zinc oxide
2.Bahan mahkota gigi (crown) : Logam mulia Ag; acrylic; ceramic
3.Dental film : developer x ray yang mengandung hydroquinone,
Pb; bahan fixer, lead foils yang mengandung timah dan perak dll.
4.Bahan Irigasi (sodium hipoklorit (NaOCL 2,5%), chlorhexidine (CHX
0,2%), H2O2 3%) dan Bahan Bleaching.
5.Rubber (karet latex) : sarung tangan dan rubber dam

Bahan-bahan dan obat yang ada di praktik dokter


gigi :
6.Masker
7.Jarum suntik, jarum endodontik, plastic spuit dll.
8.Alat pemanas : pemotong guttap point, pelunak guttap point
9.Obat-obatan endodontik : arsen, formaldehid dll.
10.Sinar : halogen, laser dll.

Limbah
Amalgam
Merkuri sebagai bahan pencampur amalgam merupakan bahan toksik.
Kandungan merkuri dalam amalgam 40-50%. Terbuangnya limbah
merkuri ke aliran limbah dapat merugikan lingkungan kalau tidak
diperhatikan.
Limbah amalgam tersebut berasal dari: Scrap-amalgam, amalgam
kapsul (kosong, bocor atau tidak dapat dipakai), amalgam dari gigi
yang dicabut, pecahan amalgam berasal dari cairan yang mengendap
di unit, amalgam yang menempel di amalgam separator.

Dental Amalgam Waste Products


Hiltz, M, The Environmental Impact of Dentistry.
JCDA, 2007, 73 (1): 59-62

During the placement and removal of dental amalgam restorations, a


variety of waste products is generated :
elemental mercury vapour released from dental amalgam alloy
dental amalgam scrap the amalgam particles that have not come
into contact with the patient (i.e., particles remaining in the dappen
dish following restoration placement)
amalgam waste the particles that have come into contact with
patient secretions (e.g., particles generated during carving and
restoration removal procedures)
amalgam sludge the fine particles present in dental office
wastewater, commonly trapped in chair-side traps and vacuum filters.

Dental X-ray
Limbah bahan kimia untuk fiksasi, developer dan cleaner pada
pencucian foto rontgen.
1.Bahan fiksasi film X-ray adalah larutan yang tertinggi pada proses
pencucian film X-ray, merupakan limbah yang toksik karena
kandungan silver yang tinggi
2.Bahan developer x-ray dilarang dibuang sembarangan mengingat
kandungan hydroquinone yang merupakan limbah berbahaya
3.X-ray cleaner merupakan limbah berbahaya bila mengandung
chromium
4.Bungkus film x-ray yang mengandung Pb, dapat dilebur (recyded).
Karenanya bahan ini menjadi limbah yang tidak berbahaya bila
dalam bentuk scrap metal
5.Film x-ray sendiri termasuk limbah berbahaya karena kandungan
silvernya.

Bahan Dental Lainnya


Limbah bahan sterilisasi alat kedokteran gigi merupakan limbah berbahaya
apabila mengandung alkohol, glutaraldehyde dan bahan berbahaya lain,
seperti ortho-phthaldehyde (OPA). Untuk mensterilisasi ditambah glycine.
Cairan bleaching merupakan limbah yang berbahaya apabila konsentrasinya
tinggi. Penurunanan konsentrasi kurang dari 1% tidak membahayakan.

Akbar, SMS., Konsep Praktik Dokter Gigi dengan Memperhatikan


Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan. KPPIKG 2009. 477-481.

Dampak
Paparan
Paparan terhadap limbah kedokteran suatu saat dapat
menyebabkan penyakit. Limbah yang dianggap berbahaya dari
pelayanan kesehatan memiliki karakteristik:
1.Mengandung agen infeksius
2.Mengandung benda tajam
3.Mengandung zat kimia atau obat berbahaya
4.Genotoxic
5.Bersifat radioaktif
Limbah kedokteran dapat dihasilkan dari rumah sakit, klinik,
laboratorium, klinik dokter gigi dan farmasi. Terpisah dari kuantitas
yang dihasilkan, sumber-sumber tersebut memproduksi jenis
limbah yang berbeda yang juga memiliki metode penanganan dan
pembuangan yang berbeda.

PENDEKATAN
GREEN DENTISTRY
Eco-friendly dentistry is a relatively new term and an
emerging concept in dentistry. It is part of a larger
movement towards ecologically-sustainable healthcare.

Green dentistry is a whole - earth approach to tooth care that reduces the
environmental impact of dentistry and creates a caring environment for
patients. It is based on the model of four Rs Rethink, Reduce, Re-use and
Recycle.
Rastogi, V., Sharma, R., Yadaf., L., Satpute, P., Sharma, V. Green Dentistry, A Metamorphosis Towards an EcoFriendly Dentistry: A Short Communication.Journal of Clinical and Diagnostic Research. 2014. 8(7): 1-2

Green dentistry/ eco-dentistry merupakan praktik atau realisasi dalam


kedokteran gigi yang bertujuan mengurangi limbah dan polusi, menghemat
air, energi, dan biaya, dengan menggunakan berbagai inovasi. Penggunaan
bahan dan alat yang berlebihan dan tidak efektif dalam praktek klinis dapat
mencemari lingkungan dan berkontribusi dalam pemanasan global.

LANGKAH- LANGKAH GREEN


DENTISTRY

1.

Kurangi pemakaian energi : misalnya dengan menggunakan


lampu hemat energi, menggunakan lampu fluorescent daripada
halogen, menghindari penggunaan pendingin ruangan di tempat
praktik.

2.

Kurangi pemakaian air dan bahan/ alat yang disposible sekali


pakai (misalnya menggunakan disposibble patient bips, gelas
yang dapat didaur ulang)

3.

Pahami dan terapkan konsepgreen building : klinik/ RSGM yang


baru dibangun, menggunakan konsep ramah lingkungan yaitu
memaksimalkan ventilasi dan jendela untuk mengurangi
pemakaian pendingin ruangan dan pencahayaan cukup memadai.

4.

PenggunaanDigital X-Ray: Peralatan x-ray yang tradisional beralih


ke digital x-ray karena tidak membutuhkan film, tidak melalui
pemrosesannya dengan bahan kimia, membutuhkan energi listrik,
memperkecil radiasi pada pasien dan operator, data dapat diolah
secara komputerisasi.

5. Menggunakan tehnologi tepat guna untuk


mengelola limbah medis dan gunakan bahan
kedokteran gigi yang non-toksik untuk
mengurangi limbah berbahaya bagi lingkungan.
Beberapa cara untuk mengurangi toksik adalah
dengan mengurangi atau menghentikan penggunaan
bahan
berbahaya,
seperti
menyiapkan
alat
pembuangan yang aman bagi lingkungan dan
menggunakan bahan lain yang lebih aman digunakan.
Dixit, K., Dixit, KK, Kapoor, N. Eco-friendly Denntistry : A Reality. Journnal of
Dental Sciences and Oral Rehabilitation. 2013. 5-6

Limbah Praktik Dokter Gigi

Untuk menangani hal tersebut, di luar negeri diterapkan konsep Best


Management Practice in the Dental Office (BMP). Standar minimum BMP yang
direkomendasikan didasarkan pada dua konsep :
1.Dokter gigi harus berusaha menghasilkan limbah kedokteran gigi
seminimal mungkin dari kliniknya.
2.Limbah kedokteran gigi dikumpulkan, disimpan dan dikelola secara benar
(pembuangan limbah standar dan tehnik pengelolaannya)

Mengurangi penggunaan dan mendaur-ulang limbah


kedokteran gigi sebisa mungkin adalah pendekatan yang lebih
ditekankan karena akan mengurangi jumlah biaya yang
diperlukan. Jika daur ulang limbah kedokteran gigi sulit dilakukan,
maka
diperlukan
metode
pembuangan
limbah
buangan
kedokteran gigi sebagai bahan yang dianggap berbahaya.

Pemisahan Limbah
Berikut adalah metode pemisahan jenis limbah kedokteran gigi berdasarkan
warna container (color coding for waste disposal), yang diadopsi dari NHS
Scotland:

A. Limbah Risiko Rendah (Orange Stream Waste)


Untuk keperluan dental sehari-hari , kantung oranye ini meliputi
limbah berupa:
1.Dressings and Swabs;
2.Benda sekali pakai: sarung tangan, apron, masker, lap yang
terkontaminasi
3.Benda-benda lain yang berkontak dengan pasien (plastik untuk wrapping
DU, misalnya)

Semua limbah jenis ini sebaiknya dikelola dengan Heat


Disinfection System (HDS) atau dengan disinfeksi panas.
Plastik yang digunakan adalah yang berkode warna oranye
(orange stream bag).
Namun, untuk gelas pecah, cairan terkontaminasi dan darah
(termasuk kantung dan tube), masukan ke kontainer oranye yang
berbahan keras dan tidak mudah bocor (orange stream bin).

ORANGE STREAM WASTE

ORANGE STREAM BAG

ORANGE STREAM BIN

B. Limbah Risiko Tinggi (Yellow Stream Waste)


Untuk keperluan dental, kontainer ini akan banyak dipakai di
ranah bedah. Limbah yang termasuk golongan ini:
1.Bagian tubuh yang diambil seperti: gigi dengan tumpatan, TAPI
BUKAN tumpatan AMALGAM
2.Cairan farmasi seperti obat-obatan dan bahan anestesi
3.Benda tajam seperti matrix band, scalpel blade, jarum suntik sekali
pakai
4.Vial obat seperti cartridge dan ampul
5.Bagian metal terkontaminasi seperti instrument bedah yang
rusak/sekali pakai: bur dan file endodontic
6.Limbah yang sangat infeksius, seperti darah yang terinfeksi

Semua limbah tersebut diolah secara insinerasi atau


pembakaran. Persyaratan container : rigid, sukar dibuka, tidak
mudah bocor.

Yellow Stream Waste

C. Limbah Spesial (Red Stream Waste)


Digunakan untuk limbah yang tidak bisa di insinerasi dan
membutuhkan pemrosesan kembali oleh tenaga ahli, sehingga
nantinya bahan kimia yang ada dapat ditangani untuk
meminimalisasi kerusakan lingkungan.
Jenis limbah yang dibuang ke red stream bin :
1.Amalgam;
2.Kapsul amalgam
3.Gigi dengan tumpatan amalgam
4.Cairan x-ray individual
5.Cairan developer
6.Cairan fotokimia lainnya: fixer, air yang terkontaminasi
developer
7.Lead foils;
8.atau benda lain yang mengandung metal berat

Red Stream Waste

Penanganan Limbah
General Dental Service Waste Issues (Penanganan Limbah
Dental secara Umum)
Seluruh container limbah (kantung dan wadah/ bags and bins)
harus menunjukkan identitas lokasi untuk kantung limbah
ditandai dengan tag (label) identifikasi, sementara untuk
bins/wadah dengan label cetak yang disediakan.
Tipe limbah yang ditulis pada label identifikasi usahakan dalam mode
BOLD.
Kantung harus dibuang secara berkala, terutama jika nya sudah
penuh.
Jangan sampai limbah melebihi 4 kg.
Kantung harus diiikat dengan kencang dan diamankan.
Ada pula dokumentasi legal yang harus diisi sebelum dan saat
pengangkutan limbah dental.
Dokumen ini harus ditandatangani oleh orang yang ada di lokasi, yang
bertindak sebagai penghasil limbah atau producer of the waste.

General Household Waste (Limbah Rumah Tangga)


Saat ini juga diistilahkan sebagai mixed municipal waste, yakni
limbah yang tidak terkontaminasi, tidak berbahaya dan tidak
infeksius (bukan limbah klinis). Limbah ini ditempatkan pada
kantung hitam dan dapat diangkut oleh petugas kebersihan
pada umumnya.

TERIMA KASIH

alitaqwim@gmail.co
m