Anda di halaman 1dari 16

LIMFADENITIS TB

Defenisi
Limfadenitis TB merupakan peradangan
pada kelenjar limfe atau getah bening yang
disebabkan oleh M. tuberkulosis.
Scrofula (bahasa latin) : Pembengkakan
kelenjar.
Infeksi M. tuberkulosis pada kulit oleh
karena perluasan langsung tuberkulosis ke
kulit atau terpajan melalui kontak dengan
tuberkulosis disebut scrofuloderma.

LIMFADENITIS TB

Skrofuloderma

Menurut Sloan Kattering Memorial Cancer Center


Classification 5 daerah penyebaran kelenjar limfa:
1. Kelenjar yang terletak di segitiga sub-mental
dan submandibula.
2. Kelenjar yang terletak di 1/3 atas dan termasuk
kelenjar limfa jugular superior, kelenjar digastrik
dan kelenjar servikal posterior superior.
3. Kelenjar limfa jugularis diantara buficartio
karotis dan persilangan m.omohioid dengan
m.sternokleidomastoid dan batas posterior
m.sternokleiomastoid.
4. Grup kelenjar di daerah juguaris inferior dan
supraklavikula.
5. Kelenjar yang berada di segitiga posterior
servikal.

GEJALA KLINIS
- Demam ringan, penurunan berat badan
dan kelelahan, sering juga dengan
keringat malam.
- Terlihat pembesaran kelenjar getah
bening yang tidak nyeri (umumnya: di
servikalis posterior dan supraklavikular).

Jones dan Campbell mengklasifikasi


limfadenitis TB menjadi 5 stadium:
Stadium 1 : pembesaran kelenjar
berbatas tegas, mobile dan diskret.
Stadium 2 : pembesaran kelenjar yang
kenyal serta terfiksir ke jaringan sekitar
oleh karena adanya periadenitis.
Stadium 3 : perlunakan di bagian
tengah karena pembentukan abses.
Stadium 4 : pembentukan abses pada
leher
Stadium 5 : pembentuk saluran (sinus).

DIAGNOSIS
1. ANAMNESE.
2. PEMERIKSAAN FISIK

3. LABORATORIUM
-. FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy).
-. Pemeriksaan Sputum Sewaktu Pagi
Sewaktu
-. Cairan Pleura maupun cairan
serebrospinal.
4. FOTO THORAX
Lesi TB aktif :
. Bayangan berawan/nodular di segmen
apikal dan posterior lobus atas paru.
. Kavitas (seperti lubang).
5. TEST TUBERKULIN dengan cara Mantoux

DIAGNOSIS BANDING
Parotitis epidemika
Kanker nasofaring

Penatalaksanaan
A. Terapi Non Farmakologis
Pembedahan bukan pilihan terapi yang
utama.
Aspirasi biopsi
Biopsi eksisi
Indikasi pembedahan pada limfadenitis:
Pusat radang tuberkulosis sudah terdiri
dari pengejuan dan dikelilingi jaringan
fibrosa.

Terapi farmakologis
Regimen pengobatan yang digunakan
pada Limfadenitis TB: 2RHZE/4H3R3
Tahap intensif Rifamfisin, Isoniazid,
Pirazinamid dan Etambutol diberikan
setiap hari selama 2 bulan.
Tahap lanjutan yang terdiri dari
Rifamfisin dan Isoniazid diberikan tiga
kali dalam seminggu selama 4 bulan.

8. Komplikasi
Abses pada limfadenitis menunjukkan sinus
tuberkulosis telah tipis, kebiruan dan
mengandung cairan yang jika pecah
menimbulkan tukak yang disebut
skrofuloderma.
Sepsis
9. Prognosis
Tergantung pada keadaan sosial ekonomi
pasien, kebiasaan hidup sehat serta ketekunan
berobat. Bila diagnosa dapat ditegakkan pada
stadium dini maka prognosis baik

TERIMA KASIH