Anda di halaman 1dari 16

TUGAS 2 METODE

PENELITIAN
I GEDE AGUS KRISNHAWA PUTRA
1681511035
MAGISTER TEKNIK SIPIL UDAYANA
2016

Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf

Biodata

Lahir di Parepare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1936

Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan


Alwi Abdul Jalil Habibie (ahli pertanian dari etnis bugis) dan R.A. Tuti
Marini Puspowardjo (etnis jawa)

Riwayat pendidikan, pernah bersekolah di SMAK Dago

Sekolah di Teknik Mesin Universitas Indonesia Bandung (Institut


Teknologi Bandung) tahun 1954

Tahun 1955-1965 melanjutkan studi di Teknik Penerbangan, Spesialisasi


Konstruksi Pesawat Terbang, di RWTH Achen, Jerman Barat

Menerima gelar diplom ingenieur tahun 1960, gelar doctor ingenieur


tahun 1965 predikat summa cum laude

Menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, dengan
dua putra Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie

Pekerjaan dan Karir

Presiden Republik Indonesia (1998-1999)

Wakil Presiden Republik Indonesia (1998)

Vice President dan Direktur Teknologi MBB

Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur Pesawat Terbang MBB

Kepala Divisi Metode dan Teknologi Industri Pesawat Terbang Komersial dan Militer di MBB

Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara (1976-1998)

Menteri Riset dan Teknologi RI (1978-1998)

Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Direktur Utama PT. PAL Indonesia, Persero (1978-1998)

Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam (1978-1998)

Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan Keppres No. 40, 1980 (1980-1998)

Direktur Utama PT. Pindan, Persero (1983-1998)

Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis (1988-1998)

Ketua Badan Pengelola Industri Strategis (1989-1998)

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (1990-1998)

Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar (1993)

Publikasi

Proceedings of the International Symposium on Aeronautical Science and


Technology of Indonesia 1986

Presentasi pada Simposium DGLR di Baden-Baden, 11 13 Oktober 1971

Disertasi di RWTH Aachen, 1965

Sophisticated technologies: taking root in developing countries,


International journal of technology management, 1990

Einfuhrung in die finite Elementen Methode, Teil 1, Hamburger Flugzeugbau


GmbH, 1968

Detik-detik Yang Menentukan Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi,


2006

Habibie dan Ainun, The Habibie Center Mandiri, 2009

Karya dan Penghargaan

VTOL (Vertikal Take Off & Landing) Pesawat Angkut DO-31

Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130

Hansa Jet 320 (Pesawat Eksekutif)

Airbus A-300 (untuk 300 penumpang)

CN-235

N-250

Helikopter BO-105

Multi Roat Combat Aircraft (MRCA)

Beberapa proyek Rudal dan Satelit

Award von Karman dan Edward Warner Award

Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana

Masa Kecil (1936)

Habibie kecil adalah anak yang biasa


saja dan tidak ada hal yang terlalu
istimewa dari dirinya. Periang dan
optimis
serta
tidak
pernah
menyusahkan orang lain merupakan
ciri yang tepat untuk menggambarkan
seorang Habibie kecil. Saya orang
yang suka menyendiri. Jadi, tidak
ambil pusing. Saya tidak merasa lebih
pintar, tapi juga tidak merasa lebih
bodoh, tidak pernah merasa iri dan
juga tidak pernah mengganggu.Im
a sweet boy, not a problem maker
child,katanya.

Masa Remaja di Makassar dan


Bandung (1950)

Di SMA, B.J. Habibie mulai tampak


menonjol prestasinya, terutama dalam
pelajaran eksakta, seperti matematika,
mekanika dan lain-lain. Setelah
menyelesaikan pendidikannya di SMAK
Dago, B.J. Habibie melanjutkan
pendidikannya ke ITB. Selama menjadi
mahasiswa di ITB, beliau masih saja
banyak tertarik pada bidang pesawat
terbang, terlihat pada kegemaran dan
perhatiannya terhadap Aeromodeling.
Ia mempunyai model pesawat terbang
yang dibuat sendiri, dan selalu
diperagakan, tetapi model tersebut tak
pernah sempat disempurnakan.

Masa Pendidikan di Jerman (1962)

Melanjutkan studi magister dan doktor di


Jerman. Setelah kembali ke Indonesia,
beliau menikah dengan Hasri Ainun Besari,
teman masa SMA yang pernah ditaksir
sekaligus pernah dioloknya dengan
sebutan si hitam gula Jawa, pada tanggal
12 Mei 1962. Karena masa cutinya telah
habis, Habibie harus kembali ke Jerman
untuk bekerja dan melanjutkan masa
studinya untuk meraih gelar Doktor,
diusunglah Ainun bersamanya.

Masa Berkarya di Jerman


Pada tahun 1965 Habibie meraih gelar doktornya namun
tantangan kehidupan merantau di negeri orang masih terasa
karena penghasilan Habibie seorang diri pada saat itu tak
cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya. Pada
saat itu Habibie bekerja di MBB (Messerschmidt Bolkow
Blohm) salah satu industri pesawat terbang yang terkenal di
dunia. Sebelum bekerja di MBB, Habibie juga menapaki karier
sebagai Kepala Departemen Riset dan Penerbangan Analisis
struktur di HFB (Hamburger Flugzeugbau Bau) GmbH, milik
keluarga Blohm di Hamburg. Di MBB inilah jabatan sebagai
Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada Pesawat Komersial
dan Angkut Militer diembannya.

Kembali Ke Tanah Air (1974 dan1975)

Pada tahun 1974 Habibie kembali ke Indonesia. Sepulangnya ke


Indonesia, Pak Soeharto menugaskan Habibie sebagai Penasihat
Presiden Republik Indonesia memimpin Advanced Technology Division
Pertamina. Hal ini merupakan cikal bakal dari lahirnya BPPT (Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan IPTN (Industri Pesawat
Terbang Nusantara) kelak. Setelah itu, Habibie kemudian diangkat Pak
Soeharto menjadi Menteri Riset dan Teknologi.

Habibie tetap berjuang untuk membangun dan mengukuhkan industri


pesawat terbang di Indonesia. Pada tahun 1995, Indonesia membuktikan
kegagahannya dalam bidang teknologi peswat. Uji coba penerbangan N250/Gatotkoco sukses digelar. Kemudia setelah itu, Habibie dilantik
sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Reformasi terjadi,
kepemimpinan Presiden Soeharto dengan Orde Barunya tumbang. Hal
ini membuat Habibie secara resmi menjadi Presiden RI ketiga

Keberhasilan akan menjadi penggerak utama semangat berkarya. Sebaliknya, kegagalan akan
menurunkan. Namun kegagalan dapat memicu berfikir kreatif dan rinci, sehingga dapat merubah
kegagalan menjadi keberhasilan.
- Bacharudin Jusuf Habibie

Pribadi yang kreatif dan inovatif berpangkal pada berfikir positip dan rinci. Kualitas karya dan
kerja ditentukan oleh kualitas rinci!
- Bacharudin Jusuf Habibie

Produktivitas suatu bangsa ditentukan oleh sinergi positif dari nilai-nilai budaya dan agama serta
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
- Bacharudin Jusuf Habibie

Air yang mengalir dari sumber yang kotor dan beracun, tak dapat dibersihkan dan dijernihkan,
walau dengan berjuta ikhtiar. Kehidupan di sekitar akan mati dan tak dapat berkembang.
- Bacharudin Jusuf Habibie

Dimana engkau berada selalu


menjadi yang terbaik dan
berikan yang terbaik dari yang
bisa kita berikan.
- Bacharuddin Jusuf Habibie

TERIMA KASIH