Anda di halaman 1dari 28

Keseimbangan

asam basa
Oleh:
dr. Indah Prasetya Putri

STIKES TUANKU TAMBUSAI


S1 GIZI
25 April 2016

Materi ajar
1. Pengaturan Osmolaritas Cairan Ekstraseluler dan Konsentrasi Natrium
2. Integrasi Mekanisme Ginjal untuk Pengaturan Volume darah dan Cairan

Ekstraseluler dan Pengaturan Ginjal terhadap Kalsium, Fosfat dan


Magnesium
3. Pengaturan Keseimbangan Asam Basa

Cairan tubuh
Cairan tubuh = 60 % dari berat badan
Cairan tubuh dibagi menjadi :
1. Cairan intra sel
2. Cairan ekstrasel
Cairan interstisial
Cairan intravaskuler (plasma)

Cairan tubuh
Cairan tubuh = air + zat terlarut
Zat terlarut ada 2:
1. Elektrolit zat terlarut yang terurai
menjadi partikel yang bermuatan ; ;kation
(muatan +) dan anion (muatan -)
Di intra sel: kation utama K+ dan anion HPO4
Di ekstra sel : kation utama Na dan anion Cl, HCO 3

2. Non elektrolit zatterlarut yang tidak

terurai dan tidak bermuatan


contoh: glukosa, oksigen

Pengaturan Osmolaritas Cairan Ekstraseluler dan Konsentrasi Natrium

Osmolaritas ukuran konsentrasi partikel zat yang larut didalam


cairan
Kenapa yang diatur cairan ekstrasel?
Cairan ekstra sel adalah perantara antara lingkungan eksterna
dan intrasel
Kenapa harus osmolaritasnya?
Karena osmolaritas cairan ekstrasel(CES) mempengaruhi
volume CES yang akhirnya mempengaruhi volume sirkulasi
efektif dan tekanan darah

Pengaturan Osmolaritas Cairan Ekstraseluler dan Konsentrasi Natrium

2 sistem yang mengatur adalah


1.Vasopresin atau antidiuretik hormon

Pengeluaran vasopressin
diransang oleh:
Penurunan volume CES
Penurunan volume di atrium kiri
Penurunan tekanan darah
Angiotensinogen 2
Nyeri, trauma dan stres

2.Rasa haus

Efek vasopressin :
Peningkatan reabsorpsi air
Vasokontriksi

Kerja vasopressin

Kekurangan air

Volume
ekstraseluler
meningkat

Peningkatan
osmolaritas
ekstrasel

Air (H2O)yang
dieksresikan
menurun

Peningktaan
sekresi
vasopresin

Vasopresin
plasma
meningkat

Peniangkatan
reabsorpsi air

Permeabilitas
tubulus distal
dan pengumpul
meningkat
terhadap air

Osmolaritas cairan ekstrasel


Isotonik osmolaritas CES Dan CIS

sama
Hipotonik osmolaritas CES < CIS ;
konsentrasi zat terlarut CES
berlebihan
Hipertonik osmolaritas CES > CIS ;
konsentrasi zat terlarut CES kurang
Hipertonik mnyebabkan mengerutan
sel
Hipotonik menyebabkan edema sel

Integrasi Mekanisme Ginjal untuk Pengaturan


Volume darah dan Cairan Ekstraseluler dan
Pengaturan Ginjal terhadap Kalsium, Fosfat dan
Magnesium

Ginjal mengatur volume cairan ekstrasel


Melalui sistem renin angiotensin aldosteron

Pengaturan kalium, fosfat dan magnesium


1. Kalium
.Kalium direabsorpsi ditubulus proksimal dan disekresikan di tubulus distal dan pengumpul
.Reabsorpsi bersifat konstan sedangkan sekresi kalium dapat dikontrol
.Ekskresi kalium ditentukan oleh sekresinya
.Sekresi kalium terjadi bersamaan dengan reabsorpsi Na
.Faktor yang mempengaruhi sekresi Kalium
1. Aldosteron

Peningkatan konsentrasi K+ meransang sekresi aldosterone oleh korteks adrenal


2. Asam basa

Reabsorpsi Na diikuti dengan sekresi atau H + jika H+ meningkat maka H+ yang


disekresikan dan sekresi K+ akana berkurang

Pengaturan kalium, fosfat dan mgnesium


2. Fosfat
Fosfat dan kalsium dibawah kontrol hormon paratiroid
Peningkatan hormone paratiroid meningkatkan eksresi
fosfat

Pengaturan kalium, fosfat dan magnesium


3. Magnesium
asupan normal 250-300 mg/hari
Sebagian di absorpsi di gastrointestinal
Ginjal mengeksresikan magnesium yang di absorbsi
Eksresi magnesium melalui proses reabsorpsi tubulus
Tubulus proksimal mereabsorbsi 25 %, 65% di ansa henle
Peningkatan eksresi magnesium terjadi karena:
Peningkatan magnesium di CES
Peningktan volume CES
Peningkatan kalsium CES

Definisi asam dan basa


ASAM molekul yang melepaskan ion H+ (hidrogen) dalam
larutannya
Contoh : H2CO3 H+ + HCO3-

BASA ion atau molekul yang menerima ion H+ (hidrogen)


Contoh: HCO3- + H+ H2CO3

ALKALOSIS pengeluaran ion hidrogen yang berlebihan dari


cairan tubuh
ASIDOSIS penambahan ion hidrogen yang berlebihan

pH berbanding terbalik dengan konsentrasi H+


pH= log 1/ [H+]

pH rendah konsentrasi H+ tinggi


pH tinggi konsentrasi H+ rendah
Nilai normal :
pH : 7.35 7.45
PO2 : 75 100 mmHg
PCO2

: 35 45 mmHg

HCO3: 22 26 mEq/L

Sistem yang mengatur konsentrasi H+


Buffer atau dapar kimiawi dalam cairan tubuh
2. Pemindahan karbondioksida oleh paru-paru
3. Regulasi konsentrasi ion hidrogen oleh ginjal
1.

Jika terjadi perubahan konsentrasi H+, maka:


Lini pertama pertahanan sistem buffer
Lini kedua sistem pernapasan
Lini ketiga Ginjal bekerja lebih lambat tapi sistem yang paling
kuat karena dapat mngeluarkan kelebihan asam atau basa dari
tubuh

Sistem dapar kimiawi


1.
2.
3.

Sistem dapar asam karbonat-bikarbonat


Sistem dapar fosfat
Sistem dapar protein

Sistem dapar asam karbonat-bikarbonat


DAPAR zat yang dapat mengikat H+ secara reversible
H+ + HCO3-

rasio HCO3- : CO2 = 20:1


CO2 diatur paru
HCO3- diatur ginjal

H2CO3

CO2 + H2O

Sistem dapar fosfat


Terdiri dari garam fosfat asam (NaH2PO4) memberi H+

dam garam fosfat basa (Na2HPO4) menerima H+


Na2HPO4 + H+

NaH2PO4 + Na+

Sistem dapar protein


Sistem dapar terbesar dan terkuat
Dijumpai : Hb, plasma protein dan protein intraseluler.
Protein dalam Hb, plasma & intraseluler akan

mempertahankan derajat asam basa dengan


mempertahankan ion hidrogen & CO2 ketika berdifusi
melalui membran sel ke dalam sel.

Sistem pernapasan mengontrol [H+]


H+ + HCO3-

H2CO3

CO2 + H2O

Konsentrasi CO2 [H+] pH darah asidosis


Konsentrasi CO2 [H+] pH darah alkalosis
CO2 akan berdifusi ke alveoli paru-paru dan dikeluarkan
saat ekshalasi respiratory rate (RR) meningkat
RR CO2 dikeluarkan pH
RR CO2 tertahan pH

Ginjal mengontrol [H+] dan HCO31.Ekskresi [H+]


2.Ekskresi HCO33.Sekresi amoniak (NH3)

Sekresi ammonia bersama dengan H+


Tujuan: mencegah pH urin < 4,5

Asidosis = [H+] plasma


Ginjal Sekresi & ekskresi H+
Mereabsorbsi HCO3- &
menambah HCO3- ke
plasma

Alkalosis = [H+] plasma


Ginjal Sekresi & ekskresi H+
Ekskresi HCO3

Asidosis dan alkalosis

Asidosis respiratorik
Jumlah CO2 meningkat
Penyebab:
Penyakit paru
Gangguan saraf atau otot

pernapasan
Penekanan pusat pernapasan
oleh penyakit atau obat
Asidosis respiratorik

terkompensasi
Dapar: menyerap H+
Ekskresi H+
Mereabsorbsi HCO3- & menambah

HCO3- ke plasma

Alkalosis repiratorik
Pengeluaran CO2 terlalu banyak
Penyebab:
Demam
Cemas
Keracunan aspirin
Berada di ketinggian

Alkalosis respiratorik

terkompensasi
Dapar: membebaskan H+
Menahan H+
Ekskresi HCO3- meningkat

Asidosis metabolik
Penurunan HCO3- plasma
Penyebab:
Diare berat
Diabetes mellitus
Olahraga berlebihan
Asidosis uremia

Asidosis metabolik terkompensasi


Dapar: menyerap H+
Paru: mengeluarkan lebih banyak

CO2
Ginjal: eksresi H+ meningkat
Mereabsorbsi HCO3- & menambah
HCO3- ke plasma

Alkalosis metabolik
Peningkatan HCO3- plasma
Penyebab:
Muntah
Ingesti obat alkali

Alkalosis metabolik

terkompensasi
Dapar: membebaskan H+
Paru: mengeluarkan sedikit

CO2
Ginjal: eksresi H+ menurun
ekskresi HCO3- meningkat

Terima kasih