Anda di halaman 1dari 69

AKIBAT SEKS BEBAS

PEMICU 4
BLOK ETIKA, HUKUM KEDOKTERAN
DAN KEDOKTERAN FORENSIK
2016

Keracunan
Racun: bahan/zat yang dalam jumlah relatif
kecil bila masuk ke dalam tubuh akam
menimbulkan reaksi biokimia/patofisiologik
yang akan menyebabkan penyakit dan/atau
kematian.
Dipengaruhi dosis, cara pemberian, bentuk
fisik dan susunan kimia, kepekaan korban
Dapat terjadi secara:
Disengaja
Oleh orang lain pembunuhan
Oleh diri sendiri bunuh diri

Tidak disengaja/kebetulan/kecelakaan

Diagnosis Keracunan
Anamnesa (auto/allo)
Gejala khas yang muncul pada korban (lih.
tabel)
Ditemukannya barang bukti racun di TKP
Kematian mendadak tanpa penyebab jelas
Pemeriksaan toksikologi: ditemukannya
racun atau metabolitnya dalam jumlah
yang cukup di dalam tubuh korban
Penemuan khas saat autopsi (lih. tabel)

Kontak dengan racun: PO, parenteral, inhalasi,


perkutan, menimbulkan gejala:
Gejala

Racun

Penyakit

Sakit kepala

CO, CO2, alkohol,


narkotika basa

Depresi, meningitis,
tumor otak,
hipertensi, migraim

Muntah, pusing, sakit


perut

Garam logam berat,


racun makanan

Gastritis, enteritis,
uremia

Gangguan kesadaran
koma

Alkohol, hipnotika,
sedativa, CO

CVD, eklamsi/uremia

Miopia

Opium, morfin,
pilokarpin,
organofosfat

Penyakit SSP

Midriasis

Belladona, alkohol,
aconitin

Syok, koma

Delirium

Belladona, alkohol,
hashis, LSD

Penyakit jiwa, psikosa

Kejang-kejang

Strichnin, ergotamin,
garam ammonium

Uremia, eklamsi,
tetanus
Bronkopneumonia,

Kecurigaan keracunan saat autopsi:


PERUBAHAN
WARNA

Lebam
mayat

Warna kulit

Warna
saluran
cerna
(difus)

CURIGA

Sangat
pucat/hampir
tidak ada

Anemia, hemolisa IV, racun hemolitik

Merah terang

CO, CN

Kelabu-sianotik

Racun pembentuk Met-Hb

Kuning difus

Ikterus karena racun

Coklat difus

Hematinemia (keracunan sabun)

Kuning

Chrom, metasystox, der nitro KH


aromatik(dinitrobenzol, trinitrotoluol), as
sulfat

Korosif

As mineral, asetat, basa: garam perak,


sublimat, KMnO4

Warna khas pada


Keracunan zat pewarna
muntahan
Hijau

Pestisida mengandung arsen

Biru, violet,

Insektisida mengandung Hg, thalium/fluor,

BAU TERTENTU (isi lambung atau otak)


Aromatis

Alkohol, pelarut, ether, lysol, insektisida khas

Seperti
amandel

Nitrobenzol, HCN, sianida

Seperti
bawang

Senyawa fosfor, selen, telur

Pengambilan Sampel
Pada orang hidup
Secepatnya
Jenis dan jumlah tergantung dugaan racun dan cara
masuknya
Secara umum: seluruh urin, seluruh muntahan/bilas
lambung , 20-50cc darah
Curiga logam berat tambahkan rambut dan tinja
Dikemas terpisah tanpa pengawet, dimasukkan ke kotak
tertutup dan dilabel
Sertakan bahan temuan di TKP sbg pembanding
Dibuatkan berita acara dan keterangan klinik
Jika pengiriman butuh waktu lama daraf diawetkan
dengan NaF, urin dengan Na benzoat, dan organ dengan
alkohol absolut
Contoh pengawet disertakan sbg pembanding

Pengambilan Sampel
Pada orang mati
Seperti pada orang hidup
Sebagian jaringan organ:
Dugaan insektisida hati 100 g
Dugaan morfin seluruh empedu
Dugaan Na nitrit darah diencerkan 1:5 u/
pemeriksaan metHb

Disertakan hasil autopsi


Mayat dari kuburan
Organ tertentu dan isi lambung
Tanah di bawah lambung
Tanah sekitar makam sebagai pembanding

Bila jumlah zat tidak dapat ditentukan,


kematian karena racun dapat diduga dari:
Mati mendadak/mati tanpa sebab jelas
Anamnesis: kontak dengan zat yang dicurigai
Gejala sesuai dugaan racun
orang=-orang yang berhubungan dengan
obat/racun
Korban mati lebih dari 1 orang dengan gejala
sesuai
Tidak ada trauma, dugaan bunuh diri, dll

Negative False
Racun sudah dimetabolisme atau
diekskresi
Racun hilang/rusak karena
perubahan pasca mati
Tidak dapat ditentukan dengan
metode yang dipakai
Racun tidak ditemukan di dalam
sample
Dugaan racun yang salah sehingga
tidak tercakup dalam pemeriksaan

Pembunuhan Anak Sendiri


Pengertian pembunuhan harus membuktikan :
Lahir hidup
Kekerasan
Sebab kematian akibat
Pengertian BARU LAHIR harus ada penilaian :
Cukup bulan atau belum, dan berapa usia
kehamilan
Berapa usia pasca lahir
Layak hidup (viable) atau belum (non-viable)

11

Pengertian TAKUT DIKETAHUI diasosiasikan


Belum timbul kasih sayang di ibu kepada
anak
Belum tampak tanda-tanda perawatan
Anggapan ini ingin mengatakan bahwa
adanya perawatan menunjukan telah
timbul kasih sayang ibu kepada anaknya
sehingga dapat diartikan rasa takut
diketahui telah melahirkan hilang
Pengertian si-ibu membunuh anaknya sendiri
mengharuskan kita dapat membuktikan
apakah mayat anak yang diperiksa adalah
anak dari tersangka ibu yang diajukan
12

Pembunuhan anak
Dokter harus memberi kejelasan
mengenai :
Memang benar anak itu baru dilahirkan
atau tidak lama sesudah dilahirkan
Sebab kematian korban (anak), dikaitkan
dengan penentuan :
Anak yang lahir memang lahir hidup
Adanya hal-hal yang menyebabkan kematian
korban
13

Metode yang sering dipakai dalam


pembunuhan anak :
Pencekikan
Penyeratan
Pembekapan
Menyumpal mulut dengan benda

14

Pemeriksaan pada ibu ditujukan agar


penyidik mendapat kejelasan di
dalam hal :
Memang benar ibu tersebut baru
melahirkan (rahim yang masih besar,
keluarnya cairan kemerahan dari
vagina,dan tanda-tanda ibu masih masa
nifas)
Adanya barang bukti yang bisa dikaitkan
atau ada hubungan dengan barang bukti
yang didapat pada tubuh korban
15

Pemeriksaan bayi

Dari unsur pembunuhan anak sendiri diatas dapat


ditarik beberapa hal penting :
1. Pengertian pembunuhan mengharuskan kita untuk
membuktikan
a.
b.
c.

Lahir hidup
Kekerasan
Sebab kematian akibat kekerasan

2. Pengertian baru lahir mengharuskan penilaian atas :


a.
b.
c.

Cukup bulan atau belum, dan berapa usia kehamilannya


Berapa usia pasca lahirnya
Serta memberikan pula masukan tentang laik hidup (viable) atau tidak
nya anak tersebut.

3. Pengertian takut diketahui diasosiasikan


belum timbulnya rasa kasih sayang si-ibu
kepada anaknya yang diperlihatkan
dengan belum tampaknya tanda-tanda
perawatan.
4. Pengertian si ibu membunuh anaknya
sendiri harus membuktikan apakah mayat
anak yang diperiksa adalah anak
tersangka ibu yang diajukan

Lahir hidup atau lahir mati


Lahir hidup adalah bila setelah dilahirkan menunjukan
tanda-tanda kehidupan (reflex, denyut jantung/nadi dan
bernafas.
Lahir mati (still-birth) bila tidak menunjukan tanda
kehidupan pada waktu lahir.
Dead born bila kematian telah terjadi di dalam Rahim
(IUFD)

Tanda lahir hidup secara umum


Pada anamnesis saksi : pernah menangis
dan bernafas atau tidak.

Pada pemeriksaan mayat


anak
1.
2.
3.

Dada telah mengembang


Diafragma telah turun ke sela iga 4 5 atau 5 6
Tepi paru menumpul, berat 1/ 35 berat badan akibat padatnya vaskularisasi paru
(paru lahir mati 1/70 berat badan )
4. Gambaran paru-paru mozaik (bercak merah tidak homogen pada dasar merah
tua)
5. Derik udara paru (krepitasi), perabaan spons
6. Uji apung paru positif
7. Uji apung usus (Berslaus second life test) positif
8. Garis neonatal pada enamel yang anekuivokal
9. Saliva atau air susu dalam saluran cerna distal dari lambung
10. Histopatologik : Gambaran atelectasis dan emfisema yang bercampur karena
pengembangan paru yang tidak homogen dan perangai dindin alveoli septum
intercapsular yang khas. Adanya membrane hialin menunjukkan lahir hidup.

Lahir mati menunjukkan tanda-tanda


sebaliknya.
Bila kematian sudah cukup lama
didalam lahir (7-10 hari) tanda
tanda maserasi (kulit kemerahan,
kulit ari mudah terkelupas, sendisendi lunak sehingga hiperekstensi)
dsb.

UJI APUNG PARU


Arif Budijanto dkk, Pembunuhan Anak Sendiri, 1988

Hasil baik, bila belum ada pembusukan


Uji pengapungan mulai dilakukan pada alat
dalam leher (diikat dulu) dan alat dalam
dada
Berturut - turut diuji apung : kedua paru
dipisahkan dari trakea, tiap lobus paru, dan
kemudian dipotong kecil - tipis jaringan
perifer paru
Bila potongan kecil tipis mengapung
diletakan dalam karton lalu diinjak tanpa
diputar dan dimasukan kedalam air lagi.

UJI APUNG PARU

Volume residu hanya keluar bila alveoli rusak.


Tetap terapung berarti terdapat udara volume residu atau
dikatakan sebagai uji apung paru positif
o Positip berarti : pernah bernafas = lahir hidup
o Negatip berarti :
o Mungkin belum pernah bernafas = lahir mati
o sudah bernapas:
resorbsi pd asfiksia / apnoe lama
pneumonia lobari
Segera tenggelam pd kelahiran
pembusukan lanjut

Pemeriksaan Mikroskopis HARUS dilakukan untuk


menarik kesimpulan akhir dengan benar terutama bila
hasil negatif

Kekerasan dan sebab


kematian
asfiksia mekanik yaitu pencekikan, penjeratan,
pembekapan, dam penyumbatan (sering)
Pada kasus ini prosedur pemeriksaan yang
penting adalah pemeriksaan alat leher lapis
demi lapis.
Kekerasan menggunkan bahan lunak (bantal,
kain)
kekerasan tumpul pada kepala
kekerasan tajam pada leher atau dada

Bayi cukup bulan atau belum cukup


bulan
USIA KANDUNGAN > 36 MINGGU / aterm
Anak cukup bulan jika :
Berat badan > 2500 gram
Panjang Badan Kepala-Tumit > 48 cm
Lingkar kepala Oksipito-frontal > 34 cm
Diameter puting susu 7 mm
Terdapat pusat penulangan epifisis di distal femur dan proksimal
tibia (radiologi / pemeriksaan langsung pada tulang)
Diameter dada (antero-posterior) 8 cm 9 cm
Diameter perut (antero-posterior) 7 cm 8 cm
Lingkar dada
30 cm 33 cm
Lingkar perut
28 cm 30 cm

Lanugo tinggal sedikit


Kuku jari tangan sudah panjang melampaui jari, ujung
distalnya tegas dan relatif keras ( pd bayi yg matur)
Daun telinga telah cukup kaku
Daktilografi telah jelas
ALAT KELAMIN LUAR
Bayi laki laki matur : Testis sudah turun sempurna pd
dasar skrotum dan rugae pada kulit skrotum sudah
lengkap
Bayi perempuan matur : Labia minor sudah tertutup
dengan baik oleh labia mayor

CARA PRAKTIS MENENTUKAN USIA KEHAMILAN


Menggunakan Rumus Haase :
USIA KEHAMILAN 1 5 BULAN : Panjang tubuh = bulan kuadrat
USIA KEHAMILAN LEBIH 5 BULAN : Panjang tubuh = bulan X 5 cm
Contoh :

Anak dengan panjang tubuh 35 cm mempunyai


usia kehamilan adalah 35 : 5 = 7 bulan atau
dituliskan 28 minggu
Anak dengan panjang tubuh 16 cm mempunyai
usia kehamilan adalah akar dari 16 = 4 bulan
atau dituliskan 16 minggu

USIA PASCA LAHIR


1.

Udara dalam saluran pencernaan dapat diperkirakan :


a. di Lambung berati Baru Lahir, tapi blm tentu lahir hidup.
b. di Doudenum lebih dari 2 jam.
c. di Usus Halus 6 12 jam.
d. di Usus Besar 12 24 jam.
2. Bila mekonium telah keluar seluruhnya berati telah 24 jam
atau lebih.
3. Perubahan tali pusat:
a. Kemerahan di pangkal 36 jam
b. Kering 2-3 hari
c. Puput 6-8 hari bahkan sampai 20 hari
d. Bila sembuh 15 hari
e. Bila a/v umbilikalis menutup 2 hari
f. Pemeriksaan mikroskopis pangkal tali pusat dgn
interpretasi speti pada proses penyembuhan luka

4. Duktus arteriosus menutup : 3-4


minggu
5. Duktus venosus menutup : > 4
minggu
6. SDM berinti hilang : > 24 jam

Laik hidup atau non- viable


BB < 1000 g atau immature
Adanya kelainan kongenital yg fatal

TANDA TANDA
PERAWATAN
1. Tali pusat terpotong rata dan diikat ujungnya,
diberi antiseptik dan verban (bisa hilang sblm
diperiksa).
2. Jalan nafas bebas.
3. Vernix kaseosa tidak ada lagi.
4. Berpakaian.
5. Air susu di dalam saluran cerna.
Ditemukan tanda no 1 saja diatas sudah cukup
membuktikan adanya tanda perawatan, melihat
ciri mediknya bila hal tersebut ada, maka
bukan lagi termasuk pembunuhan anak sendiri

HUBUNGAN
IBU DENGAN ANAK
UPAYA PEMBUKTIAN SEORANG
TERSANGKA IBU SEBAGAI IBU DARI
ANAK YANG KITA PERIKSA ADALAH
SUATU HAL YANG PALING SUKAR
Ada beberapa cara dapat kita
gunakan
1. Mencocokan waktu partus ibu dan
waktu lahir anak
2. Mencari data antrophologi yang
khas pada ibu dan anak
3. Memeriksa golongan darah ibu
dan anak
4. Sidik jari DNA

Mayat Bayi
Bayi hasil aborsi
Bayi korban pembunuhan anak
sendiri
Bayi korban pembunuhan
Bayi korban penganiayaan
Bayi lahir mati, dibuang
Penelantaran anak yang baru lahir
34

KUHP tentang pembunuhan anak sendiri mengatur hal-hal


tersebut sebagai berikut:
Pasal 341 : Seorang ibu karena takut akan ketahuan
melahirkan anak pada saat anak dilahirkan atau tidak lama
kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya,
diancam karena membunuh anak sendiri, dengan pidana
penjara paling lama 7 tahun.
Pasal 342 : Seorang ibu yang untuk melaksanakan niat yang
ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa ia akan
melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama
kemudian merampas nyawa anaknya, diancam karena
melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana,
dengan pidana penjara paling lama 9 tahun.
Pasal 343 : Kejahatan yang diterangkan dalam pasai 34l dan
342 dipandang bagi orang lain yang turut serta melakukan
sebagi pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana.

3 FAKTOR PENTING
IBU
Hanya ibu kandung yang dapat dihukum
Tidak dipersoalkan apakah dia kawin atau tidak
Orang lain yang melakukan atau turut
membunuh anak tersebut dihukum karena
pembunuhan atau pembunuhan berencana
dengan hukuman yang lebih berat
Pasal 388 tanpa rencana penjara 15 tahun
Pasal 339 dan 340 dengan rencana penjara 20
tahun, seumur hidup/hukuman mati

WAKTU
Pada saat dilahirkan atau tidak lama
kemudian
Dianggap pada saat belom timbul rasa kasih
sayang seorang ibu terhadap anaknnya

PSIKIS
Karena terdorong oleh rasa ketakutan akan
diketahui orang telah melahirkan anak itu
Biasannya anak dari hubungan yang tidak
sah

Bila ditemukan mayat bayi di tempat


yang tidak semestinya
Misalnnya tempat sampah, got, sungai
dan sebagainya
Maka bayi tersebut mungkin adalah :
Korban pembunuhan anak sendiri ( pasal
341, 342)
Pembunuhan ( pasal 338, 339, 340, 343 )
Lahir mati kemudian dibuang ( pasal 181 )
Bayi yang ditelantarkan sampai mati
( pasal 308 )

Pasal 181 : Barang siapa mengubur, menyembunyikan, membawa


lari atau menghilangkan mayat dengan maksud menyembunyikan
kematian atau kelahirannya, diancam dengan pidana penjara
selama 9 bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima
ratus rupiah
Pasal 308 : Jika seorang ibu karena takut akan diketahui orang
tentang kelahiran anaknya, tidak lama sesudah melahirkan,
menempatkan anaknya untuk ditemukan atau meninggalkannya
dengan maksud untuk melepaskan diri dari padanya, maka
maksimum pidana tersebut dalam pasal 305 dan 306 dikurangi
separuh.
Pasal 305 : barang siapa menempatkan anak yang umurnya belum
tujuh tahun untuk ditemukan atau meninggalkan anak itu dengan
maksud untuk melepaskan diri daripadanya, diancam dengan
pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan
Pasal 306 :
(1) Jika salah satu perbuatan berdasarkan pasal 304 dan 305 itu
mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana
penjara paling lama 7 tahun 6 bulan
(2) Jika mengakibatkan kematian, pindana penjara paling lama 9 tahun

Lahir hidup / mati


Kalau bayi lahir mati : ibu tidak dapat
dikenai tuntutan hanya
penyembunyian / kematian
seseorang

Pengguguran Kandungan
Menghentikan kehamilan atau
mematikanjanin sebelum waktu kelahiran,
tanpa melihat usia kandungannya.
Kedokteran : berhentinya kehamilan
sebelum usia kehamilan 20 minggu
Menurut kedokteran:
Abortus spontan
Abortus provokatus :
Abortus provokatus terapeutikus
Abortus provokatus kriminalis menurut HUKUM

Mengenali Tindakan Abortus


Provokatus
Kekerasan mekanik lokal
Dari luar
Dari dalam

Obat/zat tertentu

Pemeriksaan korban abortus


Korban hidup tanda kehamilan (perubahan
pada payudara, pigmentasi, hormonal,
mikroskopik, dsb), perlu bukti adanya usaha
penghentian kehamilan
Pemeriksaan toksikologik mengetahui adanya
obat/zat yang dapat mengakibatkan abortus
Pemeriksaan terhadap hasil usaha penghentian
kehamilan
Korban mati pemeriksaan luar, pembedahan
jenazah, pemeriksaan toksikologik dan
pemeriksaan mikroskopik

Pemeriksaan toksikologik bila trdapat cairan dalam rongga


perut, atau kecurigaan lain
Uterus apakah ada pembesaran, krepitasi, luka atau
perforasi
Tes emboli udara pada vena cava inferior dan jantung
Periksa alat-alat genitalia interna apakah pucat, mengalami
kongesti atau memar
Urin tes kehamilan/toksikologik
Pemeriksaan organ lain seperti biasa
Pemeriksaan mikroskopik adanya sel trofoblas yang
merupakan tanda kehamilan, kerusakan jaringan merupakan
jejas/tanda usaha penghentian kehamilan. Sel radang PMN
tnda intravitalitas
Umur janin/usia kehamilan

Kekerasan Mekanik Lokal


Dari Luar
Gerakan fisik
berlebihan,
Jatuh,
Pemijatan/pengurutan
perut bagian bawah,
Kekerasan langsung
pada perut atau
uterus,
Pengaliran listrik pada
uterus

Dari dalam
Penyemprotan air sabun/air
panas pada porsio
Aplikasi asam arsenik,
kalium permanganat pekat,
iodium tinktur
Pemasangan laminaria stift
atau kateter ke dalam
serviks
Manipulasi serviks dg jari
Pemecahan selaput amnion

Obat/zat Tertentu
Bahan tumbuhan yg mengandung minyak eter tnt yg
merangsang saluran cerna hingga tjd kolik abdomen,
Jamu perangsang kontraksi uterus
Hormon wanita yg merangsang kontraksi uterus mll
hiperemi mukosa uterus
Jamu peluntur, nenas muda, bubur bers dicampur dg
lada hitam
Garam logam berat, laksans, strichin, prostigmin,
pilokarpin, dikumarol, kina,dll
Kina/menolisin + ekstrak hipofisis sangat efektif

Komplikasi
Perdarahan
Syok akibat refleks vasovagal atau nerogenik kematian
yg mendadak
Emboli udara pd teknik penyemprotan cairan ke dalam
uterus
Jumlah 70-100ml mematikan dg segera
Inhibisi vagus tindakan abortus tanpa anestesi.
Akbat alat atau suntikan secara mendadak dg cairan yg
terlalu panas/dingin
Keracunan obat/zat abortivum Met-Hb, px histologik dan
toksikologik
Infeksi dan sepsis
Lain2 : tersengat arus listrik

Pemeriksaan Korban
Abortus
Tanda Kehamilan : perubahan pd payudara,
pigmentasi, hormonal, mikroskopik dsb
Usaha penghentian kehamilan : tanda kekerasan
pd genitalia interna/eksterna, daerah perut bgn
bawah
Pemeriksaan toksikologik
Pemeriksaan thd hasil usaha penghentian
kehamilan
Pemeriksaan mikroskopik thd sisa2 jaringan; sel
trofoblas; PMN
Pembedahan jenazah

Hukum yang Mengancam


KUHP ps 346
Wanita yang sengaja mengugurkan kandungannya
atau menyuruh orang lain melakukannya (max 4 thn)
KUHP ps 347
Seseorang yang mengugurkan kandungan wanita
tanpa seizinya (max 12 thn, bila wanita tsb mati
max 15 thn)
KUHP ps 348
Seseorang yang mengugurkan kandungan wanita
dengan izin wanita tsb (max 5 thn 6 bln, bila wanita
tsb meninggal max 7 thn)
KUHP ps 349
Dokter, bidan atau juru obat yang melakukan
kejahatan diatas (+1/3 dan pencabutan hak
pekerjaanny)

KUHP ps 283
Barangsiapa mempertunjukkan alat/cara
menggugurkan kandungan kepada anak di
bawah usia 17thn/di bawah umur (max 9 bln)
KUHP ps 299
Barangsiapa menganjurkan/ merawat/
memberi obat kepada seorang wanita dengan
memberi harapan agar gugur kandungannya
(max 4 thn)
KUHP ps 535
Barangsiapa mempertunjukkan secara
terbuka alat/cara menggugurkan kandungan
(max 3 bln)

Pasal 15 UU No 23 Tahun 1992


Tentang Kesehatan
dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk
menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya,
dapat dilakukan tindakan medis tertentu.
Syarat2:
Berdasarkan indikasi medis
o/ tenaga kesehatan
Pertimbangan tim ahli
Persetujuan si wanita hamil dan/atau
suaminya/keluarganya
Pada sarana kesehatan

Bagi pelanggarnya ps 80 : max penjara 15


tahun, denda max 500 juta rupiah

Abortus Provokatus sebagai Crime


Without Victim
Kejahatan yang memang tidak ada
korbannya atau pelaku kejahatan
juga merupakan korbannya.

Abortus Provokatus sebagai


Ungkapan
Pro Life

Pro Choice

Menghormati
kehidupan sejak
terjadinya konsepsi
Aborsi pembunuhan
Titik konsepsi

Janin bukanlah
manusia sebelum ia
dilahirkan
Wanita mempunyai
hak untuk melakukan
apa saja yang ia mau
terhadap tubuhnya.
Titik kelahiran

Kendala Penanggulangan
Faktor Victimless
Tidak ada yg merasa sbg korban tdk ada pelapor

Faktor Ekonomi
Peluang bisnis, profitable

Faktor Profesi
Pelaku aborsi pro-choice berkoordinasi dan
saling membantu

Faktor Masyarakat
Tidak turut campur
Masyarakat modern cenderung membutuhkan
aborsi

Peran Dokter Dalam Proses


Peradilan
Memastikan sebab, cara, dan waktu
kematian pada peristiwa kematian
tidak wajar pada pembunuhan,
bunuh diri, kecelakaan atau kematian
yang mencurigakan

Keterangan Ahli
Pasal 1 butir 28 KUHAP : Keterangan
ahli adalah keterangan yang
diberikan oleh seorang yang memiliki
keahlian khusus tentang hal yang
diperlukan untuk membuat terang
suatu perkara pidana guna
kepentingan pemeriksaan
Pasal 184 KUHAP : Akan dijadikan
alat bukti yang sah di depan sidang
pengadilan

Keterangan Ahli
Pihak yang berwenang meminta
KUHAP Pasal 133 ayat (1) : penyidik
KUHAP Pasal 11 : penyidik pembantu

Kategori penyidik
KUHAP Pasal 6 ayat (1) jo PP 27 tahun 1983 Pasal 2
Pejabat Polisi Negara RI yang diberi wewenang khusus oleh UU,
pangkat paling rendah Pembantu Letnan Dua. Penyidik
pembantu pangkat paling rendah Sersan Dua.

Jika pegawai negri, penyidik pangkat paling rendah golongan


II/b. Penyidik pembantu II/a.
Bila di suatu Kepolisian Sektor tidak ada pejabat penyidik
seperti diatas, Kapolsek berpangkat bintara dibawah Pembantu
Letnan Dua dikategorikan sebagai penyidik karena jabatannya

Keterangan Ahli
Kategori penyidik
Surat Keputusan Pangab No :
Kep/04/P/II/1983 tentang
Penyelenggaraan Fungsi Kepolisian
Militer
Pasal 4 huruf c : Polisi militer sebagai
penyidik
Pasal 6 ayat c : Provoost dalam membantu
Komandan/Ankum dalam penyidikan perkara
pidana, tetapi penyelesaian selanjutnya
diserahkan kepada POM atau POLRI

Keterangan Ahli
(Prosedur Permintaan Keterangan Ahli)
Permintaan oleh penyidik secara tertulis (KUHAP Pasal 133
ayat (2) terutama untuk korban mati)

Ditujukan kepada instansi kesehatan atau instantsi khusus,


bukan individu dokter yang bekerja dalam instansi itu

Jenasah harus diperlakukan


baik, diberi label identitas,
penyidik wajib memberitahu
keluarga pemeriksaan yang
akan dilakukan

Korban yang masih hidup


sebaiknya diantar petugas
kepolisian guna kepastian
identitas

Peranan dokter dalam pembuktian


perkara pidana
Dokter sebagai pembuat Visum et
Repertum
Dokter sebagai saksi ahli

Dokter sebagai pembuat Visum et


Repertum
Permintaan bantuan dokter sebagai ahli dapat diajukan
pada tingkat
Penyidikan
Penyidikan tambahan
Sidang pengadilan

Yang berhak meminta bantuan dokter sebagai ahli


Penyidik
Polisi negara yang sekurang-kurangnya berpangkat Pembantu
Letnan Dua yang ditunjuk oleh pejabat kepolisian yang berwenang
Komandan sektor kepolisian yang berpangkat bintara dibawah
Pembantu Letnan Dua, dalam hal ini di suatu sektor kepolisian tidak
ada polisis yang berpangkat Pembantu Letnan Dua
Dalam hal tindak pidana khusus maka penyidik itu adalah jaksa

Hakim

Dokter sebagai pembuat Visum et


Repertum
Sebelum dokter datang ke TKP maka ada beberapa hal yang
perlu dicatat
Siapa yang meminta datang ke TKP dan bagaimana permintaan
tersebut sampai ke tangan dokter, dimana TKP serta saat permintaan
itu diajukan
Dokter haruslah meminya informasi secara global tentang kasusnya,
dengan demikian dokter dapat membuat persiapan seperlunya
Dokter wajib selalu mengingat motto to touch as little as possible and
to displace nothing.. ( ia tidak boleh menambah ataupun mengurangi
benda-benda yang ada di TKP tersebut )
Di TKP dokter harus membuat foto dan sketsa yang mana harus
disimpan dengan baik oleh karena ada kemungkinan ia akan diajukan
sebagai saksi di pengadilan
Pembuatan foto atau sketsa itu harus memenuhi standar sehingga
kedua belah pihak yaitu dokter dan penyidik tidak akan memberikan
penafsiran yang berbeda atas objek yang sama

Dokter sebagai pembuat Visum et


Repertum
Dokter yang dapat dimintai bantuannya
Dari segi yuridis, setiap dokter adalah ahli, baik dokter itu ahli ilmu
kedokteran kehakiman ataupun bukan, oleh sebab itu setiap dokter dapat
dimintai bantuannya untuk membantu membuat terang perkara pidana
oleh pihak yang berwenang
Akan tetapi supaya dapat diperoleh suatu bantuan yang maksimal,
permintaan bantuan itu perlu diajukan pada dokter yang memiliki keahlian
yang sesuai dengan objek yang akan diperiksa

Keterangan dokter sebagai ahli dapat disampaikan melalui 2 cara:


Secara tertulis
jika keterangan tertulis ini dibuat dengan sumpah atau dengan mengingat
sumpah maka keterangan itu nanti disidang pengadilan dapat berlaku
sebagai alat bukti yang sah (alat bukti surat) tanpa perlu kehadiran dokter
kesidang pengadilan
Secara lisan
Keterangan lisan tidak dapat berlaku sebagai alat bukti yang sah tanpa
menghadirkan dokter pada sidang pengadilan

Dokter sebagai saksi ahli


Dokter sebagai saksi ahli memberikan keterangan
mengenai
Teori / hipotesa
disini dokter hanya dimintai keterangannya tentang
teori/hipotesa sehubungan dengan adanya suatu
masalah yang dapat dibuat lebih jelas melalui
teori/hipotesa
Suatu objek terdakwa atau korban (hidup/mati)
dalam hal ini, kepada dokter di sodorkan suatu objek
untuk diperiksa kemudian melalui berbagai cara yang
dibolehkan menurut KUHAP, hasil pemeriksaan itu
(berupa analisa dan kesimpulan) disampaikan kepada
pihak peminta

Dokter Sebagai Saksi Ahli


Kewajiban dokter sebagai saksi ahli
Wajib memberikan keterangan ahli apabila diminta
Pasal 179 ayat 1 KUHAP setiap orang yang diminta
pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau
dokter atau lainnya wajib memberikan keterangan ahli
demi keadilan
Pasal 120 KUHAP:
Dalam hal penyidik menganggap perlu ia dapat minta pendapat
orang ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus
Ahli tersebut mengangkat sumpah atau mengucapkan janji
bahwa ia akan memberi keterangan menurut pengetahuannya
yang sebaik-baiknya atau jabatannya yang mewajibkan ia
menyimpan rahasia dapat menolak untuk memberikan
keterangan yang diminta

Dokter Sebagai Saksi Ahli


Kewajiban dokter sebagai saksi ahli
Wajib memberikan keterangan ahli apabila diminta
Kalau melanggar pasal 224 KUHP:
Barang siapa yang dipanggil sebagai saksi, ahli atau juru bahasa
menurut undang-undang dengan sengaja tidak memenuhi
kewajibannya berdasarkan undang-undang yang harus dipenuhinya
diancam:
Dalam perkara pidana, dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan
Dalam perkara lain dengan pidana penjara paling lama enam bulan

Wajib mengucapkan sumpah atau janji pada tingkat


pemeriksaan di sidang pengadilan, dokter wajib
mengucapkan sumpah atau janji sebagai ahli sebelum ia
memberikan keterangan dan juga sesudah memberikan
keterangannya apabila dipandang perlu oleh hakim

Sanksi Hukum Bila Menolak


Pasal 216 KUHP : Barangsiapa dgn sengaja tdk menuruti
perintah/permintaan yg dilakukan menurut UU oleh
pejabat yg tgs nya mengawasi sesuatu, atau oleh
pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yg diberi
kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana;
demikian pula barangsiapa sengaja mencegah,
menghalangi, menggagalkan guna menjalankan
ketentuan diancam dgn pidana penjara plg lama 4 bln 2
mgg atau denda plg byk Rp. 9.000,00
Pasal 222 KUHP : Barangsiapa sengaja mencegah,
menghalangi atau menggagalkan pemeriksaan mayat
utk pengadilan, diancam dgn pidana penjara plg lama 9
bln pidana denda plg byk Rp. 4.500,00

Alasan Sah Tidak Menjadi Saksi Ahli


Pasal 168 KUHAP
Keluarga sedarah atau semenda dalam garis
lurus keatas atau kebawah sampai derajat
ketiga dari terdakwa atau yang bersama-sama
sebagai terdakwa
Saudara dari terdakwa atau yang bersama-sama
sebagai terdakwa, saudara ibu atau bapak, juga
mereka yang mempunyai hubungan karena
perkawinan dan anak-anak saudara terdakwa
sampai derajat ketiga
Suami atau istri terdakwa meskipun sudah bercerai
atau yang bersama-sama sebagai terdakwa

Kendala yang Dihadapi Dokter


Dalam Membantu Pembuktian
Perkara Pidana

Keterbatan fasilitas
Kurangnya koordinasi antara
penyidik dan dokter
Keberatan dari pihak keluarga korban
Identifikasi pada korban yang tidak
dikenal