Anda di halaman 1dari 44

KOMPONEN-KOMPONEN AIR

CONDITIONING
Presented By:
Bayou tirta you one son (33211301029)

Program studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


POLITEKNIK NEGERI MADURA
2016

Cara Kerja AC

JenisJenis Kompresor
Kompresor Torak (Reciprocating
Compressor)
Kompresor adalah power unit dari sistem sebuah
AC. Ketika AC dijalankan, kompresor mengubah
fluida kerja/refrigent berupa gas dari yang
bertekanan rendah menjadi gas yang bertekanan
tinggi. Gas bertekanan tinggi kemudian diteruskan
menuju kondensor.

Kondensor
Kondensor adalah sebuah alat yang digunakan untuk
mengubah/mendinginkan gas yang bertekanan tinggi
berubah menjadi cairan yang bertekanan tinggi. Cairan
lalu dialirkan ke orifice tube.

Receiver/Dryer
Fungsinya adalah untuk menyaring refrigeran dari
kotoran yang dapat menghambat sirkulasi ac mobil.
Komponen pada receiver/dryer yang bertugas
untuk menyaring kotoran adalah filter.

Katup Ekspansi
Bekerjanya katup ekspansi diatur sedemikian rupa
agar membuka dan menutupnya katup sesuai
dengan temperatur evaporatur atau tekanan di
dalam sistem.

Evaporator
refrigent menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan
pendingin dan kipas evaporator meniupkan udara dingin ke
dalam ruangan. Refrigent dalam evaporator mulai berubah
kembali menjadi uap bertekanan rendah, tapi masih
mengandung sedikit cairan. Campuran refrigent kemudian
masuk ke akumulator / pengering. Ini juga dapat berlaku
seperti mulut/orifice kedua bagi cairan yang berubah menjadi
uap bertekanan rendah yang murni, sebelum melalui
kompresor untuk memperoleh tekanan dan beredar dalam
sistem lagi. Biasanya, evaporator dipasangi silikon yang
berfungsi untuk menyerap kelembapan dari refrigent.

Refrigerant
Refrigeration(pendinginan) adalah proses membuang
panas dari suatu zat agar menjadi dingin.

RUMUS
1. Mencari tekanan absolute kondensasi-nya:
Absolute pc = rasio kompresi x absolute evaporating
pressure
2. COP Carnot, COP aktual, dan efisiensi refrigerasi dari
sistem:
COP Carnot = absolute evaporating temp. / (absolute
condensing temp. absolute evaporating temp.)
COP actual = h1 h4 / h2 h1
Effisiensi refrigerasi = COP aktual / COP Carnot
3. Laju refrigerant dalam system
Laju refrigerant dalam system = Kapasitas Pendinginan /
Effect refrigerasi
4. Kerja yang dilakukan oleh Kompresor
kerja kompresor = laju refrigerant x (h2 h1)

PH DIAGRAM

PSYCOMETRI CHART
Psikrometrik
adalah
bidang
yang
mempelajari tentang bagaimana menentukan
sifat-sifat fisis dan termodinamika suatu gas
yang didalamnya terdapat campuran antara
gas-uap. Sebagai contoh adalah menentukan
sifat-sifat dari campuran udara dan uap air.
Adapun sifat-sifat tersebut anatara lain: Dry
Bulb Temperature, Wet Bulb Temperature,
Dew Point, Relative Humidity, Humidity Ratio,
Enthalpy, Volume Spesific.

PSYCOMETRI CHART

PRYCOMETRI CHART

Siklus Refrigerasi dalam Diagram


P-h

Untuk melihat besaran-besaran seperti tekanan, suhu,


enthalpy dalam siklus refrigerasi biasanya digunakan
diagram P-h refrigeran tertentu. Ada banyak jenis
refrigeran, setiap refrigeran memiliki diagram P-h yang
berbeda-beda. Refrigeran yang biasa di pasaran antara
lain R22, R134a, R12, dan lain-lain. Beberapa jenis
refrigeran sudah tidak dijual karena alasan merusak
lingkungan. Walaupun refrigeran memiliki diagram P-h
yang berbeda-beda, namun pola siklus refrigerasinya
sama dan dengan cara yang sama pula dapat diketehui
dan analisis besaran-besaran tersebut.
Siklus refrigerasi dapat dapat digambarkan dalam
diagram P-h seperti pada gambar.

ABSORBER NH3 AC
Pada sistem pendingin kompresi uap digunakan
kompresor, sedangkan pada sistem pendingin absorbsi
digunakan absorber dan generator.Uap bertekanan
rendah diserap di absorber, tekanan ditingkatkan
dengan pompa dan pemberian panas di generator
sehingga absorber dan generator dapat
menggantikan fungsi kompresor secara mutlak.
Untuk melakukan proses kompresi tersebut, sistem
pendingin kompresi uap memerlukan masukan kerja
mekanik sedangkan sistem pendingin absorbsi
memerlukan masukan energi panas. Oleh sebab itu,
siklus kompresi uap sering disebut sebagai siklus yang
digerakkan dengan kerja (work-operated) dan siklus
absorbsi disebut sebagai siklus yang digerakkan dengan
panas (heat operated). Gambar 1 menunjukkan
persamaan dan perbedaan antara siklus kompresi uap
dengan siklus absorbsi.

Salah satu keunggulan sistim absorbsiadalah karena


menggunakan panas sebagai energi penggerak. Panas
sering disebut sebagai energi tingkat rendah(low level
energy) karena panas merupakan hasil akhir dari
perubahan energi dan sering kali tidak didaur ulang.
Pemberian panas dapat dilakukan dengan berbagai cara,
seperti menggunakan kolektor surya, biomassa, limbah,
atau dengan boiler yang menggunakan energi komersial.

Sistim Kerja AC Alat


Berat Pada Umumnya

1.
Compressor
Fungsi :
1. Mensirkulasikan refrigerant
seluruh sistim refrigerant
2. ke
Mengkompresikan
bertekanan
rendah menjadi
bertekanan tinggi dan
bertemperatur tinggi

Compressor SandenCompressor Nippondens


discharge

suction

discharge

Plug
pengisian

suction

Compressor Sanden

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Rotating cam
Piston rod plate
Piston rod
Piston
Discharge valve
Section valve
Safety valve
Outlet
connection
Inlet connection
Oil plug

Compressor
Operation

2.
Condenser

Fungsi :
Bersama-sama dengan fan
mengubah refrigeran berbentuk
gas bertekanan tinggi menjadi
refrigerant berbentuk cair
bertekanan tinggi dengan cara
mendinginkan refrigerant
tersebut.

Condenser Operation

3. Receiver
Dryer
Fungsi :

1. Menyimpan cairan refrigeran


sementara
2. Menyaring kotoran yang ikut
bersama refrigeran
3. Menyerap uap air
4. Melihat jumlah refrigeran

Receiver Dryer
1.Receiver tube
2.Receiver Body
3.Sight glass
4.Dryer
5.Silica gel
6.Strainer
7.Liquid
refrigerant

4. Expansion
Valve
Fungsi :
1. Mengubah refrigerant
berbentuk cair

bertekanan dan bersuhu tinggi


menjadijumlah refrigerant
refrigerant yang
2. Mengatur
berbentuk
kabut atau uap
di uapkan
di evaporator
bertekanan dan bersuhu
rendah.

Expansion Valve Operation


1.Valve
2.Diaphragm
chamber
3.Capillary
tube
4.Diaphragm
5.Push rod
6.Pressure
spring
7.Adjusting
screw
8.Heat

Expansion Valve
Operation

Expansion Valve
Operation
Tube
Diaphragm

Pin

Inlet

Internal
Equalizing
Passage

Orifice
Seat
Super heater
Spring

Thermal Bulb

Outlet

Internal Equalized

5.
Evaporator
Fungsi :

mpat atau bejana penguapan dari refrige


n pelepasan panas dari udara semburan
wer yang melewati kisi-kisi evaporator

Equipment dan Tools Service


Equipment Daur
Ulang

1. Equipment Daur
Ulang digunakan
untuk mendaur
ulang penggunaan
kembali refrigeran.
2. Memisahkan oli
dari refrigeran

Equipment dan Tools Service


Tabung
Refrigeran
Tabung
Refrigeran
digunakan untuk
menyimpan
refrigeran baik
fasa gas dan cair

Equipment dan Tools Service


Vacum Pump
Vacum Pump
digunakan
untuk
mengeluarkan
refrigeran,
udara dan uap
air dari sistem
( memvacum
sistem )

Equipment dan Tools Service


Leak
Detector
Leak detector
digunakan untuk
mendeteksi
adanya
kebocoran
refrigeran
didalam sistem
AC

Equipment dan Tools


Service
Gauge Manifold

Equipment dan Tools


ServiceGauge Manifold
Low Side Pressure Gauge

Low Side Hand valve

Low Side Internal Passage

High Side Pressure Gauge

Center Internal
Passage

High Side Hand valve

High Side Internal Passage

Low Side Service Connector


High Side Service Connector
Center Service Connector

Pemasangan Gauge Set


Manifold
1. Hose merah
untuk sisi
tekanan tinggi
2. Hose biru
untuk sisi
tekanan
rendah
3. Hose kuning
untuk service

Check Kebocoran
Menggunakan
Refrigeran
1. Buka valve HI pada manifold gauge untuk
memasukan refrigerant dalam bentuk gas
2. Ketika tekanan sirkulasi mencapai 1 Kg/Cm2
tutup valve HI
3. Check kebocoran, jika ditemukan kebocoran
perbaiki

Pengisian Sistem AC
Engine Stop

1.
2.
3.
4.

Flushing sistem
Isi oli kompresor sampai level
Vakum sistem
Isi refrigeran kira-kira setengah
dari pengisian maksimal
. Pengisian pada sisi suction atau
discharge
. Refrigeran fasa gas dan atau
cair
( akhiri pengisian dengan fasa
gas)

Pengisian Sistem AC
Engine Running

1. Isi refrigeran hingga sesuai


dengan ambient temperatur
yang dipakai
2. Periksa sisi tekanan tinggi dan
sisi tekanan rendah
Discharge Pressure = 200
psi
Suction Pressure = 30 40
psi

Kesimpula
n

Air Conditioner dapat mengatur


suhu, sirkulasi, kelembaban dan
kebersihan udara sehingga
driver saat mengoperasikan unit
tidak mudah stress, dimana hal
tersebut berpengaruh pada
keselamatan manusia dan alat.
Penanganan A/C yang tepat
dan benar akan dapat
membantu meningkatkan
produktivitas .

SEKIAN