Anda di halaman 1dari 23

GASTRITIS

KELOMPOK I

Definisi
Gastritis adalah inflamasi atau peradangan
pada mukosa lambung yang dapat bersifat
akut, kronis, difus atau lokal (Sylvia, Price,
2005).
Gastritis yang paling sering terjadi dibagi
yaitu:

Gastritis akut : suatu peradangan mukosa


lambung yang akut dengan kerusakan-kerusakan
erosif bersifat transien dan merupaka respon
mukosa lambung terhadap berbagai iritan lokal.
Gastritis kronik ; adalah suatu peradangan
bagian permukaan mukosa lambung kronis yang
akhirnya menyebabkan atrofi mukosa lambung.

Jenis gastritis berdasarkan penyebab:

Gastritis bakterialis : akibat


dr infeksi oleh Helicobacter
pylori (bakteri yg tumbuh
di dlm sel penghasil mukus
di lapisan mukosa
lambung).
Gastritis karena stres akut:
disebabkan penyakit berat
atau trauma (cedera) yg
terjadi secara tiba-tiba.
Gastritis erosif kronis :
akibat dari bahan iritan
seperti obat-obatan,
terutma aspirin dan obat
anti peradangan nonsteroid lainnya
Gastritis karena virus atau
jamur : terjadi pd pndrita
penyakit menahun atau
penderita yg mngalami
ggguan sistem kekebalan.

Gastritis eosinofilik : terjadi


sbg akibat dr reaksi alergi
terhadap infestasi cacing
gelang.
Gastritis atrofik: terjadi jika
antibodi menyerang
lapisan lambung, shgga
lapisan lambung menjadi
sangat tipis dan kehilangan
sebagian atau selurh
selnya yg menghasilkan
asam dan enzim.
Gastritis Mniere : jenis
gastritis yg penyebabnya
tdk diketahui. Sekitar 10%
penderita penyakit ini
menderita kanker lambung.
Gastritis sel plasma
merupakan gastritis yang
penyebabnya tidak
diketahui.

Etiologi

Infeksi bakteri Helycobacter Pylori


Penggunaan obat penghilang rasa nyeri secara
terus menerus (NSAID)
Penggunaan alkohol secara berlebihan
Pola diet yg tdk teratur
Pola makan yg tdk teratur
Kelainan autoimune
Penyebab lain adalah diet yang tidak teratur,
makan terlalu banyak, makan yang terlalu cepat,
serta makanan yang mengandung
mikroorganisme. Faktor psikologi stress baik
primer maupun sekunder dapat merangsang
peningkatan produksi asam.

Patofisiologi

Terdapat gangguan keseimbangan faktor


agresif dan faktor defensive yang berperan
dalam menimbulkan lesi pada mukosa.
Dalam keadaan normal, faktor defensif dapat
mengatasi faktor agresif sehingga tidak
terjadi kerusakan atau kelainan patologi.

January 3, 2017

Faktor agresif dan protektif


Faktor Agresif

Faktor Defensif

Asam lambung

Mukus

Pepsin

Bikarbonas mukosa

AINS

Prostaglandin
mikrosirkulasi

Empedu
Infeksi virus
Infeksi bakteri : H. Pylory
Bahan korosif : asam & basa
kuat
6

January 3, 2017

Patofisiologi

Gastritis akut
Lesi mukosa akut berupa erosi dan perdarahan
akibat faktor-faktor agresif atau akibat
gangguan sirkulasi akut mukosa lambung.
Etiologi
1. Obat-obatan : Aspirin, obat antiinflamasi
nonsteroid (AINS)
2. Stress
3. Alkohol
4. Kafein

5. Gangguan

mikrosirkulasi mukosa lambung :


trauma, luka bakar, sepsis.

...

Secara makroskopik terdapat lesi erosi mukosa


dengan lokasi berbeda:
Stress korpus dan fundus
NSAID antrum atau dapat menyeluruh
Secara mikroskopik, terdapat erosi dengan
regenerasi epite, dan ditemukan reaksi sel
inflamasi neutrofil yang minimal.

Gastritis akut

Patofisiologi

Stress/obat/alkohol/makanan pedas rangsangan


saraf simpatis N. Vagus produksi HCl dlm lambung
mengganggu sawar mukosa lambung difusi
balik ion H+ ke epitel superficial, penurunan
bikarbonat dan penurunan aliran darah ke mukosa
lambung produksi mukus oleh sel epitel
kontak HCl dengan mukosa gaster inflamasi
mukosa lambung nyeri abdomen bagian atas.

Gastritis akut

Manifestasi Klinis

1. Sindrom

dyspepsia berupa nyeri epigastrium,


mual, kembung, muntah, merupakan salah
satu keluhan yang sering muncul.
2. Hematemesis dan melena
3. Disusul dengan tanda-tanda anemia pasca
perdarahan
4. Riwayat penggunaan obat-obatan atau bahan
kimia tertentu.

Gastritis Kronik

Peradangan mukosa lambung yang bersifat


kronis hingga bertahun tahun atau sampai
terjadi atrofi mukosa lambung

Etiologi
- Infeksi Helycobacter Pylori

Gastritis Kronik

Patofisiologi

Helycobacter pylori masuk dalam saluran cerna


(lambung) melekat sel epitel pada mukosa
lambung tidak menginvasi jaringan, memicu
respon peradangan dan imun sitokin proinflamasi
menyebabkan cedera sel epitel dan induksi
peradangan urease, fosfolipase, toksin VacA
meningkatkan sekresi asam lambung, mengganggu
produksi bikarbonat terjadi dalam waktu yang
lama metaplasia mukosa lambung elastisitas
berkurang kaku nyeri abdomen atas

Gastritis Kronik

Manifestasi Klinis

1. Asimtomatis
2. Nyeri

epigastric
3. Anoreksia
4. Nausea

Diagnosis

Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang

EGD
(esofagogastriduodeno
skopi) : dilakukan
untuk melihat sisi
perdarahan / derajat
ulkus jaringan / cedera.
Analisa gaster :dapat
dilakukan untuk
menentukan adanya
darah, mengkaji
aktivitas sekretori
mukosa gaster.
Angiografi :
vaskularisasi GI daat
dilihat bila endoskopi
tidak dapat
disimpulkan/dilakukan.

Rontgen saluran cerna


bagian atas : Tes ini
akan melihat adanya
tanda-tanda gastritis
atau penyakit
pencernaan lainnya.
Pemeriksaan darah : Tes
ini digunakan untuk
memeriksa adanya
antibodi H. pylori dalam
darah.
Histopatologi : Biopsi
mukosa lambung
Kultur H. Pylori
Rapid Ureum Test
Serologi

DD

DD

Komplikasi
Ulkus peptikum
Perdarahan lambung
Anemia pernesiosa
Syok hemoragic
Kanker lambung

Penatalaksanaan
Non farmakologi
1. Diet lambung
2. Edukasi konsumsi makanan
3. Edukasi penggunaan obat obatan anti nyeri
(NSAID)
4. Edukasi penggunaan alkohol

...

Farmakologi

1. Terapi

Pentral asam lambung : Antasida


Penghambat asam : ranitidin, cimetidin
Penghambat pompa proton : omeprazol, metronidazol,
rabeprazol
Cytoprotective agents : sukralfat, rebamipide,teprenon

2. Terapi

terhadap asam lambung:

terhadap H.pylori:

Yang paling sering digunakan adalah kombinasi dari


antibiotik dan penghambat pompa proton.
Antibiotik : amoksisilin, klaritromisin
Terkadang ditambahkan pula bismuth subsalycilate