Anda di halaman 1dari 11

Peran kerajaan islam di pulau

kalimantan dan sulawesi


Kelompok 6
Nama anggota: Devita Inna Arrifa (07)
Firnanda Zuhad (12)
Hermi Windarti (14)
Tariq Hidayat Pangestu
(30)

Peran kerajaan banjarmasin


perkembangan
islam
dan
bangsa

terhadap
integrasi

1. Usaha Sultan Tahlillullah (memerintah


1700-1745) untuk mengembangkan
dakwah Islam di banjar.
2. Kesultanan membuka tempat pengajian
(semacam pesantren) bernama Pagar
Dalam, yang kemudian lama-kelamaan
menjadi sebuah kampung yang ramai
tempat menuntut ilmu agama Islam.
3. Untuk keperluan pengajaran serta
pendidikan, Sultan Tahlillullah telah

4. PengIslaman secara massal diduga


terjadi setelah pelantikan Sultan
Suriansyah, sebagai pemeluk agama
Islam . Perilaku raja ini diikuti oleh warga
bubuhannya, dan demikianlah
seterusnya sampai kepada bubuhan
rakyat jelata di tingkat paling bawah.
5. Kemenangan Raden Samudera atas
Pangeran Tumenggung pada abad XVI
menjadikan Islam sebagai agama negara.

Hal yang tidak patut diteladani dari


pemimpin kerajaan Banjar
Pangeran Dipati Anom II/Sultan Agung
melakukan tindakan yang tak baik seperti:
Berpura-pura akan menyerahkan tahta kepada
Putra Mahkota Raden Bagus Kesuma, tetapi
ternyata untuk dirinya sendiri yang hendak
menjadi sultan.
Merampas tahta dari Sultan Rakyatullah yang
semestinya dirinyalah sebagai ahli waris yang sah
sebagai Sultan Banjar berikutnya

Hal Yang Patut Diteladani Dari


Pemimpin Banjar
Sultan Tahlil Allah
Dermawan , karena telah membiayai
Muhammad Arsyad untuk belajar agama Islam
ke Haramayn.
Muhammad Nafis
Mengetahui Tasawuf dengan sangat mendalam
Menyebarkan Islam di daerah pedalaman
dengan gigih
Tidak menuntut kekuasaan
Aktivisme yang kuat

Silsilah Kerajaan Banjar


Adapun silsilah raja-raja / penguasa Banjarmasin adalah:
1. Raja I adalah Sultan Suriansyah
2. Raja II adalah Sultan Rahmatullah
3. Raja III adalah Sultan Hidayatullah
4. Raja IV adalah Sultan Mustainbillah
5. Raja V adalah Sultan Inayatullah
6. Raja VI adalah Sultan Saidullah
7. Raja VII adalah Sultan Tahalidullah
8. Raja VIII adalah Sultan Amirullah Bagus Kusuma
9. Raja IX adalah Sultan Agung
10. Raja X adalah Sultan Amirullah Bagus Kusuma
(kedua kali)
11. Raja XI adalah Sultan Hamidullah
12. Raja XII adalah Sultan Tamjidullah
13. Raja XIII adalah Sultan Muhammad Aliuddin
Aminullah
14. Raja XIV adalah Susuhunan Nata Alam
15. Raja XV adalah Sultan Sulaiman Saidullah

Peran kerajaan Gowa-Tallo terhadap


perkembangan
islam dan integrasi bangsa
1. Pada tahun 1605
Raja alauddin yang memeluk agama islam
membuat rakyat memeluk agama islam mengikuti
raja mereka saat itu, bukan karena paksaan atau
ancaman. Tapi karena menyadari kebenaran islam.
2. Tahun 1610-1611
Gowa-Tallo meluaskan pengaruh politiknya, agar
kerajaan-kerajaan lainnya juga memeluk islam.
Gowa-Tallo melancarkan ekspedisi militer ke Bone.
Karena Bone yang merupakan kerajaan bugis
terbesar menolak menerima islam.
3. Raja Goa mengeluarkan seruan kepada penguasa
kerajaan lain agar menerima agama islam.

4.

Gencarnya dakwah yang dilakukan


oleh kerajaan Gowa-Tallo sebagai
pemegang hegemoni politik dan
supremasi di daerah Sulawesi pada
khusunya dan Nusantara bagian timur
pada umumnya.
5. Sultan Alauddin yang juga berprofesi
sebagai dai ini bersama Karaeng
Matoaya memperluas pengaruh dan
wilayah melalui islamisasi pada
kerajaan-kerajaan di sebelah Timur dan

Keteladanan pemimpin kerajaan


gowa tallo
Sultan Hasanudin
Berani dalam memimpin pasukan Kerajaan
Makassar melawan Belanda
Gigih dalam melawan Belanda walaupun sedang
sakit
Sultan Amir Hamzah
Tegas dan keras melawan portugis
Gigih pada tekadnya

Hal yang tidak patut diteladani dari


pemimpin gowa tallo
Sultan Hasanuddin
Menasehati mapasomba agar dapat
bekerja sama dengan Belanda
dengan tujuan menjamin eksistensi
kesultanan Makasar