Anda di halaman 1dari 13

PEMBUATAN LILIN AROMA

TERAPI

1.

ADE DWI PRIHANJANI

15312241011

2.

YUSTAR AFIF PRIAMBODO

15312241028

3.

DEVI PUSPITASARI

15312241037

4.

FITA FITRIANA

15312241043

A. TUJUAN
1. MENGETAHUI CARA MEMBUAT LILIN AROMATERAPI
2. MEGETAHUI FUNGSI MASING-MASING BAHAN DALAM PROSES PEMBUATAN
LILIN AROMA TERAPI

B. DASAR TEORI
lilin aromaterapi adalah salah satu bentuk diversifikasi dari produk lilin yaitu aplikasi lain dari
cara inhalasi atau penghirupan aromaterapi. aroma yang muncul pada saat lilin dibakar akan
memberikan rasa tenang, rileks, dan nyaman. fungsi ganda yang dimiliki ini sebagai produk yang
diharapkan dapat diminati dan diterima oleh seluruh lapisanmasyarakat.
Pembuatan lilin aromaterapi membutuhkan stearin, parafin, dan nilam. stearin terdapat dalam
lemak nabati atau hewani. stearin juga dapat dibuat dengan cara mereaksikan asam stearat
dengan gliserol pada kondisi tertentu. stearin memiliki slip melting point pada kisaran 460 560c.
stearin merupakan campuran berbagai asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh,
dengan komponen terbesar adalah asam palmitat. asam palmitat adalah asam lemak jenuh yang
berbentuk padat pada suhu kamar (ketaren, 1986).
menurut oppenheimer (2001) dan warth (1956), penambahan stearin yang lebih banyak pada
parafin akan membuat produk lilin lebih keras dan memiliki penampakan seperti kristal.

C. METODOLOGI PERCOBAAN
1. WAKTU DAN TEMPAT
WAKTU: SELASA, 15 NOVEMBER 2016
TEMPAT: LABORATORIUM IPA 2, FMIPA, UNY.

2. ALAT:

BAHAN:

BEAKER GLASS 50ML TERMOMETER

PARAFIN 50 GRAM

ERLENMEYER CETAKAN LILIN

ASAM STEARAT 5 GRAM

BATANG PENGADUK

PEWARNA MINYAK

SUMBU LILIN

KAKI TIGA

BUNSEN

MINYAK NILAM 2ML

LIDI PEMBAKAR SPIRITUS AROMATERAPI OIL 4 ML


PENJEPIT

KOMPOR LISTRIK

PENANGAS AIR

3. LANGKAH KERJA

D. DATA HASIL PERCOBAAN


ORGANOLEPTIK
1.
WARNA

: HIJAU MUDA

TEKSTUR

: LICIN

PERABAAN

: SEPERTI MINYAK PADAT (MEMEGANG PARAFIN)

2. RENDEMEN:
MASSA AWAL + WADAH = 55 GRAM
MASSA AKHIR + WADAH = 48 GRAM
= 0,87 %

X 100 %
= X 100%

3. UJI NYALA LILIN

E. PEMBAHASAN
Pada pembuatan lilin, parafin dan stearat dipanaskan terlebih dahulu karena wujud awal kedua bahan ini adalah berbentuk
padatan. parafin berfungsi sebagai bahan bakar untuk lilin supaya dapat terbakar. selain parafin, praktikan perlu
menggunakan stearat yang berfungsi untuk memberi bentuk pada lilin yang dibuat. asam stearat (stearic acid)adalah asam
lemak jenuh yang diekstrak dari berbagai jenis lemak hewani, lemak nabati, dan beberapa jenis minyak lainnya. asam ini
digunakan untuk mengeraskan dan memperkuat lilin. asam stearat juga memiliki pengaruh pada titik leleh lilin sehingga
meningkatkan daya tahan dan konsistensi nyala lilin.parafin dan stearat harus dicampurkan terlebih dahulu. hal ini bertujuan
supaya parafin yang dicampurkan dapat keras karena sifat dasar dari parafin cenderung lembek dan lentur pada temperatur di
bawah titik leburnya. jika dicampur dengan stearat parafin dapat memadat.
Menurut primadiati (2002), aromaterapi melalui penciuman merupakan jalur yang sangat cepat dan efektif untuk
menanggulangi masalah gangguan emosional seperti depresi atau stress, karena rongga hidung memiliki susunan syaraf pusat
yang bertanggung jawab terhadap cara kerja minyak esensial. oleh karena itu, praktikan menambahkan bahan lainnya seperti
pewarna minyak, minyak nilam dan minyak aromaterapi. pewarna minyak berfungsi untuk memperindah tampilan lilin yang
dihasilkan. penambahan minyak nilam dan minyak aromaterapi dilakukan pada suhu 40 o c. hal ini untuk mencegah komponen
volatile pada minyak tersebut menguap dan rusak. fungsi ditambahkan minyak nilam adalah sebagai zat fiksatif atau pengikat
aroma minyak aromaterapi agar pada saat diruang terbuka, aroma lilin tidak cepat hilang sehingga dapat bertahan lebih lama.
sedangkan penambahan minyak aromaterapi yang berfungsi dalam menghasilkan aroma-aroma harum dan menyegarkan.

Lilin yang

telah jadi berwarna hijau tua, karena dalam praktikum ini praktikan menggunakan zat pewarna
yang berwarna hijau, karena penggunaannya terlalu banyak sehingga warnany justru menjadi hijau gelap. lilin
ini bertekstur keras, padat, dan tidak ada retak karena adanya stearat yang berfungsi untuk memadatkan
tekstur awal parafin yang lembek. sedangkan perabaannya apabila bagian permukaan diraba dengan tangan,
rasanya halus dan kasat.
Untuk mengetahui rendemen lilin praktikan harus menimbang berat awal dan berat akhir lilin. berat awal
lilin adalah saat lilin dituang dalam cetakan atau kondisi cair, sedangkan berat akhir lilin adalah saat lilin
memadat atau setelah didiamkan 24 jam. setelah ditimbang ternyata berat awal lilin adalah 55 gram
sedangkan berat akhir lilin adalah 48 gram. penurunan massa ini dikarenakan lilin tersebut telah memadat.
berdasarkan data tersebut, rendemen lilin dapat diketahui menggunakan rumus, sebagai berikut:
x 100 %
Berdasarkan rumus tersebut, dapat diketahui bahwa rendemen berat lilin sebesar 88,90%. hasil rendemen
produk ini menandakan bahwa hasil akhir dari lilin aromaterapi yang telah memadat mengalami penurunan
massa dibandingkan dengan berat awal lilin.

F. KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan ini dapat disimpulkan bahwa,
1. Cara membuat lilin aromaterapi adalah sebagai berikut :

memanaskan parafin dalam penangas air hingga meleleh.


memanaskan stearat pada tempat lain hingga meleleh.
mencelupkan sumbu lilin kedalam lelehan stearat lalu mengangkat sumbu tersebut.
mencampurkan pewarna ke dalam stearat dan mengaduk hingga homogen.
memasukkan stearat kedalam gelas beaker yang berisi parafin mengaduk hingga merata.
menambahkan minyak nilam dan minyak aromaterapi pada suhu 40c dan mengaduknya hingga
homogen.
meletakkan sumbu ditengah cetakan lilin.
menuangkan campuran ke dalam cetakan lilin.
menunggu selama 24 jam dan mengamati hasil lilin yang terbentuk dan menguji nyala lilin.

2. Fungsi dari masing masing bahan adalah


parafin sebagai bahan bakar untuk lilin agar dapat terbakar.
stearat untuk memberi bentuk pada lilin yang dibuat, karena stearin akan memadat
setelah dingin serta dapat berfungsi untuk membuat lilin lebih tahan lama dalam
pembakaran atau tidak cepat meleleh.
penambahan pewarna minyak dilakukan untuk memperindah tampilan lilin yang
dihasilkan, karena tampilan lilin yang berwarna cerah akan lebih menarik bila
dibandingkan dengan lilin yang berwarna putih pucat.
minyak nilam untuk mengikat aroma dari minyak aromaterapi yang dicampurkan
sehingga walaupun lilin lama diletakkan dalam ruang terbuka, aroma minyak aromaterapi
tidak akan cepat hilang.
minyak aromaterapi berfungsi untuk menghasilkan aroma-aroma harum saat lilin dibakar.

DAFTAR PUSTAKA
KETAREN S .1986.PENGANTAR TEKNOLOGI MINYAK LEMAK DAN PANGAN.
JAKARTA : PENERBIT UI-PRESS.
OPPENHEIMER B.2001.THE CANDLEMAKERS COMPANION. USA: STOREY
BOOKS. MASSACHUSETTS.
PRIMADIATI RACHMI.2002.AROMATERAPI: PERAWATAN ALAMI UNTUK SEHAT
DAN CANTIK. JAKARTA : PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA.
WARTH AH.1956. THE CHEMISTRY AND TECHNOLOGY OF WAXES. NEW YORK:
REINHOLD PUBLISHING CORPORATION.