Anda di halaman 1dari 12

Learning Objectives

Mengerti tentang sebuah Push system dan Pull System

Mengerti bagaimana push system & pull system


diimplementasikan pada sebuah proses

Push & Pull Systems - V1

page 1

Push System Discussion

Sebagian besar orang & sebuah organisasi tidak tahu


bahwa mayoritas proses yang mereka kerjakan
menggunakan Push system.

Push system bekerja pada sebuah proses tanpa


mempertimbangkan berapa banyak hasil yang mereka
kerjakan & berapa daya tampung proses sesudahnya
Example:

emergency room patients, transaksi teller di bank, etc

Seberapa besarpun product yang masuk ke sebuah proses


yang menggunakan push system, output akan tetap sama,
yaitu tergantung pada time trap.

Exit rate akan tetap sama, tetapi Process Lead time akan
bertambah panjang:

WIP
PLT
EXIT RATE
Push & Pull Systems - V1

page 2

Push System
Process Lead Time

Push & Pull Systems - V1

page 3

Push System Example

Adakah push system di Lean game kemarin, apakah


tergambar pada VSM-mu?

Push & Pull Systems - V1

page 4

Pull System Diskusi

Sebuah Pull system direlease disebuah process


berdasarkan kondisi di operation (WIP status).

Pull systems bertujuan untuk mengontrol jumlah WIP di


suatu proses.

Apabila WIP dapat dicontrol dengan baik, pull system


akan mencegah banyaknya WIP yang ada di sebuah
proses dan Process Lead Time akan lebih stabil.

Membantu dalam mengatur apa yang akan di produksi


& kapan berdasarkan demand dari konsumen.

Push & Pull Systems - V1

page 5

Pull Systems Definisi

Pull Systems pertama kali diimplementasikan di Toyota


pada tahun 1950 untuk membantu proses execution di
produksi.

Pull Systems membantu dalam :

Me-manage Process Lead Time:


Berdasarkan

level WIP yang disetting dan exit rate serta


mekanisme feedback untuk memastikan keakurasian exit ratenya

Controls jumlah WIP melalui:


Membatasi

jumlah Limits aggregate releases to the same


quantity as aggregate exits

Monitors the execution sebuah pekerjaan melalui:


Scheduling

and prioritas pekerjaan dengan menggunakan


Kanban / batch (trigger) berdasarkan demand dari konsumen.

Push & Pull Systems - V1

page 6

Dua type design Pull System:

Work Control and Replenishment Pull

Work Control Systems pembatasan jumlah Work-InProcess dan mengontrol Process Lead Time:

GOAL: Menentukan stabilitas & control proses

Biasa disebut WIP Control Systems, atau Work Control


Systems sebab mereka mengontrol proses melalui WIP
inventory

Replenishment Pull Systems Menentukan strategic


buffers dan trigger product replenishment berdasarkan
aktual konsumsi dari konsumen:

Goal: Mengurangi shortage dari consumable dan material


lainnya

Biasa disebut Kanban

Push & Pull Systems - V1

page 7

Work Control System Defined


Definition:
Untuk

mengontrol WIP, Exits berfungsi sebagai trigger Starts untuk


membuat produk kembali.

WIP

Starts

Exits
Trigger

Establishing WIP is the key to Process Lead Time stabilization!

Push & Pull Systems - V1

page 8

Work Control System Parameters

Process Lead Time (PLT):

Work-In-Process (WIP)

Product yang berada diantara 2 proses

Exit Rate (Throughput)

Waktu dari produk di release ke dalam proses sampai dengan


product di shipment

Output hasil proses yang dihitung berdasarkan periode waktu tertentu

Value Add Time (VA Time)

Waktu yang digunakan untuk aktifitas VA

Push & Pull Systems - V1

page 9

Replenishment Pull System Defined


Definition:
Sebuah

Replenishment Pull System menentukan strategic buffers


sebuah produk atau part diantara konsumen dan proses produksi /
supplier Replenishment di area buffer berdasarkan aktual konsumsi
dari konsumen terhadap part / produk di area buffer.
Replenishment Signal

Consumption

Process
Strategic
Buffer
3-4 Week
Process Lead Time

Sizing

di area buffer berdasarkan parameter


proses dan variability di parameter tersebut
Semua ini yang menjadi kunci dari customer
expectations.

Push & Pull Systems - V1

2 Week
Customer Expectation

page 10

Replenishment Pull System Parameters

Demand (DMD)

Rata-rata pemakaian dalam weekly atau daily

Berdasarkan historical, forecast (backlog) or kombinasi

Recalculated frequently in order to capture changes in trends

Order Interval or Cycle Time Interval (OI or CTI)

Menggambarkan order interval (days) untuk pembelian atau proses


produksi

Perubahan OI atau CTI mengikuti perubahan tansactions, capacity and


inventory

Process Lead Time (PLT)

Waktu dari produk di release ke dalam proses sampai dengan product di


shipment

Safety Stock (SS)


As parameters
theberdasarkan
associated variasi
pull parameter
Stock parts yang
dibutuhkan change,
dan dihitung
system
sizingquality,
(Kanban)
needs
to adjust
yang ada (contoh,
demand,
vendor
delivery)
accordingly!

Push & Pull Systems - V1

page 11

Kanban

A signal/trigger:

Apa yang akan di proses

Kapan akan di proses

Berapa banyak akan di proses

Types of Kanbans:

Container (inbox/outbox)

Space (inbox/outbox)

Computer (electronic)

Card

Push & Pull Systems - V1

page 12