Anda di halaman 1dari 29

Tinjauan

Pustaka
Stase
Neuro
Geriatri

INSOMNIA PADA LANSIA


Octavianus
Darmawan
Pembimbing:
dr. I G.N. Budiarsa, Sp.S
Dr. dr. Thomas Eko P., Sp.S(K)
Dr. dr. A.A.A. Putri Laksmidewi,
Sp.S(K)
dr. Dsk. Kt. Indrasari Utami, Sp.S

Pendahuluan
Tidur kebutuhan fisiologis manusia
Tidur yang tidak adekuat & berkualitas buruk
gangguan keseimbangan fisiologis & psikologis
Dampak fisiologis
penurunan aktivitas sehari-hari
kelelahan
fungsi neuromuskular yang buruk

penurunan daya tahan tubuh


stres, depresi, cemas
Moldolfsky, 2001

Insomnia
Definisi ketidakmampuan untuk memulai tidur
atau mempertahankan kondisi tidur
Gangguan tidur paling sering
Prevalensi insomnia lansia 30-60%
Insiden insomnia lansia 5%
Pria = wanita (Pria>> 85 th)

Hanya 1 dari 8 kasus didiagnosis dokter


Pendapat gangguan tidur pada lansia merupakan
proses penuaan normal.
Frost, 2001

Populasi lansia di masyarakat


Lansia dengan komorbiditas kualitas tidur buruk & durasi
tidurnya kurang
Gangguan tidur penyebab morbiditas signifikan
Beberapa dampak serius gangguan tidur pada lansia:

mengantuk berlebihan di siang hari


gangguan atensi & memori, depresi
sering terjatuh
penggunaan hipnotik yang tidak semestinya
penurunan kualitas hidup
angka kematian, sakit jantung, kanker lebih tinggi

Frost, 2001

FISIOLOGI
TIDUR

Polisomnograf

Gambaran
elektrofsiologi sel-sel
otak selama tidur
mencatat aktivitas
elektroensefalograf,
elektrookulograf,
elektromiograf.

PERUBAHAN TIDUR LANSIA DIBANDING


DEWASA MUDA

Pengaruh Gangguan Tidur


Terhadap Lansia
Gangguan tidur pengaruh buruk
meningkatkan risiko kecelakaan dan kelelahan
kronis.

menurunkan daya ingat dan konsentrasi


menurunkan kemampuan psikomotor.
meningkatkan kadar leptin & ghrelin dalam darah
sehingga meningkatkan tekanan darah

meningkatkan kadar C-reactive protein serum


prediktor mortalitas pada penyakit kardiovaskular.

meningkatkan prevalensi diabetes dan penurunan


tes toleransi glukosa

Insomnia Pada Lansia


Defnisi Insomnia:
1.

Keluhan sulit masuk tidur atau


mempertahankan tidur atau tetap tidak segar
meskipun sudah tidur. Keadaan ini berlangsung
paling sedikit satu bulan.

2.

Menyebabkan penderitaan yang bermakna


secara klinik atau impairment sosial,
okupasional, atau fungsi penting lainnya.

3.

Gangguan tidur tidak terjadi secara eksklusif


selama ada gangguan mental lainnya.

4.

Tidak disebabkan oleh pengaruh fsiologik


langsung kondisi medik umum atau zat.

DEFINISI INSOMNIA
(Teoflo Lee-Chiong,
2008)
Sleep latency > 30 menit

Efsiensi tidur < 85%

Total sleep time < 6 jam

Keluhan minimal 3 hari dalam 1 minggu

ETIOLOGI INSOMNIA LANSIA

PENATALAKSANAAN INSOMNIA
PADA LANSIA

SIMPULAN
Prevalensi insomnia lansia tinggi perlu dilakukan skrining
Pemeriksaan harus bersifat komprehensif
Terapi terdiri dari nonfarmakologis dan farmakologis.
Terapi nonfarmakologis perbaikan higiene tidur, terapi
pengontrolan stimulus, sleep restriction therapy, terapi
relaksasi serta biofeedback.
Terapi farmakologis
dikembangkan berbagai obat baru dengan efek samping lebih
minimal.
Penelitian efkasi & keamanan obat-obat tersebut perlu
ditingkatkan pedoman tatalaksana insomnia lansia (EBM).

MATUR
SUKSMA