Anda di halaman 1dari 63

Tujuan Khusus biokimia

muskuloskeletal
1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang matriks
ekstraseluler
2. Mahasiswa mampu mendeskripsikan komponen otot
dan sitoskeleton
3. Mahasiswa mampu menjelaskan metabolisme
kalsium
4. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang
neurotransmitter dan neuromuscular junction

Matriks Ekstraseluler
Matriks ekstraseluler (MES) adalah komponen-komponen yang
terletak di luar sel,
MES bertanggung jawab untuk membentuk dan memelihara
struktur jaringan
MES mengandung tiga kelas utama biomolekul :
Serat Protein yang memiliki daya rentang : kolagen, elastin dan
fibrilin-1,
Protein adhesif : fibrinektin dan laminin dan
Substansia Dasar Proteoglikan yang mengisi ruang : proteoglikan

Matriks Ekstraseluler

Otot dan Sitoskeleton


Otot merupakan sumber terbesar dalam tubuh. Pada protein otot
terdapat asam amino yang khas Metilhistidin (MEHIS).
Pada kerusakan otot MEHIS dalam darah akan meningkat dan
MEHIS dalam urin menurun.
a. Otot Tipe I :
Glikolisis aerobic (asam piruvat)
Oksidasi- Asam Lemak
Siklus Asam sitrat

b. Otot Tipe II :
Glikolisis anaerobik (asam laktat)
Kreatinkinase

Sitoskeleton
Sitoskeleton atau kerangka sel adalah
jaring berkas-berkas protein yang
menyusun sitoplasma dalam sel.
Fungsi Sitoskeleton adalah
sebagai berikut:
1 Memberikan kekuatan mekanik pada
sel
2 Menjadi kerangka sel
3 Membantu gerakan substansi dari
satu bagian sel ke bagian yang lain.

Struktur Sitoskeleton
Sitoskeleton atau rangka sel tersusun
atas tiga jenis serabut yang berbeda,
yaitu: mikrofilamen, mikrotubulus,
danfilamen intermediet.
1. Mikrofilamen atau filamen aktin
Mikrofilamen adalah rantai ganda
protein yang saling bertaut dan tipis,
terdiri dari protein yang disebut aktin.
Mikrofilamen berdiameter antara 5-6
nm.
Mikrofilamen seperti mikrotubulus
(pengertian mikrotubulus dibawah),
tetapi lebih lembut. Terbentuk dari

Mikrofilamen berperan dalam pergerakan


sel K. dan peroksisom (Badan Mikro).
Organel ini senantiasa berasosiasi
dengan organel lain, dan banyak
mengandung enzim oksidase dan
katalase (banyak disimpan dalam sel-sel
hati).

2. Mikrotubulus
Mikrotubulus berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk
mempertahankan bentuk sel dan sebagai rangka sel.
Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung
pembelahan. Selain itu mikrotubulus berguna dalam
pembentukan sentriol, flagela dan silia.
Sentriol berbentuk silindris dan disusun oleh mikrotubulus yang
sangat teratur. Pada saat membelah, sentriol akan membentuk
benang-benang inti. Silia dan flagella merupakan tonjolan yang
dapat bergerak bebas dan dijulurkan.
3.Filamen intermediet
filamen intermedietadalah rantai molekul protein yang
berbentuk untaian yang saling melilit.
Filamen ini berdiameter 8-10 nm.
Disebutfilamen intermediet atau filamen antarakarena
berukuran diantara ukuran mikrotubulus dan mikrofilamen.

Kartilago dan Tulang


Characteristics

Cartilage

Bone

Rigid but flexible

Hard and strong

Chondrocytes

Osteocytes

Composition of
Matrix

Chondroitin
sulfate

Hydroxyapatite

Vascularization

Avascular

Vascular

No

Yes

Perichondrium

Periosteum

Mechanical
properties
Cell type

Innervation
Covering

Bone: Type I
collagen and
hidroksiapatit

cartilago: Type II
collagen and
Proteoglicans

Tulang
4 % compact bone
remodeling every year
and 20% trabecular
bone exchange
Process bone
remodelling :
Resorption osteoclast
Formationosteoblast
Bone serves as store of
Calsium

The Principal proteins found in bone

Osteoclast vs
Osteoblast

13

14

15

Influencing Factors of oteoclast/osteoblast

Activator of osteoblast:
PTH
1,25 dihidroksicole calciferol
T3; T4
hGH : IGF - 1
PGE2
TGF
Estrogen
Inhibitor of Osteoblast :
Kortikosteroid

Activator of osteoclast :
PTH
1,25 dihidroksicole calciferol
IL-1 ; IL-6
TNF
TGF
Inhibitor of Osteoclast :
Calcitonin
Estrogen
TGF
INF
PGE2

Kartilago

19

20

Metabolisme Kalsium

Tubuh orang dewasa mengandung 1-2 kg kalsium, 90% diantaranya


terdapat dalam tulang.

Kadar kalsium plasma total berkisar 8,8-10,4 mg/dl, terdiri atas


kalsium ion 40-50%, kalsium yang terikat pada protein terutama
albumin 46 % dan sisanya 8% kalsium dalam kompleks organic yang
terikat dengan anion yaitu bikarbonat, sitrat, fosfat, laktat dan sulfat.

Kalsium merupakan komponen yang penting karena peranannya


dalam fungsi selular. Oleh karena itu harus dipertahankan dalam
batas normal oleh hormom paratiroid.

Homeostasis Kalsium
Tulang memiliki 2 fungsi utama: menyediakan struktur
pendukung jaringan dan organ, dan menyediakan
tempat dimana kalsium homeosatis dapat
dipertahankan.
Mempertahankan homeostasis kalsium sangat penting,
keduanya antara hipokalemi dan hiperkalemi
berdampak buruk scr fisiologis.
Tingkat kalsium plasma dapat berubah berdasarkan aksi
dari parathyroid hormone, vi.t D, dan kalsitonin
22

Regulation of Calcium
Homeostasis

24

Neurotransmitter dan

diproduksi oleh neuron, namun


secara kimiawi dapat dibagi
Neuromuscular
junction
menjadi dua bagian
besar yaitu
peptida dan neurotransmitter
molekul kecil.
Neurotransmiter molekul kecil
dapat dibagi menjadi amine
(misalnya dopamine, serotonin)
dan asam amino (cth. glutamat)
Neurotransmitter peptida
diproduksi pada badan sel neuron
dan dikemas dalam vesikel
sekretorik dan diangkut ke ujung
akson dengan sistem transpor
intraselular.
Neurotransmiter molekul kecil
biasanya diproduksi pada ujung
akson dgn bantuan enzim yang

Stucture , Synthesis dan


Hydrolysis Acetylcholin at
Neuro Muskular Junction
Neuro Muskular Junction or motor end-plate:
location of connected neurons and muscles
Asetilkolin (Ach) chemical structure :
(CH3)3-N+-CH2- C2H2- O-C- CH3
O

26

ACETYLCHOLIN :
The first Neuroransmitter
isolated
Synthesis at terminal presinaps
neuron colinergic
Storage in vescile
Secretion by exositosis
27

Stage of Synthesis and Hydrolysis Ach at NMJ

1. Synthesis Ach in sitosol neuron


terminal:
Cholinacetyltransferase
Acetyl-CoA + Cholin

Acetylcholin + CoA

2. Ach storage in synaptic vesicles


3. Secretion of Ach from vesicles to
sinaps cleft and exositosis results
miniatur potensial end plate
(depolarisation)
causing voltage gated Ca2+

31

4. Ach binding receptor forward


passed membran.
Na+ influks K+ exfluks
depolarisasi potensial action +
muscle contraction
5. Ach hydrolis after receptor channels
closed:
acetylcholinesterase
Ach + H2O
Cholin

Acetat +

6 Cholin recycles to terminal neuron


to resynthesis Ach

32

Events of Neuromuscular Junction


1. Propagation of an action potential to a terminal
button of motor neuron.
2. Opening of voltage-gated Ca2+ channels.
3. Entry of Calcium into the terminal button.
4. Release of acetylcholine (by exocytosis).
5. Diffusion of Ach across the space.
6. Binding of Ach to a receptor on motor end plate.

Examples of Chemical Agents and Diseases that


Affect the Neuromuscular Junction
Mechanism

Chemical Agent or Disease

Alters Release of Acetylcholine


* Cases explosive release of acetylcholine
* Blocks release of acetylcholine

* Black widow spider venom

* Clostridium botulinum toxin

Block acetylcholine Receptor


* Bind reversibly

* Curare

* Auto antibodies inactivate acetylcholine * Myasthenia gravis


receptors
Prevents inactivation of acetylcholine
* Irreversibly inhibits acetylcholinesterase * Organophosphates
* Temporary inhibits acetylcholinesterase * Neostigmine

Clinical Manifestation : miastenia gravis =


antibodi attack Ach receptor
At NMJ : Forming autoantibodi Ach receptor
Receptor damage (lysis local) by autoantibodi
results crossbinding and endositosis
Decrese of receptor clearly
Symptoms : episodic musles weakness which
innervasion by cranial neurons.
R/: Cholinesterase Inhibitor
To increase total Ach at NMJ
35

myasthenia
gravis

Muscle Proteins
Muscle: Biochemistry mechine influens
chemical energy to mecanical/kinetic energy
Three (3) Type of muscle :
Skeletal
volunter
Cardiac
striated
Smooth
non striated
involunter
Sarcomere is the functional contractile unit
Muscle contraction : the thick and thin filaments
38

39

Muscle Proteins
Striated muscle : Miosin, Aktin, tropomiosin,
troponin I, T, C, (3 major proteins )
Smooth muscle : without Troponin

Kalmodulin

40

Actin :
BM 45.000 Dalton

Initial synthesis as actin globular


After binding ATP dan mol Ca2+
formed
Aktin F
Double helix supercoil
41

42

Minor Proteins
Tropomyosin :
molekular fibrosa
2 and chains
binding at helix actin F
Troponin :
3 polypeptids
Tipe T : binding with tropomiosin
Tipe I : avoid interaction myosin actin
Tipe C : Binding Ca2+ to start contraction
43

Myosin ~ Myosin II
Major Protein at muscle 55 %
BM : 460.000 Dalton
Ta.: 3 pairs protein, 1 pairs long chains
200.000 Dalton, 2 pairs short chains
20.000 Dalton
Secunder Structure heliks with residu
prolin
Short chains have ATPase activity
important for muscle contraction
Molekular heksamer asimetrik
44

Miosin + Tripsin
2 Meromiosin
LMM
heliks
not ATPase activity
not binding at F-aktin
HMM
Fibrosa + globular
Have ATPase activity
Binding at F-aktin
+ Papain

Fragmen S1 dan S2
not ATPase activity
not binding at F-aktin
45

46

47

48

Hydrolysis ATP
movement
Cycle of Muscle contrction
H2O

ATP - Miosin

Aktin

Aktin Miosin
ATP
ATP

ADP Pi - Miosin

Aktin

Aktin - Miosin
ADP
+
P1

Aktin-Miosin
ADP-Pi
49

Muscle Contraction

50

Pathway of ATP Resynthesis

1.
2.
3.
4.

Resyntesis ATP 4 methods:


Glycolysis :results piruvat and lactat
Oxidative Fosforilation
Creatin phosphate
Adenilat Kinase System

51

52

OXIDATIVE FOSFORILATION

Needs O2 suplay
O2 binding by
myoglobin
Myoglobin >>
red muscle
<<
white muscle
Glucosa
Blood glucosa
Glycogen endogen
Fatty Acid
Tg (Adiposa)
Major substantion for aerob
metabolism of muscle
53

Creatin Phosphat
Major Storage energy at muscle
Creatinphosphat
(Muscle Relaksation)

ATP + Creatin

Creatinkinase
Avoid faster depletion of ATP
with source to result
ATP from ADP
54

Adenilatkinase interkonvertion AMP,


ADP, ATP
Adenilatkinase katalizated 1 mol ATP & 1 mol
AMP forming from 2 mol ADP
ADP + ADP
ATP + AMP
AMP + H2O
IMP + NH3
IMP + H2O

Adenosin + Pi

Adenosin + H2O
AMP, Pi, NH3

Miosin + NH3
activated Fosfofruktokinase

(PFK-1)
55
Induced muscle glycolysis at sprinter.

Sprinter used creatin phosphate (4 5


second at the first) + glylcolysis
anaerob from muscle glikogen source
glucosa
Marathon runner used fosforilase
oksidatif with aerob metabolism as
source ATP and
Blood Glucosa and Free Fatty acid dari
trigliserida (Adiposa)
56

57

58

59

60

TUBULIN DAN DIENEIN


Sel bukan otot : sperma
Flagel/silia
bergerak
sistem
mikrotubulus
tubulus
tubulin
Tubulin : Protein dimer yang berbentuk tabung berongga yang
kaku.
Dienein : Protein berupa sepasang lengan yang terletak sepanjang
mikrotubulus
Neksin : Protein berupa pita yang elastis yang menghubungkan
tubulus ganda bagian luar

61

PERGERAKAN BIOLOGIK
-

Aktin Miosin
Kontraksi Otot
Pergerakan amuboid
Aliran Sitoplasma
Debar mikrovilli usus
Pembelahan sel pada mitosis

Tubulin Dienein
- Debaran sillia dan flagella
eukariotik
- Pergerakan kromoson pada
mitosis
- Pergerakan vesikel sekretonik

62

SPEKTRIN DAN ANKIRIN


Keduanya membantu menentukan bentuk serta fleksibilitas sel darah
merah
Spektrin : protein utama pada sitoskleton terdiri atas 2 polipeptida
(rantai dan ) tersusun anti paralel, terjalin longgar berbentuk dimer
dg 106 asam amino
Ankirin : protein berbentuk piramid yang mengikat spektrin sensitif
terhadap proteolitik
Abnormalitas spektrin
eliptositosis herediter
Abnormalitas ankirin
sperositosis herediter
Abnormalitas spektrin dan ankirin menyebabkan anemia hemolitik
63