Anda di halaman 1dari 12

ASURANSI DAN JAMINAN

KESEHATAN

OLEH :
KELOMPOK 7
FAKULTAS KESEHATAN
MASYARAKAT
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

ASURANSI MALAYSIA

Kelompok 7:
Linda Gustia Rani (10121001086)
Kaulam Miryanti (10121001106)
Mindi Claudia Matari (10121001107)
Delfa Gravina D (10121001100)
Mawasumi Ayu Andini (10121001096)
Hery Eka Setiawan (10121001076)
Mhd Taufiq Adnan(10121001081)

Landasan Pemenuhan Hak Kesehatan oleh setiap


negara bagi seluruh warga negara di dunia
Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1948
tentang Hak Asasi Manusia pasal 25 ayat (1) setiap orang
berhak atas derajat hidup yang memadai untuk kesehatan
dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya termasuk hak
atas pangan pakaian, perumahan dan perawatan kesehatan
serta pelayanan sosial yang diperlukan dan berhak atas
jaminan pada saat menganggur, menderita sakit, cacat,
menjadi janda/duda, mencapai usia lanjut atau keadaan
lainnya yang mengakibatkan kekurangan nafkah, yang
berada di luar kekuasaannya.

4 Tipe Sistem pembiayaan


kesehatan di dunia

Konsep penyediaan
Campuran
Asuransi
pemerintah
antaraswasta
pembiayaan
membiayai
layanan
dengan
kesehatan
tradisional
asuransi
subsidioleh
pemerintah
kesehatan
dan
pemerintah
pembiayaan
nasional
(Traditional
(National
kesehatan
(National
Sicknes
Healt
H
n

Penerapan sistem jaminan sosial


dan kesehatan di Malaysia

Penerapan sistem jaminan


kesehatan di Malaysia
Perbandingan Sistem Pembiayaan Kesehatan Malaysia dan
Indonesia
Faktor
Pembeda

Pembiayaan Kesehatan
Malaysia

Pembiayaan Kesehatan
Indonesia

Sistem pembiayaan

Biaya kesehatan ditanggung oleh

Pemerintah membentuk badan non

kesehatan

pemerintah dan masyarakat. Biaya

bank yang bertanggung jawab dalam

berasal dari pajak yang dibayarkan oleh

pengumpulan pembayaran premi

masyarakat kepada pemerintah federal

masyarakat dan pembayaran klaim

dan masyarakat juga diharuskan iur

penggunaan layanan kesehatan oleh

biaya sebesar 1RM-5RM . Alokasi dana

penyedia jasa layanan kesehatan

ditentukan oleh Kementrian keuangan

dalam bentuk kapitasi dan INA

dan sistem pembiayaan kesehatan

CBGs. Kementrian kesehatan

langsung dikendalikan oleh kementrian

sebagai pembuatan kebijakan

kesehatan / Ministry of Health (MoH)

(regulator)

Pajak dan iur masyarakat

Premi

Sumber biaya

Perbandingan Sistem Pembiayaan Kesehatan Malaysia


dan Indonesia
Perbandingan Sistem Pembiayaan Kesehatan Malaysia dan
Indonesia
Faktor
Pembeda
Pengelola
sistem

Pembiayaan
Pembiayaan Kesehatan Indonesia
Kesehatan
Kementrian
Kesehatan / Kementrian kesehatan sebagai regulator
Malaysia
MoH (Ministry
of
serta memonitor dan mengevaluasi

pembiyaan

Health)

pelaksanaan sistem kesehatan, BPJS

kesehatan

sebagai badan pengumpul dan penyalur

Cakupan

Bisa mencapai 100%

premi melalui kapitasi dan INA CBGs


Bisa mencapai 100% (universal coverage)

kepesertaan
Pembayaran

(universal coverage)
Warga iur bayar 1 RM-5 RM 1. Penerima bantuan iuran (PBI) sebesar

oleh peserta

setiap berobat ke klinik/RS

Rp19.225.
2. Non PBI
TNI dan Polri sebesar 5% dari gaji pokok dan
tunjangan tetap. (pemerintah subsidi 3%, dari
potongan gaji 2%) Premi bagi pekerja formal
juga sebesar 5% dengan porsi pemberi kerja
membayar 4,5% dan pekerja 0,5% sampai Juni
2015.

Perbandingan Sistem Pembiayaan Kesehatan Malaysia dan Indonesia


Faktor
Pembeda

Pembiayaan
Kesehatan Malaysia

Pembiayaan Kesehatan Indonesia

Tenaga

Tenaga kesehatan (dokter) Dibayar standar sesuai pagu yang telah

kesehatan

dibayar dengan gaji yang

diatur oleh BPJS. Dokter bisa berpraktik

tinggi dan hanya boleh

maksimal di 3 tempat

berpraktik pada satu


Penyedia

tempat
Klinik/RS pemerintah

Penyedia layanan tingkat I :

layanan

Dokter keluarga, puskesmas, klinik

kesehatan

Penyedia layanan tingkat lanjut


Rumah sakit pemerintah dan rumah sakit

Paket

Paket manfaat bersifat

spesialis
Paket manfaat yang ditawarkan bersifat

Manfaat

komprehensif mulai dari

komprehensif. Setiap peserta berhak

upaya promotif (kampanye memperoleh manfaat jaminan


hidup sehat), preventif

kesehatan yang bersifat pelayanan

(kontrol sanitasi

kesehatan perorangan, mencakup

lingkungan, inspeksi

pelayanan promotif, preventif, kuratif,

banguanan, kontrol

dan rehabilitatif termasuk pelayanan

sanitasi makanan)

obat dan bahan medis habis pakai

Malaysia sebagai negara yang bersifat inklusif yang mengadopsi


rekomendasi Bank Dunia pada tahun 2004, agar setiap negara
memulai membangun sistem proteksi sosial. Sistem proteksi sosial
ini ditujukan untuk mengamankan sistem jaminan sosial yang
sekarang sedang berjalan di masing masing negara seperti
diillustrasikan dalam bagan 1 berikut:

Kelebihan Model Pembiayaan Kesehatan


Malaysia
1.Masyarakat iur bayar dengan harga yang sangat murah yaitu 1 RM 5 RM
2.Walaupun Tenaga kesehatan (dokter) hanya boleh berpraktik di satu tempat tetapi
terjamin kesejahteraannya yaitu dengan gaji yang cukup tinggi
3.Biaya operasional kesehatan tergolong murah karena alat kesehatan dan obat-obatan
dibebaskan dari pajak
4.Anggaran kesehatan dialokasikan juga untuk pembiyaan pendidikan tenaga kesehatan
5.Pelayanan kesehatan milik pemerintah terstandarisasi
6.Akses pelayanan kesehatan mudah. Setiap penduduk tinggal maksimal 5 km dari
layanan kesehatan (Rumah sakit atau klinik pemerintah)
7.Pajak langsung dibayarkan ke pemerintah federal sehingga tidak ada dana yang
terhambat di daerah
8.Mencangkup lebih banyak orang sampai 100% (universal coverage)
9.Sumber pendanaan berasal dari banyak sektor (pajak, APBN, EPF, SOSCO, dll)
10.Lebih mudah dikelola

Kekurangan Model Pembiayaan


Kesehatan Malaysia
1. Dengan iur bayar yang murah dan layanan kesehatan yang terstandar, antrian warga
berobat panjang. Rumah sakit dan klinik pemerintah padat oleh pengunjung dengan
jumlah tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang terbatas
2. Pembayaran untuk biaya operasional rumah sakit atau klinik pemerintah dengan cara
melihat pengeluaran tahun sebelumnya sehingga kemungkinan rumah sakit bisa
mengalami kerugian apabila terjadi pembengkakan biaya untuk tahun selanjutnya.
3. Bersifat kurang stabil atau kurang memadai karena anggaran secara tahunan harus
bersaing dengan dinas lain / bagian lain
4. Tidak efisien karena cenderung menguntungkan yang kaya dibanding dengan
masyarakat miskin apabila tidak ada kondisi yang mendukung misalnya pertumbuhan
ekonomi yang baik, administrasi pajak yang profesional dan institusi yang kompeten
5. Rentan terhadap moral hazard karena masyarakat akan tergantung dengan
pelayanan kesehatan yang gratis sehingga keinginan menjaga kesehatan menjadi
rendah

Terimakasih