Anda di halaman 1dari 24

DESINFEKSI

Kelompok 3:

BEKTI RINA P.
AGISTIRA PRATAMA
WINDA FARAH F.
AGENG WILLY N.
MISSVONNA Y.W.
FAUZIA R.A.

2014330036
2014330117
2014339073
2015339030
2015339128
2015339027

Pengertian Desinfeksi
Desinfeksi
adalah
proses
pembuangan
semua
mikroorganisme patogen pada objek yang tidak hidup
dengan pengecualian pada endospora bakteri.
Desinfeksi juga dikatakan suatu tindakan yang dilakukan
untuk membunuh kuman patogen dan apatogen tetapi
tidak dengan membunuh spora yang terdapat pada alat
perawatan ataupun kedokteran.

Pengertian Desinfektan
Desinfeksi dilakukan dengan menggunakan bahan
desinfektan melalui cara mencuci ,mengoles , merendam
dan
menjemur,
penghancuran
dan
pemusnahan
mikroorganisme patogen dengan tujuan mencegah
terjadinya infeksi, dan mengkondisikan alat dalam keadaan
siap pakai.
Desinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk
mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik
seperti bakteri dan virus,membunuh atau menurunkan
jumlah mikroorganisme.

Kriteria Desinfeksi yang ideal adalah :


1. Bekerja dengan cepat untuk menginaktivasi
mikroorganisme pada suhu kamar
2. Aktivitasnya tidak dipengaruhi oleh bahan organic, pH,
temperature dan kelembaban
3. Tidak toksik pada hewan dan manusia
4. Tidak bersifat korosif
5. Tidak berwarna dan meninggalkan noda
6. Tidak berbau
7. Bersifat biodegradable / mudah diurai
8. Larutan stabil
9. Mudah digunakan dan ekonomis
10. Aktivitas berspektrum luas

Variabel dalam desinfektan :


1. Konsentrasi (Kadar)
2. Waktu
3. Suhu
4. Keadaan Medium Sekeliling

Tujuan Desinfeksi adalah:


Mencegah terjadinya infeksi.
Mencegah makanan menjadi rusak.
Mencegah kontaminasi mikroorganisme dalam industri.
Mencegah kontaminasi terhadap bahan- bahan yg dipakai
dalam melakukan biakan murni.

Faktor yang mempengaruhi hasil


proses Desinfeksi:
1. Beban organik (beban biologis) yang dijumpai pada
benda.
2. Tipe dan tingkat kontaminasi mikroba.
3. Pembersihan/dekontaminasi benda sebelumnya.
4. Konsentrasi desinfektan dan waktu pajanan.
5. Struktur fisik benda
6. Suhu dan PH dari proses desinfeksi.

Proses Desinfeksi
Dalam proses desinfeksi sebenarnya dikenal dua cara
yaitu cara fisik ( pemanasan ) dan cara kimia
( penambahan bahan kimia ).
Bahan bahan desinfeksi yang dipakai tidak boleh
membahayakan, dapat diterima masyarakat pemakai,
serta mempunyai efek desinfeksi untuk waktu yang
cukup lama. Beberapa cara desinfeksi yang dapat
dilakukan yaitu dengan :
- Penggunaan ozon (ozonisasi)
- Penyinaran dengan sinar ultra violet
- Perebusan
- Penambahan senyawa klor (klorinasi)

MACAM-MACAM DESINFEKSI
1. Garam Logam Berat
Garam dari beberapa logam berat seperti air raksa dan perak
dalam jumlah yang kecil saja dapat membunuh bakteri, yang
disebut oligodinamik.

2. Zat Perwarna
Zat perwarna tertentu untuk pewarnaan bakteri mempunyai
daya bakteriostatis.

3. Klor dan senyawa klor


Klor banyak digunakan untuk sterilisasi air minum. persenyawaan
klor dengan kapur atau dengan natrium merupakan desinfektan yang
banyak dipakai untuk mencuci alat-alat makan dan minum.

4.

Fenol dan senyawa-senyawa lain yang sejenisLarutan fenol 2 4%


berguna sebagai desinfektan. Kresol atau kreolin lebih baik
khasiatnya daripada fenol.

5. Kresol
Destilasi destruktif batu bara berakibat produksi bukan saja fenol
tetapi juga beberapa senyawa yang dikenal sebagai kresol.

6. Alkohol
Sementara etil alcohol mungkin yang paling biasa digunakan,
isoprofil dan benzyl alcohol juga antiseptic.

7. Formaldehida
Formaldehida adalah disinfektan yang baik apabila digunakan sebagai gas.
Agen ini sangat efektif di daerah tertutup sebagai bakterisida dan fungisida.

8. Etilen Oksida
Jika digunakan sebagi gas atau cairan, etilen oksida merupakan agen
pembunuh bakteri, spora, jamur dan virus yang sangat efektif.

9. Hidogen Peroksida
Agen ini mempunyai sifat antseptiknya yang sedang, karena
kemampuannya mengoksidasi.

10. Betapropiolakton
Substansi ini mempunyai banyak sifat yang sama dengan etilen
oksida. Agen ini mematikan spora dalam konsentrasi yang tidak
jauh lebih besar daripada yang diperlukan untuk mematikan bakteri
vegetatif.

11. Senyawa Amonium Kuaterner


Kelompok ini terdiri atas sejumlah besar senyawa yang empat
subtituennya mengandung karbon, terikat secara kovalen pada
atom nitrogen.

12. Sabun dan Detergen


Sabun bertindak terutama sebagai agen akti-permukaan;yaitu
menurunkan tegangan permukaan. Efek mekanik ini penting karena
bakteri, bersama minyak dan partikel lain, menjadi terjaring dalam
sabun dan dibuang melalui proses pencucian.

13. Sulfonamida
Sejak 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang
mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri
dan lagipula tidak merusak jaringan manusia.

14. Antibiotik
Antibiotik ialah zat-zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme, dan
zat-zat itu dalam jumlah yang sedikit pun mempunyai daya
penghambat kegiatan mikroorganisme yang lain.

CARA KERJA DESINFEKSI


Menurut prosesnya :
1. Denaturasi
protein
mikroorganisme
Perubahan
strukturnya hingga sifat-sifat khasnya hilang.
2. Pengendapan protein dalam protoplasma ( zat-zat
halogen, fenol, alcohol, dan garam logam ).
3. Oksidasi protein( Oksidanasia ).
4. Mengganggu system dan proses enzim ( zat-zat
halogen, alcohol ,dan garam logam ).
5. Modifikasi dinding sel dan atau membran sitoplasma
( desinfektasi dengan aktivitas permukaan ).

Jenis-jenis Desinfektan
Jenis Desinfektan antara lain :
1. Chlorin (Cl2)
Anorganik Chloramine

Organik Chloramine
Natrium dan Calsium Hphochlorit
Chorine dioksida

2. Ozone (O3)
3. Iodine dan Bromine
4. Desinfektan Lain
Ferrate
Hydrogen Peroksida
Kalium Permanganat

Metode Desinfeksi

Metode desinfeksi adalah metode yang menggunakan


desinfektan yang dapat membunuh kuman-kuman atau
mengurangi
mikroorganisme
patogen
(penyebab
penyakit) yang ada dalam limbah cair/ air limbah.
Desifektan dapat berupa zat senyawa/ zat tertentu, atau
dengan peralakuan fisik. Proses disinfeksi pada limbah
cair biasanya dilakukan setelah proses pengolahan
limbah selesai, yaitu setelah pengolahan primer,
sekunder, atau tersier, sebelum limbah dibuang ke
lingkungan.

Perbedaan Antiseptik dan Desinfeksi


Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyebab
penyakit dengan bahan kimia atau secara fisik, hal ini
dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan
jalam membunuh mikroorganisme patogen.
Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau
menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup,
sedang desinfeksi digunakan pada benda mati.
Desinfektan dapat pula digunakan sebagai antiseptik
atau sebaliknya tergantung dari toksisitasnya.

Sifat-sifat Desinfektan dan Antiseptik


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Harus memiliki sifat antebakterial yang luas


Tidak mengiritasi jaringan hewan dan manusia
Memiliki sifar racun yang rendah dan tidak berbahaya bagi manusia
Memiliki daya tembus yang tinggi
Tetap aktif meskipun terdapat cairan tubuh,darah,nanah dsb.
Tidak menganggu proses kesembuhan
Tidak merusak alat-alat operasi lantai dinding
Harga murah karena diperlukan jumlah yang besar
Memilik stabilitas dalam jangka yang panjang

TERIMA KASIH