Anda di halaman 1dari 20

PEMURNIAN DAN

PEMBAHARUAN DI DUNIA
MUSLIM
Disusun oleh kelompok 1 :

Ahmad Subandriyo
(F120155032)
Ranti Hastuti (F120155040)
Wahyu Irawati (F120155057)

ARTI PEMURNIAN DANPEMBAHARUAN DI


DUNIA ISLAM
Pembaharuan dalam Islam, -istilah lainnya
pemurnian, modernisasi, aliran salaf, gerakan
kaum muda-, memiliki banyak bentuk, berbagai
penyebab, dan tempat serta waktu yang
berbeda-beda. Pembaharuan bisa dalam bentuk
pemurnian dalam arti mengembalikan faham dan
praktek agama kepada dua sumber aslinya yaitu
Al-Quran dan Sunnah Nabi dengan meninggalkan
pertengkaran mazhab dan bidah yang disisipkan
orang ke dalamnya

Kemajuan peradaban Islam dalam


berbagai bidang
700-an (Kompas, navigasi, ensiklopedi
geografi, kalender, peta dunia)
735 (Khalifah Abu Jafar Abdullah Al-Manshur
mempekerjakan para penerjemah yang
menerjemahkan buku-buku kedokteran, ilmu
pasti, dan filsafat dari bahasa Yunani, Parsi dan
Sanskrit, di antaranya terdapat Bakhtaisyu Kabir
alias Bakhtaisyu ibnu Jurijs ibnu Bakhtaisyu, AlFadzj ibnu Naubakht dan anaknya Abu Sahl
Tiamdz ibnu Al-Fadzl ibnu Naubakht, serta
Abdullah ibnu Al-Muqaffa.)

740 (menemukan sebuah alat yang mirip


arloji sebagai penanda waktu yang akurat)

750 1258 (Kekuasaan Daulah Abbasiah


di Baghdad (Irak) )

800 (Ibn Firnas, seorang penemu Muslim


Spanyol, tercatat sebagai orang yang
pertama membangun dan menguji sebuah
pesawat terbang)
813 (Pada masa kekuasaan Khalifah AlMaimun ibnu Harun Al-Rasyid didirikan
Daru Al-Hikmah atau Akademi Ilmu
Pengetahuan pertama di dunia, yang terdiri
dari perpustakaan, pusat pemerintahan,
observatorium bintang, dan universitas

850 (Ahli kimia Islam menghasilkan


kerosin)
900 (Pabrik kertas muncul di Mesir,
kemudian di Maroko tahun 1100 M, dan di
Spanyol tahun 1150 M yang sudah
berhasil membuat kertas putih dan
berwarna)
1050-1400 ( teori teori fisika dan
matematika banyak ditemukan contohnya
bilangan negatif, logaritma dan
keseimbangan hidrostatistika

Kemunduran Dunia
Islam
Kemunduran umat Islam dalam
peradabannya terjadi pada sekitar tahun
1250 s/d tahun 1500 M. Kemunduran itu
terjadi pada semua bidang terutama dalam
bidang Pendidikan Islam. Di dalam
Pendidikan Islam, kemunduran itu oleh
sebagai diyakini karena berasal dari
berkembangnya secara meluas pola
pemikiran tradisional

Kelemahan umat islam


tersebutdisebabkan oleh faktor-faktor
berikut:
Kelemahan umat islam tersebutdisebabkan oleh
faktor-faktor berikut:
Umat islam kurang menjalankan akidah islam
yang luas.
Umat islam kurang melaksanakan hukum Allah.
Umat islam kurang menerapkan amar maruf nahi
mungkar.
Umat islam kurang menjalankan jihad.
Umat islam telah terjebak dalam perbedaanperbedaan internal ketamakanduniawi.
Umat islam terlalu santai dan kurang
memperhatikan kepentingan umat.
Umat islam terpengaruh arus pemikiran barat
yang merusak.

Krisis yang menyebabkan


kemunduran
Krisis dalam Bidang Sosial Politik

a)
Awalnya adalah rapuhnya penghayatan ajaran Islam, terutama
yang terjadi dikalangan para penguasa. Bagi mereka ajaran
Islam hanya sekedar diamalkan dari segi formalitasnya belaka,
bukan lagi dihayati dan diamalkan sampai kepada hakekat dan
ruhnya. Pada masa itu ajaran Islam dapat diibaratkan bagaikan
pakaian, dimana kalau dikehendaki baru dikenakan, akan tetapi
kalau tidak diperlukan ia bisa digantungkan. Akibatnya para
pengendali pemerintahan memarjinalisasikan agama dalam
kehidupannya, yang mengakibatkan munculnya penyakit rohani
yang sangat menjijikkan seperti keserakahan dan tamak
terhadap kekuasaan dan kehidupan duniawi, dengki dan iri
terhadap kehidupan orang lain yang kebetulan sedang sukses.
Akibat yang lebih jauh lagi adalah muncullah nafsu untuk
berebut kekuasaan tanpa disertai etika sama sekali. Kepada
bawahan diperas dan diinjak, sementara terhadap atasan
berlaku menjilat dan memuji berlebihan menjadi hiasan mereka.

b)Krisis dalam Bidang Keagamaan


Krisis ini berpangkal dari suatu pendirian
sementara ulama jumud (konservatif) yang
menyatakan bahwa pintu ijtihad telah tertutup.
Untuk menghadapi berbagai permasalahan
kehidupan umat Islam cukup mengikuti pendapat
dari para imam mazhab. Dengan adanya pendirian
tersebut mengakibatkan lahirnya sikap
memutlakkan semua pendapat imam-imam
mujtahid, padahal pada hakekatnya imam-imam
tersebut masih tetap manusia biasa yang tak lepas
dari kesalahan.

c)Krisis bidang Pendidikan dan Ilmu


Pengetahuan
Krisis ini sesungguhnya hanya sekedar akibat dari
adanya krisis dalam bidang sosial politik dan bidang
keagamaan. Pusat-pusat ilmu pengetahuan baik
yang berupa perpustakaan maupun lembagalembaga pendidikan diporak-porandakan dan dibakar
sampai punah tak berbekas. Akibatnya adalah dunia
pendidikan tidak mendapatkan ruang gerak yang
memadai. Lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang
ada sama sekali tidak memberikan ruang gerak
kepada para mahasiswanya untuk melakukan
penelitian dan pengembangan ilmu. Kebebasan
mimbar dan kebebasan akademik yang menjadi ruh
atau jantungnya pengembangan ilmu pengetahuan
Islam satu persatu surut dan sirna.

Cordova dan Baghdad yang semula menjadi


lambang pusat peradaban dan ilmu pengetahuan
beralih ke kota-kota besar Eropa.

PERLUNYA PEMURNIAN DAN PEMBAHARUAN


Ketika kondisi masyarakat yang rapuh dan terjebak
dalam kondisi yang serba lemah tersebut, lahirlah
sebuah angin pembaharuan yang memberi
perubahan besar dalam tubuh Islam hingga akhir
sekarang ini.
Muhammad bin Abdul wahab (115 H/1703-1972M)
menggemakan suara pembaharuannya di daerah
Najad, sebuah negeri yang masih murni dalam
menjalankan syariat agama Islam.

Setelah pengaruhnya kuat di Najad ia pun pergi ke


Hajaz dan melakukan pemurnian - pemurnian
Mekkah yang pada saat itu pun terancuni akidah
dan syariahnya. Di bawah pimpinannya ia
melakukan pemberangusan besar-besaran dan
membuahkan hasil dengan jatuhnya Hajaz yang
ada pada kepemimpinan Syarif Hussain
Maka dari situlah semua ajarannya diterapkan dan
menjadi aliran resmi pada kekuasan Suud.
Penerapan hukum secara konsekuen dan murni
diberlakukan sehingga walaupun pemerintahan ini
keras namun keadilan dan kebijaksanaan dapat
diterapkan di negeri ini

Ada beberapa aspek khusus yang perlu diperhatikan


oleh setiap mujadid dalam usaha seruan
pembaharuannya Al-Maududi menerangkan aspekaspek tersebut sebagai berikut:
Setiap Mujadid harus selalu melakukan
pengamatan-pengamatan atas kekeliruan yang
ada dan memperbaiki dengan cepat setiap
macam penyimpangan-penyimpangan yang
dilakukan kaum Muslimin.
Seorang Mujadid harus mampu merencanakan
dan merumuskan program yang tepat untuk
kebangkitan peradaban Islam

Mujadid mampu melakukan penafsiran yang


teliti atas segala fenomena yang terjadi dalam
masyarakat.
Berusaha membangkitkan revolusi intelektual
Muslim. Sebab corak kemajuan dunia diilhami
dengan buah fikiran kaum cendekiawan.
Memberikan bentuk ide praktis pembaharuan
yang dapat dipahami oleh masyarakat luas.
Selalu melakukan ijtihad yang menyeluruh yang
berlandaskan ajaran-ajaran agama, pada bidang
hukum, kebudayaan, dan perubahan sosial yang
terjadi.

Mampu membela dan mempertahankan Islam


dari permasalahan kebudayan dan ancaman
berbagai pihak yang ingin menghancurkan
eksistensi agama Islam.
Menyuburkan kembali pola-pola hidup Islami
pada seluruh aspek kehidupan. Sebab sistem
yang dipakai Islam terbukti telah mampu
menjawab semua tantangan dari masa ke masa.
Mujadid mampu menciptakan perubahan secara
mendunia. Seorang pembaharu tidak boleh lekas
puas dengan keberhasilan hanya terbatas pada
daerahnya saja, sebab keberhasilan
pembaharuan belumlah selesai sebelum seluruh
pelosok negeri merasakan pembaharuan
tersebut

Adapun daam pelaksaaannya ada bebarapa target


yang harus diperhatikan oleh Mujadid Muslim agar
dapat menjadi acuannya dalam keberhasilan
pembaharuan tersebut.
Bidang itu antara lain:
Kehidupan beragama, meliputi:
a. Penyuburan akidah umat Islam secara
berkesinambungan
b. Menegakkan tasamuh (toleransi) agama Islam
yang tinggi
c. Menyelaraskan Akidah dan kemasyarakatan
d. Menjadikan agama sebagai usaha memperbaiki
diri. Memberikan kebebasan pada semua orang
kebebasan berakidah.

Akhlak, mencakup di dalamnya:


a. Pembentukan masyarakat yang Humanis
b. Tata sosial masyarakat yang Islami (solideritas
Muslim)
Ilmu pengetahuan dan pengembangan
wawasan keIslaman
Kebudayaan dan Kesenian
Ekonomi, Sosial, Politik

TOKOH-TOKOH PEMBAHARU
DALAM DUNIA ISLAM
Hasan Al-banna (Perintis Negara Islam
Modern)
Jamaluddin al-afghani (Jiwa Rainesans Umat)
Muhammad Abduh (Sang Modernis yang
Tradisional)
Kontribusi pembaharuan pemikiran abduh paling
menonjol dan menjadi fokus gerakannya meliputi
dua bidang yaitu teologi dan hukum, dua aspek ini
yang dianggapnya vital yang telah di lupakan oleh
umat islam sehingga benih kemunduran di setiap
kehidupan tidak dapat dihindari

Muhammad Iqbal (Filosof Agung dari


Timur)
Sayyid Amir Ali (Pemikir-Sejarawan
Muslim Modern)