Anda di halaman 1dari 19

TUGAS

III

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Aspek Lingkungan Teknik

KENAPA TERJADI NYA GELOMBANG


LAUT, ANGIN DARAT DAN ANGIN LAUT,
PETIR DAN MENGAPA CURAH HUJAN DI
PEGUNUNGAN LEBIH TINGGI DARI
DATARAN RENDAH

GELOMBANG LAUT
Apa itu gelombang laut?
Gelombang adalah pergerakan naik
dan turunnya air dengan arah tegak
lurus permukaan air laut yang
membentuk kurva/grafik sinusoidal.
Gelombang laut disebabkan oleh
angin.

Mekanisme terjadinya
gelombang laut.

Amati gerak pelampung yang ada di laut.


Perhatikan bahwa sebenarnya pelampung
bergerak dalam suatu lingkaran (orbital)
ketika gelombang bergerak naik dan
turun.

Partikel air berada dalam satu tempat,


bergerak di suatu lingkaran, naik dan
turun dengan suatu gerakan kecil dari sisi
satu kembali ke sisi semula. Gerakan ini
memberi gambaran suatu bentuk
gelombang. Pelampung yang mengapung
di air pindah ke pola yang sama, naik

Di bawah permukaan, gerakan berputar


gelombang itu semakin mengecil. Ada
gerak orbital yang mengecil seiring
dengan kedalaman air, sehingga
kemudian di dasar hanya akan
meninggalkan suatu gerakan kecil
mendatar dari sisi ke sisi yang disebut
surge.

ANGIN DARAT DAN ANGIN


LAUT
Anginadalah udara yang bergerak.
Pergerakannya terjadikarena adanya
rotasi bumi serta karena adanya
perbedaan tekanan udara di
sekitarnya. Angin akan bergerak dari
tempat yang bertekanan udara tinggi
ke tempat yang bertekanan udara
rendah.

1. Angin laut (the sea


breeze).
Angin laut atauthe sea
brezeemerupakan jenisangin yang
bertiup dari arah laut ke arah darat
yang umumnya terjadi pada siang
hari dari pukul 09.00 sampai dengan
pukul 16.00 di daerah pesisir pantai.

Proses terjadinya angin laut.


Prosesnya terjadi di pagi hari hingga menjelang
sore hari dimana pada saat itu suhu di laut lebih
dingin dibandingkan dengan suhu daratan.
Hal ini disebabkan sifat laut (perairan) yang
lambat menerima panas dan lambat
melepaskannya.
Hal ini akan mengakibatkanlaut menjadi daerah
yang mempunyai tekanan tinggi (maksimum)
dan daratan menjadi daerah yang mempunyai
tekanan rendah (minimum).

2. Angin darat (the land


breeze).
Angin darat atauthe land breeze
merupakan angin yang bertiup dari
arah darat ke arah laut yang
umumnya terjadi pada saat malam
hari dari jam 20.00 sampai dengan
jam 06.00 di daerah pesisir pantai.

Proses terjadinya angin


darat.
Angin darat terjadi ketika pada
malam hari dimana pada malam hari
daratan akan lebih dingin
dibandingkan lautan, karena sifat
daratan yang cepat menerima panas
dan cepat menerima dingin.

Daratan menjadi daerah yang


mempunyai tekanan tinggi (maksimum),
sedangkan laut menjadi daerah yang
mempunyai tekanan rendah
(minimum).Gerakan konvektif tersebut
menyebabkan udara dingin dari daratan
bergerak menggantikan udara yang naik
di lautan sehingga terjadilah aliran udara
dari darat ke laut.

Karenamassa daratan mempunyai sifat


fisik cepat menerima panas dan cepat
pula melepaskan, sedangkan massa
lautan lambat dalam menyerap panas
dan lambat pula melepaskannya, maka
kedua sifat inilah yang menyebabkan
perbedaan tekanan udara pada kedua
tempat tersebut dalam waktu yang
bersamaan.

Pada siang hari daratan akan lebih cepat


menerima panas, sehingga udara
menjadi panas lalu memuai dan
bertekanan lebih rendah dari lautan.
Perbedaan tekanan ini menyebabkan
bertiupnya angin dari laut ke darat. Angin
dari laut ke darat ini disebut
sebagaiangin laut.

Sedangkan pada malam hari tekanan


udara di darat lebih tinggi dibanding
tekanan udara di laut. Perbedaan tekanan
ini menyebabkan bertiupnya angin dari
darat ke laut sehingga terjadilahangin
darat.

PETIR
Peristiwa terjadinya petir merupakan
peristiwa listrik statis yang
menghasilkan listrik yang sangat
besar. Besarnya sampai jutaan volt.
Ada pohon yang tersambar petir
sampai hangus, ohon tersebut
langsung terbakar dan mati.

Proses terjadinya petir.


Proses terjadinya petir adalah beda
potensial yang tinggi pada awan yang
memiliki kelebihan muatan negatif
pada lapisan bawah permukaan awan
akan dibuang ke bumi untuk
menyeimbangkan muatannya.
Sedangkan di bumi terdapat muatan
positif. Pada proses pembuangan
muatan negatif inilah terjadinya petir.

CURAH HUJAN
Faktor yang mempengaruhi keragaman curah
hujan (Presipitasi).
Intensitas curah hujanadalah jumlah curah hujan
yang dinyatakan dalam tinggi hujan atau volume
hujan tiap satuan waktu, yang terjadi pada satu
kurun waktu air hujan terkonsentrasi (Wesli, 2008).
Besarnya intensitas curah hujan berbeda-beda
tergantung dari lamanya curah hujan dan frekuensi
kejadiannya.

Intensitas curah hujan yang tinggi pada


umumnya berlangsung dengan durasi
pendek dan meliputi daerah yang tidak luas.
Hujan yang meliputi daerah luas, jarang
sekali dengan intensitas tinggi, tetapi dapat
berlangsung dengan durasi cukup panjang.
Kombinasi dari intensitas hujan yang tinggi
dengan durasi panjang jarang terjadi, tetapi
apabila terjadi berarti sejumlah besar
volume air bagaikan ditumpahkan dari
langit. (Suroso, 2006).

Hubungan dengan deretan pegunungan,


banyak yang bertanya, kenapa di daerah
pegunungan sering terjadi hujan?
Hal itu disebabkan uap air yang dibawa angin
menabrak deretan pegunungan, sehingga uap
tersebut dibawa keatas sampai ketinggian
tertentu akan mengalami kondensasi, ketika uap
ini jenuh dia akan jatuh di atas pegunungan
sedangkan di balik pegunungan yang menjadi
arah dari angin tadi tidak hujan (daerah
bayangan hujan), hujan ini disebut hujan
orografik contohnya di Indonesia adalah angin
Brubu.

TERIMA KASIH