Anda di halaman 1dari 29

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KEBUTUHAN NUTRISI

Oleh:
VEBBY ASTRI RIZKILIA.,S.Kep

PENGKAJIAN

Pengkajian keperawatan terhadap masalah kebutuhan


nutrisi klien berpedoman pada empat area pokok yaitu
Riwayat diet dan kesehatan
Pengukuran fisik (tinggi dan berat) dan antropometri
Tes laboratorium
Observasi klinik
Selain itu kebutuhan energi/kalori klien juga perlu
dikaji agar dapat diberikan intervensi pemenuhan
nutrisi yang tepat (Perry & Potter, 2005)

Riwayat Diet dan Kesehatan pada Kebutuhan


Nutrisi

Pengkajian riwayat diet dilakukan dengan mengkaji


jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi pasien
selama 24 jam.
Meliputi jumlah dan jenis karbohidrat, protein,
lemak, sayur-sayuran, buah-buahan, air dan
mineral (Nurachmah, 2001)
Riwayat diet berfokus pada kebiasaan asupan
makanan dan cairan klien, termasukinformasi
tentang pilihan, alergi, masalah dan hal yang
berhubungan lainnya seperti kemampuan klien
untuk memperoleh makanan.

Riwayat Diet dan Kesehatan pada Kebutuhan


Nutrisi

Selain itu juga harus dikaji tingkat aktivitas


klien untuk menentukan kebutuhan energi dan
membandingkannya
dengan
asupan
makanan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pola diet
klien dan status nutrisi seperti status
kesehatan, latar belakang budaya, agama,
status sosial ekonomi, pilihan pribadi, faktor
psikologi,penggunaan alkohol atau obatobatan, salah informasi tentang makanan juga
perlu mendapatperhatian (Perry & Potter,
2005)

Pemeriksaan Fisik dan Antropometri


pada Kebutuhan Nutrisi

Antropometri adalah suatu sistem pengukuran


ukuran dan susunan tubuh dan bagiankhusus
tubuh. Pengukuran antropometri terdiri atas
tinggi badan, berat badan, tebal lipatan kulit,
dan lingkar tubuh di beberapa area seperti
kepala, dada, dan lengan.

a. Tinggi Badan

Pengukuran tinggi badan pada klien dewasa


dan balita dilakukan dalam posisi berdiri tanpa
alas kaki.
Pada bayi dilakukan dalam posisi berbaring.
Pada kasus-kasus tertentu, seperti pasien
yang mengalami cedera dan fraktur tulang
belakang, pengukuran dilakukan dalam posisi
berbaring.

b. Berat badan

Hal-hal yang harus diperhatikan saat mengukur


berat badan adalah:
Alat serta skala ukuryang digunakan harus
sama setiap kali menimbang
Klien ditimbang tanpa alas kaki
Pakaian diusahakan tidak tebal dan relatif
sama beratnya setiap kali menimbang
Waktu (jam) penimbangan relatif sama,
misalnya sebelum dan sesudah makan

Berat Badan Ideal (BBI)

Berat badan ideal /normal dicapai bila energi yang


masuk ke dalam tubuh melalui makanan sama dengan
energi yang dikeluarkan (keseimbangan energi).
Berat Badan Ideal (kg)= [(Tinggi Badan (cm)-100)-10%)]
Berat badan ideal ini bergantung pula pada besar
kerangka dan komposisi tubuh dalam hal otot dan
lemak. Seorang yang berkerangka besar dan atau
mempunyai
komposisi
otot
relatif
lebih
besar
mempunyai berat badan ideal yang lebih besar.
Cara lain adalah dengan menentukan Indeks Masa
Tubuh/IMT.

c. Tebal Lipatan Kulit

Pengukuran tebal lipatan kulit bertujuan untuk


menentukan
persentase
lemak
di
jaringan
subkutan, dan status kalori.
Selain itu, pengukuran ini dapat digunakan untuk
mengkaji kemungkinan malnutrisi, berat badan
normal atau obesitas.
Area yang sering digunakan untuk pengukuran ini
adalah lipatan kulit trisep (triceps skinfold/TSF).
Area lain pengukuranTSF adalah bisep, skapula dan
otot abdominal.

Cara Pengukuran TSF:

Klien dianjurkan untuk membuka pakaian guna


mencegah kesalahan pada hasil pengukuran.
Privasi dan rasa nyaman klien harus selalu
diperhatikan.
Dalam pengukuran TSF, utamakan lengan klien yang
tidak dominan.
Pengukuran TSF dilakukan pada titik tengah lengan
atas, antara akromion dan olekranon.
Ketika pengukuran dilakukan, klien dianjurkan untuk
relaks.
Alat yang digunakan adalah Skinfold Caliper

d. Lingkar Tubuh

Lingkar dada dan kepala digunakan dalam


pengkajian pertumbuhan dan perkembangan
otak bayi.
Sedangkan lingkar lengan atas dan lingkar otot
lengan atas (LOLA) digunakan untuk menilai
status nutrisi.
LLA diukur dengan menggunakana alat ukur
yang umum digunakan tukang jahit (tape
around) dan dilakukan pada titik tengah lengan
yang tidak dominan dalam satuan sentimeter

Tabel LLA untuk Remaja dan Orang


Dewasa

UMUR

STANDART
100%

85%

80%

LK

PR

LK

PR

LK

PR

15-16

25

24,5

21

20,5

20

19,5

16

26

24,5

22

21

20,5

19,5

17

27

25

23

21,5

21,5

20

DEWASA

29,5

28,5

25

23,5

23,5

23

Keterangan :

85% standar = batas terendah gizi baik


80% standar = batas terendah gizi kurang
<80% standar = gizi buruk
Adapun penghitungan LOLA menggunakan
rumus:
LOLA=LLA-(3,14 x
TSF)

(semua dalam satuan cm)


Nilai normal LOLA pada pria sebesar 25,3 dan
wanita sebesar 23,3 cm

Pemeriksaan Laboratorium

Nilai-nilai biokimia yang digunakan dalam pengkajian nutrisi adalah:


Total limfosit dan tes antigen kulit, merupakan ukuran fungsi imunitas atau
kemampuan tubuh melawan penyakit.
Serum albumin, merupakan indikator penting status nutrisi dan sintesa
protein, yangbiasanya rendah pada penyakit infeksi, gangguan hepar,
ginjal dan saluran cerna.
Transferrin, merupakan parameter lain untuk mengkaji status protein
viseral.
Keseimbangan nitrogen, untuk menentukan kadar pemecahan protein di
dalam tubuh.
Hemoglobin dan hematokrit, mengindikasikan defisiensi berbagai bahan
nutrisi.
Lipid serum, berhubungan dengan resiko penyakit jantung koroner.
Glukosa serum, berhubungan dengan resiko diabetes, obesitas dan
hipertensi

Tabel Standar Nilai Normal Status


Nutrisi pada Orang Dewasa

No.
1

Nama Pemeriksaan Biokimia

Kadar Normal

Hematokrit :

(vol % red cells)

Laki-laki

40-45%

Perempuan

37-47%

Hemoglobin:
Laki-laki

14-17 g/dl

Perempuan

12-15 g/dl

Nilai total Limposit

1500-3000/mm3

Serum albumin

4.0-5.5 g/dl

Kapasitas total serum zat besi

250-410 %

Transferrin

170-250 mg/dl

Kreatinin

1.0-1.5 g/24 jam

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Menurut North American Nursing Diagnosis Association


(NANDA), diagnosis keperawatan terkait masalah nutrisi
dibagi menjadi:
A. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh, yang
berhubungan dengan:
Peningkatan laju metabolit
Asupan nutrien yang tidak adekuat dalam dalam diet
Peningkatan
kehilangan
nutrien
melalui
cairan
gastrointestinal
Kebutuhan energi tinggi akibat latihan yang berlebihan

DIAGNOSA KEPERAWATAN

B. Perubahan nutrisi: lebih dari kebutuhan tubuh, yang


berhubungan dengan:
Penurunan laju metabolik
Asupan nutrien dan kalori yang berlebihan dalam diet
Latihan atau aktivitas yang tidak adekuat.
C. Perubahan nutrisi: risiko untuk lebih dari kebutuhan tubuh
yang berhubungan dengan:
Pola asupan makanan yang disfungsional.
Gangguan hubungan dengan orang yang penting atau
bermakna.
Gangguan menelan akibat jalan napas buatan

IMPLEMENTASI

Klien yang sakit atau lemah sering kali


memiliki nafsu makan yang buruk.
Perawat dapat membantu klien untuk
memahami faktor-faktor yang mengurangi
nafsu makan, menggunakan pendekatan
kreatif untuk menstimulasi nafsu makan,
mengkaji klien untuk kebutuhan agen
famakologis yang menstimulasi nafsu makan
atau mengatur gejala yang mengurangi nafsu
makan (Potter & Perry 2005).

A. Menstimulasi Nafsu Makan

Perawat dapat membantu menstimulasi nafsu


makan klien dengan :
Adaptasi lingkungan,
Konsultasi dengan ahli gizi,
Ketentuan diet khusus dan pilihan makanan,
Pemberian obat yang menstimulasi nafsu
makan,
Konseling klien dan keluarga (Potter &
Perry,2005)

B. Terapi Diet dalam Managemen Penyakit

Nutrisi yang baik penting bagi kesehatan dan


penyakit, tetapi pola asupan diet yang spesifik
yang menghasilkan nutrisi yang baik sering kali
harus dimodifikasi dengan klienyang berpenyakit
khusus.
Modifikasi diet penting untuk menyesuaikan
dengan kemampuan tubuh untuk metabolisme
nutrien tertentu, memeriksa defisiensi nutrisi yang
berhubungan
dengan
penyakit,
dengan
mengeliminasi makanan yang memperburuk
gejala penyakit (Potter & Perry, 2005)

C. Pemberian Nutrisi Melalui Oral

Pemberian nutrisi melalui oral merupakan


tindakan keperawatan yang dilakukan pada
klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan
nutrisi secara sendiri dengan cara membantu
memberikan makanan atau nutrisi melalui oral
(mulut)
Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
klien dan membangkitkan selera makan klien
(Alimul, 2006)

D. Pemberian Nutrisi Melalui Enteral

Pemberian nutrisi melalui enteral adalah pemberian


nutrien
melalui
saluran
gastrointestinal
dengan
menggunakan selang atau kateter khusus (feeding tube).
Pemberian nutrisi enteral diperlukan pada penderita yang
memerlukan asupan nutrien dengan saluran cerna yang
masih berfungsi.
Cara pemberiannya bisa melalui jalurhidung-lambung
(nasogastric route) atau hidung-usus (nasoduodenal atau
nasojejunalroute).
Pemberian nutrisi enteral tidak boleh dilakukan pada
keadaan seperti perdarahan gastrointestinal yang berat,
ileus obstruktif, diare yang profus, dan enterokolitis berat.

E. Pemberian Nutrisi melalui


Parenteral

Pemberian nutrisi melalui parenteral adalah pemberian


nutrien melalui pembuluh darah balik yang biasa berupa
vena perifer atau vena sentral.
Nutrisi parenteral diperlukanbagi pasien-pasien yang
menghadapi resiko malnutrisi namun tidak mampu
dan/atau tidakboleh mendapatkan kecukupan nutrien
lewat saluran cerna.
Nutrisi parenteral perlu dibedakan dengan pemberian
infus yang hanya terdiri atas cairan, elektrolit, dan
karbohidrat
untuk
mepertahankan
hidrasi,
keseimbangan elektrolit serta memberikan sedikit kalori
(Hartono, 2000)

EVALUASI

Evaluasi terhadap masalah kebutuhan nutrisi secara


umum dapat dinilai dari adanya kemampuan dalam:
Meningkatkan nafsu makan ditunjukkan dengan adanya
kemampuan dalam makan serta adanya perubahan
nafsu makan apabila terjadi kurang dari kebutuhan.
Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ditunjukkan dengan
tidak adanya tanda kekurangan atau kelebihan berat
badan.
Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parenteral
ditunjukkan
dengan
adanyaproses
pencernaan
makanan yang adekuat

Dokumentasi Asuhan
Keperawatan pada Kebutuhan
Nutrisi

Fokus
dokumentasi
adalah
perawat
dapat
mengimplementasikan dan mengorganisasi data.
Bentuk dokumentasi dapat berupa data dasar, lembar
alur (flow sheet) dan catatan perkembangan, yang
semuanya termasuk tipe pengkajian informasi.
Fokus dokumentasi pada kebutuhan nutrisi adalah pada:
Pola nutrisi metabolik
Pola makan biasa dan masukan cairan
Tipe makanan dan cairan
Peningkatan / penurunan berat badan
Nafsu makan, pilihan makanan

Dokumentasi Asuhan
Keperawatan pada Kebutuhan
Nutrisi

Untuk mencapai catatan pengkajian secara aktual, maka


perlu dipertimbangkan pedoman dalam pembuatan
pencatatan/dokumentasi, diantaranya :
Gunakan format yang terorganisasi
Gunakan format yang telah ada
Format yang mencakup pengkajian perkembangan,
pemeriksaan dari kepala sampai dengan seluruh tubuh
dapat memperluas informasi
Catat informasi tanpa bias dan nilai-nilai opini pribadi
Masukkan pernyataan yang mendukung klien
Jabarkan observasi dan hasil yang jelas

Dokumentasi Asuhan
Keperawatan pada Kebutuhan
Nutrisi

Ikuti kebijakan dan prosedur yang telah ada untuk pencatatan


pengkajian
Tulis data secara ringkas
Setiap data yang dikumpulkan adalah data baru dan
mendapatkan validasi
Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus
Data harus dicatat, dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain
Data dikelompokkan dalam bio-psiko-sosio-spiritual, sesuaikan
formatnya
Data dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relecan dan
sesuai
Menuliskan identitas waktu
Menulis nama dan tanda tangan pelaksana pengkajian.