Anda di halaman 1dari 21

Laporan Kasus

BRONKOPNEUMONI

OLEH:
YESCI HANIVERSARI / G1A106072

PEMBIMBING:

dr. Syahril Badar, M.Kes

STATUS PASIEN

Identitas
PASIEN

Nama/Jenis
Kelamin/Umur: An. F /
Laki-laki / 2 Tahun 5
Bulan
Pekerjaan/Pendidikan:
Belum Sekolah
Alamat: No. 13 RT 18
Simpang IV Sipin

Latar Belakang Sosioekonomi-demografilingkungan-keluarga

Aspek
Psikologis di
Keluarga

Status Perkawinan :
belum menikah
Jumlah anak/saudara : 2
bersaudara, pasien anak
ke 2
Status ekonomi
keluarga: mampu
Kondisi Rumah: baik
Kondisi Lingkungan Keluarga
: baik

baik

Riwayat Penyakit
Dahulu/keluarga :
Riwayat dengan keluhan
yang sama sebelumnya
disangkal
Riwayat keluarga yang
minum obat 6 bulan
disangkal
Riwayat asma disangkal
Riwayat asma pada
keluarga disangkal

ANAMNESIS

Keluhan
Keluhan utama
utama

Batuk
disertai
sesak
nafas

Batuk
AK
danberdahak
BAB tidakwarna
ada kelainan.
putih tanpa disertai darah serta dahak sulit ke
Keluhan tidak disertai. Keluhan tidak diertai demam, mual, dan munt
Batuk
AK
danberdahak
BAB tidakwarna
ada kelainan.
putih tanpa disertai darah serta dahak sulit ke

PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan
Keadaan

Umum

sakit : tampak sakit

sedang
Kesadaran : compos mentis
Suhu: 38,0C
Nadi : 148 x/menit
Pernafasan: 50 x/menit
Kulit: normal

PEMERIKSAAN ORGAN

Kepala :
normocephal,
simetris
Mata: Ca (-), SI (-),
RC +/+ , pupil: bulat,
isokor
Hidung : nafas
cuping hidung (+)
Telinga : t.a.k
Mulut : dbn
Lidah : putih
kotor (-), ulkus (-)

Leher

KGB : tak ada pembengkakan


Kel.tiroid: tak ada pembesaran
JVP : 5 - 2 cmH2O
Thorax : dbn
Abdomen :
Inspeksi
Datar, skar (-), venektasi (-), spidernevi (-)
Palpasi
Nyeri tekan regio epigastrium (-), defans
musculer (-), , hepatomegali (-),
splenomegali (-), nyeri ketok costovertebra
(-/-)
Perkusi
Timpani
Auskultasi
Bising usus (+) normal

Ekstremitas :

Edema (-), akral hangat,

DIAGNOSI
S
Bronkopneumonia
Diagnosa Banding

Bronkopneumonia
Bronkiolitis
Tb paru

PEMERIKSAAN ANJURAN

Darah rutin
Rontgen thorax

MANAJEMEN

Preventif :

Menjaga keadaan gizi agar tetap baik


Immunisasi
Menjaga kebersihan anak dan lingkungan
Mencegah anak berhubungan dengan
penderita ISPA

Promotif :

Penyuluhan kesehatan yang terutama di


tujukan pada para ibu
Immunisasi

Kuratif :

Non medikamentosa
:

Istirahat
Makan makanan
yang bergizi

Medikamentosa
:
Antibiotik kotrimoksazol
Sirup 2 x 1 cth
Antipiretik + Mukolitik P II
3 x 1 dalam serbuk
P II terdiri dari: PCT 166 mg
GG

25 mg
CTM

0,3 mg

Pengobatan tradisional yang dapat


diberikan :
Jeruk nipis, kecap dan madu

Jeruk nipis dibelah lalu diperas


sendok teh
Ambil kecap atau madu sendok
teh
Campurkan sendok teh perasan
jeruk nipis ditambah sendok teh
kecap/madu

Dapat diberikan 3 kali sehari

Rehabilitatif

ANALISI KASUS

Pada anamnesis didapatkan keluhan batuk yang


disertai sesak nafas. Ibu pasien mengaku sejak 3 hari
lalu anaknya menderita batuk dan pilek.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital :
frekuensi pernapasan yang meningkat (50x/i) disertai
dengan takikardi (148x/i) dan peningkatan suhu
tubuh (38,00C). Pada pemeriksaan fisik organ,
didapatkan pernafasan cuping hidung (+), tanpa
sianosis. Pada thorax retraksi dinding dada tidak ada,
dan pada seluruh lapang paru kiri terdengar suara
nafas tambahan yaitu ronkhi basah sedang, wheezing
tidak ada

Diagnosis bronkopneumonia ditegakkan bila ditemukan 3 dari


5 gejala berikut :

sesak nafas disertai dengan pernafasan cuping hidung dan tarikan


dinding dada
panas badan
Ronkhi basah sedang nyaring (crackles)
Foto thorax meninjikkan gambaran infiltrat difus
Leukositosis (pada infeksi virus tidak melebihi 20.000/mm3 dengan
limfosit predominan, dan bakteri 15.000-40.000/mm3 neutrofil yang
predominan)

Pada kasus bronkopneumonia biasanya didahului oleh infeksi


saluran nafas akut selama bebrapa hari dan diketahui bahwa
pasien mengalami hal yang serupa.

Pada kasus ini memenuhi kriteria penegakkan


diagnosis bronkopneumonia dengan gejala : sesak
nafas, panas badan dan ronkhi basah sedang nyaring
Diagnosis banding TB paru dapat disingkirkan karena
pada anamnesis diketahui bahwa pasien menderita
batuk dan demam dalam 3 hari terakhir, tidak lebih
dari 3 minggu dan tidak didapati penurunan nafsu
makan yang diikuti dengan penurunan BB. Dari hasil
status gizi pasien memiliki status gizi baik. Pada
riwayat penyakit keluarga , tidak ada keluarga yang
minum obat 6 bulan.

Pengobatan utama pada pasien ini diberikan


antibiotik kotrimoksazol sirup 2 x 1 cth. Pilihan
terapi kotrimoksazol diberikan karena pemberian
kotrimoksazol diindikasikan untuk infeksi saluran
nafas yang disebabkan H.influenza, S.
Pneumonia dan hal ini sesuai karena etiologi
bronkopneumonia pada anak-anak yaitu karena
Parainfluensa, Influensa Virus, Adenovirus, S.
Pneumonia, Pneumokokus, Mycobakterium
tuberculosa. Terapi simptomatis yang diberikan
yaitu paracetamol, dextrometorfan.

Pada pasien ini disarankan untuk


dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu
darah rutin dan rontgen thorax. Pasien
disarankan kontrol teratur ke
Puskesmas, apabila tidak ada
perbaikan dengan terapi yang
diberikan maka dilakukan biakan
dengan cara hapusan tenggorok (throat
swab) untuk mengetahui etiologi
bronkopneumonia sehingga terapi yang

Terima Kasih