Anda di halaman 1dari 72

Siklus Pengelolaan Barang Milik

Daerah
PELATIHAN KEUANGAN DAERAH LEVEL ADVANCED
Level Advanced

DJPK - KEMENTERIAN KEUANGAN RI

Tujuan Pembelajaran

Peserta mampu:
Menjelaskan siklus pengelolaan barang milik
daerah

AGENDA
Pengantar

Siklus Pengelolaan BMD

Pengantar
Bahasan I

FAKTA DAN KONDISI IDEAL


PENGELOLAAN BMD
FAKTA:
1. Pengelolaan BMD yang belum
memadai

KONDISI IDEAL:
PERSOALAN:
1.
2.
3.
4.

SDM
ORGANISASI
PERATURAN
SISTEM

REFORMASI

1. Pengelolaan BMD yang memadai

Upaya yang harus


dilakukan ?

Siklus Pengelolaan BMD harus dijalankan


secara benar

Permendagri No
17/2007
PENGADAAN
PERENCANAAN
KEBUTUHAN DAN
PENGANGGARAN

PENGGUNAAN

TUNTUTAN
GANTI
RUGI

PEMBIAYAAN

PENERIMAAN,
PENYIMPANAN DAN
PENYALURAN

PENATAUSAHAAN
SIKLUS
PENGELOLAAN
BMD

PEMANFAATAN

PEMBINAAN
PENGAWASAN
PENGENDALIAN

PENGAMANAN &
PEMELIHARAAN

PEMINDAH
TANGANAN
PENGHAPUSAN

PENILAIAN

Diskusi Kelompok

Instruksi
Bentuk 5 kelompok @5-7 orang
Pilihlah salah satu kasus untuk didiskusikan kelompok
Diskusikan dan presentasikan di setiap kelompok:
Apa latar belakang terjadinya kasus tersebut?
Apa penyebab terjadinya kasus tersebut?
Pelanggaran apa yang dilakukan dalam terjadinya kasus
tersebut?
Bagaimana penyelesaian terhadap terjadinya kasus
tersebut?
Bagaimana bentuk pencegahan/idealnya dalam kasus
tersebut?

Siklus Pengelolaan
BMD
Bahasan I

Pengertian Barang Daerah Pasal 3


Permendagri 17/2007
Barang Milik Daerah meliputi:
1. Barang yang dibeli atau diperoleh atas beban
APBD, dan
2. Barang yang berasal dari perolehan lainnya yang
sah.

barang yang diperoleh dari


hibah/sumbangan/atau yang sejenis

Barang milik daerah


diperoleh dari
perolehan lainnya
yang sah.

barang yang diperoleh dari kontrak


kerja sama, kontrak bagi hasil, dan
kerja sama pemanfaatan barang milik
daerah
barang yang diperoleh berdasarkan
penetapan karena peraturan
perundang-undangan
barang yang diperoleh dari putusan
pengadilan

Barang milik daerah dalam Neraca, tersaji


dalam:
Aset lancar persediaan;
Aset tetap
Aset lainnya

PP 6/2006: Pengaturan mengenai lingkup


barang milik negara/daerah dibatasi pada
pengertian barang milik negara/daerah
yang bersifat berwujud (tangible)

Pengelolaan Barang Milik Daerah


rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap
barang daerah meliputi: penjualan barang
melalui
pelelangan
dan
pengecualiannya,
perencanaan kebutuhan, tata cara penggunaan,
pengadaan, penerimaan, penyimpanan dan
penyaluran,
pemanfaatan,
pemeliharaan,
penatausahaan,
penilaian,
penghapusan,
pemindahtanganan.
Rumusan tersebut merupakan siklus minimal atas
seluruh mata rantai siklus pengelolaan barang
milik negara /daerah

Pengelolaan Barang Milik


Daerah
Pengelolaan
barang daerah

rangkaian
kegiatan dan
tindakan
terhadap
barang daerah

perencanaan
penganggaran
pengadaan
penggunaan
pemanfaatan
pemeliharaan
penatausahaan
penilaian
penghapusan
pemindahtanganan
Pengamanan
Pembinaan, Pengawasan,
Pengendalian
Pembiayaan
Tuntutan Ganti Rugi

berpedoman pada
peraturan perundangan

ditetapkan dengan
peraturan daerah

Permendagri No
17/2007
PENGADAAN
PERENCANAAN
KEBUTUHAN DAN
PENGANGGARAN

PENGGUNAAN

TUNTUTAN
GANTI
RUGI

PEMBIAYAAN

PENERIMAAN,
PENYIMPANAN DAN
PENYALURAN

PENATAUSAHAAN
SIKLUS
PENGELOLAAN
BMD

PEMANFAATAN

PEMBINAAN
PENGAWASAN
PENGENDALIAN

PENGAMANAN &
PEMELIHARAAN

PEMINDAH
TANGANAN
PENGHAPUSAN

PENILAIAN

KELEMBAGAAN
PENGELOLAAN
BMD

KEKUASAAN ATAS PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA


(UU No. 17 / 2003)

Hirarki Pengelolaan
BMD

KEPALA DAERAH

PEMEGANG
KEKUASAAN
dibantu

SEKRETARIS
SEKRETARIS DAERAH
DAERAH

Pengelola
Pengelola Barang
Barang Daerah
Daerah

KEPALA
KEPALA BIRO/BAGIAN
BIRO/BAGIAN PERLENGKAPAN/UMUM/UNIT
PERLENGKAPAN/UMUM/UNIT PENGELOLA
PENGELOLA BARANG
BARANG MILIK
MILIK
DAERAH
DAERAH

Pembantu
Pembantu Pengelola
Pengelola Barang
Barang

KEPALA
KEPALA SKPD
SKPD

Pengguna
Pengguna Barang
Barang

KEPALA
KEPALA UPTD
UPTD

Kuasa
Kuasa Pengguna
Pengguna Barang
Barang

PENYIMPAN
PENYIMPAN BARANG
BARANG

Menerima,
Menerima, menyimpan
menyimpan menyalurkan
menyalurkan
PENGURUS
PENGURUS BARANG
BARANG

Mengurus
Mengurus Barang
Barang Daerah
Daerah dlm
dlm pemakaian
pemakaian

Kepala Daerah

Pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan


daerah dan mewakili pemerintah daerah
dalam kepemilikan kekayaan daerah yang
dipisahkan.
Berwenang dan bertanggung jawab atas
pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan
serta tertib administrasi BMD.
Dalam
melaksanakan
tugasnya,
perlu
menetapkan kebijakan tentang pengelolaan
barang daerah serta menetapkan pejabat
yang bertugas melakukan pengelolaan BMD.

Kepala Daerah sebagai pemegang kekuasaan


pengelolaan barang milik daerah, mempunyai
wewenang :
a. menetapkan kebijakan pengelolaan BMD;
b. menetapkan
penggunaan,
pemanfaatan
atau
pemindahtanganan tanah dan bangunan;
c. menetapkan kebijakan pengamanan BMD;
d. mengajukan
usul
pemindahtanganan
BMD
yang
memerlukan persetujuan DPRD;
e. menyetujui usul pemindahtanganan dan penghapusan
BMD sesuai batas kewenangannya; dan
f. menyetujui usul pemanfaatan BMD selain tanah dan/atau
bangunan.

Sekretaris Daerah

Selaku
pengelola,
bertanggungjawab:
a.
b.
c.
d.

e.
f.

berwenang

dan

menetapkan pejabat yang mengurus dan menyimpan BMD;


meneliti dan menyetujui rencana kebutuhan BMD;
meneliti
dan
menyetujui
rencana
kebutuhan
pemeliharaan/perawatan BMD;
mengatur pelaksanaan pemanfaatan, penghapusan dan
pemindahtanganan BMD yang telah disetujui oleh Kepala
Daerah;
melakukan koordinasi dalam pelaksanaan inventarisasi
BMD; dan
melakukan
pengawasan
dan
pengendalian
atas
pengelolaan BMD.

Dalam hal penyusunan rencana kebutuhan


BMD
dan
rencana
kebutuhan
pemeliharaan/perawatan BMD
Sekretaris Daerah hanyalah meneliti dan
menyetujui rencana, sedangkan penyusunan
dan pengajuan oleh Kepala SKPD.

Kepala Biro/Bagian
Perlengkapan/Umum/Unit pengelola
barang milik daerah

Sebagai

pembantu pengelola:
bertanggungjawab
mengkoordinir
penyelenggaraan pengelolaan
BMD yang ada pada masingmasing SKPD

Kepala SKPD
Selaku Pengguna Barang:
a.
mengajukan
rencana
kebutuhan
BMD
SKPD
yang
dipimpinnya kepada Kepala Daerah melalui pengelola;
b.
mengajukan
permohonan
penetapan
status
untuk
penguasaan dan penggunaan BMD yang diperoleh dari
beban APBD dan perolehan lainnya yang sah kepada Kepala
Daerah melalui pengelola;
c.
melakukan pencatatan dan inventarisasi BMD yang berada
dalam penguasaannya;
d.
menggunakan BMD yang berada dalam penguasaannya
untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi
satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya;
e.
mengamankan dan memelihara BMD yang berada dalam
penguasaannya;

f.

g.

h.

i.

mengajukan usul pemindahtanganan BMD berupa tanah


dan/atau bangunan yang tidak memerlukan persetujuan
DPRD dan BMD selain tanah dan/atau bangunan kepada
Kepala Daerah melalui pengelola;
menyerahkan
tanah
dan
bangunan
yang
tidak
dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas
pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya kepada Kepala
Daerah melalui pengelola;
melakukan
pengawasan
dan
pengendalian
atas
penggunaan BMD yang ada dalam penguasaannya; dan
menyusun dan menyampaikan Laporan Barang Pengguna
Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna
Tahunan (LBPT) yang berada dalam penguasaannya
kepada pengelola.

Kepala UPTD
Selaku Kuasa Pengguna Barang:
a.
mengajukan rencana kebutuhan BMD bagi unit kerja yang
dipimpinnya kepada Kepala SKPD yang bersangkutan;
b.
melakukan pencatatan dan inventarisasi BMD yang berada dalam
penguasaannya;
c.
menggunakan BMD yang berada dalam penguasaannya untuk
kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi unit kerja
yang dipimpinnya;
d.
mengamankan dan memelihara BMD yang berada dalam
penguasaannya;
e.
melakukan pengawasan dan pengendalian atas penggunaan
BMDyang ada dalam penguasaannya; dan
f.
menyusun dan menyampaikan Laporan Barang Kuasa Pengguna
Semesteran (LBKPS) dan Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan
(LBKPT) yang berada dalam penguasaannya kepada kepala SKPD
yang bersangkutan.

Penyimpan Barang dan


Pengurus Barang
Penyimpan Barang
menerima, menyimpan dan menyalurkan barang
yang berada pada pengguna/kuasa pengguna
Penyimpan barang adalah pegawai yang ditugaskan untuk
menerima, menyimpan dan mengeluarkan barang milik
daerah yang diangkat oleh pengelola untuk masa satu tahun
anggaran dan bertanggungjawab kepada pengelola melalui
atasan langsungnya dapat dirangkap dengan pengurus
barang

Pengurus barang
mengurus BMD dalam pemakaian pada masingmasing pengguna/kuasa pengguna

BAGAIMANA
MENGELOLA BMD ?

SIKLUS
PENGELOLAAN BMD

PENGADAAN
PERENCANAAN
KEBUTUHAN DAN
PENGANGGARAN

PENGGUNAAN

TUNTUTAN
GANTI
RUGI

PEMBIAYAAN

PENERIMAAN,
PENYIMPANAN DAN
PENYALURAN

PENATAUSAHAAN
SIKLUS
PENGELOLAAN
BMD

PEMANFAATAN

PEMBINAAN
PENGAWASAN
PENGENDALIAN

PENGAMANAN &
PEMELIHARAAN

PEMINDAH
TANGANAN
PENGHAPUSAN

PENILAIAN

Perencanaan Kebutuhan
dan Penganggaran
Awal dari siklus pengelolaan Barang Milik
Daerah
Perencanaan kebutuhan yang baik:

menentukan apa yang dibutuhkan


memperhatikan
standarisasi
yang
telah
ditetapkan sesuai kondisi daerah masing-masing

Definisi Perencanaan Kebutuhan:


Kegiatan merumuskan rincian kebutuhan
BMD untuk menghubungkan pengadaan
barang yang telah lalu dengan keadaan
yang sedang berjalan sebagai dasar dalam
melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan
yang akan datang.

Hubungan
antara
Penganggaran:

Perencanaan

dan

Hasil perencanaan kebutuhan merupakan salah


satu dasar dalam penyusunan perencanaan
anggaran pada SKPD.
Perencanaan anggaran yang mencerminkan
kebutuhan riil BMD pada SKPD selanjutnya
menentukan pencapaian tujuan pengadaan
barang
yang
diperlukan
dalam
rangka
penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi
pemerintah.

Dasar Perencanaan Kebutuhan:


1.

Untuk memenuhi kebutuhan standar akan barang/inventaris


bagi setiap personil untuk melaksanakan tugas dan pekerjaannya

2.

Untuk memenuhi kebutuhan akan barang/inventaris guna


menunjang pengembangan organisasi dan atau penambahan
personil pada SKPD yang bersangkutan.

3.

Untuk mengganti barang-barang yang rusak, dihapuskan, dijual,


hilang, dihibahkan atau sebab lainnya yang dapat dipertanggung
jawabkan sehingga memerlukan penggantian.

4.

Untuk menjaga tingkat persediaan barang (terutama terhadap


barang stok pakai habis) untuk perkiraan pemakaian pada satu
tahun mendatang.

5.

Pertimbangan perkembangan teknologi;


komputer, scanner dan sebagainya

seperti

pembelian

Pengadaa
Pengadaa
n
n baru
baru

Ketersedi
Ketersedi
a-an
a-an
Barang
Barang

Pemelihar
Pemelihar
a-an
a-an

Data
Data
Barang
Barang
yang
yang
dipakai
dipakai

Perencanaa
n
Kebutuhan

1.
1. Standar
Standar
sarana
sarana
dan
dan
prasana
prasana
2.
2. Standar
Standar
harga
harga

Perencanaan dan penentuan kebutuhan harus


dapat menjawab tantangan atas pertanyaanpertanyaan sebagai berikut:
1. Barang apa yang dibutuhkan (nama, jenis, spesifikasi
dan sebagainya) ?
2. Mengapa dibutuhkan ?
3. Berapa banyak yang dibutuhkan ?
4. Kapan dibutuhkan ?
5. Dimana dibutuhkan ?
6. Siapa yang akan menggunakannya dan siapa yang
mengurusnya ?
7. Berapa biayanya ?
8. Bagaimana cara pengadaanya ?

Proses dan Prosedur:


1.
2.

3.

4.

Perencanaan dan Penganggaran disusun dalam


Rencana Anggaran SKPD;
Perencanaan dan Penganggaran disusun berdasarkan
standardisasi BMD, standarisasi kebutuhan BMD dan
standarisasi harga;
Kuasa Pengguna mengajukan usul rencana kebutuhan
barang (RKBMD) kepada Pengguna untuk disampaikan
kepada Pengelola Barang;
Usulan
tersebut
ditetapkan
sebagai
Rencana
Kebutuhan BMD (RKBMD) setelah dibahas oleh
Pengelola bersama Pengguna dengan memperhatikan
hasil inventarisasi barang yang dikuasai pengguna
barang.

PEDOMAN STANDARISASI
SARANA DAN PRASARANA
KERJA PEMDA

RKBMD/RKPBMD
SKPD

STANDAR HARGA

RKA SKPD
PERDA APBD
DPA SKPD

DKBMD/DKPBMD
PEMDA

DKBMD/DKPBMD
SKPD

RKBMD = Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah


DKBMD = Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah

PROSES PENGADAAN

Pengadaan BMD

Pengadaan barang daerah dapat dipenuhi


dengan cara:
1. pengadaan/pemborongan pekerjaan;
2. membuat sendiri (swakelola);
3. penerimaan (hibah atau bantuan/sumbangan atau
kewajiban Pihak Ketiga);
4. tukar menukar; dan
5. guna susun.

Dalam hal pengadaan BMD menggunakan dana


APBD Perpres 54/2010, Perpres 35/2011,
Perpres 70/2012

Prinsip pengadaan :
Efisien harus menggunakan dana dan daya yang terbatas, dalam
waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan untuk
mencapai sasaran yang ditetapkan.
Efektif harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan
dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai dengan
sasaran yang ditetapkan.
Terbuka dan bersaing harus terbuka bagi penyedia barang/jasa
yang memenuhi persyaratan dan dilakukan melalui persaingan yang
sehat berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas dan transparan.
Transparan semua ketentuan dan informasi mengenai pengadaan
barang/jasa harus terbuka.
adil/tidak diskriminatif memberikan perlakuan yang sama dan
tidak memberikan keuntungan hanya kepada pihak tertentu saja.
Akuntabel harus mencapai sasaran baik fisik, keuangan maupun
manfaat bagi kelancaran pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan
pelayanan masyarakat.

Prosedur:
Pengadaan
barang/jasa
pemerintah
daerah
dilaksanakan
oleh
Panitia
Pengadaan
Barang/Jasa
Pemerintah
Daerah.
Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Daerah ditetapkan dengan Keputusan
Kepala Daerah.
Kepala
Daerah
dapat
melimpahkan
kewenangan
kepada
SKPD
untuk
membentuk
Panitia
Pengadaan
Barang/Jasa.

Pelaksanaan pengadaan barang daerah oleh


Panitia/Pejabat Pengadaan seharusnya diarahkan
untuk:
1. tertib administrasi pengadaan barang daerah;
2. tertib
administrasi
pengelolaan
barang
daerah;
3. pendayagunaan
barang
daerah
secara
maksimal sesuai dengan tujuan pengadaan
barang daerah;
4. tercapainya
tertib
pelaksanaan
penatausahaan barang daerah.

Pengadministrasian pengadaan barang daerah


yang
dilaksanakan
oleh
Panitia/Pejabat
Pengadaan meliputi semua kegiatan pengadaan
barang daerah sesuai dengan Daftar Kebutuhan
Barang Daerah.

Kepala SKPD bertanggungjawab baik tertib


administrasi maupun kualitas barang serta
melaporkan pelaksanaannya kepada Kepala
Daerah melalui pengelola.
Daftar Hasil Pengadaan Barang Milik Daerah
(DHPBMD).

Penerimaan,
Penyimpanan, Penyaluran

Penerimaan barang milik daerah sebagai tindak lanjut


dari hasil pengadaan dan/atau dari pihak ketiga harus
dilengkapi dengan dokumen pengadaan dan berita
acara.
Penyimpanan dan penyaluran barang milik daerah
sebagai tindak lanjut dari penerimaan barang milik
daerah
kegiatan penyimpanan disesuaikan dengan sifat dan
jenis barang untuk penempatan pada gudang
penyimpanan,
Pelaksanaan
penyaluran dapat dilakukan sesuai
rencana penggunaan untuk memenuhi kebutuhan
dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi.

Alur Proses:
Diawali dengan penyedia barang mengirimkan
barang proses penerimaan barang
Barang yang diterima akan diperiksa, dan dibuat Berita
Acara Pemeriksaan Barang oleh Panitia Pemeriksa
Barang.

Barang diterima oleh penyimpan barang


penyimpan barang wajib melaksanakan tugas
administrasi penerimaan BMD yaitu menyimpan dalam
gudang/tempat penyimpanan serta mencatatnya dalam
Kartu Barang Gudang.

Pengurus Barang akan mencatat dalam KIB dan


KIR penatausahaan barang mulai dilakukan.

Untuk barang tidak bergerak, kepala SKPD


yang bertindak sebagai penerima barang.
Untuk
barang
yang
diperoleh
dari
sumbangan/hibah/wakaf
dibuat
Berita
Acara Serah Terima (BAST) harus
disertai dokumen kepemilikan/penguasaan
yang syah.
Hasil penerimaan dicatat dalam Daftar
Barang Milik Daerah.

Kegiatan penyimpanan:
1. menyimpan, mengatur, merawat dan menjaga
keutuhan
barang
dalam
gudang/ruang
penyimpanan agar dapat dipergunakan sesuai
dengan rencana secara tertib, rapi dan aman;
2. menyelenggarakan
administrasi
penyimpanan
/pergudangan atas semua barang yang ada dalam
gudang;
3. melakukan opname fisik secara berkala ataupun
insidentil terhadap barang persediaan yang ada
didalam gudang
4. membuat laporan secara berkala atas persediaan
barang yang ada di gudang.

Kegiatan penyaluran :
a. menyalurkan barang kepada unit kerja;
b. mengadministrasikan
penyaluran
barang
dengan tertib dan rapi
c. membuat laporan realisasi penyaluran barang
milik daerah.

Penggunaan BMD
Untuk semua Barang Milik Daerah ditetapkan
status penggunaannya untuk penyelenggaraan
tupoksi SKPD dan dapat dioperasikan oleh pihak
lain dalam rangka mendukung pelayanan umum
sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD yang
bersangkutan

penegasan pemakaian
pemakaian oleh
oleh KDH
KDH
penegasan
kepada pengguna/kuasa
pengguna/kuasa pengguna
pengguna
kepada
barang sesuai
sesuai tugas
tugas dan
dan fungsi
fungsi
barang

1.

Status penggunaan BMD ditetapkan oleh Gubernur/


Bupati/ Walikota ;

2.

Penetapan status penggunaan tanah dan/atau


bangunan dilakukan dengan memperhatikan:

3.

Digunakan untuk menyelenggarakan Tupoksi;

Menunjang
penyelenggaraan
bersangkutan.

Tupoksi

instansi

yang

Penetapan status penggunaan atas BMD yang


digunakan oleh selain SKPD dapat dilakukan
sepanjang sesuai tugas pokok dan fungsi dan/atau
dalam menjalankan penugasan pemerintah sebagai
pelaksanaan kewajiban pelayanan umum

Penatausahaan
Setiap
kepala
SKPD
(melalui
penyimpan/pengurus
barang)
wajib
melakukan penatausahaan BMD yang ada
pada pengguna masing-masing.
Penatausahaan BMD meliputi pembukuan,
inventarisasi, dan pelaporan barang milik
daerah yang berada di bawah penguasaan
pengguna
barang/kuasa
pengguna
barang.

PEMBUKUAN

Pengguna/Kuasa pengguna wajib mencatat BMD pada


Daftar Barang Pengguna (DBP)/(DBKP) yang disediakan
secara teratur dan menyimpan bukti kepemilikkannya
Format pencatatan barang :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

KIB
KIB
KIB
KIB
KIB
KIB
KIR

A Tanah
B Peralatan dan mesin
C Gedung dan bangunan
D Jalan, Irigasi dan Jaringan
E Aset tetap lainnya
F Kontruksi dalam pengerjaan
(Kartu Inventaris Ruangan)

INVENTARISASI
Tindakan

untuk
melakukan
penghitungan,
pengurusan,
penyelenggaraan,
pengaturan,
pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah
dalam unit pemakaian.

Kegiatan inventarisasi menghasilkan buku inventaris


Pengguna Barang melakukan sensus BMD setiap 5 Th

sekali, yg dilakukan serentak seluruh Indonesia;

Meliputi : Pendataan, Labeling, pengelompokan aset.


Laporan

hasil
inventarisasi
Pengelola Barang.

disampaikan

kpd

Inventarisasi dilakukan untuk :


1.
memberikan keyakinan fisik atas barang yang terdapat
dalam dokumen invetaris;
2.
mengetahui kondisi terkini barang,;
3.
tercapainya tertib administrasi:
sehingga untuk barang yang sudah rusak berat dapat diusulkan untuk
dilakukan penghapusan,
pertanggungjawaban atas barang-barang yang tidak diketemukan/
hilang, dan
pencatatan barang-barang yang belum dicatat dalam dokumen
inventaris;
4.

5.

melakukan pendataan atas masalah yang muncul, seperti


sengketa tanah, kepemilikan yang tidak jelas, inventaris
yang dikuasai pihak ketiga;
memberikan informasi nilai aset daerah sebagai dasar
penyusunan Neraca Awal Daerah.

sasaran inventarisasi BMD yang:


1. dibeli/ diperoleh dengan seluruhnya dari dana
APBD;
2. dibeli/ diperoleh dengan sebagian dari dana
APBD;
3. dibeli/ diperoleh dari dana di luar APBD,
misalnya barang hibah, hasil sitaan, dll; dan
4. belum jelas pemiliknya tetapi dikuasai dan
dikelola oleh pemerintah daerah

PELAPORAN
Pengguna Barang menyampaikan
Laporan
Barang Semesteran dan tahunan kpd Kepala
Daerah melalui Pengelola Barang;
Pembantu
Pengelola Barang
menyusun
Laporan BMD utk NERACA PEMERINTAH
DAERAH.

Pemanfaatan
Definisi:
pendayagunaan BMD yang tidak dipergunakan sesuai
dengan tugas pokok dan fungsi satuan kerja perangkat
daerah, dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerjasama
pemanfaatan, dan bangun serah guna/bangun guna serah
dengan tidak mengubah status kepemilikan.
Pemanfaatan meliputi:
1.
Sewa
2.
Pinjam Pakai
3.
Kerjasama pemanfaatan
4.
Bangun guna serah (BGS)
5.
Bangun serah guna (BSG)

Pengamanan dan
Pemeliharaan
PENGAMANAN:

kegiatan
tindakan
pengendalian
dalam
pengurusan barang milik daerah dalam bentuk
fisik, administratif dan tindakan upaya hukum
Pengamanan Adminisrasi: pembukuan, inventarisasi,
pelaporan BMD
Pengamanan Fisik: mis. Penyimpanan, pemagaran
dll.
Pengamanan Hukum: sertifikasi tanah, bukti status
kepemilikan BMD

PEMELIHARAAN
kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua
barang milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap
untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil
guna.
Pengguna Barang mongkoordinir & bertanggung jawab
atas pemeliharaan BMD di bawah penguasaannya.
Pemeliharaan dilakukan oleh Kuasa Pengguna Brg &
Pejabat yg ditunjuk.
Pemeliharaan dilaksanakan dgn berpedoman pd Daftar
Kebutuhan Pemeliharaan Barang (DKPB)
Kuasa Pengguna Barang wajib membuat daftar hasil
pemeliharaan barang utk dilaporkan kpd Pengguna Brg
secara periodik

Penilaian

Penilaian BMD dilakukan dalam rangka Penyusunan Neraca


Pemda, Pemanfaatan dan Pemindahtanganan BMD

Penilaian BMD dlm rangka penyusunan neraca Pemda,


berpedoman pd SAP oleh Tim yang ditetapkan oleh Kepala
Daerah dan dapat melibatkan penilai independen;

Penilaian
BMD
dlm
rangka
pemanfaatan
dan
pemindahtanganan yg berupa tanah dan/atau bangunan
oleh Tim berdasarkan nilai transaksi dgn estimasi terendah
menggunakan nilai NJOP

Penilaian
BMD
dlm
rangka
pemanfaatan
dan
pemindahtanganan yg berupa selain tanah dan/atau
bangunan oleh Tim, berdasarkan nilai transaksi.

Hasil penilaian BMD ditetapkan dgn keputusan Kepala


Daerah.

Penghapusan

Definisi:
tindakan menghapus barang milik negara/daerah dari daftar
barang dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat
yang berwenang untuk membebaskan pengguna dan/atau
kuasa pengguna dan/atau pengelola dari tanggung jawab
administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam
penguasaannya

Tujuan Penghapusan :
1.
2.

3.

Menghindari biaya pemeliharaan yang lebih besar;


Mengurangi penggunaan ruangan untuk gudang/tempat
penyimpanan barang-barang rusak, tidak terpakai, dan
kadaluwarsa;
Mengurangi beban dalam penatausahaan barang.

Penghapusan BMD meliputi:


1. Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna dan/atau
Kuasa Pengguna BMD sudah tidak berada dalam
penguasaan pengguna/kuasa pengguna barang.
Penerbitan
Surat
Keputusan
Penghapusan
dari
Pengelola Barang setelah mendapat persetujuan
Kepala Daerah.
2.

Penghapusan dari Daftar Barang Milik Daerah BMD


tersebut
sudah
beralih
kepemilikannya,
terjadi
pemusnahan atau karena sebab-sebab lain.
Penerbitan Surat Keputusan Penghapusan dari Kepala
Daerah.

Pemindahtanganan

Penjualan

Hibah

Tukar Menukar

PMP

Tidak dapat digunakan

PENGHAPUSAN

Pemusnahan

Tidak dapat dimanfaatkan


Tidak dapat dipindahtangankan
Pelaksanaan UU, seperti
(UU Kepabeanan, selundupan, dll)

Alasan lain

Putusan
Pengadilan

Pemerintah
digugat, kalah,
hapuskan

Force
majeure

Bencana Alam,
Kebakaran

Pemindahtanganan
Definisi:

pengalihan kepemilikan BMD sebagai tindak


lanjut dari penghapusan dengan cara dijual,
dipertukarkan, dihibahkan atau disertakan
sebagai modal pemerintah.
Pemindahtanganan

1.
2.
3.
4.

BMD meliputi:

Penjualan
Tukar-menukar
Hibah
Penyertaan Modal Pemerintah

Pembinaan,
Pengendalian, dan
Pengawasan
Pembinaan Mendagri
Pembinaan merupakan usaha atau kegiatan melalui pemberian
pedoman, bimbingan, pelatihan, dan supervisi.

Pengendalian KDH
Pengendalian merupakan usaha atau kegiatan untuk menjamin
dan mengarahkan agar pekerjaan yang dilaksanakan berjalan
sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Pengawasan
Pengawasan merupakan usaha atau kegiatan untuk
mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya
mengenai pelaksanaan tugas dan/atau kegiatan, apakah
dilakukan sesuai peraturan perundangundangan.

Pengendalian
Barang

pemantauan
dan
investigasi atas pelaksanaan penggunaan, utk
penertiban penggunaan Barang.

Pengelola

Gubernur/bupati/walikota

dapat
meminta
aparat pengawas fungsional untuk melakukan
audit atas pelaksanaan penggunaan BMD.

Hasil

audit tersebut disampaikan kepada


gubernur/bupati/ walikota untuk ditindaklanjuti
sesuai

PENGAWASAN :
1. Oleh KA SKPKD ( UU No 1 Th 2004 Psl 43 (2),
sesuai yang diatur dalam kebijakan Kepala
daerah
2. Sekda selaku Pengelola Barang (Permendagri No
17 Psl 6 (2) )
3. dan
Ka SKPD selaku Pengguna Barang
(Permendagri No 17 Psl 6 (4) ), PP 6 Th 2006 Psl
8 (2)
PEMERIKSAAN :
Oleh BPK (UU No. 15 Th 2004 Psl 2 (1) dan (2)
Serta Psl 3(1)
Oleh Inspektorat selaku APIP pada Pemda

Pembiayaan

Pembiayaaan dalam rangka tertib administrasi pengelolaan BMD

Pembiayaan untuk kegiatan seperti; penyediaan blanko/buku


inventaris,
tanda
kodefikasi/kepemilikan,
pemeliharaan,
penerapan aplikasi sistim informasi barang daerah (simbada)
dengan komputerisasi, tunjangan/insentif penyimpan dan/atau
pengurus barang dan lain sebagainya.

Pejabat/pegawai yang melaksanakan pengelolaan barang milik daerah yang


menghasilkan pendapatan dan penerimaan daerah, diberikan insentif.
Penyimpan barang dan pengurus barang dalam melaksanakan tugas diberikan
tunjangan khusus yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan
keuangan daerah dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

Pembiayaan untuk keperluan pengelolaan barang daerah agar


direncanakan dan diajukan setiap tahun melalui APBD.

Tuntutan Ganti Rugi


(TGR)

Setiap
kerugian
daerah
akibat
kelalaian,
penyalahgunaan/pelanggaran hukum atas pengelolaan
BMD diselesaikan melalui tuntutan ganti rugi.
dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana.
TGR barang tidak dapat dilakukan atas dasar sangkaan
atau dugaan, akan tetapi harus didasarkan pada
kenyataan yang sebenarnya dan dalam pelaksanaanya
tidak perlu menunggu Keputusan Pengadilan Negeri.
Kepala Daerah harus berusaha memperoleh pengantian
atas semua kerugian yg diderita oleh daerah dan
sedapat mungkin diusahakan dengan jalan/upaya damai

Proses TGR melalui majelis TGR

hasil akhirnya berupa Surat keputusan Pembebanan Ganti Rugi dapat


berupa:
pemotongan gaji/penghasilan dan jika dianggap perlu dengan penagihan
paksa dan Kepala Daerah dapat melakukan tindakan sementara berupa
pemberhentian pegawai ybs dari jabatannya.

Majelis Pertimbangan TGR ini terdiri dari :

Sekda, selaku Ketua merangkap anggota;


Inspektur, selaku Wakil Ketua Satu merangkap anggota;
Asda yang membidangi selaku Wakil Ketua Dua merangkap anggota;
Kepala Biro/Bagian Keuangan/Badan Pengelola Keuangan, selaku
Sekretaris;
Kepala Biro/Bagian Perlengkapan/Umum/Unit Pengelola Barang, selaku
Anggota;
Kepala Biro/Bagian Hukum, selaku anggota; dan
Kepala Biro/Bagian Kepegawaian, selaku anggota.

Majelis Pertimbangan TGR memiliki tugas :


1. Mengumpulkan, menatausahakan, menganalisis serta
mengevaluasi setiap kasus TGR yang diterima;
2. Memproses dan melaksanakan penyelesaian TGR;
3. Memberikan saran/pertimbangan TGR kepada Kepala
Daerah atas setiap kasus yang menyangkut TGR;
4. Menyiapkan
laporan Kepala Daerah mengenai
perkembangan penyelesaian kasus kerugian Daerah
secara periodik kepada Menteri Dalam Negeri c.q.
Direktur Jenderal Bina Administrasi keuangan Daerah.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai