Anda di halaman 1dari 23

PENGETAHUAN TENTANG KOMODITI

AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK)


Balai Besar Industri Agro (BBIA)
Kementrian Perindustrian
Jl. Ir. H. Juanda No. 11 Bogor
Telp.(0251) 8324.068
Fax.(0251) 8323339

Definisi Air

Air Bersih : Adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari


yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum
apabila telah dimasak

Air Minum : Adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat


kesehatan dan dapat langsung diminum

Air Minum Dalam Kemasan : adalah air bersih yang telah diproses
sehingga memenuhi syarat kesehatan yang dikemas dalam wadah
dan dapat langsung diminum

Air Mineral Alami : adalah air yang diperoleh langsung dari sumber
mata air tanpa adanyan perlakuan proses kimia dan kualitasnya
memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum

Air Demineral : Adalah air yang telah dilakukan proses


pengurangan mineral hingga batas tertentu

Air Minum Isi Ulang : Adalah air yang telah diproses dari bahan
baku yang aman diminum dan siap dijual langsung kepada
konsumen

Pendahuluan

Air Minum Dalam Kemasan bukan saja


diperdagangkan didalam negri, akan
tetapi telah menjadi komoditi expor.
Beberapa negara timur Tengah dan
Singapura telah banyak permintaan akan
produk AMDK dari Indonesia.
Jenis Kemasan AMDK yang ada
dipasaran adalah Cup/gelas, Botol 500600 ml, botol 1500 dan botol galon 19
liter

Air Minum Dalam Kemasan adalah produksi


industri yang mempunyai SNI wajib yakni
nomor 01-3553-2006
Air Minum Dalam Kemasan yang beredar
dipasaran harus memenuhi persyaratan SNI
dan MD
Sertifikat SNI dapat ditunjukan dengan
adanya SPPT SNI
SPPT SNI dapa diperoleh langsung dari
lembaga sertifikasi yang telah diakreditasi
Tahap perolehan SPPT SNI salah satunya
adalah kegiatan pengabilan contoh dan
pengujian produknya.

Indusri Air minum dalam kemasan harus mengikuti


aturan Peraturan Mentri Prindustrian No. 96/MIND/PER/12/2011
Industri Air minum dalam kemasan harus mempunyai
Dokumen Manajemen Mutu yang mengacu kepada ISO
9000 atau HACCP atau modul 1
Idustri Air Minum dalam kemasan harus mempunyai
laboratorium dengan
beberapa peralatan pengujian
rutin
Bahan Baku Air Minum dalam kemasan harus memenuhi
persyaratan Permenkes No. 416/MENKES/PER/IX/1990
Jenis Kemasan Air minum dalam kemasan adalah
cup/gelas, Botol 500-600 ml, botol 1500 ml dan botol
galon 19 liter

Prinsip dasar pengolahan Air


Minum dalam kemasan

3 (tiga) tahapan proses


pengolahan AMDK yaitu :
Proses filtrasi ( Penyaringan )
Proses desinfeksi dan
Proses pengisian

TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR MINUM DALAM


KEMASAN

A.
.
.
.

Bahan Baku
Air Tanah
Air Permukaan
Air laut atau air embun

Lokasi Air Baku :


. 15m dari saluran limbah
. 30 m dari septiktank
. 60 m dari lubang sumur, lapangan
penimbunan limbah

Beberapa hal yang harus dilakukan untuk mejamin


mutu bahan baku air adalah sebagai berikut.

Pemeriksaan organoleptik, meliputi


pemerikasaan bau, rasa, warna dan
penampakan.
Pemeriksaan Fisik, meliputi pemeriksaan
kekeruhan (turbidity) dan konduktifitas.
Pemeriksaan Kimia, Meliputi pH Kadar Fe dan
Mn, Nitra dan Nitrit
Pemerikasaan mikrobiologi, meliputi penetuan
jumlah bakteri angka lempeng total atau TPC,
Bakteri coliform dan E. Coliserta bakteri lainya
seperti pseudomonas aerugenosa

B. Peralatan

Peralatan Utama yang dugunakan dalam proses


pengolahan air minum dalam kemasan terdiri dari :
Bak atau tanki penampung bahan baku air
Water Treatmen Unit Yang terdiri dari :
Alat/Tanki penyarng pasir (sand filter)
Alat/Tanki penyaring karbon (carbon filter)
Alat Pembuat ozon (Ozon generator)
Mkrofilter
Lampu Ultra Violet (UV)
Alat pengisi botol galon

Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjamin mutu dari segi
peralatan adalah sebagai berikut :

Material peralatan :
Dari bahan yang tidak beracun, tidak berbaum tidak
berasa, bersifat tidak menyerap, tahan karat, tahan
terhadap bahan kimia yang digunakan untuk
pencucuian dan desinfeksi. Permukaan material bahan
tersebut harus halus, tidak berlubang atau retak.
Disain , Konstruksi dan instalasi peralatan
Peralatan yang digunakan dalam kemasan harus di
desain dan di konstruksi sedemikian rupa sehingga
dapat mencegah hal-hal yang beresiko terhadap
terjadinya kondisi yang tidak higienis dan mengarah
kepada terjadinya pencemaran.

C. Proses Pengolahan:

Perlakuan bahan baki air sebelum proses


penyaringan
Penyaringan dengan pasir (Sand filter)
Penyaringan dengan karbon filter
(carbon aktif)
Proses desinfeksi dengan ozon (proses
ozonisasi)
Penyaringan melalui mikrofilter
Desinfeksi dengan sinar ultra violet (UV)
Pengisian botol

1.Perlakuan bahan baku sebelum


proses penyaringan

Penampungan (dari bahan bahan yang tidak


mencemari air )
Distribusi
Tanki pengangkutan harus memenuhi syarat :
Mudah dibersihkan serta di desinfeksi
Mempunyai mainhole
Pengisian dan pengeluaran melalui keran
Selang dan pompa harus diberi penutup yang baik dan
disimpan dengan baik untuk melindungi kontaminasi
Harus di desinfeksi minimal sekali dalam tiga bulan
Dokeumen pengadaan air baku harus tersedia

2. Penyaringan dengan pasir (sand filter)

Air dari bak / tangki penampungan


dialirkan melalui pipa steinless steel
kedalam tangki penyaring pasir. Pada
tahap ini kotoran kotoran atau zat-zat
yang tersuspensi dalam air dan
beberapa mikroba (bakteria) akan
tersaring
Ukuran pasir yang efektif 0,4 1,0 mm
Bahan yang pakai adalah butir-butir SiO2
minimal 95%

3. Penyaringan dengan karbon aktif ( carbon


filter)

Penyaringan dengan karbon akan


menyerap bau-bau yang terkandung
dalam air, warna, dan sisa khlor, serta
logam Fe dan Mn
Ukuran partikel karbon aktif 0,4 1,6
mm
Daya serap karbon aktif terhadap I2
minimal 75 %

4. Proses Desinfeksi dengan ozon


(ProsesOzonasi)

Proses ozonasi merupakan proses


desinfeksi untuk membunuh mikroba atau
bakteri yang terkandung dalam air
Dilakukan di dalam tanki pencampuran
ozon (ozon mixing tank)
Ozon diperoleh dari hasil penembakan
udara (oksigen) dengan aliran listrik
Kadar ozon yang digunakan antara 0,4 0,5
ppn dan sisa ozon yang diperblehkan dalam
produk akhir antara 0,2 0,3 ppm

5. Penyaringan melalui
mikrofilter

Penyaringan dengan mikrofilter


umumnya dilakukan setelah ata sebelum
proses ozonisasi
Ukuran saringan bervariasi dari 5 atau
lebih, hingga 0,45 atau 0,2
Tujuan dari penyaringan dengan
mikrofilter 0,45 atau lebih kecl yaitu
untuk menyaring jasad-jasad renik
(bakteri) atau kapank yang masih ada
dan juga zat-zat lainya yang sangat
halus

6. Desinfeksi dengan sinar ultra violet


(UV)

Merupakan proses desinfeksi tambahan bila dengan


ozon dinilai masih perlu unuk perbaikan mutu
Sinar ultra violet mempunyai daya desinfeksi atau
sifat bactericidal (daya bunuh bakteri) adalah yang
memiliki intensitas antara 2540 A dan yang paling
efesien ialah dengan ketebalan air 24 inchi (60 cm)
Dapat dipergunakan untuk mendesinfeksi ruangan
(ruang pengisian) dan sterilisasi botol-botol galon

7. Pengisian botol

Botol/wadah harus food grade


Botol yang digunakan untuk air minum
isi ulang harus bersih bagian luar dan
alamnya, kemudian dibilas dengan air
yang telah diproses (air berozon) dan
disinari dengan sinar ultra violet (UV)
Proses pengisian dilakukan dalam ruang
pengisian yang bersih dan saniter

Bahan Baku
!
Penampungan
!
Penyaringan
Saringan Pasir
Penyaringan
saringan karbon akt
Ozon----------------------!
Pencampuran
air dan ozon
!
Penyaringan
Catridge 5u, 0,4u 5u
!
DISENFEKSI
Sinar UV
!
Bak Penampung
Botol-----------------!
Pengisian
Kedalam botol
cap/penutup---------!
PENUTUPAN
Label --------!
SEALING DAN LABEILING
Karton-------!
Pengemasan
!
Penyimpanan
Gambar 1. Bagan proses pengolahan AMDK.

KUALITAS AMDK

Kualitas AMDK ditentukan oleh


parameter fisika, kimia dan mikrobiologi
Parameter yang paling mudah berubah
adalah cemaran mikrobiologi
Param meter fisika dan kimia pada
umumnya tidak terlalu berfluktuasi

N
o.

Kriteria Uji

1.
1.1
1.2
1.3
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Keadaan
Bau
Rasa
Warna
pH
Kekeruhan
Zat yang terlarut
Zat organik (angka
KMn04)
Total organik karbon
Nitrat (sabagai NO3)
Nitrat (sabagai NO2)
Amonium (NH4)
Sulfat (SO4)
Clorida (Cl)
Flurida (F)
Sianida (CN)
Besi (FE)
Mangan (Mn)
Klor bebas (Cl2)
Kromium (Cr)
Barium (Ba)
Boron (B)
Selenium (Se)

satuan

Unit PtCo
NTU
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1
mg/1

Persyaratan
Air mineral

Air
demineral

Tidak
berbau
Normal
Maks.5
6,0- 8,5
Maks. 1,5
Maks. 500
Maks. 1,0
Maks. 45
maks,.
0,005
Maks. 0,15
Maks. 200
Maks. 250
Maks. 1
Maks. 0,05
Maks. 0,1
maks,. 0,05
Maks. 0,1
Maks. 0,05
Maks. 0,7
Maks. 0,3

tidak
berbau
Normal
Maks. 5
5,0-7,5
Maks. 1,5
Maks. 10
Maks. 0,5
-

No Kriteria Uji
.

21
22
23
24
25
26
27
28
28.
1
28.
2
28.
3
28.
4
28.
5

Cemaran Logam
Timbal(Pb)
Tembaga(Cu)
Kadmium(Cd)
Raksa(Hg)
Perak(Ag)
Kobalt(Co)
Cemaran Arsen
Cemaran Mikroba :
Angka lempeng total
awal *)
Angka lempeng total
akhir **)
Bekteri bentuk coli
C. Perfrinngens
Salmonella

satuan

mg/l
mg/l
mg/l
mg/l
mg/l
mg/l
mg/l
Koloni/ml
Koloni/ml
APM/100
ml
-

Persyaratan
Air mineral

Air
demineral

maks.
maks.
maks.
maks.
maks.

maks.
maks.
maks.
maks.
maks.
maks.
maks.

0,005
0,05
0,003
0,001
0,01

maks. 1,0 x
10
maks. 1,0 x
10
<2
Negatif/100
ml
Nol

0,005
0,5
0.003
0,001
0,025
0,01
0.01

maks. 1,0 x
10
maks. 1,0 x
10
<2
Negatif/100
ml
Nol

PENUTUP

Air minum dalam kemasan harus


memenuhi persyaratan SNI 01-35532006
Air Minum dalam kemasan yang beredar
dipasaran harus sudah memiliki sertifikat
SNI dan MD
Dalam perolehan SPPT SNI diperlukan
pegambilan dan pengujian contoh
Industri Air Minum dalam kemasan harus
memiliki dokumen sistem mutu untuk
perelehan SPPT SNI