Anda di halaman 1dari 24

GANGGUAN

PSIKOTIK LAIN
dr.Dian Budianti Amalina,
M.Ked.K.J, Sp.K.J

SKIZOFRENIFORM
EPIDEMIOLOGI

Insiden remaja & dewasa muda


Prevalensi seumur hidup 0,2 %.
Prevalensi dalam 1 tahun 0,1 %.
Keluarga pasien skizofreniform lebih besar
kemungkinan menderita gangguan mood/
gangguan psikotik mood.

ETIOLOGI
Penyebab tidak diketahui.
Langfeldt 1939 bbrp pasien dgn
gangguan
mirip skizofrenia, sedangkan yg lain mirip
gangguan mood.
Outcome baik, gangguan menyerupai
episode
alami gangguan mood & mempunyai
hubungan

dengan skizofrenia.

Brain imaging
Defisit aktivasi relatif pada region
prefrontal
inferior otak saat pasien melakukan tes
psikologi spesifik ditemukan pada
skizofrenia,
juga ditemukan pada skizofreniform.
Adanya defisit terbatas pada hemisfer
kiri &
gangguan aktivitas supresi striatal
terbatas
pada hemisfer kiri selama prosedur

Ukuran biologi lain


Studi aktivitas elektrodermal menyatakan
berbeda dengan skizofrenia.
Pasien skizofrenia lahir selama musim
dingin &
semi memiliki hiporesponsif skin
conductance,
ini tidak dijumpai pada pasien
skizofreniform.
Data lain dari studi eye tracking dalam 2
grup jg

DIAGNOSIS & GAMBARAN

KLINIK

Berdasarkan DSM-IV-TR
________________________________________________________
A. Kriteria A, D & E skizofrenia ditemui.

B. Satu episode gangguan (termasuk fase prodromal,


aktif &
residual) sedikitnya 1 bulan tetapi kurang dari 6
bulan (ketika
diagnosis dibuat tanpa menunggu recovery, harus
qualified
sebagai provisional, khususnya jika :
Tanpa gambaran prognosis baik
Dengan gambaran prognosis baik dibuktikan oleh
dua (atau
lebih), hal berikut ini :
1. Onset gejala psikotik yg menonjol dalam 4 mgg
dr awal
perubahan nyata perilaku & fungsi biasanya.
2. Kekacauan & kebingungan setara dengan
episode psikotik.

DIAGNOSIS

BANDING

DB utama : Brief psychotic & skizofrenia,


Fokus perjalanan penyakit, terutama masa
6 bln.
Riwayat rinci fungsi sosial & okupasional,
ada/tidak perubahan mood, alcohol &
substance
abuse, & riwayat penyakit lain &
petunjuk
pengobatan.
Riwayat keluarga dgn gangguan psikiatri,
gangguan
mood, atau skizofrenia.
Studi terbaru menyatakan tingginya

DIAGNOSIS

BANDING

(2)

Pemeriksaan fisik lengkap, meliputi


endokrinologi, dugaan substance
abuse,
perubahan kesadaran.
Membedakan g. mood dgn gambaran
psikotik
dr onset yg cepat skizofreniform
membutuhkan
ketrampilan klinis,
simptomnegatif><depresi,
gambaran mood (-) skizofreniform.
Diagnosis banding dgn brief psychotic

PROGNOSIS
60 80% Skizofrenia.
20 40% tidak diketahui,
beberapa akan mengalami episode
ke2-3,
deteriorasi skizofrenia.
beberapa mengalami episode
tunggal.

PENGOBATAN
Rawat inap membuat penilaian
efektif,
pengobatan & supervisi perilaku
pasien.
Gejala psikotik diterapi 3-6 bl
(antipsikotik)
lebih cepat responnya >
skizofrenia.
Pengobatan dgn lithium, CBZ, as
valproat

SKIZOAFEKTIF
EPIDEMIOLOGI
Prevalensi seumur hidup < 1% (0,50-,8%)
Perbedaan umur dan jenis kelamin
Tipe depresi orang tua > muda.
Tipe bipolar dewasa muda > orang tua.
Pria < wanita, usia wanita > pria.
Pria perilaku antisosial & afek
tumpul/
datar.

ETIOLOGI
Tidak diketahui.
Resiko mengalami skizofrenia
meningkat
pada keluarga dengan skizoafektif.
Prognosis lebih baik dibanding
skizofrenia,
lebih buruk dibanding gangguan
mood.
Respon baik dgn lithium dibanding
skizofrenia.

Pedoman diagnostik skizoafektif


Gejala-gejala skizofrenia dan
gangguan afektif sama-sama
menonjol pada saat yang bersamaan
atau dalam beberapa hari satu
sesudah yang laindalam satu episode
penyakit yang sama.

Gangguan skizoafektif tipe manik


Pedoman diagnostik :
- Suasana perasaan meningkat secara
menonjol atau tak mencolok
dikombinasi dengan iritabilitas atau
kegelisahan yang meningkat.
- Dalam episode yang sama harus jelas
ada sedikitnya satu atau lebih baik
dua gejala skizofrenik yang khas
(F20, a-d)

Gangguan skizoafektif tipe


depresif
Pedoman diagnostik :
- Harus ada depresi yang menonjol,
disertai sedikitnya dua gejala depresif
yang khas atau kelainan perilaku
seperti yang tercantum dalam episode
depresif (F32)
- Dalam episode yang sama harus jelas
ada sedikitnya satu atau lebih baik dua
gejala skizofrenik yang khas (F20, a-d)

Gangguan Skizoafektif tipe


campuran
Pedoman diagnostik :
Gangguan dengan gejala-gejala
skizofrenia ada secara bersamasama dengan gejala-gejla gangguan
afektif bipolar campuran (F31.6)

DIAGNOSIS BANDING
Diagnosis banding meliputi semua yg
dipertimbangkan utk g. mood &
skizofrenia.
Kondisi medis sebelumnya,
pengobatannya,
a/ keduanya menyebabkan Psikotik & G.
mood.
Kecurigaan adanya kelainan neurologi
disingkirkan dgn pemeriksaan CT Scan &
EEG.

PROGNOSIS
Setelah 1 tahun, prognosis pasien
skizoafektif tergantung bagaimana
gejala
yg cukup menonjol, bila gejala
afektif
prognosis baik, atau
bila
skizofrenik
prognosis buruk.
Suatu studi yg mengikuti pasien
didiagnosis

PENGOBATAN
Mood stabilizers merupakan pilihan
utama
terapi g. bipolar & diharapkan mjd hal
penting
dalam terapi gangguan skizoafektif.

PENGOBATAN (2)
Pada episode manik skizoafektif,
pemakaian
mood stabilizer dgn dosis agresif dalam
konsentrasi terapeutik darah range
menengah
tinggi, memasuki fase maintenans dosis
dpt
dikurangi dgn range rendah menengah,
utk
menghindari efek yg tdk diinginkan & efek
yg
potensial pada sistem organ.

PENGOBATAN

(3)

Secara definisi banyak pasien


skizoafektif
mengalami episode depresi mayor,
pengobatan dgn antidepresan
merupakan
pengobatan depresi bipolar, hrs hati2
agar tdk mencetuskan manik dari
depresi.

SSRI (fluoksetin & sertraline) sering


digunakan sebagai pilihan utama, krn
kurangnya efek terhadap jantung &
cukup
baiknya profil overdosis.

ECT kasus intractable mania


Antipsikotik merupakan hal penting
untuk
mengatasi gejala psikotik.

Terapi Psikososial
Kombinasi dari terapi keluarga,
pelatihan
ketrampilan sosial, & rehabilitasi
kognisi
akan memberikan hasil yg lebih baik

TERIMA
KASIH