Anda di halaman 1dari 51

ASUHAN PERSALINAN

KALA II
Team Askeb II

Pintu atas & pintu bawah


panggul
PAP:
diameter transversa
(13,5 cm)
Konjugata obstetrica
normal >10 cm

PTP:
diameter
interspinosum (10 cm)

CRANIUM

KALA II / Kala pengeluaran


dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm)
sampai bayi lahir.
Perubahan fisiologis yang terjadi pada kala II:
-His mjd lebih kuat dan lebih sering faetus
axis pressur
-Timbul tenaga untuk meneran
-Perubahan dalam dasar panggul
-Lahirnya faetus

Respons Fisiologis
SISTEM KARDIOVASKULER
Kontraksi menurunkan aliran darah menuju
uterus jumlah darah dalam sirkulasi ibu
meningkat
Resistensi perifer meningkat tekanan
darah meningkat
Saat mengejan cardiac output meningkat
40-50%
TD sistolik meningkat rata-rata 15mm Hg saat
kontraksi

SISTEM KARDIOVASKULER
Janin normalnya dapat beradaptasi tanpa
masalah
Oksigen yg menurun selama kontraksi
menyebabkan hipoksia tetapi dengan
kadar yg masih adekuat tidak
menimbulkan masalah serius

Respirasi
Respon terhadap perubahan sistem
kardiovaskuler
Konsumsi oksigen meningkat

Percepatan pematangan surfaktan (fetuslabor speeds maturation of surfactant)


Penekanan pada dada selama proses
persalinan membersihkan paru-paru janin dari
cairan yg berlebihan

Pengaturan suhu
Aktivitas otot yang meningkat
menyebabkan sedikit kenaikan suhu
Keseimbangan cairan kehilangan
cairan meningkat oleh karena
meningkatnya kecepatan dan kedalaman
respirasi restriksi cairan

Urinaria
Perubahan
Ginjal memekatkan urine
Berat jenis meningkat
Ekskresi protein trace

Penekanan kepala janin menyebabkan


tonus vesica kandung kencing menurun

Muskuloskeletal
hormon relaxin menyebabkan pelunakan
kartilago di antara tulang
Fleksibilitas pubis meningkat
Nyeri punggung
Janin tekanan kontraksi mendorong
janin sehingga terjadi fleksi maksimal

Saluran cerna
Praktis inaktif selama persalinan
Proses pencernaan & pengosongan
lambung memanjang

Sistem Syaraf
Janin kontraksi menyebabkan
penekanan pada kepala janin DJJ
menurun

Respons psikologis kala II


emotional distress
Nyeri menurunkan kemampuan
mengendalikan emosi cepat marah
lemah
takut

Kultur

Respons terhadap nyeri


Posisi
Pilihan kerabat yg mendampingi
Perbedaan kultur harus diperhatikan

ASUHAN PERSALINAN KALA II


Pengkajian

Anamnesis dan pemeriksaan fisik pada kala


II dilakukan untuk mengetahui apakah
sudah masuk kala II dan apakah ada
komplikasi yang mengindikasikan merujuk.
Apakah Ibu merasakan ingin meneran
bersamaan dengan terjadinya kontraksi,
merasakan makin meningkatnya tekanan
pada rektum dan vaginanya, perineum
kelihatan menonjol, vulva vagina dan
sfingter ani terlihat membuka

DIAGNOSE KALA II
Berdasarkan hasil pemeriksaan:
- serviks lengkap (10 cm)
- Terlihatnya bagian kepala
pada introitus vagina

Pendataran, dilatasi & cincin


retraksi

Dilatasi serviks

Interpretasi Data Dasar


Identifikasi masalah atau diagnosa berdasar data yang
terkumpul dan Interpretasi yang benar, merumuskan
diagnosa yang spesifik

Ibu merasakan ingin


meneran bersamaan
dengan terjadinya
kontraksi, merasakan
makin meningkatnya
tekanan pada rektum
dan vaginanya,
perineum kelihatan
menonjol, vulva vagina
dan sfingter ani terlihat
membuka

Ibu G..PA
usia
kehamilan
mg Inpartu
Kala II

Mengidentifikasi diagnosa atau


mslh potensial & mengantisipasi
penanganannya
Menetapkan kebutuhan
terhadap tindakan segera baik
oleh bidan maupun dokter dan
atau Melakukan konsultasi,
kolaborasi dengan tenaga
kesehatan lain berdasarkan
kondisi klien

Menyusun rencana asuhan yang komprehensif


Tujuan

Target

Rencana

Persalinan kala
II normalDeteksi
dan
menatalaksana
komplikasi
secara tepat
waktuMendukun
g terhadap
kebutuhan ibu,
pasangan dan
keluarganya
selama
persalinan kala I

Persalinan
berjalan 2 jam
pada primi, 1
jam pada multi

Menolong
persalinan

Pelaksanaan Langsung Asuhan Yang


Efisien dan Aman
Persiapan penolong
Sarung tangan
Perlengkapan perlindungan diri
Persiapan tempat, peralatan dan
bahan
Penyiapan tempat dan lingkungan
untuk kelahiran bayi
Persiapan ibu dan keluarga

Menolong persalinan
Membimbing ibu meneran
Memberi posisi yang paling nyaman bagi ibu
Menolong kelahiran bayi
Posisi ibu saat melahirkan
Pencegahan laserasi
Melahirkan kepala
Melahirkan bahuMelahirkan seluruh tubuh bayi
Memotong tali pusat

PERSIAPAN PERSALINAN
PERSIAPAN RUANGAN:
- Ruangan hangat dan bersih
- Sumber air bersih dan mengalir
- Air DTT
- Air bersih dg jml yg cukup & tersedia alat-alat utk
kebersihan
- Kamar mandi yg bersih & jgn lupa di DTT
- Tempat cukup luas, ibu mendptkan privasi
- Penerangan yg cukup baik
- Tempat tidur bersih
- Tempat yg bersih
- Meja yg bersih

PERSIAPAN PENOLONG
Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan
Pakai sarung tangan
Perlengkapan perlindungan pribadi
PERSIAPAN PERLENGKAPAN PERSALINAN
- Partus set, haecting set
- Tempat sampah
- Tempat pakaian kotor
- Alat px vs
- Obat-obatan
- Alat suntik
- Bahan habis pakai
- Pakaian bayi

PERSIAPAN RUANGAN UTK KELAHIRAN BAYI


Ruangan harus bersih dan hangat (bebas dari tiupan
angin, sediakan lampu, selimut)
PERSIAPAN IBU DAN KELUARGA
- Pendampingan oleh keluarga
- Libatkan keluarga dalam asuhan ibu
- Support ibu dan keluarga
- Tentramkan hati ibu selama kala II
- Bantu ibu memilih posisi yg nyaman saat bersalin
- Ajarkan ibu teknik meneran yg benar
- Anjurkan minum ibu selama kala II
- Membersihkan perineum ibu
- Pengosongan kandung kemih
- Amniotomi

TEKNIK MENERAN

Anjurkan ibu untuk meneran secara alamiah


Jgn menahan nafas saat meneran
Istirahat meneran antara kontraksi
Tarik lutut kearah dada dan tempelkan dagu ke
dada saat meneran
Jgn mengangkat bokong saat meneran
Jgn mendorong fundus
POSISI IBU SAAT MENERAN
Ibu boleh memilih posisi yg nyaman saat meneran:
- Posisi duduk/setengah duduk
- Posisi jongkok/berdiri
- Posisi merangkak/berbaring ke kiri

PEMANTAUAN/PENGAWASAN
KALA II
1.
2.
3.
4.

Kontraksi uterus
Pengawasan pada vulva
Keadaan anak
KU ibu

OBSERVASI KONTRAKSI

Fase laten tiap 30 menit


Fase aktif
tiap 15 menit
Akselerasi (3-4 cm), , deselerasi ()
Kala 2
5 menit

TEKNIK MONITORING DJJ/FHR


- Auskultasi periodik (monokuler)
- Elektronik
Perhatian pola DJJ:
- yg progresif / DJJ dari batas normal
- Tachikardi > 160 x/mnt
- progresif dari batas normal secara
bervariasi

Evaluasi
S = Data Subyek
O = Obyek
A = Analisis dan Intepretasi Data
Diagnosa
Antisipasi Diag/msl Potensial
Perlunya tindakan segera
P = Planning / Perencanaan
Merupakan gambaran pendokumentasian
dari tindakan (Implementasi)

TANDA BAHAYA KALA II

Bagi janin
takikardia
bradikardia
deselerasi
meconium staining
hiperaktif
asidosis

Tanda-tanda bahaya pada


ibu

Perubahan tekanan darah


Abnormalitas nadi
Abnormalitas kontraksi
Cincin retraksi patologis
Abnormalitas kontur perut bawah
Gelisah atau kesakitan

Denyut jantung janin

Nilai kondisi janin saat pasien datang


Auskultasi pada bagian punggung janin
Fase laten tiap 30 menit
Fase aktif
tiap 15 menit
Kala 2
5 menit
Alat: stetoskop Laenec, fetoscope
Doppler, or monitor kardiotokografi

Engagement & descent

Station

Mekanmisme
persalinan

Synclitism and asynclitism

PENATALAKSANAAN FISIOLOGIS KALA II


PERSALINAN
Didasari bahwa persalinan adalah peristiwa
normal yang berakhir dengan kelahiran normal
tanpa adanya intervensi.
Penolong persalinan akan selalu membimbing,
memberi dukungan terus menerus,
membesarkan hati ibu dan saran-saran
(memberikan instruksi cara meneran).
Menghindari manuver Valsava krn akan
menyebabkan pasokan oksigen ke janin
berkurang.
Yang mengatur dan mengendalikan saat
meneran adalah ibu bukan menolong.

MENDIAGNOSIS
KALA
II &dan
MEMULAI
MENERAN
Cuci tangan dengan
sabun
air bersih
yang mengalir
Pakai satu sarung tangan DTT / steril
Jelaskan pada ibu akan dilkukan periksa dalamuntuk
memastikan pembukaan lengkap
o Belum lengkap
o Ibu merasa ingin meneran tapi pembukaan servix belum
lengkap
o Pembukaan lengkap & ibu merasa ingin meneran
o Pembukaan lengkap tapi tidak ada dorongan ingin meneran
o Ibu tdk merasa ingin meneran setelah pembukaan lengkap
selama 60 menit
o Bayi tidak lahir setelah 60 menit berikutnya
Catatan, rujuk bila :Primi dipimpin meneran 2 jam & multi
dipimpin meneran 1 jam, persalinan tidak terjadi

KELAHIRAN BAYI
Posisi ibu saat melahirkan
- Perbolehkan posisi apapun yang nyaman, kecuali
berbaring terlentang / supine position
-Berikan pengalas
-Patikan perlengkapan & bahan yg diperlukan mudah
Pencegahan laserasi
dijangkau
Jalin kerjasama
& gunakan
-Tempatkan
kain &/dengan
handukibu
diatas
perut ibumanuver tangan
yg tepat,terutama saat crowning (kelahiran kepala yg
terkendali & perlahan memberikan waktu pd jaringan
vagina & perineum untk melakukan penyesuaian)
Episiotomi rutin tdk boleh dilakuakann kecuali jika ada
indikasi (gawat janin,penyulit kelahiran
pervaginam/sungsang,distosia bahu,forcep & vacum,ada
jaringan parut pada vagina/perineum.

Melahirkan kepala
Saat crowning ,letakkan kain diatas perut ibu
Letakkan kain bersih & kering dilipat 1/3 nya dibawah
bokong ibu
Lindungi perineum dg satu tangan dialas kain dikedua
sisi perineum
Letakkan tangan yg lain pada kepala bayi
Usap muka bayi dgn kain / kasa bersih / DTT
membersihkan mulut & hidung bayi dari lendir & darah
Jangan lakukan penghisapan lendir secara rutin ,kecuali
jika cairan ketuban mengandung mekoneum (dgn de lee
segera setelah kepaola lahir/sebelum bahu lahir)

Periksa tali pusat pada leher


Setelah kepala bayi lahir,ibu diminta berhenti
meneran & bernafas cepat
Raba leher bayi pakah ada lilitan tali pusat
Jika ada lilitan & longgar lepas melewati kepala
bayi
Jika erat lilitannya klem di 2 tempat & potong
diantara ke 2 klem

MEMANTAU SELAMA PENATALAKSANAAN KALA II


PERSALINAN

Nadi ibu setiap 30 menit


Frekwensi & lama kontraksi setiap 30 menit
Djj setiap selesai meneran
Penurunan kepala bayi dg perlimaan setiap 30 menit &
PD tiap 60 menit / kalau ada indikasi
Warna cairan ketuban
Adakah presentasi majemuk & tali pusat di samping /
atas kepala bayi
Putaran paksi luar
Adanya kehamilan kembar

Melahirkan bahu
Tunggu kontraksi berikutnya , awasi rotasi
eksternal spontan kepala bayi
Letakkan tangan pada masing-masing sisi
kepala bayi & beritahu ibu untuk meneran pada
kontraksi berikutnya
Lakukan tarikan perlahan kearah bawah secara
lembut(tl punggung ibu) hingga bahu anterior
tampak dibawah arkus pubis
Angkat kepala bayi kearah atas & luar untuk
melahirkan bahu posterior bayi

Tanda gejala kala II

Doran, Teknus, \Perjol, Vulka

Siap alat siapkan diri

Celemek, cuci, sarung, oksi

Memastikan pembukaan lengkap

Bersih, pd, celup, djj

Menyiapkan ibu dan keluarga

Beritahu ibu dan bapaknya

Persiapan kelahiran bayi

\Handuk, bokong, buka, sarung

Pertolongan kelahiran bayi

Kepala, bahu, badan

Penanganan bayi baru lahir

Kering, jepit, ganti, susu

MAK III