Anda di halaman 1dari 24

PROSES

KEPERAWATAN KOMUNITAS

Komunitas
Kelompok sosial yang dibatasi
oleh batasan geografis dan/atau
nilai dan interest tertentu.
Anggota komunitas tersebut
saling berinteraksi dalam suatu
struktur sosial dan membentuk
nilai, norma dan institusi sosial

Keperawatan Komunitas
Komunitas sebagai klien dan target
Sesuai dengan praktek keperawatan:
Keperawatan langsung sebagai aspek
dari praktek keperawatan komunitas,
kesehatan individu dihubungkan
dengan kesehatan populasi
Konsepkunci: kesehatan komunitas
dan partnership

Partnership
Informed: menyadari persepsi,
hak, dan tanggung jawab
Fleksible: mengenal keunikan
dan kesamaan kontribusi
Negotiated: distribusi kekuasaan
pada setiap tahapan dari proses
berubah

Dimensi Kesehatan
Komunitas
Status : biologis dan psikososial
Struktur : pelayanan (services)
dan sumber-sumber (resources)
Proses: fungsi komunitas yang
efektif dalam memecahkan
masalah

Kesehatan Komunitas
Status : Statistik penting, insiden dan
prevalensi penyebab kesakitan dan
kematian, profil risiko kesehatan, level
kemampuan fungsi
Struktur : fasilitas kesehatan,
perencanaan kesehatan, sumber daya
kesehatan, pola penggunaan pelayanan
kesehatan
Proses : komitmen, komunikasi efektif,
partisipasi, hubungan dengan
komunitas, interaksi komunitas dan
pengambilan keputusan

Persepsi
2. Persepsi anda
Pernyataan umum tentang
kesehatan masyarakat
setempat. Apakah
kekuatannya? Masalah dan
potensial masalah apa yang
anda dapat identifikasi?

Diagnosa Keperawatan
Komunitas

Resiko : mengidentifikasi masalah


spesifik atau risiko kesehatan
(kebutuhan/respon komunitas thd
masalah kes)
Pada : identifikasi klien yang spesifik
(target/sasaran)
Berhubungan dengan: deskripsikan
karakteristik masyarakat dan
lingkungannya
(data )
(Muecke)

Contoh Diagnosa KepKom


Resiko terjadinya peningkatan angka
kesakitan akibat caingan pada balita
di RW 03 Dusun III Desa X
Risiko terjadinya peningkatan angka
kejadian ISPA pada balita di RW 03
Dusun Desa X
Risiko terjadinya peningkatan kasus
gizi kurang pada balita di RW 03
Dusun Desa X

Kriteria prioritas masalah

Kesadaran masyarakat akan masalah


Motivasi masyarakat untuk
menyelesaikan masalah
Kemampuan perawat dalam
mempengaruhi penyelesaian masalah
Ketersediaan ahli/pihak terkait terhadap
solusi masalah
Beratnya konsekwensi jika masalah tidak
terselesaikan
Mempercepat penyelesaian masalah
dengan resolusi yang dapat dicapai

SKORING MASALAH
N
O

Masala
h

Cacinga
n

ISPA

Gizi

Keterangan :
A : Risiko Terjadi
B : Risiko Berubah
C : Potensial peningkatan
kes
D : Minat Masy
E : Kemgkinan Diatasi
F : Sesuai program
pemerintah

Keterangan :
H : Ketersediaan Tempat
I : Ketersediaan Dana
J : Ketersediaan fasilitas
Kes
K : Ketersediaan SDM
L : Kekuatan Mahasiswa
M : Jumlah skor total
N : Urutan Prioritas

47

45

II

43

III

Keterangan :
1 : Sangat
Rendah
2 : Rendah
3 : Cukup
4 : Tinggi
5 : Sangat Tinggi

RENCANA ASKEP
DX KEP

TUJUA
N

RENCANA
TINDAKAN
Strategi

PES

Tuj
Umum

Tuj
Khusus

1. Penkes
2. Proses
Kelompok
3. Empower
ment
4. Partnersh
ip
5. Tindakan
Profesion
al

Interv
ensi

EVALUASI
Kriteria
Kognitif
Afektif
Psikom
otor

Stand
ar

Evaluat
or

POA
DX
KE
P

Kegiat
an

Tujuan

Sasaran

Sumber daya
PJ

Waktu

Tempa
t

Alokas
i Dana

Tujuan & Objektif


Prinsip SMART
Tujuan: pernyataan tentang
hasil yang diharapkan
Objektif: definisi akhir yang
ingin dicapai

Tujuan dan kriteria hasil harus dibuat


berdasarkan :
S = Spesifik, tujuan tidak umum
tetapi spesifik
M = Measurable, dapat diukur
A = Achievable, dapat dicapai
R = Reasonable, dapat
dipertanggungjawabkan
T = Timing, ada batasan waktu

Perencanaan
Strategi intervensi keperawatan
komunitas dilakukan melalui:
Proses kelompok
Pendidikan kesehatan
Kerjasama
Empowerment (pemberdayaan
masyarakat)
Mendemonstrasikan
keterampilan dasar

1. Proses Kelompok
Merupakan salah satu pendekatan,
dpt berupa pembentukan kelompok
baru, reorganisasi kelompok atau
pemberdayaan kelompok yg ada
dalam dan luar komunitas. Perawat
dapat membentuk jejaring antar
kelompok
Contoh : PKK, karang taruna, remaja,
mesjid, LSM,

2. Pendidikan Kesehatan
Upaya yg terencana utk mempengaruhi
orang lain
Perawat perlu mengkaji need komunitas
Dengan berbagai metode (Role play,
demonstrasi, cermah, sharing perception)
Menggunakan media (TV, surat kabar,
poster, leaflet, spanduk, radio, dll)
Kesuksesan tergantung tujuan,
waktu/timming, tempat, kehandalan
pendidik, metode, dll

3. Partnership
Sejak awal perawat sudah
bekerjasama dengan komunitas
Intensif pada fase intervensi dan
implementasi
Prinsip : Kesamaam persepsi, hak dan
tanggung jawab, mengenal keunikan,
kesamaan kontribusi, fleksibel,
pembagian kekuatan (kemampuan
negosiasi)

4. Empowerment
Perawat tidak bisa bekerja sendiri
Pada setiap tahap proses keperawatan
Community as partners perawat
mempunyai posisi yg sama dengan klien
Perawat bersama unsur2 masyarakat,
pemerintah, puskesmas dan unsur
lainnya membangun komunitas,
melindungi komunitas dalam mencapai
derajat kesehatan yg lebih optimal

Pelaksanaan
Melaksanakan kegiatan
sesuai rencana yang
menekankan pada
pencegahan primer,
sekunder dan tersier

Penilaian
Menilai respon verbal dan non
verbal komunitas setelah
intervensi dilakukan
Mencatat adanya perkembangan
kesehatan komunitas termasuk
kasus baru yang dirujuk
Program evaluasi: evaluasi
secara terprogram dari awal
sampai akhir kegiatan

Latihan
Buatlah sub variabel dan sub-sub
variabel dari variabel-variabel pada
model Community as Partner
Variabel

Sub
variabel

Sub-sub
variabel

Metode

Sumber
data

1.Lingku
ngan
fisik

Kondisi
rumah

-Ventilasi
-MCK
-Sumber
air
Kepadata
n isi
rumah

Observa
si

masyara
kat