Anda di halaman 1dari 26

KONSEP KEPERAWATAN

ANAK SAKIT DI INDONESIA


Oleh
Ns. Ni Kadek Sriasih.,S.Kep

Sistem Perlindungan
Anak di Indonesia

Landasan Hukum HakHak Anak

1. UUD1945, Pasal 28B ayat 2 mengatakan:


Setiap anak berhak atas kelangsungan
hidup, tumbuh dan berkembang serta
berhak atas perlindungan dari kekerasan
dan diskriminasi.
2. Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1979
tentang Kesejahteraan Anak, pasal 2 ayat
1-4, yaitu:

Hak anak atas :


1. Kesejahteraan, perawatan, asuhan dan
bimbingan berdasarkan kasih sayang baik
dalamkeluarganya maupun di dalam asuhan
khusus untuk tumbang
2. Pelayanan u/ mengembangkan kemampuan
dan kehidupan sosialnya, sesuai dengan
kebudayaan dan kepribadian bangsa,
3. Pemeliharaan dan perlindungan, semasa
dalam kandungan maupun sesudah dilahirkan
4. Perlindungan terhadap lingkungan hidup yang
membahayakan /menghambat tumbang anak.

Konvensi Hak-Hak Anak yang disetujui oleh


Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 20
November 1989
Convention on The Rights of The Child

Ada 4 prinsip dasar hak anak yang


terkandung di dalam Konvensi Hak Anak,
yaitu:
1. Non-diskriminasi.
2. Kepentingan yang terbaik bagi anak.
3. Hak untuk hidup, kelangsungan hidup,
dan perkembangan.
4. Penghargaan terhadap pendapat anak

Perlindungan Anak
Sistem perlindungan anak yang
efektif melindungi anak dari
segala bentuk kekerasan,
perlakuan salah, eksploitasi dan
penelantaran.
KETERKAITAN KOMPONEN
1.Sistem
kesejahteraan
sosial
* EFEKTIF

bagi anak- dan keluarga


2.Sistem peradilan yang sesuai
dengan standar internasional,
3.Mekanisme untuk mendorong
perilaku
yang
tepat
dalam
masyarakat

(UNICEF Indonesia 2012)

Tingkat pelayanan perlindungan anak:


1.Layanan primer:

Tujuan : memperkuat kapasitas


masyarakat secara menyeluruh dalam
pengasuhan anak dan memastikan
keselamatan mereka.
Kegiatan-kegiatan :
- mengubah sikap dan perilaku
- memperkuat keterampilan orangtua
- menyadarkan masyarakat tentang
dampak
yang tidak diinginkan dari
kekerasan terhadap anak

2. Layanan sekunder
Fokus: keluarga dan anak-anak yang
beresiko,
Kegiatan :
- mengubah keadaan sebelum perilaku
kekerasan menimbulkan dampak buruk
secara nyata terhadap anak-anak, misalnya
melalui konseling dan mediasi keluarga
- pemberdayaan ekonomi

3. Layanan Tersier
Fokus : pd yg anak sudah dalam
keadaan krisis sebagai akibat
kekerasan, perlakuan salah,
eksploitasi, penelantaran, atau
tindakan-tindakan buruk lainnya.
Tujuan : membebaskan anak-anak
dari dampak buruk atau, jika
dianggap layak, melakukan
pengawasan terstruktur dan
memberikanlayanan dukungan.

Sistem perlindungan anak di


Indonesia

Kerangka hukum dan kebijakan di


Indonesia perlu diperkuat untuk mencegah
dan menangani kekerasan, perlakuan
salah, eksploitasi dan penelantaran anak.
Undang-undang No. 11 / 2012 tentang
Sistem Peradilan Pidana Anak
Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA)
memberikan bantuan tunai kepada anak
terlantar, anak jalanan, anak yang
berhadapan dengan hukum, anak cacat
dan anak yang memerlukan perlindungan
khusus.

Kondisi Kerentanan pada


Anak

Pada tahun 2010, 55 % anak balita


di Indonesia telah memiliki akta
kelahiran, peningkatan sebesar 15
persen sejak tahun 2001
Perhitungan dengan menggunakan data
sensus menunjukkan >> 10 juta anak
Anak-anak
yang di
tidak
tercatat
dan tidak
tidak terdaftar
seluruh
Indonesia.

memiliki akta kelahiran menghadapi resiko yang


lebih
besar
untuk
diperdagangkan
dan
dieksploitasi secara seksual, dipaksa menikah
sebagai anak dan dieksploitasi sebagai pekerja
anak

Kekerasan terhadap anak di rumah,


di jalan dan di sekolah perlu
mendapatkan perhatian segera
Kekerasan ini dilakukan oleh orangorang yang seharusnya bertanggung
jawab untuk melindungi anak-anak.

Anak yang berhadapan dengan


hukum memerlukan
perlindungan dari kekerasan dan
pelanggaran
Prevalensi pekerja anak di
daerah perdesaan kira-kira tiga
kali prevalensi di daerah
perkotaan

Hambatan Perlindungan
Anak di Indonesia

Kurangnya petugas khusus


Tidak ada prosedur yg jelas bg penegak hukum
Kurang SDM
Alokasi anggaran kurang bgi petugas pengawas
bg anak yg mengalami masa percobaan
(UNICEF Indonesia 2012)

Upaya meningkatkan
Perlindungan anak
Pendekatan ini melibatkan aksi-aksi dalam beberapa bidang:
1.Kerangka hukum dan peraturan perlu ditingkatkan.
2.Penguatan dan pemberian pelayanan kesejahteraan
dan perlindungan anak .
3.Kapasitas pekerja sosial provinsi, kabupaten, dan
masyarakat perlu diperkuat
(UNICEF Indonesia 2012)

Nasion
al ????

Univers
al ????

Seduni
a ?????

Hari Anak secara


Nasional, yaitu jatuh
pada tanggal 23 Juli.
Keputusan ini juga
didasarkan atas
keputusan Presiden
Republik Indonesia No.
44 Tahun 1984 tanggal
19 Juli 1984, yang kala
itu dijabat Oleh Bapak
Soeharto.

Secara Internasional Hari Anak atau


Childern's Day diperingati setiap
tanggal 1 Juni,
sedangkan secara Universal
diperingati pada tanggal 20
November

Data dan Fakta Kesehatan


Anak Di Indonesia

Angka Kematian Neonatal, Bayi, Balita di


indonesia

Persentase Kasus Berat Badan Lahir Rendah


(BBLR) <2500 gram
(Badan Litbangkes dalam Profil Kesehatan Indonesia
2013)

tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah (16,8%)


terendah Provinsi Sumatera Utara (7,2%)
Rata-rata kejadian BBLR secara nasional sebesar 10,2%

Prevalensi Status Gizi Buruk


Riskesdas dalam Profil Kesehatan Indonesia
2013

Tertinggi (11,9%) di Provinsi Papua Barat


terendah (2,8%) di Provinsi DKI Jakarta
rata-rata 5,7% atau ada sebanyak 1.350.900 balita di Indonesia
mengalami gizi buruk

Kesehatan Balita

5 provensi Tertinggi kejadian ISPA


( Riskesdas 2013) :
1.NTT : 41,7 %
2.Papua : 31.1 %
3.Aceh : 30,0 %
4.NTB : 28,3 %

Kejadian Pnemonia Pd balita

Kejadian penemonia pd Balita sesuai kelompok


Umur
(Riskesdas Balitbangkes, Kemenkes 2013)
Tertinggi pd Kelompok umur 12-35 bulan : 21,7%

Pengumpulan Data Anak


Sakit
Format Pengkajian Anak