Anda di halaman 1dari 30

Responsi Umum

SEORANG PENDERITA DENGAN HEMATEMESIS

Oleh:
Lidya kusumawati 14014101125
Aprianto Jacob 1401401153
Supervisor Pembimbing:
Dr. Yuanita Langi, SpPD

Residen Pendamping:
dr. Hendri Sihite

PENDAHULUAN

Perdarahan saluran cerna bagian atas


perdarahan proksimal ligamentum Treitz.

Manifestasi hematemesis

Hematemesis adalah muntah darah segar


atau hitam.

Penyebab ruptur varises esofagus,


gastritis erosif, tukak peptik, gastropati
kongestif, dan keganasan.

Di Indonesia, ruptur varises esofagus 5060%, gastritis erosif 25-30%, tukak peptik
10-15%, dan sebab lainnya < 5%.

Manifestasi klinis
muntah darah dan BAB hitam, demam,
nyeri perut, serta nafsu makan menurun.

Pemeriksaan fisik keadaan umum ringan berat, gangguan kesadaran, tanda-tanda


anemia, gejala syok hipovolemik.

Pemeriksaan laboratorium
- Hemoglobin dan Hematokrit
- Leukositosis dan trombositosis 2-5 jam
setelah perdarahan
- Ureum darah setelah 24-48 jam

Pengelolaan dasar pemeriksaan awal,


resusitasi, diagnosis, dan terapi.

Tujuannya mempertahankan stabilitas


hemodinamik, menghentikan perdarahan,
dan mencegah perdarahan ulang

LAPORAN KASUS

Nama

: Tn. IT

Umur

: 46 tahun

Status

: menikah

Suku

: Minahasa

Pekerjaan : Sopir

Alamat

:Ranotana Lingkungan IV

Masuk Rumah Sakit 1 Desember 2014,


ruangan Irina C-3 kamar 202

keluhan utama muntah hitam.

Muntah hitam dialami penderita sejak 1 hari


sebelum masuk rumah sakit. Muntah
sebanyak 3 kali dengan volume 100 cc
setiap kali muntah. Pasien juga mengeluh
nyeri ulu hati, nafsu makan menurun dan
lemah badan. Kulit pasien tampak pucat,
tidak didapatkan panas, nyeri kepala, batuk,
sesak. BAB dan BAK biasa.

Riwayat sosial

Merokok 25 tahun , 2-3/hari

Minum alkohol 25 tahun

OAINS (+)

Pemeriksaan Fisik
KU: Tampak sakit sedang
Kes: Compos mentis
TD: 140/90 mmHg N: 82 x/m R: 20 x/m S: 360C
BB: 50 kg, TB:155 cm, IMT: 20,8
Kepala: Konjungtiva anemis (+)
Abdomen : NTE (+)

Pemeriksaan penunjang
25 Mei 2015:
Hb 6,5 g/dL,
Hematokrit 18,7 %,
Leukosit 11.700 sel/L,
Eritrosit 2,26 x106 sel/L,
Trombosit 156 x103 sel/L,
Ureum 171 mg/dL,
Kreatinin 5,3 mg/dL,
GDS 113 mg/dL,
Natrium 113 mEq/L,
Kalium 4,0 mEq/L,
Klorida 89 mEq/L

Urinalisis
Berat jenis 1.005, pH 7.0, leukosit(-), nitrit,
protein (+), darah, eritrosit, keton, glukosa,
serta urobilinogen normal.

EKG : kesan sinus takikardi.

Diagnosis
- Hematemesis et causa Suspect GEDI dd
Peptic Ulcer Bleeding
- Anemia et causa GIT Bleeding dd/ renal
--- CKD Stage V et causa Suspect
Nefropathy OAINS dd/ Hipertensive
nephrosclerosis
- Hipertensi tidak terkontrol

Terapi
IVFD NaCl 0,9% 7 gtt/menit,
injeksi omeprazole 40 mg 2x/hari,
asam folat tablet 3 x 1,
sukralfat sirup 3 x 2 sendok makan,
transfusi PRC sampai Hb 9 mg/dl.
micardis 1x80mg
Puasa (12-24 jam)

Hari 1

Hari 2

Hari 3

Hari 4

Hari 5

Keluhan

Muntah
Hitam +

Muntah
Hitam -

Muntah
Hitam -

Muntah
Hitam -

Muntah
Hitam -

Keadaan
Umum

Sakit Sedang Sakit Sedang Sakit Sedang Sakit Sedang Sakit


Ringan

Kesadaran

CM

CM

CM

CM

CM

Tekanan
Darah

140/90
mmhg

140/90
mmhg

130/80
mmhg

120/80
mmhg

110/80
mmhg

Nadi

82x/m

72x/m

80x/m

80x/m

72x/m

Respirasi

20x/m

18x/m

18x/m

20x/m

22x/m

Suhu

360C

36,20C

360C

360C

360C

Kepala

Konj an +

Konj an +

Konj an -

Konj an -

Konj an -

Abdomen

NTE +

NTE -

NTE -

NTE -

NTE -

Diagnosa

Hematemesis et
causa Suspect
GEDI dd Peptic
Ulcer Bleeding,
Anemia et causa
GIT Bleeding dd/
renal, CKD Stg. V
et causa Suspect
Nefropathy
OAINS dd/
Hipertensive
nephrosclerosis
dan Hipertensi
tidak terkontrol

Post
Hematemesis et
causa Suspect
GEDI dd Peptic
Ulcer Bleeding,
Anemia et causa
GIT Bleeding dd/
renal, CKD Stg. V
et causa Suspect
Nefropathy
OAINS dd/
Hipertensive
nephrosclerosis
dan Hipertensi
tidak terkontrol

Post
Hematemesis et
causa Suspect
GEDI dd Peptic
Ulcer Bleeding,
Anemia et causa
GIT Bleeding dd/
renal, CKD Stg. V
et causa Suspect
Nefropathy
OAINS dd/
Hipertensive
nephrosclerosis
dan Hipertensi
terkontrol

Post
Hematemesis et
causa Suspect
GEDI dd Peptic
Ulcer Bleeding,
Anemia et causa
GIT Bleeding dd/
renal, CKD Stg. V
et causa Suspect
Nefropathy
OAINS dd/
Hipertensive
nephrosclerosis
dan Hipertensi
terkontrol

Post
Hematemesis et
causa Suspect
GEDI dd Peptic
Ulcer Bleeding,
Anemia et causa
GIT Bleeding dd/
renal, CKD Stg. V
et causa Suspect
Nefropathy
OAINS dd/
Hipertensive
nephrosclerosis
dan Hipertensi
terkontrol

Terapi

Perawata
n Hari 1

Perawata
n Hari 2

Perawata
n Hari 3

Perawata
n Hari 4

Perawata
n Hari 5

NaCl 0,9% 7
gtt/menit,

terapi lanjut

Terapi lanjut

Terapi lanjut

transfusi bag
2

transfusi bag
3

transfusi bag
4

omeprazole
20 mg tablet
2x/hari,

injeksi
omeprazole
40 mg
2x/hari,
sukralfat sirup
3 x 2 sendok
makan
transfusi bag
1

DL I Dingin
Asam folat
3x1 tab
Micardis 1 x
80 mg tablet

DL II Dingin

Hasil Lab:
Hb 8,5
HCT 23 %;
Leuko 5.800
Erit 2,79x106
Trombo
78x103 Ureum
139 Kreatinin
7,2 GDS 112
Natrium 127
Kalium 3,21
Klorida 93,9
HDL: 34
LDL: 113
Chol total:
182 Trig: 174

sukralfat sirup
3 x 2 sendok
makan,
Asam folat
tablet 3 x 1,
Allopurinol
100 mg
0-0-1,
Micardis 1 x
80 mg tablet

PEMBAHASAN

Pada Kasus seorang laki-laki, usia 46


tahun, masuk rumah sakit pada dengan
keluhan utama muntah hitam.

Faktor risiko
OAINS, umur tua (>60 tahun), riwayat tukak
peptik , dispepsia kronik, intoleransi OAINS
sebelumnya.

Obat

antiinflamasi non-steroid

Kerusakan

mukosa OAINS
bersifat asam dan
lipofilikmempermudah trapping
ion hydrogen masuk mukosa
kerusakan

OAINS

kerusakan mukosa
produksi prostaglandin

Prostaglandin substansi sitoprotektif


mukosa lambungmenjaga aliran darah
mukosa, sekresi mukosa dan ion bikarbonat
dan epithelial defense
Aliran darah mukosa

Adhesi netrolit pada endotel pembuluh darah


mukosa memacu lebih jauh proses
imunologis

Radikal bebas dan protease dilepaskan

merusak mukosa lambung

Faktor-faktor

Defensif
3 faktor pertahanan memelihara
daya tahan mukosa gastroduodenal,
Faktor preepitel
-Untuk menahan pengaruh asam
lambung/pepsin.
-Meningkatkan hidrofobisitas
membrane sel dan meningkatkan
viskositas mukus.

Faktor epitel
-Perbaikan mukosa yang rusak, dimana
mencegah pengasaman sel.
mendorong asam keluar jaringan.
-Faktor pertumbuhan, prostaglandin dan
nitrit oksida.
Faktor subepitel
-Mengangkut nutrisi, oksigen dan
bikarbonat ke epitel sel.
-Menekan perlekatan dan ekstravasi

Anamnesis
1) sejak kapan dan berapa perkiraan darah
yang keluar,
2) riwayat perdarahan sebelumnya,
3) riwayat perdarahan dalam keluarga,
4) perdarahan di bagian tubuh lain?
5) penggunaan anti inflamasi non-steroid
dan anti koagulan
6) kebiasaan minum alkohol,

7) adanya penyakit hati kronik, demam


berdarah, demam tifoid, gagal ginjal kronik,
DM, hipertensi, alergi obat-obatan
8) riwayat transfusi sebelumnya.
Kasus
- Pasien minum alkohol sudah 25 tahun.
- Pasien mengkonsumsi OAINS

Pemeriksaan fisik
Keadaan umum, kesadaran, vital sign,
tanda-tanda anemia, gejala syok
hipovolemik,
Kasus
- Konjungtiva anemis
- Abdomen terdapat nyeri tekan
epigastrium.

Pemeriksaan penunjang laboratorium


DL, kreatinin serum, dan elektrolit (Na, K,
Cl).
Kasus
Hb 6,5 g/dL
Hematokrit 18,7 %,
Ureum 171 mg/dL.

Stabilisasi hemodinamik
-Puasaperdarahan makanan cair
-Infus cairan NaCl 0,9% selama belum
tersedia darah.
-Observasi vital sign
-Pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit
-Transfusi hemoglobin 50 70% nilai
normal.

Komplikasi
-Syok hipovolemik
-Aspirasi pneumonia
-Anemia

Kesimpulan
Diagnosis:
Post Hematemesis et causa Suspect GEDI dd
Peptic Ulcer Bleeding, Anemia et causa GIT
Bleeding dd/ renal, CKD Stg. V et causa
Suspect Nefropathy OAINS dd/ Hipertensive
nephrosclerosis dan Hipertensi terkontrol
5 hari perawatan perbaikan secara klinis
Rencana dan rawat jalan di poliklinik
gastroenterologi & hipertensi.

TERIMA KASIH