Anda di halaman 1dari 24

Kadar air kering mutlak

Dasar :
Penetapan Kadar Air dengan dasar, contoh tanah dipanaskan pada suhu 105oC selama 3 jam untuk
menghilangkan air. Kadar air dari contoh diketahui dari perbedaan bobot contoh sebelum dan
setelah dikeringkan. Faktor koreksi kelembapan dihitung dari kadar air.
Reaksi:
Contoh . xH2O Contoh + xH2O
Cara kerja :
Ditimbang 5,0000 gram contoh tanah kering di kotak timbang yang telah diketahui
bobotnya.
Dikeringkan dalam oven pada suhu 105oC selama 3 jam.
Didinginkan di dalam eksikator
Ditimbang hingga bobot tetap. Bobot yang hilang adalah bobot air.

Adapun manfaat mengetahui kadar air tanah yaitu untuk mengetahui proses pelapukan mineral dan
bahan organik tanah yaitu reaksi yang mempersiapkan hara yang larut bagi pertumbuhan tanaman,
menduga kebutuhan air selama proses irigasi, mengetahui kemampuan suatu jenis tanah mengenai
daya simpan lengas tanah (Soviani, 2012)
Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar air tanahantara lainadalah tekstur tanah, iklim, topografi,
adanya gaya kohesi, adhesi, dan gravitasi.Tanah-tanah yang bertekstur pasir, karena butiranbutirannya berukuran lebih besar, maka setiap satuan berat (gram) mempunyai luas permukaan
yang lebih kecil sehingga sulit menyerap air dan unsur hara. Tanah-tanahbertekstur liat, karena
lebih halus maka setiap satuan berat mempunyai luas permukaan yang lebih besar sehingga
kemampuan menahan air dan menyediakan unsur hara lebih tinggi. Tanah bertekstur halus lebih
aktif dalam reaksi kimiadibandingtanah bertekstur kasar.

Penetepan pH Tanah dalam Air dan KCl


Dasar :
Berdasarkan nilai konsentrasi ion H+ dalam larutan tanah, yang dinyatakan sebagai log[H +].
Peningkatan konsentrasi H+ menaikkan potensial larutan yang diukur oleh alat dan dikonversi dalam
skala pH.
Cara kerja :

buffer pH

Ditimbang 10,0000 gram contoh dalam botol kocok (duplo)


Ditambah 100 mL air bebas ion
Dikocok dengan menggunakan shaker selama 30 menit
Filtrat disaring dengan kertas saring berabu
Hasil saringan diukur dengan pH meter yang telah dikalibrasi menggunakan larutan
7,0 dan pH 4,0. Laporkan nilai pH dalam 1 desimal.

Derajat pH dalam tanah juga menunjukkan keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi
tanaman. Jika tanah masam akan banyak ditemukan unsur alumunium (Al) yang selain meracuni
tanaman juga mengikat phosphor sehingga tidak bisa diserap tanaman. Selain itu pada tanah masam
juga terlalu banyak unsur mikro yang bisa meracuni tanaman. Sedangkan pada tanah basa banyak
ditemukan unsur Na (Natrium) dan Mo (Molibdenum)
Kondisi pH tanah juga menentukan perkembangan mikroorganisme dalam tanah. Pada pH 5,5 7
jamur dan bakteri pengurai bahan organik akan tumbuh dengan baik. Demikian juga mikroorganisme
yang menguntungkan bagi akar tanaman juga akan berkembang dengan baik.
Pengapuran untuk meningkatkan pH dan mengatasi keracunan Al. Untuk mengatasi kendala
kemasaman dan kejenuhan Al yang tinggi dapat dilakukan pengapuran. Kemasaman dan kejenuhan
Al yang tinggi dapat dinetralisir dengan pengapuran. Pemberian kapur bertujuan untuk meningkatkan
pH tanah dari sangat masam atau masam ke pH agak netral atau netral, serta menurunkan kadar Al.

Penetepan Kadar H+ dan Al3+ yang Dapat Ditukar.


Dasar :
Keasaman dapat diukur terdiri atas Al3+ dan H+ pada koloid tanah. Al3+ dan H+ ini dapat ditukar oleh
K+ dari pengekstrak KCl 1 M Al3+ dan H+ dalam larutan dapat dirtitar dengan larutan NaOH baku
menghasilkan endapan Al(OH)3 dan air. Untuk penetapan Al dd, Al(OH)3 dan air. Untuk penetapan Al
dd
, Al(OH)3 direaksikan dengan NaF yang menghasilkan OH- yang dapat dititar dengan larutan HCl
baku.
Penetapan kadar H+
Ditimbang 10,0000 gram contoh<2 mm dalam botol kocok.
Ditambahkan 100 mL KCl 1N. Campuran dikocok dengan shaker selama 30 menit.
Filtrat disaring dengan kertas saring berabu.
Hasil saringan diukur dengan pH meter yang telah dikalibrasi menggunakan larutan
buffer pH 7,0 dan pH4,0. Laporkan nilai pH dalam 1 desimal.
Filtrat dipipet 25,00 mL ke dalam erlenmeyer.
Ditambahkan 3-4 tetes indikator PP.
Dititar dengan NaOH 0,02 N hingga titik akhir menunjukkan warna merah muda seulas
(dengan buret mikro).
Penetapan kadar Aldd
Larutan hasil penetapan kadar H+ ditambah HCl 0,02 N hingga tidak
berwarna.
Ditambah 10 mL NaF 1% (kocokkuat), terbentuk warna merah menandakan
dd

Keasaman tanah ditentukan oleh kadar atau kepekatan ion hidrogen di dalarn tanah tersebut. Bila
kepekatan ion hidrogen di dalam tanah terlalu tinggi maka tanah akan bereaksi asam. Sebaliknya,
bila kepekatan ion hidrogen terIalu rendah maka tanah akan bereaksi basa. Pada kondisi ini kadar
kation OH lebih tinggi dari ion H+.
Tanah masam adalah tanah dengan pH rendah karena kandungan H+ yang tinggi.
Pada tanah masam lahan kering banyak ditemukan ion Al3+ yang bersifat masam karena dengan air
ion tersebut dapat menghasilkan H+.

Penetepan Kadar C-Organik Secara Spektrofotometri.


Dasar :
Sebagai senyawa organik akan mereduksi Cr6+ yang berwarna jingga menjadi Cr3+ yang berwarna
hijau dalam suasan asam. Intensitas warna hijau yang terbentuk setara dengan kadar karbon dan
dapat diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 561 nm.

Reaksi:
3C organik + 2K2CrO 4 + H2SO4 2Cr2(SO4)3 + 2K2SO4 + 8H2O + 3CO2
Cara kerja:
Disiapkan larutan standar C-Organik 2000 ppm.
Dibuat deret standar 0, 20, 40, 80, 120, 200 ppm dan sampel dalam labu ukur 100 mL.
Diturunkan larutan standar dari buret kemasing-masing deret standar sebanyak 0, 1, 2,
4, 6, 10 mL.
Ditambah 5 mL K2Cr2O7 1N menggunakan pipet volum.
Ditambah10 mL H2SO4 (p).
Dididihkan dalam penangas air 1,5 jam (digoyang sesekali).
Didinginkan dan dihomogenkan.
Diukur absorbansinya dengan spektrofotometer UV-Vis pada 561 nm.

Bahan organik adalah bagian dari tanah yang merupakan suatu system kompleks dan dinamis, yang
bersumber dari sisa tanaman atau binatang yang terdapat di dalam tanah yang terus menerus
mengalami perubahan bentuk, karena dipengaruhi oleh faktor biologis, fisika, dan kimia. Bahan
organik tanah adalah semua jenis senyawa organik yang terdapat di dalam tanah, termasuk fraksi
bahan organik ringan, biomassa mikroorganisme, bahan organik didalam air, dan bahan organik yang
stabil atau humus. Kadar C-organik tanah cukup bervariasi, tanah mineral biasanya mengandung Corganik antara 1 hingga 9%, sedangkan tanah gambut dan lapisan organik tanah hutan dapat
mengandung 40 sampai 50% C-organik dan biasanya < 1% di tanah gurun pasir. (Fadhilah, 2010)
Karbon merupakan komponen paling besar dalam bahan organik sehingga pemberian bahan organik
akan meningkatkan kandungan karbon tanah. Tingginya karbon tanah ini akan mempengaruhi sifat
tanah menjadi lebih baik, baik secara fisik, kimia dan biologi. Karbon merupakan sumber makanan
mikroorganisme tanah, sehingga keberadaan unsur ini dalam tanah akanmemacu kegiatan
mikroorganisme sehingga meningkatkan proses dekomposisi tanah dan juga reaksi-reaksi yang
memerlukan bantuan mikroorganisme, misalnya pelarutan P, fiksasi N dan sebagainya(Utami dan
Handayani, 2003).

Penetepan Kadar Nitrogen Cara Kjeldahl.


Dasar :
Penetapan kadar N dalam sampel tanah dilakukan melalui 3 tahap. Senyawa N organik dalam tanah
diubah menjadi senyawa N anorganik dengan penambahan H2SO4 (p) dengan pendidihan di ruang
asam. (NH4)2SO4 yang terbentuk dibebaskan NH3 nya dengan basa kuat NaOH. Amoniak ditangkap
oleh asam borat yang telah ditambahkan indikator BCG:MM membentuk NH 4H2BO3 yang akan dititar
dengan HCl hingga titik akhir berwarna merah.

Reaksi:
N organik + H2SO4 (p) (NH4)2SO4 + CO2 + H2O + SO2
(NH4)2SO4 + 2 NaOH
Na2SO4 + 2NH3 + 2H2O
NH3 + H3BO3 NH4H2BO3
NH4H2BO3 + HCl NH4Cl + H3BO3
Cara kerja:
Ditimbang 1,0000 gram tanah halus dan 1,0000 gram campuran selen.
Dimasukan kedalam labuKjeldahl.
Ditambah 25 mL H2SO4 (p).
Didestruksi 3-4 jam hingga larutan jernih.
Didinginkan.
Hasil destruksi dipindahkan kelabu ukur 100 ml, diimpitkan dan
digomogenkan.

Dipipet 25mL H3BO3 kedalam Erlenmeyer sebagai penampung.


Ditambah indikator BCG:MM dalam penampung.
Didestilasi hingga volume penampung 3x volume awal, dan berubah menjadi warna hijau.
Uji bebas basa dengan menggunakan kertas lakmus mereh (tetap merah).
Penampung dititar dengan HCl 0,1 N hingga titik akhir berwarna merah

PERANAN N BAGI PERTUMBUHAN TANAMAN.


Nitrogen adalah unsur yang sangat penting bagi petrumbuhan tanaman. Nitrogen merupakan bagian
dari protein, bagian penting konstituen dari protoplasma, enzim, agen katalis biologis yang
mempercepat proses kehidupan. Nitrogen juga hadir sebagai bagian dari nukleoprotein, asam amino,
amina, asam gula, polipeptida dan senyawa organik dalam tumbuhan. Dalam rangka untuk
menyiapkan makanan untuk tanaman, tanaman diperlukan klorofil, energi sinar matahari untuk
membentuk karbohidrat dan lemak dari C air dan senyawa nitrogen.
Adapun peranan N yang lain bagi tanaman adalah :
Berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman.
Memberikan warna pada tanaman,
Panjang umur tanaman
Penggunaan karbohidrat.

GEJALA KEKURANGAN DAN KELEBIHAN UNSUR N TERHADAP TANAMAN.


Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak
sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula
tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering.
Adapun gejala yang ditimbulkan akibat dari kekurangan dan kelebihan unsure N bagi tnaman adalah
sebagai berikut :
1. Efek kekurangan unsur N bagi Tanaman.
Pertumbuhan kerdil,
Warna daun menguning,
Produksi menurun,
Fase pertumbuhan terhenti,
Kematian.
2. Efek dari kelebihan unsur N bagi tanaman.
Kualitas buah menurun.
Menyebabkan rasa pahit (spt pada buah timun).
Produksi menurun,
Daun lebat dan pertumbuhan vegetative yang cepat,
Menyebabkan keracunan pada tanaman,

Penetepan P Tersedia Sebagai P2O5

Dasar :
Dalam suasana asam, ammonium molibdat bereaksi dengan posfat membentuk senyawa heteropon
asam pospomolibdat. Penambahan ammonium vanadat akan membentuk senyawa fosfomolibdo
vanadat yang berwarna kuning dan dapat diukur serapannya dengan spektrofotometri pada panjang
gelombang 460 nm.

Reaksi:
PO43- + (NH4)6Mo7O24 + NH4VO4 + 6H+ (PO4VO3. 7MoO3)4- + 7NH4 + H2O
Cara kerja:
Disiapkan larutan standar C 2000 ppm dan 2,5 gram tanah yang sudah di destruksi
menggunakan HNO3 (p.a)
Dibuat deret standar 0, 10, 20, 30, 40, dan 50 ppm dan sampel dalam labu ukur 100 mL
Diturunkan larutan standar dari buret kemasing-masing deret standar 0, 0.5 , 1, 1.5, 2,
dan 2,5 ml.
Ditambah 5 mL HNO3 4N, 5 mL Ammonium Molibdat 5%, dan 5 mL Ammonium Vanadat
2,5% ke dalam masing-masing labu ukur.
Diukur absorbansinya dengan spektrofotometer UV-Vis pada 460 nm
Fungsi fosfor (P) adalah untuk pembelahan sel, pembentukan albumin, pembentukan bunga, buah
dan biji. Selain itu fosfor juga berfungsi untuk mempercepat pematangan buah, memperkuat batang,

Penetepan Daya Hantar Listrik

Dasar :
Tanah memiliki kanduang garam-garam yang berfungsi sebagai penghantar listrik. Pada tanah
jumlah daya elektron sebanding dengan garam yang terkandung dalam tanah. Pengukuran hantaran
listrik tersebut merupakan indikasi konsentrasi senyawa-senyawa yang terionisasi dengan tingkat
ketelitian tinggi. Penentuan hantaran listrik ini disebut dengan daya hantar listrik (DHL). Nilai DHL
suatu tanah dapat diukur menggunakan alat ukur yang disebut dengan konduktormeter.
Cara kerja :

dengan

Ditimbang 10,0000 gram tanah dalam botol kocok.


Ditambah 100 mL air bebas ion.
Dikocok denfan shaker selama 30 menit.
Disaring menggunakan kertas saring berabu, diambil filtrat nya.
Filtrat diukur DHL nya dengan konduktometer yang telah dikalibrasi
menggunakan larutan baku NaCl dan baca setelah angka mantap.
Setiap akan melakukan kalibrasi dan mengukur contoh elektrode dicuci dan dikeringkan
tisu. Nilai DHL dilaporkan dalam satuan mS/cm menggunakan 3 desimal.

Tanah memiliki kanduang garam-garam yang berfungsi sebagai penghantar listrik. Pada tanah jumlah
daya elektron sebanding dengan garam yang terkandung dalam tanah. Pengukuran hantaran listrik
tersebut merupakan indikasi konsentrasi senyawa-senyawa yang terionisasi dengan tingkat ketelitian
tinggi. Penentuan hantaran listrik ini disebut dengan daya hantar listrik (DHL).
Nilai DHL 4mS/cmmenunjukkan kandungan garam di dalam tanah rendah (<0,15 %)dan
kebanyakan tanaman dapat tumbuh dengan baik.Nilai DHL 4 mS/cm menunjukkan kandungan
garam di dalam larutan tanah cukup tinggi sehingga membahayakan kebanyakan tanaman pertanian
(wikipedia, 2013).

Penetepan Unsur Hara Makro (Na dan K)

Dasar :
Logam Na dan K dapat ditetapkan secara flamefotometri karena memiliki potensial ionisasi yang
rendah. Sehingga dapat dieksitasi dalam nyala LPG udara maksimum 1800oC. Atom yang tereksitasi
bersifat tidak stabil dan akan segera kembali ke keadaan dasar dengan melepaskan energi cahaya.
Intensitas cahaya emisi sebanding dengan jumlah atom. Dengan membandingkan intensitas cahaya
emisi sampel dengan standar maka kadar Na dan K dalam sampel dapat diketahui.
Cara kerja :
Disiapkan larutan standar Na & K dan 2,5 gram tanah yang sudah didestruksi menggunakan HNO 3
(p.a).
Dibuat deret standar Na 0, 0.5, 1,2, 3 ppm,deret standar K 0, 0.5, 1, 2, 3 ppm dan sampel kedalam
labu ukur 100 mL.
Diturunkan larutan standar dari buret ke masing-masing deret standar.
Ditambah 5 mL HNO3 4N pada masing-masing labu.
Diukur % Emisinya deret stndar dan contoh dengan flamefotometer.

Unsur Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis, akumulasi,
translokasi, transportasi karbohidrat, membuka menutupnya stomata, atau mengatur distribusi air
dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya gugur.
Kekurangan Kalium
Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau ada bercak hangus. Kekurangan unsur
ini menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya gugur. Bunga mudah rontok dan gugur. Tepi daun
hangus, daun menggulung ke bawah, dan rentan terhadap serangan penyakit.
Kelebihan Kalium
Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan tanaman terhambat.
sehingga tanaman mengalami defisiensi.
Natrium (Na)
Natrium terdapat pada semua abu tanaman, terlebih pada tanaman yang timbuh pada tanah
yang banyak mengandung garam dapur seperti pada tanah asin atau payau, air laut dsb. Oleh karena
itu biasanya pada tanaman demikian (halophyta) terdapat pula ion-ion klor.
Natrium yang terbentuk sebagai ion mempunyai arti biologis karena turut serta memelihara
keadaan turgor. Unsur ini dapat pula menggantikan Kalium dalam hal tersebut dan memang sering
terjadi, bahwa kadar Natriumnya naik bila keadaan unsur Kalium sangat kurang.

Penetepan Total Kadar Unsur Mikro (Fe, Mn, Cu & Zn) &Penetapan Kadar Cemaran Logam
Berat

Dasar :
Dalam tanah logam akan terdapat secara bersamaan dengan air, senyawa organik dan mineral
lainnya. Untuk memperoleh larutan sampel yang dapat dibaca secara AAS, senyawa organik harus
dihilangkan dengan cara destruksi. Logam sebagai larutan dijadikan atom dalam nyala pembakar
dengan bantuan peralatan atomizer. Atom besi yang dihasilkan akan memberikan serapan terhadap
spectrum garis yang dihasilkan hollow cathode lamp logam tersebut dengan nilai serapan yang
sebanding dengan konsentrasi logam yang dibaca.
Cara kerja :
2,5 gram tanah yang telah di destruksi dimasukan ke dalam labu ukur deret standar 100 mL.
Filtrat disaring dan dipipet 5 mL menggunakan pipet volum.
Dibuat deret standar sesuai dengan logam yang akan ditetapkan.
Diukur dengan SSA.

A. Besi (Fe)
Besi (Fe) merupakan unsure mikro yang diserap dalam bentuk ion feri (Fe3+) ataupun fero
(Fe2+). Fe dapat diserap dalam bentuk khelat (ikatan logam dengan bahan organik). Mineral Fe
antara lain olivin (Mg, Fe)2SiO, pirit, siderit (FeCO3), gutit (FeOOH), magnetit (Fe3O4), hematit
(Fe2O3) dan ilmenit (FeTiO3) Besi dapat juga diserap dalam bentuk khelat, sehingga pupuk Fe dibuat
dalam bentuk khelat. Khelat Fe yang biasa digunakan adalah Fe-EDTA, Fe-DTPA dan khelat yang lain.
Fe dalam tanaman sekitar 80% yang terdapat dalam kloroplas atau sitoplasma. Penyerapan Fe lewat
daundianggap lebih cepat dibandingkan dengan penyerapan lewat akar, terutama pada tanaman
yang mengalami defisiensi Fe. Dengan demikian pemupukan lewat daun sering diduga lebih
ekonomis dan efisien. Fungsi Fe antara lain sebagai penyusun klorofil, protein, enzim, dan
berperanan dalam perkembangan kloroplas. Sitokrom merupakan enzim yang mengandung Fe
porfirin.
Kerja katalase dan peroksidase digambarkan secara ringkas sebagai berikut:
a. Catalase : H2O + H2O O2 + 2H2O
b. Peroksidase : AH2 + H2O A + H2O
Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses metabolisme. Proses
tersebut misalnya reduksi N2, reduktase solfat, reduktase nitrat. Kekurangan Fe menyebabakan
terhambatnya pembentukan klorofil dan akhirnya juga penyusunan protein menjadi tidak sempurna
Defisiensi Fe menyebabkan kenaikan kaadar asam amino pada daun dan penurunan jumlah ribosom
secara drastic. Penurunan kadar pigmen dan protein dapat disebabkan oleh kekurangan Fe. Juga
akan mengakibatkan pengurangan aktivitas semua enzim.

B. Mangaan (Mn)
Mangaan diserap dalam bentuk ion Mn++. Seperti hara mikro lainnya, Mn dianggap dapat
diserap dalam bentuk kompleks khelat dan pemupukan Mn sering disemprotkan lewat daun. Mn
dalam tanaman tidak dapat bergerak atau beralih tempat dari logam yang satu ke organ lain yang
membutuhkan. Mangaan terdapat dalam tanah berbentuk senyawa oksida, karbonat dan silikat
dengan nama pyrolusit (MnO2), manganit (MnO(OH)), rhodochrosit (MnCO3) dan rhodoinit (MnSiO3).
Mn umumnya terdapat dalam batuan primer, terutama dalam bahan ferro magnesium. Mn dilepaskan
dari batuan karena proses pelapukan batuan. Hasil pelapukan batuan adalah mineral sekunder
terutama pyrolusit (MnO2) dan manganit (MnO(OH)). Kadar Mn dalam tanah berkisar antara 300
smpai 2000 ppm. Bentuk Mn dapat berupa kation Mn++ atau mangan oksida, baik bervalensi dua
maupun valensi empat. Penggenangan dan pengeringan yang berarti reduksi dan oksidasi pada
tanah berpengaruh terhadap valensi Mn.
Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis protein, karbohidrat.
Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi
fotosintetik yang normal dalam kloroplas,ada indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil. Defisiensi
unsure Mn antara lain : pada tanaman
berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar
sampai ke daun yang lebih tua, pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan
dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda, split seed pada tanaman lupin.

C. Seng (Zn)
Zn diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Zn++ dan dalam tanah alkalis mungkin diserap
dalam bentuk monovalen Zn(OH)+. Di samping itu, Zn diserap dalm bentuk kompleks khelat,
misalnya Zn-EDTA. Seperti unsure mikro lain, Zn dapat diserap lewat daun. Kadr Zn dalam tanah
berkisar antara 16-300 ppm, sedangkan kadar Zn dalam tanaman berkisar antara 20-70 ppm.
Mineral Zn yang ada dalam tanah antara lain sulfida (ZnS), spalerit [(ZnFe)S], smithzonte (ZnCO3),
zinkit (ZnO), wellemit (ZnSiO3 dan ZnSiO4). Fungsi Zn antara lain : pengaktif enim anolase, aldolase,
asam oksalat dekarboksilase, lesitimase,sistein desulfihidrase, histidin deaminase, super okside
demutase (SOD), dehidrogenase, karbon anhidrase, proteinase dan peptidase. Juga berperan dalam
biosintesis auxin, pemanjangan sel dan ruas batang.
Ketersediaan Zn menurun dengan naiknya pH, pengapuran yang berlebihan sering menyebabkan
ketersediaaan Zn menurun.
Tanah yang mempunyai pH tinggi sering menunjukkan adanya gejala defisiensi Zn, terytama pada
tanah berkapur. Adapun gejala defisiensi Zn antara lain : tanaman kerdil, ruas-ruas batang
memendek, daun mengecil dan mengumpul (resetting) dan klorosis pada daun-daun muda dan
intermedier serta adanya nekrosis.

D. Tembaga (Cu)
Tembaga (Cu) diserap dalam bentuk ion Cu++ dan mungkin dapat diserap dalam bentuk
senyaewa kompleks organik, misalnya Cu-EDTA (Cu-ethilen diamine tetra acetate acid) dan Cu-DTPA
(Cu diethilen triamine penta acetate acid). Dalam getah tanaman bik dalam xylem maupun floem
hampir semua Cu membentuk kompleks senyawa dengan asam amino. Cu dalam akar tanaman dan
dalam xylem > 99% dalam bentuk kompleks.
Dalam tanah, Cu berbentuk senyawa dengan S, O, CO3 dan SiO4 misalnya kalkosit (Cu2S), kovelit
(CuS), kalkopirit (CuFeS2), borinit (Cu5FeS4), luvigit (Cu3AsS4), tetrahidrit [(Cu,Fe)12SO4S3)], kufirit
(Cu2O), sinorit (CuO), malasit [Cu2(OH)2CO3], adirit [(Cu3(OH)2(CO3)], brosanit [Cu4(OH)6SO4].
Kebanyakan Cu terdapat dalam kloroplas (>50%) dan diikat oleh plastosianin. Senyawa ini
mempunyai berat molekul sekitar 10.000 dan masing-masing molekul mengandung satu atom Cu.
Hara mikro Cu berpengaruh pafda klorofil, karotenoid, plastokuinon dan plastosianin.
Fungsi dan peranan Cu antara lain : mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase, askorbit-oksidase, asam
butirat-fenolase dan laktase. Berperan dalam metabolisme protein dan karbohidrat, berperan
terhadap perkembangan tanaman generatif, berperan terhadap fiksasi N secara simbiotis dan
penyusunan lignin.Adapun gejala defisiensi / kekurangan Cu antara lain : pembungaan dan
pembuahan terganggu, warna daun muda kuning dan kerdil, daun-daun lemah, layu dan pucuk
mongering serta batang dan tangkai daun lemah.

Penetepan Kadar As dan Hg dengan Spektrofotometri Serapan Atom sistem Hidrida

Dasar :
Metode SSA nyala biasa tidak cukup peka dalam mengatur raksa (Hg). Metode SSA uap dingin dapat
mengukur Hg hingga level ppb. Contoh didestruksi dengan campuran asam pekat HNO 3 dan HClO4.
Hg dalam analit direduksikan dengan SnCl2 dalam suasana asam yang lagsung membentuk uap atom
Hg. Sehingga tidak perlu nyala (teknik uap dingin). Uap Hg dibawa oleh aliran gas inert (nitrogen
atau argon) ke dalam sel kuarsa. Sinar dari lampu katode Hg yang melewati sel diabsorpsi oleh uap
atom Hg dan diukur dengan SSA.
Metode generasi uap meningkat kepekaan teknik spektrofotometer serapan atom untuk logam-logam
yang membentuk hibrida seperti As. Contoh didestruksi dengan campuran asam pekat HNO 3 dan
HClO4. Metode NaBH4 mereaksikan unsur analit dalam larutan asam dengan natrium borohidrida
membentuk gas hidrida. Uap hidrida dibawa oleh aliran gas inert (nitrogen atau argon) ke dalam
tabung kuarsa yang dipanaskan sehingga terjadi dekomposisi. Sinar dari lampu katode yang
diabsorpsi oleh atom analit ditetapkan seperti cara SSA biasa.

Reaksi:
Hg2+ + SnCl2 Hg (g) + Sn4+

BH4- + 3H2O + H+ H3BO3 + 8H+


2As3- + 12H 2AsH3 (g) + 6H+
2AsH3 (g) 2As (g) + 3H (g)

Cara kerja :
Persiapan sampel
Ditimbang 2,5 gram tanahpada erlenmeyer
Ditambahkan 15 ml campuran HNO3(p) : HClO4(p) : H2SO4(p) 1:1:5
Didigest di hotplate dengan suhu 300oC
Didinginkan
Dimasukkan ke labu ukur 25 ml
Dipipet 5 ml, ditambhakan 20 ml HCl 1,2 M, kemudian diimpitkan.
Diukur dengan SSA.
Deret Standar
Disiapkan larutan standar 2500 ppb.
Dibuat deret standar 0, 50, 75, 100, 125, dan 150 ppb.
Deret standard dan sampel dimasukan dalam labu ukur 100 mL (0, 2, 3, 4, 5, dan 6 ml).
Ditambah 20 mL HCl 1,2mol/L dan dihimpitkan.
Diukur absorbansinya di SSA