Anda di halaman 1dari 34

Scrotal Masses

Wahyu Honimah
030.12.276
FK TRISAKTI

ANATOMI

KLASIFIKASI
PAINLESS
Torsio testis

Hydrocele

Epididimitis

Varicocele

Orchitis

Spermatocele

Hematocele

Tumor testis
Inguino-scrotal Hernia

PAINFUL

Torsio Testis

Terpeluntirnya funiculus sprematicus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah


pada testis

ditemukan 1 dari 4000 pria < 25 tahun, & paling


banyak pada masa pubertas (12-20 tahun)

Adanya kelainan sistem penyanggah testis --> torsio;


jika bergerak berlebihan (perubahan suhu mendadak,
ketakutan,
latihan
berlebihan,
batuk/trauma
yg
mengenai skrotum)

Terpeluntirnya funikulus spermatikus obstruksi aliran


darah testis testis hipoksia edema testis iskemia
nekrosis

Klinis:

- Nyeri hebat di daerah skrotum


mendadak & diikuti pembengkakan testis
(akut skrotum)
- Nyeri menjalar ke inguinal/perut bawah
- Bayi: gelisah, rewel, tidak mau

Spermatocele

suatu massa di epididimis yang menyerupai kista mengandung cairan


dan sel sperma yang mati.
Penyebab pasti spermatokel tidak diketahui namun
kemungkinan dikarenakan adanya obstruksii pada satu
saluran yang membawa sperma.
Jika berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan keluhan,
jika berukuran besar gejala yang akan timbul yaitu rasa
tidak nyaman pada testis yang terkena, terasa berat di atas
testis.

Tumor Testis
Keganasan pada testis

terbanyak pada pria berusia


diantara 15-35 tahun dan
merupakan 1-2% dari
semua neoplasma pada
pria.
Faktor yang erat kaitannya
dengan peningkatan
kejadian tumor testis,
antara lain maldesensus
testis, trauma testis, atrofi
atau infeksi testis dan
pengaruh hormon,
kriptorkismus.

KLASIFIKASI TUMOR
TESTIS

Seminoma

germinal
Tumor
ganas
testis

primer
Non
germinal
sekunder

Non
seminoma

Gejala Klinis
a. pembesaran testis yang seringkali tidak nyeri
b. massa di perut sebelah atas (10%) karena pembesaran
kelenjar para aorta
c. benjolan pada kelenjar leher
d. Ginekomastia

Pada pemeriksaan fisis testis terdapat benjolan padat


keras, tidak nyeri pada palpasi dan tidak menunjukkan
tanda transiluminasi.
Tumor marker
o FP (Alfa Feto Protein)
o

HCG (Human Chorionic Gonadotropin)

Hernia Inguinalis

Penonjolan usus melalui bagian dinding bawah abdomen pada lipat


paha yang lemah atau robek
Anamnesa :
benjolan di daerah
inguinal/skrotal yang hilang
timbul. Timbul saat
mengedan, batuk, atau
menangis, dan hilang bila
pasien tidur.
Pemeriksaan fisik :
Terdapat benjolan di lipat
paha/ skrotum pada bayi
saat menangis dan bila
pasien diminta untuk
mengedan. Benjolan
menghilang atau dapat
dimasukkan kembali ke

TERIMA
KASIH