Anda di halaman 1dari 16

Advance Trauma Life Support

(ATLS)
Agneska Ernestia Lastasa
111 0211 018

Definisi

Program pelatihan untuk dokter-dokter dalam


menangani kasus trauma akut.

Tujuan

Untuk mengajarkan cara sederhana dan


menstandardisasi pendekatan pada pasien trauma
berupa perawatan terhadap penilaian awal dan
penyembuhan pada pusat trauma.

Dasar pemikiran dari program ATLS adalah untuk

mengobati ancaman terbesar dalam kelematan


hidup pasien.

Langkah-langkah dalam ATLS :


Persiapan
Triage.
Primary survey.
Resusitasi.
Tambahan untuk primary survey.
Secondary survey.
Tambahan untuk secondary survey.
Pemantauan dan re-evaluasi.
Penanganan definitif.

Persiapan
Fase pra rumah sakit
Fase rumah sakit

Triage
dilakukan oleh petugas pertama yang tiba

ditempat kejadian
tindakan ini harus dinilai ulang terus
menerus karena status triase pasien dapat
berubah.
terdapat 2 metode :
Mettag (triage tagging system)
Start (simple triage and rapid transportation)

METTAG
Pendekatan yang dianjurkan untuk memprioritisasikan tindakan atas korban.
Prioritas tindakan dijelaskan sebagai :

Hitam

pasien

meninggal

atau

cedera

fatal

yang

tidak

memungkinkan untuk resusitasi. Tidak memerlukan perhatian.


Merah : pasien cedera berat atau mengancam jiwa dan memerlukan

transport segera. Misalnya :


gagal nafas
cedera torako-abdominal
cedera kepala atau maksilo-fasial berat
syok atau perdarahan berat
luka bakar berat

Kuning : pasien cedera yang dipastikan tidak mengancam jiwa dalam

waktu dekat. Dapat ditunda hingga beberapa jam. Misalnya :


cedera abdomen tanpa syok
cedera dada tanpa gangguan respirasi
fraktura mayor tanpa syok
cedera kepala atau tulang belakang leher tanpa gangguan kesadaran
luka bakar ringan

Hijau : cedera ringan yang tidak memerlukan stabilisasi segera. Misalnya :


cedera jaringan lunak
fraktura dan dislokasi ekstremitas
cedera maksilo-fasial tanpa gangguan jalan nafas
gawat darurat psikologis

START
berupa

penilaian

pasien

60

detik

yang

mengamati

ventilasi, perfusi, dan status mental


untuk

memastikan

kelompok

korban

seperti

yang

memerlukan transport segera atau tidak, atau yang tidak


mungkin diselamatkan, atau mati.
ini

memungkinkan

penolong

secara

cepat

mengidentifikasikan korban yang dengan risiko besar akan


kematian segera atau apakah tidak memerlukan transport
segera.

Primary Survey
Kunci dan bagian awal dari penilaian terhadap keadaan pasien

yaitu DRABC
A-Airway (penanganan dengan melindungi spina cervikal).
Langkah pertama adalah menilai jalan nafas.
Jika pasien bisa berbicara, jalan nafasnya berarti baik. Jika pasien tidak

sadar,kemungkinan tidak bisa mempertahankan jalan nafas.


Jalan nafas dapat dibuka dengan melakukan chin lift, jaw thrust, finger

sweep.
Jalan nafas tambahan dibutuhkan bila jalan nafasnya tertutupi (oleh darah

atau vomit), cairannya harus dibersihkan dari mulut dengan bantuan


instrumen penghisap

B-Breathing dan Ventilasi


Dada harus diperiksa dengan cara look, listen, feel
Subcutaneous emphysema dan kelainan tracheal harus diidentifikasi bila ada.
Tujuannya untuk mengidentifikasi dan mengatasi 6 kondisi thoracic yang

mengancam hidup seperti gangguan jalan nafas, tension pneumothorax,


massive hemothorax, open pneumathorax, fail chest dengan pulmonary
centusion dan cardiac temponade.
C-Circulation,dengan kontrol pendarahan.
Perdarahan adalah penyebab utama yang dapat dicegah pada kematian post-

cedera.
Syok hipovolemik disebabkan kehilangan darah secara signifikan.

Tambahannya
Electro-cardiographic monitoring.
Urinary & gastric catheter.
Monitory :
ventilatory rate.
pulse oximetry.
blood pleasure.

Secondary Survey
Ketika primary survey selesai, usaha resusitasi

telah

terlaksana,

dan

tanda

vital

sudah

normal, secondary survey bisa dimulai.


Penilaiannya

adalah

head-to-toe

pada

pasien trauma, termasuk melengkapi riwayat


dan pemeriksaan fisik.
Semua bagian tubuh harus diperiksa.

Tambahannya
Lakukan :
X-ray
USG
CT scan

Resusitasi
A Airway : chin lift,jaw thrust,finger

sweep,dll.
B Breathing : dekompresi, drainase

hemothorax,dll.
C Circulation : hentikan perdarahan,

pasang IV line bila mungkin.

Re-Evaluasi
Ulangi ABCDE
Resusitasi ulang bila diperlukan
DCAP BTLS

Terapi Definitif
Konsultasi ke dokter spesialis.
Tindakan pengobatan sesuai problem
Operasi