Anda di halaman 1dari 9

Teori-Teori

Klasik Psikologi
Bermain
Kelompok

Teori Klasik
Teori klasik muncul pada abad ke 19-perang dunia
ke 1
Teori klasik bermain di klasifikasikan menjadi 2
kelompok yaitu
:
1. Surplus energi dan rekreasi
2. Teori rekapitulasi dan praktis

TEORI KLASIK

TEORI SURPLUS ENERGI

Menurut teori yang


dikemukakan oleh frederich
schiller mengatakan bahwa
Bermain ada karena adanya
kelebihan energi yang perlu
disalurkan.

TEORI REKREASI
Teori ini dikemukakan oleh Moritz
Lazarus menurutnya Tujuan dari
bermain adalah untuk memulihkan
energi yang sudah terkuras saat
bekerja. Tenaga dapat dipulihkan
kembali dengan cara tidur atau
melibatkan diri dari kegiatan yang
berbeda dari bekerja.

TEORI REKAPITULASI
Teori ini dikemukakan oleh stanley hall
Teori ini meyakini bahwa anak
merupakan mata rantai evolusi dari
binatang sampai jadi manusia. Dengan
demikian, perkembangan manusia akan
mengulangi perkembangan ras tertentu
sehinga pengalaman-pengalaman nenek
moyangnya akan tampil dalam
keagiatan bermain pada anak.

TEORI PRAKTIS/ INSTING


NALURI

Teori ini dikemukakan oleh


karl gros menurutnya bermain
untuk memperkuat insting
yang dibutuhkan guna
kelangsungan hidup dimasa
mendatang.

TEORI SUBLIMASI

Teori sublimasi = bermain


adalah suatu bentuk
pelarian yang positif dari
tekanan perasaan yang
berlebihan.

TEORI REINKARNASI

Menurut teori ini bahwa anak


anak selalu bermain dengan
permainan permainan yang
dilakukan oleh nenek
moyangnya.