Anda di halaman 1dari 18

LOGO

Berdasarkan
Bentuknya

Reaktor Tangki
Dikatakan reaktor tangki ideal
bila
pengadukannya
sempurna,
sehingga komposisi dan suhu
didalam reaktor setiap saat selalu
uniform.
Dapat dipakai untuk proses
batch, semi batch, dan proses alir.

Reaktor Pipa

Biasanya digunakan tanpa


pengaduk
sehingga
disebut
Reaktor Alir Pipa. Dikatakan
ideal bila zat pereaksi yang
berupa gas atau cairan, mengalir
didalam pipa dengan arah sejajar
sumbu pipa.

Berdasarkan
Prosesnya

REAKTOR BATCH

REAKTOR SEMI BATCH

untuk kapasitas produksi skala


kecil.

REAKTOR KONTINYU

untuk kapasitas produksi skala besar

Biasanya berbentuk tangki yang


berpengaduk.
Cara operasinya dengan jalan memasukkan
sebagian zat pereaksi ke dalam reaktor,
sedangkan zat pereaksi yang lain atau
sisanya dimasukkan secara kontinu ke
dalam reaktor.
Ada material masuk selama operasi tanpa
dipindahkan
Reactant (massa) yang masuk bisa
dihentikan dan product bisa dipindahkan
selama operasi waktu tertentu.
Tidak beroperasi secara steady state

Berdasarkan
Keadaan
Operasinya

Reaktor Gas
Cair dengan
Katalis Padat

Reaktor Isotermal
Dikatakan isotermal jika umpan yang masuk, campuran dalam reaktor,
aliran yang keluar dari reaktor selalu seragam dan bersuhu sama.
Reaktor Adiabatis
Dikatakan adiabatis jika tidak ada perpindahan panas antara reaktor dan
sekelilingnya. Jika reaksinya eksotermis, maka panas yang terjadi
karena reaksi dapat dipakai untuk menaikkan suhu campuran di reaktor.
( k naik dan rA besar sehingga waktu reaksi menjadi lebih pendek).
Reaktor Non Adiabatis
Dikatakan reaktor Non Adiabatis apabila terdapat perpindahan panas
antara reaktor dengan sekelilingnya.

Packed/Fixed bed reaktor (PBR)


Terdiri dari satu pipa/lebih berisi tumpukan katalis stasioner dan
dioperasikan vertikal. Biasanya dioperasikan secara adiabatis.
Kehilangan tekanan (Pressure drop) nya lebih tinggi.
RAP (Reaktor Alir Pipa)
Reaktor RAP merupakan reaktor jenis kontinyu yang berbentuk pipa,
sehingga di sepanjang reaktor terjadi perubahan konsentrasi, suhu dan
kecepatan reaksi baik arah axial maupun radial. Reaktan masuk
kemudian mengalir disepanjang reaktor dan bereaksi sehingga konversi
meningkat dengan meningkatnya panjang reaktor.Dikatakan ideal jika zat
pereaksi dan hasil reaksi mengalir dengan kecepatan yang sama
diseluruh penampang pipa.

Fluid fluid
Reaktor

Bubble Tank

Agitate Tank

Spray Tower

Fase zat pereaksi dan hasil reaksi


Tipe reaksi dan persamaan kecepatan reaksi, serta ada
tidaknya reaksi samping
Kapasitas produksi
Harga alat (reactor) dan biaya instalasinya
Kemampuan reactor untuk menyediakan luas permukaan
yang cukup untuk perpindahan panas

Pembuatan paraxylene dari toluene dengan proses selektivitas disproporsionasi toluene


merupakan reaksi katalitik fase gas. Reaksi berlangsung dalam reaktor fix bed multitube
menggunakan katalis HZMS-5 type zeolite pada suhu 400-470C dan tekanan 21 atm.
Reaktor Fixed Bed dapat didefinisikan sebagai suatu tube silindrikal yang dapat diisi
dengan partikel-partikel katalis dengan menggunakan katalis padat yang diam dan zat pereaksi
berfase gas.
Selama operasi, gas atau liquid atau keduanya akan melewati tube dan partikel-partikel
katalis, sehingga akan terjadi reaksi.
Butiranbutiran katalisator yang biasa dipakai dalam reaktor fixed bed adalah katalisator
yang berlubang di bagian tengah, karena luas permukaan persatuan berat lebih besar jika
dibandingkan dengan butiran katalisator berbentuk silinder, dan aliran gas lebih lancar.
Fixed bed reactor biasanya digunakan untuk umpan (pereaktan) yang mempunyai
viskositas kecil.
Reaktor multitube bed, katalisator diisi lebih dari satu tumpuk katalisator, fixed bed
dengan katalisator lebih dari satu tumpuk banyak dipakai dalam proses adiabatic.

Proses pembuatan paraxylene dari bahan baku toluene dapat dibagi dalam tiga tahap, yaitu :
1. Tahap penyiapan bahan baku
Toluene (C7H8) sebagai bahan baku dengan kemurnian 98% dipompa (P01) dari tangki bahan baku (T01) ke
vaporizer (V01) untuk diuapkan. Di vaporizer ditambahkan hidrogen dinaikkan tekanannya di kompresor (K01) hingga
tekanan 21 atm dan suhunya naik menjadi 212C setelah itu masuk kedalam furnace (F01) hingga suhu 470C untuk
menyesuaikan suhu dan tekanan di reaktor (R 01). Hidrogen tidak ikut bereaksi dan dipisahkan dari senyawa-senyawa lain
di dalam flash drum (FD01).
2. Tahap reaksi dalam reactor
Gas umpan reaktor (R 01) yang bersuhu 470C dan tekanan 21 atm dimasukkan secara kontinyu ke dalam reaktor
fixed bed multitube nonadiabatis non isothermal yang menggunakan katalis zeolite tipe HZSM5. Reaksi yang terjadi
didalam reaktor reaksi eksotermis.
3. Tahap pemurnian hasil
Tekanan hasil keluaran reaktor (R01) diturunkan tekanannya dengan throttling valve hingga 1,9 atm sebelum masuk Flash
drum (FD01). Flash drum terjadi pemisahan antara fraksi yang condensable dan non condensable. Fraksi non condensable
yang berupa hydrogen dan metana dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler. Fraksi condensable di umpankan ke menara
distilasi (MD01), yang sebelumnya di naikkan suhunya dengan heat exchanger (HE01). Dari menara distilasi 1 (MD01)
diperoleh benzene sebagai distilat. Benzene kemudian didinginkan oleh cooler (CL01) lalu disimpan ditangki penyimpanan
produk benzene (T02). Hasil bawah menara distilasi 1 diumpankan kemenara distilasi 2 (D02). Toluene yang keluar
sebagai distilat direcycle kembali ke reaktor (R01), hasil bawahnya dimasukkan ke cristallizer (CR01) untuk
mengkristalkan paraxylene. Paraxylene yang telah mengkristal dipisahkan dari mother liquor dengan menggunakan
centrifuge (CF01). Mother liquor yang berupa campuran xylene disimpan pada tangki penyimpanan mixed xylene (T03).
Lalu Kristal paraxylene dilelehkan di melter (MT01) sebelum disimpan di tangki penyimpan produk paraxylene (T04).

Spesifikasi Bahan Baku & Produk


Bahan Baku
a. Toluene
Rumus Molekul
: C7H8
Bentuk
: cair
Kenampakan
: jernih
Kemurnian
: min 98 % wt
ImpuritasBenzene
: max 2 % wt
Titik didih
: 110,625C
Titik beku
: 94,97C
Berat Molekul
: 92,13 g/mol
Toluene
: 99,0 %wt
Paraxylene
: 0,50 %wt
Metaxylene
: 0,30 %wt
Ortoxylene
: 0,20 %wt
b. Hidrogen
Wujud
: gas
Berat Molekul
: 2,001 g/mol
Hidrogen
: 99,9 %wt
CH4
: 0,1 %wt
c. Katalis Zeolite HZSM5
Fase
: padat
Bentuk
: granular
Diameter
: 0,738 cm
Ukuran pori pori: 2 4,3
Bulk density
: 0,686 g/cm3

Produk
a. Produk Utama
Paraxylene
Rumus molekul
Fasa
Kenampakan
Kemurnian
Titik didih
Titik Beku
Berat Molekul
Paraxylene
Impuritas
Metaxylene
Ortoxylene
Toluene
b. Produk Samping
Benzene
Rumus molekul
Fase
Kenampakan
Kemurnian
Titik didih
Titik Beku
Berat Molekul
Impuritas
Benzene
g/mol)
Toluene

:
:
:
:
:
:
:
:

pC8H10
cair
jernih
min 99,11 %wt
242,36C
13,26C
106,167 g/mol
99,50 %wt

: 0,30 %wt
: 0,15 %wt
: 0,05 %wt
: C6H6
: cair
: jernih
: min 99,5%wt
: 80,09c
: 3,53C
: 78, 114 g/mol
: 98,0 %wt (BM: 78,11
: 2,0 %wt

Neraca Massa pada Reaktor

Pembuatan paraxylene dari toluene dengan proses selektivitas


disproporsionasi toluene merupakan reaksi katalitik fase gas. Berdasar
perhitungan pada neraca panas Qtotal = -86023248,1616 kJ , maka reaksi
bersifat eksoterm. Reaksi berlangsung dalam reaktor fix bed multitube
menggunakan katalis HZMS-5 type zeolite pada suhu 400-470C dan tekanan
21 atm.
Digunakan reaktor Fixed Bed karena jenis reaktor tube silindrikal yang
dapat diisi dengan partikel-partikel katalis dengan menggunakan katalis padat
yang diam dan zat pereaksi berfase gas. Selama operasi, gas atau liquid atau
keduanya akan melewati tube dan partikel-partikel katalis, sehingga akan
terjadi reaksi. Reaktor Fixed Bed yang digunakan adalah multitube bed,
katalisator diisi lebih dari satu tumpuk katalisator, fixed bed dengan katalisator
lebih dari satu tumpuk banyak dipakai dalam proses adiabatic